Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
Part 39


__ADS_3

Prang...


Vania tidak sengaja menjatuhkan gelas yang berisi susu dari genggaman tangan nya. Hati nya tiba tiba merasa gelisah, takut, dan sedih bercampur satu.


"Gue kenapa sih, kok hati gue jadi gak enak ya." Kata Vania sambil mengusap dada nya untuk menenangkan hati nya, Vania mencoba berfikir positif namun tidak bisa.


Vania lalu mengecek ke dalam kamar memeriksa anak anak nya, setelah melihat keadaan anak anaknya yang aman dan masih menonton televisi di kamar dengan tentram, selanjutnya Vania menelpon sahabat nya.


"Fy, kalian gak papa kan?." Tanya Vania saat tersambung dengan Ify.


"Iya kita gak papa kok Van." Kata Ify dari sana.


"Oh syukur deh, gue kira kalian kenapa napa, kalo tante sama om gimana? keluarga gue juga aman kan?." Tanya Vania beruntun.


"Tenang dulu Vania, mereka semua gak papa gak ada yang luka atau apalah itu." Kata Ify mencoba menenangkan Vania.


"Huh, soalnya perasaan gue tiba tiba gak enak aja makanya gue nanya keadaan kalian semua." Kata Vania, nada suaranya memang terdengar seperti orang yang lega, namun hatinya belum bisa tenang sama sekali.


"Iya Van tenang aja, nanti kalo ada apa apa gue hubungin lo." Kata Ify, namun setelah perkataan itu Vania mendengar Ify sedang berbicara dengan seorang laki laki.


"Aduh Van, nanti gue kabarin lagi ya gue...gue mau pergi dulu, bye." Kata Ify langsung memutuskan sambungan telpon setelah mengatakan itu.


Suara Ify terdengar panik saat berbicara terakhir kali, dan karena nada bicara Ify yang panik, itu malah membuat hati Vania makin tidak tenang, ia merasa sangat ingin menangis namun tidak tau karena apa ia menangis.


Vania merasa sangat cemas hingga ia hanya bisa berjalan mondar mandir terus, sampai sebuah suara membuat langkahnya terhenti.


"Mommy kenapa? kok kayak khawatir gitu sih?." Kata Vino yang ternyata sedari tadi melihat kelakuan Vania.


"Enggak sayang mending kita tidur nih, udah malem loh ini." Kata Vania lalu menggendong anaknya masuk ke kamar dan tidur bersama.


Vania tidak bisa tidur selama hampir 4 jam, sekarang sudah pukul 00.46 dini hari dan matanya belum mengantuk, akhirnya ia ke dapur dan membuat susu hangat lalu meminumnya dan mencoba untuk tidur kembali.


*/*/*/


Operasi telah dilakukan selama hampir 5 jam, para dokter berusaha untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di dada kiri Dave.


Di luar ruang operasi sudah ada teman teman Dave dan juga teman teman Vania, Dave memang sengaja segera di pindahkan ke Indonesia saat telah tertembak, detak jantungnya juga sempat berhenti selama 40 detik.


Setelah mendengar kabar bahwa Dave tertembak, Mars langsung menghubungi sahabat sahabatnya untuk membantunya menutup mulut para reporter, polisi, pihak rumah sakit, dan juga para karyawan Dave.

__ADS_1


Berita Dave tertembak tidak boleh sampai tersebar karena itu akan memicu prahara dan keributan. Kondisi Dave yang seorang mafia sekaligus pengusaha terkaya nomor satu di dunia tidak boleh bocor ke publik.


Mereka berusaha menutup semua akses tentang Dave sementara agar tidak ada yang mengetahui nya. Ada sekitar 80 Bodyguard yang mengelilingi rumah sakit ini untuk mengawasi para musuh jika ada yang datang.


Setelah menunggu 15 menit lagi akhirnya para dokter dan perawat keluar dari ruang operasi itu.


"Gimana keadaan Dave dok." Todong Felix saat dokter baru saja keluar.


"Kondisi pasien saat ini sedang keritis akibat peluru yang tadi bersarang di dada kiri nya, untungnya tidak mengenai jantungnya." Jelas Dokter tersebut.


"Jika pasien tidak sadarkan diri dalam waktu dua puluh empat jam ini, maka kami akan dengan terpaksa menyatakan bahwa pasien telah koma." Kata Dokter yang lain.


Semuanya yang mendengar itu tadinya ingin menghela napas lega, namun pernyataan dati dokter yang lain membuat mereka down.


Marvel yang biasanya terlihat ceria pun sekarang nampak kacau, tatapan Felix kosong, dan Mars yang terlihat muram.


Setelah para dokter itu mengungkapkan keadaan Dave yang sekarang, para dokter pun pergi meninggalkan mereka yang hanya bisa berduka atas kondisi Dave, tidak ada yang mau berbicara sepatah kata pun.


Mereka hanya bisa terus berdoa dan berharap semoga Dave tidak koma dan segera melewati kondisi kritis nya itu.


*/*/*/


Triplets yang mencium bau tidak sedap dari dapur segera berlalri kesana, dan melihat mommy nya sedang melamun dan tidak memperhatikan telur yang digorengnya.


"Mommy, the eggs...." Teriak Vano yang langsung mengejutkan Vania, saat Vania tersadar ia langsung mematikan kompornya dan mengangkat telur itu lalu membuang nya ke tong sampah.


Setelah Vania membuang telur itu, Triplets pun menghampiri Vania.


"mommy, why are you daydreaming while cooking?." Tanya Vino, sementara Veno pergi mengambil segelas air untuk diminum oleh Vania.


"mommy its okay dear, mommy just feels tired." Kata Vania sambil tersenyum lembut pada anak anak nya.


"Mommy lebih baik istirahat saja, kami akan memakan roti untuk sarapan." Kata Vano yang diangguki Vino dan Veno.


"Terima kasih, kalian memang sangat pengertian pada mommy, mommy sayang kalian Triplets." Kata Vania pada Triplets.


"Kami juga mom." Kata Triplets serempak.


Vania lalu berjalan ke kamarnya, sedangkan Triplets ke arah meja makan lalu mengambil roti dan juga selai untuk dimakan.

__ADS_1


*/*/*/


Dave membuka matanya sedikit demi sedikit, ia hanya bisa melihat hamparan rumput hijau disitu.


Dave lalu bangkit dari posisi tidurnya dan mulai berjalan mengikuti arahan hatinya itu, Dave merasa ia sudah berjalan sangat lama namun tidak ada apa apa kecuali dirinya dan hamparan rumput.


Setelah berjalan sedikit lama ia menemukan sebuah pohon rindang yang menaungi 3 Orang, Dave lalu mendekat pada mereka dan ia sangat terkejut melihat 3 orang tersebut.


Tiga orang di hadapan nya itu adalah Orang tuanya dan juga adiknya, Dave langsung menghampiri mereka dan memeluknya.


"Mah, Pah, Dek akhirnya Dave bisa ketemu kalian lagi setelah sekian lama." Kata Dave, suaranya terdengar serak dan juga pilu.


Ibunya hanya tersenyum lembut sambil mengusap usap pelan kepala Dave. Setelah berpelukan akhirnya Dave melepaskan pelukan itu.


"Kamu harus kembali sayang, ada empat orang yang sangat menunggu mu untuk menjemput mereka." Kata Ibu nya.


"Dave gak mau mah, Dave udah capek sama semua yang terjadi, Dave pengen disini aja sama kalian." Kata Dave dengan suara yang bergetar.


"Dave lihat papa, kamu sudah besar dan sudah sepantasnya untuk mencari pendamping, jika kamu ingin disini maka sekarang bukan lah waktunya, ada orang yang membutuhkan kamu disana, kembalilah kesana Dave, papa yakin kamu akan menemukan kebahagiaan kamu." Kata papa nya sambil tersenyum.


"Tapi pah..." Belum selesai Dave berkata adiknya sudah lebih dulu berbicara.


"Kak, kita disini bakal nunggu kakak terus kok, Kakak harus tau di sana ada calon kakak ipar Syifa dan anaknya yang lagi nunggu kakak buat jemput mereka." Kata Syifa tersenyum lebar.


"Siapa?." Tanya Dave mengerutkan dahinya.


"Kakak akan tau nanti, sekarang tugas kakak adalah kembali kesana dulu." Kata Syifa.


"Gimana caranya." Tanya Dave.


"Kamu jalan aja terus kedepan, ikuti kata hati kamu dan kamu akan menemukan nya." Kata Ibu nya itu.


Dave akhirnya mengangguk dan mulai berjalan meninggalkan mereka, sebenarnya berat bagi Dave, namun ia tau sekarang disana ada wanita yang sedang menunggu nya, dan juga kata Syifa...anak?.


Dave terus berjalan hingga menembukan cahaya putih, Dave pun mendekat ke cahaya itu hingga tiba tiba tubuhnya tertarik masuk dan semuanya gelap.


*/*/*/


Oke guys cerita nya segini dulu yaw, dukung Author terus, semangatin Author biar bisa semangat buat lanjutan cerita nya.

__ADS_1


See you :*


__ADS_2