
AUTOR POV
malam telah tiada. berganti dengan pagi yang cerah. sinar matahari masuk melalui celah celah jendela. menyinari remaja yang sedang tertidur pulas. violet merenggangkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya itu.
violet membuka mata nya sebentar, lalu kembali menutup matanya. ia ingin tidur sebentar lagi.
"bangun." ucap arga sambil mengelus rambut violet.
"ish... berisik banget si! gue masih mau tidur! gausa gangu!" kini violet memutar posisi tidurnya malas. menjadi posisi setengah tengkurap.
merasa tidak ada suara lagi, violet kembali dalam tidurnya. violet mulai meraba samping kanan nya. ia berniat untuk mengambil guling kesayangannya. tapi, yang didapat malah kotak kotak. ia heran. dalam keadaan mata tertutup di pukul lah kotak kotak tersebut, dan.
ARGHHH
"suara sapa dah. apa kuping gue yang bermasalah yak." batin violet. karena masih penasaran, violet kembali memukul kotak kotak itu lagi.
ARGHHH
suara itu terdengar lagi. violet segera menengok ke samping DAN ia mendapati lelaki asing di sampingnya. violet hanya bisa menganga. bagaimana bisa, lelaki asing seranjang dengan nya. lelaki di depan nya hanya tersenyum tipis.
"seneng banget sih, megangin tubuh gua. tapi gapapa, lo bisa milikin ini kok." sambil memegang perut sixpacknya tanpa balutan kain (baju).
violet langsung bangkit dari tidurnya, dan berdiri di hadapan arga. ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.
"OHYA, Gue INGET. lu yang ngembil ciuman pertama gue! wah wah, berani kali ya! mau ku tendang ni bocah ternyata" teriak vio.
"ngapain lu tiduran di sini!" protes vio.
"menurut lu?" tanya arga balik.
violet mengepalkan kedua tangan nya gemas dan mendekati arga. arga pun tidak mau kalah, ia bangkit dari tidurnya dan ikut mendekat dan makin mendekat.
__ADS_1
nyali milik vio hilang entah kemana.
pada akhirnya violet lah yang harus mundur. sialnya di belakangnya terdapat tembok. alhasil, arga pun memojokan violet. menatap violet dengan tajam.
tangan nya mulai memegang pinggang violet dan mendekatkan tubuh violet dengannya. melihat tinggi violet hanya sedadanya membuatnya terkekeh. ia semakin gemas melihat violet yang sedang menunduk takut. violet hanya bisa menunduk. ia berharap tidak terjadi hal yang buruk padanya.
CUP
arga mencium pucuk kepala violet dengan pelan. dan memeluk violet sambil mencium wangi rambut nya, yang memabukan.
"gue mau pulang. lo jaga diri baik baik. jangan deket deket sama cowo lain." perintah arga masih dalam posisinya.
"bodo amat lah suka suka gue, mau deket sama siapa" balas nya santai sambil membuang muka.
arga yang mendengarnya kesal bukan main. arga menatap viole dengan tajam.
"engga, maksudnya emang kenapa?!" tanya violet kembali menunduk.
"karena lo punya gw. mulai detik ini dan selamanya. siapapun yang berani menyentuh milik gue. gw pastiin orang itu abis di tangan gw!!. ngerti??" kata arga.
arga membalas nya dengan menatap vio tajam. violet pun mengangguk pasrah walau hatinya berkata lain.
...
BRUK
buku yang violet bawa kini bertaburan di lantai. tanpa melihat orang yang menabraknya atau mungkin orang yang ditabraknya, ia langsung mengambil buku yang berserakan.
"JALAN LIAT LIAT DONG! BANTU KAGA! SALAH IYA" sewot violet masih fokus pada bukunya yang kini berserakan di lantai.
saat semua bukunya sudah kembali dalam dekapan nya, ia segera mendongak untuk melihat siapa orang yang sudah menabraknya.
__ADS_1
DEG
ia ingin segera pergi dari sini. ia tidak ingin bertemu dengan orang yang telah merebut ciuman pertama nya. dan aneh nya lagi, kok bisa bisa nya arga ada di sekolah ini. selama ini, violet tidak pernah bertemu dengan arga sebelumnya.
violet segera menundukan kepala nya dan berjalan meninggalkannya, tapi arga menghalangi jalannya. ia ke kanan,arga juga ke kanan. ia ke kiri, arga juga ke kiri. akhirnya violet memutuskan untuk memutar balik badannya.
belum selangkah ia berjalan, tangannya sudah di tarik duluan oleh arga. sehingga menabrak dada bidang arga. kini jarak mereka sangat sangat dekat. hembusan nafas pun terdengar oleh mereka berdua. untung udah pada masuk, kalo engga ketangkep basah deh.
"MAU KEMANA HAH?" bisik arga di telinga nya.
"ma... maaf, gue yang salah, gue yang jalan nya gak liat liat" ucap violet sambil menunduk. arga hanya tersenyum melihat kelakukannya.
arga mulai memeluknya. membawa violet ke dekapannya. violet risih dengan kelakuan arga. apa lagi ini sekolah.
"emm.. arga ...... lepasin..... kal..." belum selesai berbicara arga sudah memotong ucapannya.
"bentar doang vi, biarin gini dulu" ucap arga mengeratkan pelukannya. violet hanya bisa menempelkan wajah nya di dada bidang arga.
sebenarnya violet ingin sekali membalas pelukan nya, tapi kedua tangan nya memegang buku yang super banyak.
"HEH! KALIAN ITU YA!! BEL MASUK UDAH BERBUNYI, KALIAN MASIH DISINI MESRA MESRAAN!!" omel bu ntin, guru bahasa sunda.
"mamposh KECIDUK" batin violet dalam hati. arga pun terpaksa melepaskan pelukannya. padahal udah PW tuh.
violet sempat melirik arga yang sangat tenang. sangat berbeda dengan violet saat ini, yang sudah keringat dingin.
"karna hari ini ibu ini lagi SYANTIK, maka ibu tidak akan menghukum kalian" ucapnya.
mendengar hal itu, violet kembali tenang. arga? masih bertahan dengan sikap datar nya.
"SEKARANG KALIAN MASUK KELAS MASING MASING!" perintah bu entin. tapi tidak ada satu pun yang bergerak.
__ADS_1
"S-E-K-A-R-A-N-G" kami berdua pun segera pergi ke kelas dengan berlawan arah.
"untung aja" batin vio sambil mengelus dadanya.