Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
ex bad boy 2 (REVISI)


__ADS_3

"aduh, kok gak ada si?!" keluh violet saat dirinya tidak kunjung menemukan ukuran yang pas.


"kenapa sayang?" tanya hansel lembut. kini hansel sedang terduduk di sofa yang sudah di sediakan di depannya.


violet terus saja mencari ukuran yang sesuai dengan ukuran nya sendirian. dan hansel hanya sibuk dengan ponsel nya tanpa, ingin berniat membantunya.


"hanselll!" rengek violet.


"kenapa?" kini hansel berdiri dan menghampiri nya.


"masa gak ada ukuran yang pas di aku!" rengek violet sambil memanyunkan mulutnya.


"emang ukuran kamu berapa hah?" tanya hansel sok polos. ucapan nya tersebut sukses membuat nya mendapatkan sebuah jitakan di kepalanya. hansel hanya meringis kesakitan sambil mengelus kepalanya itu.


"yaudah tanya mba mba nya aja" tambah hansel.


"mba mba?" ucap violet memastikan. hansel pun mengangguk yakin.


"kamu yang ngomong ya. plisss" pinta violet dengan memasang muka yang memelas.


"ih engga ah"


"hansel pliss" kata nya sambil memasang pupy eyes.


"yaudah, berapa ukuran kamu?" tanya hansel sambil membungkukan badannya untuk menyamakan tinggi nya dengan violet, yang tinggi nya hanya sedada hansel.


"34 b" bisik violet tepat di telinga hansel. hansel sempat menghayal dan menganggukan kepalanya.


"lumayan"


"apanya?!!" tanya violet sambil melotot.


"engga"

__ADS_1


"yaudah sana" usir violet.


"ada syarat nya" kata hansel.


"apa?" tanyanya.


"cium dulu" kata hansel sambil menunjuk pipinya.


"masa di sini sih"


"yaudah kalo ga mau"


"eh yaudah"


cup


"dah kan. sana cepet"


"kamu bareng sama aku!" ucap hansel langsung menarik tangannya menuju mba mba kasir. violet yang di tarik hanya bisa pasrah. violet pun memutar matanya malas.


...


mereka semua terkejut. bagaimana bisa serempak seperti ini? siapa yang bertanya secara bersamaan?


hansel dan vio melihat siapa yang berbicara selain dirinya yang berada di sampingnya.


sama seperti mereka yang melihat ke arah hansel dan violet dengan tatapan bingung. mereka pun terkejut karena mendapati arga bersama perempuan di sampingnya, yang pastinya tidak diketahui oleh violet.


"ar,, arga?" ucap vio sambil melihat ke dua orang yang ada di depannya secara bergantian.


savira menaikan satu alis nya kebingungan sambil melihat arga. sedangkan arga hanya mematung sambil melihat violet.


"tidak, ini pasti bukan dia. aku pasti salah liat" batin violet.

__ADS_1


"tapi, kenapa wajahnya mirip sekali dengan arga?" batin nya kembali saat menatap arga. violet beralih kepada seorang perempuan yang ada di samping arga.


"mengapa ia sangat mirip dengan ku?" batinnya kembali saat melihat perempuan tersebut sangatlah mirip dengannya. dari tubuhnya, tingginya, dan wajahnya sangat mirip dengan vio.


hansel pun sadar akan itu, perempuan tersebut sangat mirip dengan violet.


"kamu kenal?" tanya savira kepada arga. namun arga hanya diam dan masih memangdangi violet.


tanpa ingin berlama lama lagi, hansel segera menarik tangan violet untuk menjauhinya. violet hanya bisa pasrah menuruti nya.


...


saat di perjalanan pulang, violet terus menekuk wajahnya. pikiran nya sedang kacau, sangat kacau.


jika benar itu arga, bagaimana bisa ia datang kembali lagi. seharusnya arga tetap pergi meninggalkan nya untuk selama nya. kenapa arga harus datang di saat dirinya sudah tidak mengharapkan dirinya kembali.


setelah dirinya sudah melupakannya, ia malah kembali ke sini. setelah pergi secara tiba tiba, ia datang dengan seenak hatinya.


dan satu hal yang violet bingungkan. ketika vio melihat perempuan yang ada di sampingnya.


"siapa dia? apakah dia pacar baru nya selama ini? mengapa ia sangat mirip dengan ku? mengapa arga memilih orang yang sama seperti ku? apa ini cuma sebuah pelampiasan? aku atau dia yang di jadikan pelampiasan?" pertanyaan itu bertumpuk di pikirannya saat ini.


violet menghembuskan nafas nya kasar. memijat bagian kepalanya dengan tangannya. seolah olah dengan cara nya melakukan hal ini, semua beban nya akan terlepas.


hansel yang melihatnya pun ikut memijat bagian kepalanya. bagaimana bisa arga kembali? kenapa tidak sekalian saja arga berada di london untuk selamanya. sungguh, hansel sangat muak melihat wajah arga.


"sial!" umpat hansel. violet pun menoleh ke arah nya.


"kenapa sayang?" tanya violet sambil mengelus rambut hansel.


"engga papa kok" balas hansel sambil tersenyum.


...

__ADS_1


__ADS_2