
"Sonya tungguin gua" kata Angga yang sedang mengejar Sonya. Karena itu semua murid yang berada di koridor pun menonton adegan itu.Angga pun berhasil menarik tangan Sonya dan ia pun menariknya pergi ke taman belakang sekolah.
"Apaan sih Ga, lepasin" ucap gua sedikit membentak . Setelah itu Angga pun segera melepaskan cekalannya dari tangan gua.
"Sorry" lalu gua pun ingin pergi dari sana tetapi Angga menarik tangan gua dan ia berkata.
"Gua bener gak ada apa-apa sama Indah terserah mau percaya atau gak" lalu ia pergi .
Lu egois Nya! Emang lu siapanya Angga sih?
Lalu setelah itu pun gua menangis karena keegoisan gua . Seharusnya gua nggak gitu. Buat apa ? Angga bukan siapa-siapa gua.Setelah lama berada di taman belakang sekolah , gua pun balik ke kelas.
"Weh lu kemana Nya? Gua sama Chel nyariin lu dari tadi " kata Retta saat gua baru saja masuk ke kelas.
"Gua ke taman belakang hehe" ucap gua berusaha bersikap biasa aja lalu menuju ke tempat duduk gua.
"Eh lu beneran gapapa muka lo kayak abis nangis tuh" ucap Michelle.
"Gapapa" ucap gua lalu Bu Bella pun masuk ke kelas.
"Baik anak-anak hari ini kita akan belajar..."
**Devan POV**
Saat Sonya udah mau pulang gua pun menghampirinya."Eh Nya mau pulang, gua anterin ya?" tanya gua lalu Sonya pun menoleh dan tersenyum.
"Boleh tapi gak ngerepotin kan hehe soalnya tadi Abang Melvin bilang dia gak bisa anterin pulang" ucap Sonya lalu tertawa kecil.
***Cantik ya kalo lagi senyum***
"Oi Dev! Hello? Ish kacang" ucapnya cemberut.
"Hehe maaf yaudah yuk" ucap gua mengajaknya.
Tetapi mereka tidak menyadari bahwa seseorang telah menatap mereka dari jauh. Sedang menahan rasa sesak di dadanya.
Sonya POV
"Makasih ya Dev! Mau masuk dulu gak?" tanya Sonya kepada Devan yang telah mengantarnya pulang.
"Gausah deh lain kali aja" ucapnya
"Yaudah gua duluan ya" lanjut Devan.
__ADS_1
"Yaudah deh bye hati-hati dj jalan" ucap Sonya. Namun Devan hanya mengedipkan sebelah matanya.
Sonya pun membuka pintu dan kaget saat melihat mamanya sedang menatap ke luar jendela.
"Ma ngapain?" tanya gua dengan curiga.
"Hehe itu cowok ganteng siapanya kamu nak? Pacar bukan?" tanyanya.
"Ih Mama apaan sih Sonya itu belom punya pacar tau udah ah Sonya ke kamar dulu" ucap gua lalu pergi meninggalkan Mama gua.
Sehabis mandi gua pun nge-chat temen-temen gua.
'\*\*Bad Girl Squad\*\*'
Sonya
Eh gua bosen nihh
Michelle
Sama Nyaaaa
Sonya
Eh si Retta bawel mana?
Retta
Michelle
Nah itu anaknya
Retta
Kalian kejam sama akuuu
Sonya
Kumat deh gilanya
Retta
Eh guys! Gue ada berita lohh
Michelle
Berita apaan?
__ADS_1
Sonya
Ada apa emang?
Retta
Gue di tembak sama Melvin gais!
Sonya
HAH SUMPAH LU?! ABANG GUA KAN!
Michelle
WAH PARAH! LO TERIMA?PJ!
Retta
Iya lah gua terima. Gua udah lama juga jomblo ya kan hehe.Ish PJ mulu kalian mahh yaudah besok de. Retta yang baik ini mah nggak pelit HOHOHO.
Sonya
Najis!
Michelle
Najis!(2)
Kemudian beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu gua.
"Siapa?" tanya gua dari dalam kamar.
"Abang ganteng yang gantengnya melebihi Manu Rios!" ucapnya.
"Mani Rios palelu si" ucapnya.
"Hehe emang ganteng si" ucapnya
"Apalagi Abang?" ucap gua kepada bang Melvin.
"Ih udah bagus gua bawain macaroonnya yaudah kali gak mau" ucapnya.
"Eh jangan bang hehe mau kok mau" ucap gua sambil memandangnya dengan wajah memelas.
"Nih!" ucapnya sambil menyodorkan sekantong macaroon.
"Oiya dek tadi kata mama yang nganter lu pulang cowok. Siapa emang?" ucap Melvin.
__ADS_1
"Em itu-"