Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
kecewa (REVISI)


__ADS_3

vio berjalan berdampingan dengan arga ketika mereka sudah sampai di lokasi. semua pasang mata mengalihkan pandangan nya ke arah mereka berdua.


bahkan ketika mereka keluar dari mobil pun, semua orang sudah melihat pasangan serasi ini. ada yang kagum, iri, dll. tidak lupa para wartawan yang langsung mengerubuni mereka. bagaikan semut yang mengerubuni gula.


"itu arga bramasta kan?"


"iya serius itu arga"


"gila woy, dia dateng ke sini. gue harus paling cantik pokoknya"


"itu cewe di samping nya siapa dah?"


"eh, itu si.... violet kan?!"


"iya itu violet ****"


"ketos galak itu ya ga si?"


"ih, cabe ya dia, ganjen bet deket deket my prince"


"cocok ya mereka berdua"


"langgeng teruss"


begitu lah bisikan bisikan yang terdengar oleh violet. violet mengepalkan tangannya karena kesal. huh! semua orang sama aja.


erik memang memanggil para wartawan, dan fotografer karena ini adalah hari ulang tahunnya. apalagi erik anak dari pengusaha ke 7 paling berpengaruh di asia tenggara. tidak mungkin para wartawan melewatkan hal itu. dan yang tak mungkin di lewatkan adalah, tamu kelas atas yang ikut menghadiri mewah nya pesta kali ini.


para pengusaha, pejabat, seniman kelas atas dan orang berpengaruh pun tidak keberatan untuk menghadiri pesta ini.


teman teman yang diundang erik juga bukan sembarang orang. hanya orang tertentu yang ia undang.


ditambah dengan ratusan penjaga bertubuh besar, berpakaian rapih dengan jas hitam melekat di tubuh mereka masing masing. menjaga di setiap sudut ruangan dengan sigap.


violet berdecak kagum saat melihat pesta yang di adakan oleh erik. sangat lah megah dan mewah. di hiasi oleh lampu lampu yang harga nya sangat mewah, lantai dansa yang indah, serta hiasan lainnya yang membuat acara pesta kali ini terlihat begitu menawan.


"gila mewah banget" gumam violet.


"nora lu" ledek arga sambil berbisik.


"yaela santai aja kali"


" gue juga bisa buat pesta kek gini. engga, mungkin lebih besar" bisik arga sombong.


"eleh?"


"dih ga percaya nih cerita nya?"


"iya iya, percaya"


melihat erik yang baru saja turun dari atas, membuat vio dan arga pun menghampirinya. arga memberikan bag pack yang ia bawa dari rumahnya, berlogokan perusahaan bir ternama. arga memberikan 2 buah bir yang sangat langka dan harganya pun fantastis.


"selamat ulang tahun" ucap arga sambil menjabat tangan erik. erik pun tersenyum dengan mekarnya.


"terimakasih, ternyata kalian dateng juga" ucap erik. arga hanya tersenyum tipis begitupun dengan vio.


"apa itu?" bisik vio.


vio memang tidak tau apa yang arga bawa. terlebih lagi arga sama sekali tidak memberitau vio. namun arga hanya diam tidak menanggapi.


arga menyenggol lengan violet di saat erik sedang menunggu violet untuk mengucapkan selamat untuk nya.


violet menengok ke arga dan menaikan satu alis nya. arga pun memberi kode kepada violet sambil melirik erik.


"ha, oh iya iya" kata violet gugup sambil tersenyum kepada erik.


"selamat ulang tahun erikkk" kata violet sambil memeluk erik.


"iya makasih viooo" balas erik.


"ehem" violet pun melepaskan pelukan itu dengan terpaksa.


"sorry" bisik violet kepada arga. namun arga hanya membuang muka.


setelah nya banyak para tamu lain nya juga yang ikut memberikan beberapa kado/ hadiah dan mengucapkan selamat atas bertambahnya usianya.


sedangkan vio dan arga memilih untuk duduk di salah satu kursi bernuansa mewah yang ada di ruang dansa dengan beberapa teman lainnya.


"paman son, kudengar bibi ella sudah melahirkan ya" kata gabriel membuka suara.


"iya benar"


"waah, siapa namanya paman?"


"juventus malea bra" potong arga dengan bangga.


"wahh, ternyata arga afal nama anak saya ya" kata paman son bahagia.


"itu sudah semestinya" balas arga dengan cool.


violet melirik arga dengan tatapan jiji. "ih so cool banget" batin nya.


"oh ya arga, gadis disamping mu siapa?" tanya gabriel sambil melirik violet yang sedang makan.


"dia pacar ku, violet latief" kata arga tersenyum bangga.


"la.. latief? dia keluarga latief?" tanya paman son tidak percaya.


"yap! benar" sahut violet tersenyum bangga.


"wow" decak gabriel kagum.


"hahahha" tawa violet garing.


"eh arga gue mau hadiah yang lo kasih ke erik dong!" bisik violet.


"ha? maksud lo bir itu?" tanya arga tidak percaya.


"oh namanya bir. gue mau dong. kayaknya enak. kaya sirup rasa anggur gitu ya?" ucap nya polos.


"****, lo gak tau bir? gila! polos banget lo" kata arga.


violet memutar bola mata nya malas.


"yaudah, besok kasih gue ya"


"ga! ga boleh. lo gak boleh minum kayak gituan vi"


"kenapa? sirup ini doang kan?!"

__ADS_1


"yeuh, beda ****. nanti lo bakal muntah muntah. emang nya mau?"


"ngga lah"


"yaudah"


"para hadirin sekalian, hari yang berbahagia ini, kita dapat berkumpul di tempat yang mewah ini. sangat disyukuri. dan juga teman kita, keluarga kita, sodara kita telah bertambah usia nya pada hari ini yang ke 17 tahun." ucap mc yang ada di tengah tengah lantai dansa.


"mari kita sambut, ini dia, erik sanjayaa" tambahnya.


prok prok prok.


"tes tes, baik semua, saya ingin mengucapkan banyak terimakasih, kalian ingin meluangkan waktu untuk datang ke acara kali ini. saya bersyukur masih di beri kesempatan hidup hingga sampai saat ini" kata erik tersenyum bahagia.


prok prok prok


"pokoknya, selalu bahagiaa" tambahnya lagi.


prok prok prok


"hari ini kita akan bersenang senanggg, huuuuuu" kata erik sambil mengangkat minumannya ke atas.


pada hadirin pun ikut mengangkat minuman nya keatas lalu meminum nya.


.


.


"arga gue mau ke toilet dulu ya, kebelet banget"


"kebelet apa?" tanya arga sok polos.


"ih! menurut lo?! yaudah ah bye" ucap vio dan meninggalkan arga menuju toilet.


arga yang melihat nya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


violet menuju toilet setengah berlari.


setelah selesai buang air, vio sempat mencuci kedua tangan nya dan mengaca juga merapihkan penampilannya. terutama di bagian rambut yang ia biarkan tergerai itu.


"eh vio" kata eva dari belakang.


"evaaa, gila kemana aja lo?!" tanya violet langsung memeluk eva.


"gue kira lo di culik hansel" tambah nya.


"duh, apa apaan si. eh eh lo tau ga sih, kayaknya hansel suka sama gue tau ahhh" bisik eva senang.


"serius? cieee eva cieeee" ledek violet.


"trus trus gimana nih pj nya" tambah violet.


"aaah, hahahahhaha, gue kan belom pacaran"


"yaudah gue tunggu kalian berdua jadian."


"aminnnn" kata eva kegirangan.


"yaudah gue mau ke pipis ya, lo duluan aja nanti gue nyusul" tambah eva.


"asiap"


violet kembali mengaca sebentar. setelah merasa pas dengan penampilannya, vio keluar dari toilet. betapa terkejutnya ia setelah mendapati hansel yang sudah ada di depan toilet dan menarik tangan nya dengan keras.


"ini dimana lagi" gumam violet saat melihat sekitar. sangatlah sepi.


"eitss, lo kan masih ada utang sama gua"


"utang apa si! emang nya gue pernah minta di traktir makan apa sama lo" kata violet kesal.


" lo tau kan gue itu pacar arga! kenapa lo selalu gangu kehidupan gue sih!" tambahnya.


"gw cuman mau ngelindungin lo vio, lo ga pantes sama pembunuh seperti dia." kata hansel memojokan violet ke tembok.


"ha?... maksud nya?." tanya vio.


"asalkan lo tau. arga itu sering bulak balik masuk penjara! bahkan arga juga pernah ngebunuh orang! lo pasti bingung kan tentang firman, orang yang nembak lo waktu ada tauran kan? yang ngebunuh firman, arga vi. arga orangnya." ucap hansel panjang lebar.


"apa?" tanya violet tidak percaya.


"lo tau? pas dia masih di amerika, dia udah sering masuk ke bar. godain cewe sana sini. mabok mabokan. sering masuk ke tempat boxing juga. tinju sana sini." tambahnya.


" plis hansel!! gausah boong!" kata violet yang sudah berkaca kaca.


"gue ga boong vi, sumpah! liat ini" kata hansel sambil mengeluarkan ponsel nya.


violet menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat di ponsel hansel.


"engga, ini pasti boongan"


"vi, gue ga boong. dia nyembunyiin kematian firman. lo tau? kalo dia masuk penjara, lo pasti ikut ikutan kena imbasnya" kata hansel meyakinkan.


"dia, macarin lo, karena dia tau lo itu dari keluarga latief. jadi apa pun yang dia mau, pasti akan terkabulkan. karena, pacar nya berasal dari keluarga latief!" tambahnya.


"Lo cuma di manfaatin"


"trus, sekarang gue harus apa?" ucap vio lemah. tapi masih bisa terdengar oleh hansel.


"kenapa gue harus kebawa dalam masalah ini?!"


kini air matanya jatuh. membasahi pipinya. tatapan nya jatuh ke bawah. melihat karpet karpet yang terpasang disana. tapi, pikirannya melayang entah kemana.


hansel memeluk violet dengan erat. violet pun membalas pelukan itu dengan hangat.


"hiks, hiks... kok dia tega banget ya.." kata violet sambil menangis.


hansel mengelus rambut violet sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.


"hansel anterin gue pulang sekarang!" kini vio menatap hansel dengan penuh harapan.


.


.


.


di dalam mobil hansel, vio hanya menatap luar jendela. menatap malamnya bumi. menikmati kehancuran yang sedang ia alami. wajah nya sudah sangat hancur saat ini. make up nya luntur karena air matanya.


"ini baru awal vi, lo akan mengetahui lebih dalam tentang arga secara perlahan. cepatlah kalian berpisah. lebih cepat akan lebih baik." batin hansel.

__ADS_1


violet pergi begitu saja tanpa sepengetahuan arga. masa bodo dengan arga. ia sangat kecewa dengan arga.


"ARGA PEMBOHONG!" batin violet marah.


.


.


.


.


setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih satu jam, akhirnya vio sampai dengan selamat ke rumahnya.


violet turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih.


vio melangkahkan kaki nya malas saat memasuki rumahnya. masa bodo lah jika ia harus berdebat lagi dengan ibu nya yang sudah mengusirnya dari rumah. kebetulan, kakanya belum tidur juga. padahal jam sudah menunjukan pukul sebelas malam.


"SOPAN BANGET SOPAN!" sindir kakanya sambil memakan buah pir. vio memilih untuk diam. ia sedang malas untuk berdebat. pikirannya hanya satu saat ini. tidur.


"ngapa lo ha? dateng dateng, ga ngucapin salam. muka kusut banget. abis di putusin lo ya? HAHAHA" ucap kakanya.


"pergi sama siapa,,, pulang sama siapa,,, dasar cabe" sindir kakanya.


"dasar kaka laknat" batin vio lalu berlalu meninggalkannya. menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. saat menutup pintu pun di banting olehnya sehingga menimbulkan suara yang keras. tidak lupa ia mengunci pintu kamarnya.


"ngapa tu anak?" tanya aira pada dirinya sendiri.


vio melempar tas nya sekaligus membuka sepatu nya ke sembarang tempat. dan langsung masuk ke dalam kamar mandi nya.


di lihatnya kaca yang memantulkan diri nya yang sedang kecewa, hancur, dan dalam keadaan yang berantakan.


"Argh.." vio jadi kesal sendiri melihat dirinya. dengan asal, vio membersihkan riasan di wajahnya dan membuka pakaian yang ia gunakan, lalu berjalan menuju bath tub dan merendamkan dirinya di air hangat.


vio melakukan ritual mandinya 1 jam lamanya. 30 menit ia habiskan untuk berendam. sisanya ia melakukan hal yang lainnya. sampai sampai tangannya pun ikut mengkeriput akibat vio terlalu lama berendam.


hanya menggunakan daster panjang ke bawah, vio sudah menjatuhkan dirinya ke kasurnya yang sangat empuk itu. ia tidak peduli apapun yang terjadi. ia hanya ingin tidur dan tidur dan tidur lagi. tak butuh waktu yang lama untuk vio tertidur pada malam ini.


....


di lain tempat..


"kok vio lama banget ya.." tanya arga pada dirinya sendiri. dari harus menunggu nya lebih lama lagi, akhirnya arga memutuskan untuk menuju toilet wanita.


saat memasuki toilet wanita, semua penghuni yang ada di toilet berteriak histeris karena arga masuk ke dalam toilet wanita.


arga tidak memperdulikannya, ia tetap berjalan dengan santai nya. memeriksa satu per satu toilet. arga kebingungan sekaligus panik, semua toilet sudah ia periksa maupun toilet perempuan atau pun toilet laki laki.


arga membuka ponsel nya dan mencoba menghubungi violet.


"sial! ga diangkat"


kini ia menghubungi eva.


"halo?"


"violet ada sama lo gak?"


"tadi si iya, tapi dia duluan. gue kira dia udah sama lo lagi" kata nya.


"emm, si.. hansel. lo liat ga?"


"masalah nya juga itu! hansel juga ga ada"


"shit!"


"hansel"


satu nama terlintas di pikiran arga. dengan berlari arga menghamiri erik yang sedang tertawa bersama dengan tamu lainnya. arga menyentuh pundak erik sehingga erik menengokan kepala nya.


"hahaha... arga .... kenapa hah?" tanya erik setengah mabuk.


"lo ngundang hansel?" tanya arga tanpa basa basi.


"hansel... anak perusahaan emas itu kan? tentu saja saya mengundangnya. apa kau tau? hansel sedang bersama gadis mu .. HAHAHAHA" tambah nya.


arga mengepalkan tangannya saat mendengar apa yang baru saja erik katakan


.


.


.


.


arga sudah berada di depan rumah violet. ia melirikan matanya ke jam tangan yang ia gunakan. waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari. dengan perlahan arga menekan bel rumahnya.


Ting Tong...


suara bel menggema di dalam rumah vio.


Ting tong...


"ck, siapa si malem malem begini!" dengan terpaksa aira membuka pintu rumahnya.


"siapa sih?! malem malem gini pake segala ....." ucap nya terhenti setelah melihat arga yang berada di balik pintu.


"Arga?"


"hm" balasnya.


"ngapain malem malem kesini?"


"sini masuk dulu" tambah nya.


arga menurut dan masuk ke dalam rumah milik vio. ia duduk di sofa dan berjarak dengan sofa yang aira tempati.


"jadi?" tanya aira kembali.


"violet udah pulang ke sini gak?" tanya arga khawatir. aira yang mendengarnya langsung mengubah seratus persen raut wajahnya.


"oh.. violet. udah kok tadi dia udah pulang. kenapa?"


"gapapa kok"


"lo lagi ada masalah sama violet ya?"


"ga kok."

__ADS_1


"oh.. soalnya tadi vio pulang masang muka kusut banget. keliatan abis nangis gitu. makeup nya aja udah luntur" jelas aira sambil mengambil kripik yang ia siapkan dari tadi untuk menjadi cemilannya saat menonton drakor.


"nangis?" tanya arga heran. aira mengangguk.


__ADS_2