Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
pembalasan (REVISI)


__ADS_3

vio membuka matanya perlahan. hal yang pertama kali ia lihat adalah langit langit berwarna putih yang tampak asing baginya.


ia mencoba untuk mendudukan posisinya. tapi, kepala nya masih terasa berat dan pusing.


violet melihat sekitar dan menemukan arga yang sedang tertidur di kursi sofa.


dengan perlahan vio bangkit dan menghampiri arga. awalnya ia sempat ling lung. tapi, ia tetap melanjutkan niatnya itu.


vio duduk di depan nya dan mengelus secara perlahan helaian rambut yang menutupi wajah indah arga. lalu hidungnya dan juga alisnya.


vio tersenyum melihat arga yang sedang tertidur. jujur saja, arga memang tampan. rahang yang sempurna, bibir merah. beuh.


sebenarnya, arga sudah bangun lebih awal. ia hanya berpura pura sedang tertidur. hihi


arga menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh violet. sampai akhirnya eva datang. membuat sentuhannya berakhir.


"bangsattt, gangu aja" batin arga.


"vioooo, kamu udah sadar? kamu ga papakannn?" ucapnya sambil menghampiri violet.


"stttt ada yang lagi tidur." sambil menunjuk arah arga berada.


"oh iya ya stt" kata eva polos.


"gue gak papa kok. oh ya ngomong ngomong siapa yang bawa gue ke sini?" tanya violet sambil berdiri.


"yang bawa kamu ke sini teh sii argaa" jawab eva sambil menaruh buah buahan di atas meja.


"arga?" tanya vio di dalam hati.


vio memutarkan badan nya untuk menghadap arga.


"aah"


betapa terkejutnya ia mendapati arga yang sudah berdiri tepat di hadapannya sehingga vio menabrak dada bidang milik arga.


"aduh arga sakit tau!" rengek vio sambil mengelus elus kepalanya.


"eheheh sini mana yang sakit? yang ini?" tanya arga sambil mengelus kepala vio.


"iya itu sakit"


"uhh, maaf yaa" kata arga yang masih mengelus kepalanya.


vio hanya diam menikmati sentuhannya. eva yang melihat hanya bisa berpura pura batuk.


"ehemmm. ohok ohok. yaampun keselek ludah. kabur ah jadi nyamuk gw di sini!" ledek eva.


"yaudah sono lo pergi!" ucap vio asal.


"yaudah gw pergi ya! arga jaga baik baik si vio. inget!" perintah eva sebelum ia melangkahkan kakinya keluar kamar.


sekepergiannya, arga dan vio saling menatap satu sama lain. jarak mereka sangat dekat.


sadar terlalu dekat, vio mendorong dada bidang milik arga. dengan cepat arga menahan pinggang milik vio. yang membuat jarak mereka semakin dekat.


dengan perlahan arga menaikan dagu vio dengan jari telunjuknya dan mulai mencium bibir manis milik vio.


"em,,,, arga,,, emm" vio memukul dada arga dengan pelan. berharap arga akan melepaskannya.


"baru juga bangun, langsung dicium aja! gampang banget lagi nyiumnya" batin vio.


dengan perlahan arga melepaskan ciumannya. kini kedua hidung mereka saling bersentuhan.


sesekali arga mengosokan hidung nya. nafas vio sangat memburu. jantungnya berdetak dengan cepat.


"vi" panggil arga.


"iya?" jawabnya gugup.


"jawab gua jujur! siapa yang ngelakuin hal seperti ini ke lo?" tanya arga. sebenarnya arga sudah tau siapa pelakunya hanya saja ia ingin memastikannya.


"em.. si ... si .."


"jujur aja vi. ini gua bukan orang lain"


" engga kok, gue cuma kekunci doang" jawab vio bohong.


"vi,,, jujur"


"huft....sacha" jawab vio pasrah.


arga tersenyum dengan jawaban yang di berikan vio dan mulai memeluknya dalam dekapannya. dengan perlahan vio membalas pelukannya.


"kamu makan dulu ya" ajak arga. vio menggelengkan kepalanya tidak setuju.

__ADS_1


"makan!" kata arga sekali lagi.


"emm iya" jawab vio.


"tunggu di sini"


"iyaa"


arga keluar dari kamar untuk mengambil makanan dari rumah sakit. sementara vio menunggu nya sambil melihat kamar nya yang sangat mewah.


"ini beneran di rumah sakit?" gumam vio sambil memegang benda yang ada di sana.


bio melihat pakaian yang digunakannya. sangat halus.


tunggu,


yang ganti baju gue siapa?! baju sekolah gue kemana njirt?!


kini vio mulai panik. ia berjalan mondar mandir di depan pintu menunggu arga datang.


ceklek.


arga masuk dengan membawa mangkok yang berisikan bubur dan jus.


"ngapain mondar mandir?!" tanya arga.


"jawab gue jujur!" kata vio.


"hm"


"siapa yang ganti baju gue?!!" tanya vio dengan tegas.


"menurut lu siapa lagi?" tanya arga balik. arga masuk kedalam dan menaruh makanan dan minuman itu di atas meja. kemudian ia kembali menatap vio yang sedang panik.


"jangan bilang kalo lo yang gantiin baju gue!" kata vio panik.


"emang bukan gue kok, gila aja." kata arga sambil duduk.


"tuh makan" perintah arga sambil mengeluarkan ponselnya.


arga melirik violet yang masih berdiri menatapnya.


"apa? mau gue suapin?" tanya arga meledek.


"hah?! engga gue bisa makan sendiri" jawab vio terburu buru. vio segera duduk di kasur dan memakan bubur yang sudah disiapkan di atas meja.


"nanti gua pergi dulu, bentaran" kata arga.


"gak peduli" balas vio enteng.


"songong"


"bodo"


.


TOK TOK TOK


semua pandangan beralih kepada sosok yang sedang mengetuk pintu kelas mereka. menampakan seorang arga yang tegap berdiri di sana. semua murid teriak dengan histeris.


"permisi bu saya ingin mencari sacha. ada urusan penting"


"oh iya, silahkan" balas guru yang sedang mengajar bahasa indonesia.


"cie sachaaa"


"uhuyyyyyy selamat cha"


"asyikkk pj"


"cieeee sachaa"


"hahhaha, apaansih bisa aja" kata sacha merenda untuk meroket.


"hancurlah hati abang" kata tobi. orang yang selama ini naksir sama sacha.


"sabar tob"


"gue berpihak padamu tobii" kata teman teman nya.


"hahhahahhaha" murid murid tertawa melihat tobi yang lesu.


"kalian diam semua!" kata bu devi. seketika kelas menjadi hening.


"sacha silahkan menemui nya" tambahnya.

__ADS_1


"yaudah gue mau ke ayang beb dulu yaaa" kata sacha kepada teman nya dengan bangga.


arga yang melihatnya hanya menggelengkan kepanya.


dengan anggun sacha berdiri ke depan kelas dengan percaya dirinya. dan menghampiri arga. belum satu kata ia lontarkan, arga sudah menarik lengannya dengan kencang.


"argaa kamu mau bawa aku kemana?" tanya sacha. namun tiada jawaban yang kunjung membalasnya.


arga tetap menarik lengan sacha sampai akhirnya berada di sebuah bangunan dekat sekolah yang sudah tidak terpakai. dengan keras, arga menghempaskan sacha, yang membuatnya terjatuh.


"arga kamu apa apaan sih?!" ucap sacha yang berusaha bangkit tapi tidak bisa.


"lo harus tau, apa yang lo dapatkan ketika lo menyentuh milik gw!!"


"milik kamu, siapa ga?" tanya sacha dengan mata yang berkaca kaca.


"VIOLETT *******" teriak arga dan langsung melayangkan ikat pinggang nya ke punggung sacha.


pletak


pletak


"ahhh, sakitt hiks,,"


"lo apaain violet hah?!!" tanya arga dengan kesal.


"aku gak ngapa ngapain dia ga... hiks"


pletak


pletak


"gak usah boong anjin*"


"lo apaain violet hah" tanya arga.


"aku cuman numpahin air ke dia, emm, tapi dia yang mulai duluan. hiks. dia nampar aku arga" jawab sacha.


arga berjongkok di depan sacha sambil mengelus pipinya.


"dia ngapain kamu sayang?" kata arga yang seketika lembut.


"dia nampar aku ga, hiks, hiks" kata sacha berusaha memeluk arga.


"jadi gitu ya? hah?!"


arga menjambak rambut sacha dengan keras.


"gak usah boong bab*"


"jawab gua jujur, atau gak gue cambuk lu berkali kali" ancam arga.


"engga arga, aku jujur"


"cih" arga berdiri dan kembali mencambuknya.


pletak


pletak


"aaaawhh"


"jawab!"


"aku,, aku nampar dia, trus aku dorong dia ke gudang, trus... hiks"


"aku basahin dia pake air bekas pel, trus aku kunciin dia" tambah nya.


"BANGSAAT!!"


pletak


pletak


"sakit ga, berhenti aku mohon aku gak bakal melakukan hal seperti ini lagi!!" pinta sacha sambil menangis. kini badan nya di penuhi darah segar.


"cih, gua udah terlanjur muak sama lu! bab*, jangan karena lo mirip sama adik gua, lo bisa seenak nya!"


pletak


pletak


pletak


"temen gue nanti dateng buat ngobatin lu, bersyukur lah, wajah lo mirip sama ade gue. karena itu yang nyelamatin hidup lu" kata arga sambil menunduk ke arahnya.

__ADS_1


ehe pcyco


__ADS_2