
1 tahun kemudian...
Vania mengandung bayi kembar, dan saat di periksa ternyata jenis kelamin nya adalah perempuan dan laki laki.
Saat ini Vania tengah hamil bulan ke sembilan, di kehamilan kedua ini dirinya merasa amat bahagia karena Dave selalu menjaga nya, bahkan Dave sering kali keluar tengah malam jika Vania menginginkan dibelikan sesuatu.
seperti waktu itu ketika pukul 11 malam, Vania tiba tiba sangat ingin memakan rujak yang ada di depan sekolah mereka dulu.
"Dave, aku lagi kepengen rujak nih." Kata Vania lalu menelusupkan kepalanya ke ceruk leher Dave.
"Rujak? yaudah nyuruh orang buat aja ya?." Tanya Dave lalu sebelah tangan nya membuka ponselnya berniat menyuruh anak buahnya.
"Gak mau! aku maunya kamu beli rujak yang ada di depan sekolah RIHS, Dave." Kata Vania dengan nada yang manja
"Tapi Baby, sekarang tuh udah malem, mana ada rujak yang buka sih." Kata Dave dengan nada menahan kesal.
"Kamu gak mau beliin?." Tanya Vania dengan mata yang sudah berkaca kaca dan suaranya yang bergetar.
"Bukan nya gak mau beliin Van, mending nyuruh orang buatin rujak aja terus kirim kesini, ya? ." Tanya Dave mencoba bernegosiasi.
"Gak usah Dave gak jadi, aku mau tidur aja!!." Kata Vania dengan ketus lalu tidur membelakangi Dave.
"Hehh, yaudah aku beliin deh, yang didepan sekolah kan?." Tanya Dave.
"Beneran?." Tanya Vania langsung berbalik menghadap Dave dengan mata yang berbinar.
"Iya, mau ikut sekalian gak?." Tanya Dave.
"Heem." Kata Vania lalu mengekori Dave.
Ada lagi pada waktu pukul 01.30 dini hari Vania tiba tiba terbangun dan mulai menbangunkan Dave.
"Dave, aku lagi pengen mangga muda deh." Kata Vania lalu menatap Dave dengan memohon.
"Besok aja ya Baby, aku lagi capek sama ngantuk." Kata Dave dengan mata yang memejam.
"Gak mau ih, aku pengen nya sekarang, lagi pula deket kok tempatnya." Kata Vania lalu menggoyang goyangkan badan Dave.
"Emang tempatnya dimana?." Tanya Dave.
"Di samping rumah kita tuh, rumahnya bu Ida, tapi kamu yang manjat ya?." Tanya Vania sambil tersenyum manis.
"Aku yang manjat?." Tanya Dave, matanya langsung terbuka sempurna.
"Kenapa? gak mau?." Tanya Vania, nadanya berubah ketus.
"Mau kok, yaudah aku ambilin ya." Kata Dave lalu beranjak keluar rumah untuk mengambil mangga muda itu.
*/*/*/
Pukul 02.00 AM.
Saat Vania sedang tidur, tiba tiba diriny merasakan perutnya yang kembali mulas, dia memegang perutnya menahan sakit.
Lalu Vania membangunkan Dave sambil berusaha menahan sakit, hingga netra matanya melihat air yang keluar dari celah pahanya.
"Dave, bangun Dave, shhh... kayanya aku mau melahirkan." Kata Vania lalu menggoyang goyangkan badan Dave, hingga Dave pun bangun.
"Yaampun Vania, kamu kenapa? mau melahirkan ya? yaudah ayo." Kata Dave lalu segera menggendong Vania sambil berlari kecil kedalam mobil.
Setelah itu Dave mengambil tas besar yang berisi peralatan untuk Vania dan anak anaknya nanti.
__ADS_1
Di perjalanan tak henti hentinya Vania meringis kesakitan, tangan kanan nya digenggam oleh Dave, Dave mencoba menyalurkan kekuatan agar Vania dapat bertahan.
Setelah sampai di Rumah sakit, Vania langsung di bawa ke ruang bersalin, Dave menelpon keluarga Vania lebih dahulu, setelah itu Dave menelpon para sahabatnya, para sahabat nya pun ingin datang kemari, namun Dave berkata tidak usah, lebih baik besok saja.
Akhirnya setelah menunggu lima belas menit kemudian keluarga Vania telah sampai dengan masih memakai baju tidur.
"Vania udah melahirkan belum?." Tanya Destia saat sampai.
"Belum mah, kata dokter nunggu satu jam an lagi." Kata Dave.
"Syukurlah, mama kira mama terlambat, yaudah ayo masuk Dave, kamu gak mau nemenin istri kamu?." Tanya Destia pada Dave.
"Mau kok, cuma tadi kan nunggu yang lain." Kata Dave lalu dirinya masuk bersama Destia, terlihat Vania yang sedang meringis kesakitan.
"Van, kamu tenang ya sayang, mama ada disini buat kamu." Kata Destia lalu menggenggam tangan Vania.
"Ya mah, lagipula ini kan bukan pertama kalinya, jadi pasti lebih gampang." Kata Vania lalu tersenyum sambil menahan ringisan nya.
Satu jam kemudian....
"akhh...sakit mah." Teriak Vania.
Tak lama Dokter pun datang dan berkata bahwa proses persalinan akan segera dilakukan sekarang.
"Ibu tenang ya, rileks...tarik napas pelan pelan lalu buang." Intruksi dokter tersebut.
Vania mengikuti Intruksi sang dokter, dirinya mulai menarik napas lalu menghembuskan napasnya dan mulai mengejan.
"Huh...huhh...aghhh....sakit Dave...huhh." Teriak Vania lalu mencakar tangan Dave yang sedang memegangnya.
Dave yang melihat Vania kesakitan juga ikut merasakan nya, dirinya tidak tega melihat Vania yang terlihat tidak berdaya.
"Baby, kamu bisa sayang, aku yakin kamu kuat sayang." Kata Dave lalu mengecup punggung tangan Vania.
Owekk...owekkk....owekk
"Selamat ibu, bayi yang pertama adalah laki laki." Kata sang dokter lalu memberikan sang bayi pada perawat untuk di bersihkan.
"Thanks Van, aku tau kamu pasti bisa, i love you." Kata Dave lalu mengecup pelipis Vania yang bercucuran keringat.
Selepas sepuluh menit kemudian Vania akhirnya berhasil melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik.
"Kamu mau kasih nama apa Dave?." Tanya Vania sambil menyusui kedua anaknya itu.
"Buat yang cowok aku kasih nama Leander dan yang cewek Leandra." Kata Dave.
"Aku mau nama anak kita ada Queen sama king nya Dave." Kata Vania antusias.
"Oke, aku setuju, nama anak kita adalah...." Kata Dave.
Leander Kingsley Rockhelinds
&
Leandra Raqueenla Rockhelinds
"Kamu suka?." Tanya Dave sambil tersenyum, Vania mengangguk senang saat mendengar nama anak anaknya.
Triplets masuk keruangan pada pukul enam, mereka dijemput oleh Devan pagi ini untuk bertemu Dave dan Vania.
"Daddy,Mommy." Teriak Vano dan Vino sambil berlari menghampiri Dave dan Vania.
__ADS_1
"Ini adek kita mom,kecil banget ya badan nya." Kata Vino lalu menoel pipi Leander hingga sang bayi menggeliat kecil.
"Dulu waktu masih bayi, kalian juga segini kok." Kata Dave lalu mengusap kepala Triplets.
Veno hanya diam mengamati Leandra yang berada di gendongan sang ayah, dirinya lalu mendekati Dave.
"Daddy, Veno mau gendong adek boleh gak?." Tanya Veno polos, semua yang berada di ruangan tertawa pelan.
"Ya belum boleh lah Ven, kamu kan masih kecil, gak kuat gendong dedek nya." Kata Devin.
"Beneran gak boleh Dad?." Tanya Veno kepada Dave.
"Iya Veno, tunggu nanti ajah kalo kamu udah besar, baru boleh gendong Veno." Kata Dave sambil tersenyum kecil.
*/*/*/
17 tahun kemudian....
Triplets dan Twins sekarang sudah tumbuh menjadi sosok yang tampan dan juga cantik, mereka sangat menjiplak Vania dan Dave.
Mereka sangat populer dikalangan para anak remaja, bahkan banyak yang membuat fanbase untuk Triplets dan Twins.
Ini Triplets yang sudah berumur 22 tahun.
Dan ini Twins yang berumur 17 tahun.
Gimana gak banyak yang suka, orang wajahnya pada ganteng sama cantik semua sih.
Veno saat ini sudah menjadi penerus perusahaan keluarga Rockhelinds, Yaitu ROCKHELINDS COMPANY, Vano menjadi penerus perusahaan milik Dave, yaitu DV COMPANY, dan Vino menjadi penerus perusahaan Vania, REVALINE'S COMPANY.
Masing masing perusahaan itu termasuk perusahaan yang menduduki lima perusahaan terbesar dan terkaya di dunia.
Setelah berkeluarga Dave sudah tidak berkecimpung di dunia mafia lagi, dirinya ingin tenang di masa tuanya yang akan mendatang.
*Kisah ini bukanlah akhir dari semuanya, melainkan awal dari perjalanan mereka masing masing, Vania tau bahwa semuanya tidak akan berakhir Happy ending, karena pada dasarnya kita semua akan mati, dan ketika kita mati nanti maka itu adalah awal yang menentukan apakah akan berakhir bahagia, atau akan berakhir menderita.
End...
tertanda sang penulis, Zaputri yang tersayang*.
*/*/*/
Akhirnya ending guys, saya berterima kasih pada para readers yang sudah membaca cerita saya, dan saya meminta maaf apabila ada kesalahan tutur kata yang menyinggung para readers disini.
Sampai bertemu lagi di novel novel berikutnya....
Para Readers, Author udah buat cerita baru, cerita Veno, anak dari Dave, bisa di cek di profile Author
**Kalian rasanya gimana sih kalau punya karya tapi di plagiat seenaknya gitu? Terus di ambil di jadiin seolah olah punya dia dan lebih banyak yang suka ceritanya disana dibandingkan sama yang aku buat?
jujur kesel banget karena ternyata masih ada orang yang gak menghargai karya orang lain, aku baru tau ternyata ada yang copy paste cerita aku terus di taro di lapak sebelah lapak orange kalian tau lah ya
kecewa karena dia segitu nggak bisa mengapresiasi karya orang lain....
oke enough cuma mau bilang aja sama plagiator diluaran sana kalian hebat sih maunya dapet reward banyak tanpa ngapa ngapain** :)
__ADS_1
See you :*