Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
arga vs hansel (REVISI)


__ADS_3

therempong grub


salwa: PING!


anjani: apa nyet.


salwa: geer lo sabi, gw manggil vio.


eva:  PC AJA BODOH!


anjani:2^


salwa: ikut ikut aja si lo, kecebong


eva: apalo kata?!!


violet: np?


anjani: singkat amat bang :)


eva:2^


salwa:3^


violet:SERTERAH!


eva:pms kah?


salwa: bisa jadi.


violet: kenapa si?!


salwa: vi kemaren lo ga dateng ke acaranya erik ya?


anjani: gue liat nya arga doang sumpah dah.


violet: ikut kok, justru gw yang nanya. LO PADA GAK DATENG YA?!


eva: ikut bodoh.


anjani: kok gw gak liat ya? pake baju apaansi lo?


salwa: 2^


violet: gw yang pake baju warnah merah.


anjani: serius? gw kira itu orang lain. soalnya cakep banget anjai.


salwa: sama anjai


eva: vi, kemarin lo di cariin arga. sumpah dah.


violet: serius? kaya gimana?


eva: ya gitu deh, lagian kemana aja lo?


violet: tau ah gue males.


violet: gue mau cerita. sekarang kalian semua harus ke rumah gue. titik ga ada kata tolak. bay


violet mematikan ponselnya. ia melirik jam nakas yang sudah menunjukan pukul 10.00 tapi dirinya masih saja berbaring di atas kasur. rasanya terlalu berat untuk meninggalkan kasur. mau tidak mau, vio harus tetap melakukan ritual mandinya. dengan langkah yang sangat berat, vio memasuki kamar mandinya.


tidak butuh waktu yang lama, vio sudah menyelesaikan ritualnya. vio mengambil sisir yang ada di meja riasnya sambil mengaca.


matanya masih terlihat sembam karena aksinya menangis semalam. "untung aja hari ini libur" gumam nya.


entah apa yang membuat vio menghentikan gerakannya, tiba tiba saja terlintas nama "arga" di dalam pikirannya. violet menggelengkan kepalanya untuk mengusir arga dari pikirannya itu.


vio sudah berusaha untuk tidak memikirkannya untuk beberapa waktu ini. ia ingin bebas dari arga satu hari saja. vio sudah terlanjur kecewa dengan arga.


TOK TOK TOK


"non, temen temen nya udah pada nunggu dibawah" ucap bi nining. vio pun sadar dan kembali ke dunia aslinya.


"iya bi,, suruh naik duluan aja" jawab vio sambil mempercepat menyisir rambutnya.


"cepet juga mereka" gumam nya.


"asiapp" balas bi nining. vio hanya terkekeh mendengarnya. padahal, usia bi nining sudah menginjak 47 tahun. meskipun begitu, bi nining tidak kalah dengan anak jaman sekarang. bibi sangat gaul dan sangat mengenal jaman sekarang. bahkan hp nya pun IP 5.


bagi vio, bi nining bagaikan ibu keduanya. selama ini, bibi yang selalu mengurus vio. kadang, vio juga sering curhat ke bibi. pokoknya oke banget deh.


"HAI GAISSSS" teriak salwa saat memasuki kamar violet. sedangkan eva langsung terjun ke kasur vio. menurutnya kasur milik vio paling the best.


"eh, anjani kemana? kok gak muncul?" tanya vio kebingungan karena anjani tidak berada di kamarnya.


"GUE DISINIII" teriak anjani yang beru saja masuk ke dalam kamar vio. vio tertawa terbahak bahak saat melihat anjani membawa banyak sekali kresek di tanganya. bukan hanya violet, bahkan eva dan salwa pun ikut tertawa.


"DASAR TEMEN LAKNAT! BUKAN NYA DI BANTUIN" sewot anjani sambil menaruh kantong kresek yang berisi jajanan di sembarang tempat.


"bantet si lo!" ledek salwa.


"tumbuh tuh ke atas bukan ke samping!" tambah eva.


vio hanya menggelengkan kepalanya melihat ketiga sahabatnya yang konyol konyol itu. vio mengecek kantong kresek yang di bawa anjani dan mengambil kripik yang sangat ia sukai.


"sapa yang beli jajanan sebanyak ini?" tanya vio kepada teman temannya.


"GUE!" teriak salwa.


"APAAN SIH! YANG BELI SEBANYAK INI TUH GW!" sahut eva.


"OHOK OHOK,,,, BASI LO BERDUA! YANG MILIH JAJANAN INI KALYAN,,TAPI YANG BAYAR GUWEE. MANA BANYAK BANGET LAGI" sewot anjani tidak terima. salwa dan eva hanya cengengesan tidak karuan.


"VI,,, LO TAU GAK?" tanya eva. vio sudah sangat yakin, ketika kata itu di lontarkan, disitulah awal mulanya acara NGEGIBAHIN ORANG di mulai.


"gak tau, emang nya ngapa?" tanya vio balik.


"si anjani udah punya pacar!" balas eva sambil melirik anjani.

__ADS_1


"DEMI APA?? KOK GW BARU TAU?! PJ SINI PJ!" teriak vio kepada anjani.


 


"gak nyangka ya! cewe bantet kaya lo, lebih cepet punya doi!"  ucap salwa.


"gue aja yang cantik gini masi jomblo" tambah salwa sambil mengaca di meja rias sambil memasang ekspresi pede nya.


"mau muntah mon maap" balas vio dan memasukan kripik nya ke dalam mulutnya.


"eh guyss, tau ga si, masa si eva udah mau....."


"ih vi apaan si" potong eva sambil menutup mulut violet dengan tangannya.


"ohh jadi mainnya rahasiaan" sindir salwa yang sibuk dengan rambutnya.


"ehh, bukan gitu maksud gue" kata eva merasa bersalah.


"upss uuuuu, jadi gini guys, kata nya eva mau jadian sama hansel" kata violet sambil menutup mulutnya.


"gue ga ngomong gitu ya!" protes eva.


"serius lu? ihhhh ga ngasih tau" kata anjani.


"pantes, kemarin lo pasangan sama hansel" tambah salwa.


"apaan, masa ya, gue ditinggal sendirian! dia ngilang. huhuhu" rengek eva.


"hahhahahahahahha, seriusan lu? kasiaan" ledek anjani.


"diem lu bantet"


" trus lu pulang bareng siapa?"


"gue pulang bareng tobi" jawab eva pasrah.


"ahahahhahahahahah, gilaaa serius?" tanya anjani tidak percaya. eva pun menganggukan kepalanya.


"maaf ya va, kemarin gue pinjem hansel dulu buat nganterin gue pulang" batin violet.


"woe ngapain lu bengong" kata anjani.


"ha?"


"lo mau cerita apa vi?" tanya anjani.


" emm.... kemaren gue kan pasangan sama arga..." jawab vio gugup.


pada awalnya vio ingin menceritakan apa yang terjadi kemarin. tapi ia pikir pikir, belum waktunya vio mencerikannya kepada teman temannya. vio belum siap untuk berbagi rahasianya kepada orang lain.


"GITU DOANG?!"


"YAELAH GW KIRA APA"


"NYESEL GW BELI JAJANAN SEBANYAK INI" ucap teman temannya tidak terima. sedangkan violet hanya cengegesan.


"YAUDAH SI!!! dari pada kalian ga punya pasangan"  teriak vio kesal.


semua mata pun menatap anjani dengan tatapan tidak percaya. anjani yang merasa di tatap seperti itu, menutup mulutnya dengan kedua tanganya.


.


.


.


.


keesokan harinya....


vio baru saja memasukan bola basket ke dalam ring untuk yang ke lima kalinya. violet memang tidak handal dengan pelajaran olah raga yang lainnya, tapi untuk basket vio lah juaranya nya. bahkan vio pernah menjuarai beberapa pertandingan basket. sejak kecil vio sudah sangat menyukai bola basket.


vio merasa lelah, ia pun memutuskan untuk menepi dari lapangan dan meminum air putih yang ia bawa. teman teman nya pun sudah berada disana dengan keadaan tidak berkeringat sama sekali. berbeda dengan vio, tubuhnya sudah dii penuhi keringat yang membuatnya tampak lebih seksi. cowo cowo yang melihat pun menganga ketika melihatnya.


"beh,,,keras lo vi"


"kamera mana kamera?"


"baru tau vio seksi, kalo gitu mah gw pacarin dari dulu"


"keduluan lo sama arga"


"cocok ya sama arga"


"lumayan, cuci mata"


kira kira itulah ocehan yang vio dengar namun vio hanya acuh tak acuh. arga mengepalkan kedua tangannya saat pacar nya sedang di goda oleh orang lain. baru saja arga ingin menghampiri violet, vio sudah lebih dulu pergi bersama teman temannya.


dan kebetulan saja hansel lewat di depannya. dengan cepat, arga menghalangi jalan hansel.


hansel pun berhenti dan menaikan satu alis nya sebagai pengganti kata "apa".


"kemaren lo bawa kemana vio?" tanya arga tanpa basa basi. arga memang bukan tipe orang yang suka basa basi.


"kenapa?" tanya hansel balik.


"gw yang nanya! kok lo yang nanya balik?!"


"gw bawa vio kerumahnya, kenapa?"


"lo pasti ngasih tau hal yang engga engga kan?"


" nope" jawab hansel enteng.


"trus?" tanya arga bingung.


"gue kasih tau semua tentang lo yang sebenernya" bisik hansel.


"******* LO"

__ADS_1


BUGH


arga mendaratkan sebuah pukulan di rahang hansel sebelah kanan. hansel yang merasa tidak terima dengan itu pun membalas nya dengan sebuah tinjuan di rahang arga sebelah kiri. sama dengan apa yang hansel rasakan, arga juga merasakan hal itu. ia tidak terima dengan tinjuan yang ia terima.


"lo pikir,lo bisa dapetin violet dengan omongan lo itu?" tanya arga dengan tengil.


arga pun membalasnya dengan sebuah tendangan yang membuat hansel terjatuh ke tanah. hansel kembali berdiri dan berkata. "kalo lo macarin violet cuma buat manfaatin dia, mending lo jauhin duluan dah"


arga mengepalkan tanganya. ia tidak terima perkataan hansel meskipun ucapan nya benar. "ga usah banyak gaya dah lu" bentak arga.


hansel tetap tenang sambil memasang senyum miring nya. "cih, lo mau gue bongkar semua rahasia lo?" kata hansel. "apa lo mau, identitas lo sebagai pembunuh kesebar?" bisik nya


BUGH


arga menonjok hansel untuk yang kesekian kalinya. hansel pun membalasnya dengan lebih keras. kali ini ia tidak mau kalah lagi. ia harus menunjukan kekuatan yang sebenarnya ia punya. ia tidak mau mengalah lagi kali ini.


BUGH


BUGH


murid murid pun mulai mengerubuni arga dan hansel yang sedang bertengkar. para penonton setia arga maupun hansel pun juga mulai berlari ke tempat kejadian ada yang dari kantin, kelas dll. vio pun merasa kebingungan dengan teman temannya. mengapa mereka semua pada berlari ke arah yang berlawanan?.


"eh,,, kenapa??" tanya violet kepada salah satu temannya yang sepertinya ingin ikut berlari ke sana.


"itu, arga berantem lagi sama hansel" balasnya.


tanpa mengucapkan terimakasih, vio sudah berlari sama dengan yang lainnya.


"vi mau kemanaa?" teriak temannya.


violet berlari dengan kencang menuju lapangan. dengan cara menyelip di setiap celah celah penonton, akhirnya vio berhasil untuk melihat nya paling depan.


"ga cuma violet yang bakal tau, gue bakal sebar semua nya ke seluruh sekolah!" bentak hansel sambil menunjuk arga yang sudah terjatuh dengan telunjuk nya.


"woah, baru kali ini gue liat arga kalah" kata erik yang ada di sekolahnya.


"emang si arga punya rahasia apaan dah? sampe nyerah gitu" kata yang lainnya.


"kalo di liat liat si ya, hansel udah nahan dari kemarin"


"nah iya, kalo mennurut gua si ya, hansel lebih kuat dari arga, cuma pura pura lemah aja"


"iya juga si"


"eh tapi kok guru guru ga pada misahin ya?"


"mana berani lah mereka, ikut campur sama kedua anak dari keluarga terhormat"


"iya juga"


 


 


"emang lo kira, gue ga punya rahasia lo?!!" bentak arga yang berusaha untuk berdiri.


"cih, rahasia yang gue punya, ga seburuk lo" kata hansel sambil menendang arga, sehingga arga kembali terjatuh.


"argh, jadi lo cuma mau bales dendam sama gue, karena lo ga kepilih jadi ketua mafia waktu itu? gara gara tangan lo patah hah? trus akhirnya lo mau rebut violet dari gua?!!" bentak arga sambil memegangi perut nya.


"hah? kok gue di bawa bawa" gumam violet kebingungan.


"ck, maap maap aja ni ye, gue itu ga mau violet jadi korban lo yang berikutnya. gue bukan kaya lo, yang mau dapetin hati dia trus di manfaatin. gue udah peringkat 1 global bro. gue ga butuh manfaatin orang lain. beruntunglah waktu itu gue ga kepilih jadi ketua mafia. nyesel kan lo sekarang?" ucap hansel secara terang terangan di depan orang orang.


"lo jadiin violet cuma buat peringkat global keluarga lo naik kan?!" tambahnya.


"iya, emang kenapa? puas lo?! gue cuma manfaatin dia! emang kenapa hah?!!" jawab arga dengan lantang. saat itu arga tidak menyadari keberadaan violet.


"hah?" kini violet berkaca kaca. hati nya begitu rapuh. ditambah semua orang yang menatapnya.


 


"violet di manfaatin doang"


"kasian ya"


"arga **** banget emang!"


"mau nangis dia cuy"


 


violet menggelengkan kepalanya tidak percaya. "engga mungkin"


"sabar ya vi" kata erik di sampingnya.


"cowo brengsek" kata violet setegah berteriak.


arga dan hansel pun melihat ke arah violet yang sudah berkaca kaca.


"vio?" kata arga tidak percaya.


"vi, gue bisa jelasin vi" tambah arga yang berusaha berdiri.


hansel mendekati violet dengan perlahan dan memeluknya. violet pun tidak bisa menahan air matanya. ia pun membalas pelukannya.


"maaf eva, gue lagi butuh hansel sekarang" batin nya. disaat dirinya sedang terluka pun, ia masih memikirkan perasaan orang lain.


arga mendekati violet dan mencoba mengelus pipinya tapi di tepis oleh violet.


"vi... gue bisa jelasin"


"jelasin apa lagi hah? jelasin lebih dalam lagi? jelasin kenapa lo manfaati gue?!!" bentak violet.


"bukan gitu vi...."


violet menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan arga. ia sudah tidak kuat. ia pun memutuskan untuk keluar dari kerubunan dengan berlari. orang orang yang meliatnya pun merasa kasihan dengannya dan menatap arga dengan tatapan tidak suka.


 

__ADS_1


 


__ADS_2