
2 hari kemudian
berita terkini seorang anak berusia 16 tahun ditemukan tewas terbunuh. insiden ini terjadi di sebuah bangunan tua yang sudah tidak di pakai. kami belum mengetahui pasti penyebab kematian tersebut dan juga pelakunya. kami.....
"kok bisa yah sacha tewas begitu aja ya?" tanya vio yang sedang menonton sebuah berita televisi di ruang tamu sambil memegang cemilan yang ia beli bersama teman temannya.
"kasian yah! belum juga taubat udah tewas duluan" balas lindi salah satu temannya yang sedang bermain di rumahnya.
"eh vi! lu kan gak boleh makan kek gituan kata arga" tambah lindi yang baru menyadari nya.
"yaela gak ada dia nya ini" balas vio santai.
"yaa, terserah lo dah vi"
"tapi ya! satu hari sebelum di temukan tewas, sacha sempat pergi bersama arga lho!gua jadi curiga!" tambahnya.
"ish apaan sih. jangan nuduh yang engga engga deh!" balas vio.
"jelas jelas dia bunuh diri" tambahnya.
" iya deh iya yang ngebela mah beda!" sahut eva dari dapur.
"tapi bisa jadi lho vi, soalnya dari info info yang didapatkan terakhir kali sacha lagi bareng sama arga" tambahnya. violet hanya ber oh saja.
"arga? gak mungkin dia kan?!" batin nya.
drett.. drett
suara hp milik vio terdengar. vio yang sedang asik menonton tv berlari kecil ke arah hp nya berada. layar nya menampilkan panggilan dari "arga gans" tertera di layar hp nya.
"emang nya gue pernah ngesave no dia ya?" gumam vio.
"woy, arga nelfon"
"panjang umur, baru juga di omongin" kata lindi.
"angkat gak ya?" tanya vio.
"angkat lah, dia kan pacar lu" sahut eva.
__ADS_1
"apaan sih engga!" teriak vio kesal.
"tapi otw jadi pacar yekan" sambung lindi.
"apasi! dahlah mau ngangkat dulu"
"yaudah sana"
ia pun menerima panggilannya dengan ragu ragu.
"halo" kata vio.
"hmm"
" lo kenapa tlp gue?" tanya vio
"emang nya g boleh nelfon pacarnya sendiri?"
"emang lo pacar gue? kapan lo nembak gue njirt??"
"yaampun, jadi selama ini lo ngangep gua apa?!"
"manusia" balas vio polos.
vio terdiam.
"hmm jadi lo itu mau gak jadi pacar gue?" tanya arga lembut.
"hmmm.. iya, mau" balas vio malu malu.
"apa?! gue ga denger"
"iya njirt gue mau" teriak vio kesal dan langsung mematikan panggilannya.
"kok gue marah sama dia ya?!"batin nya.
"kan bawaan nya jadi cringe!! kenapa coba harus bilang gitu!" batin vio kesal.
***
__ADS_1
suara motor klakson milik arga terdengar di depan rumah violet. violet yang masih memakai sepatunya terkejut dengan keberadaan arga di depan rumahnya secara tiba tiba. pasalnya, mereka berdua sama sekali tidak janjian untuk pergi ke sekolah bersama.
"eh arga ngapain ke sini?" tanya vio menghampiri arga.
"jemput lo sayang" perkataan arga sukses membuat pipi vio memerah.
"apaan si sayang sayang"
"sabeb, ke pacar ini"
"yaudah iya"
"iya iya. cepet naik sekarang!"
" ye sabar" violet pun naik dengan bantuan punggung arga.
setelah vio naik, arga sama sekali tidak menjalankan motornya tersebut dan sukses membuat vio menjadi kesal.
"arga ayo jalan!"
"pengangan dulu sayang. nanti kali jatoh gimana" perintah arga lembut.
lagi lagi pipi vio memerah.
"iya yaudah" akhirnya vio melingkarkan kedua tangannya erat di perut arga dan menyandarkan dagunya di bahu arga.
arga tersenyum dengan tipis melihat nya.
arga pun segera melajukan motornya.
di saat perempatan lampu merah, arga membelokan stirnya ke kiri. seharusnya arga membelokan stirnya ke kanan. karena satu satunya jalan menuju sekolah nya harus melewati arah kanan.
"arga kok ke kiri! inimah bukan jalan ke sekolah!" bentak vio.
"lo gak mau nyulik gue kan" tambahnya.
"emang kita gak ke sekolah kok! kt siapa kita mau ke sekolah?!"
"ihhh terus kita mau kemana?!" tanya vio gemas.
__ADS_1
"liat aja nanti" jawab Arga enteng.
.