Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
Part 38


__ADS_3

Pagi ini Vania akan mengajak Triplets untuk pindah ke Jogja karena jika ia masih berada di jakarta maka itu akan membuat Dave, dan orang tua nya tau.


Vania dan Triplets telah siap dengan pakaian nya dan juga tas yang semalam Vania bawa, pakaian mereka telah berganti.


Vania dan Triplets tidak pergi menggunakan pesawat melainkan kereta. Vania membawa mereka ke supermarket yang buka 24 jam.


Sekarang masih pukul 6 pagi, Vania membeli beberapa roti, fresh care, dan juga 6 susu kotak.


Mereka akan makan di dalam kereta nanti. Memang ketika tadi malam Vania telah menyuruh orang nya untuk menyiapkan keberangkatan nya ke jogja.


Vania juga sudah menyuruh orang nya untuk mencari sekolah untuk Triplets, membeli sebuah Apartement baru dan juga sebuah mobil.


Semua pekerjaan miliknya telah diambil alih oleh kakak iparnya yaitu Vira, selama 2 minggu. Tapi tenang saja, Vania telah bersekongkol dengan kakak ipar nya itu.


"Kalian gak papa kan mommy bawa pindah terus?." Tanya Vania sambil menatap anak anak nya itu.


"it's okay mom, we understand." Kata Veno mewakili jawaban Vano dan Vino.


Sifat Veno sangatlah berbeda dengan Vano dan Vino, kalian bisa lihat sendiri bukan bagaimana sifat dingin dan juga dewasa nya Veno, terkadang Vania sampai khawatir dengan sikap Veno yang terlalu mengerti pembicaraan dari orang dewasa.


"Yaudah kalian tidur aja dulu, nanti kalo udah nyampe mommy bangunin." Kata Vania.


Vania masih teringat dengan secarik kertas yang diselipkan oleh Feli ke tangan nya, setelah Vania membuka nya dan melihat isinya, Vania langsung menghubungi orangnya untuk menyiapkan ini semua.


Feli ternyata memang benar seorang Pychopath yang kabarnya setahun lalu sudah kabur entah kemana.


Surat itu berisi...


'Kamu sepertinya sudah tau siapa aku sebenarnya, kamu bisa memilih untuk melepaskan Daveku atau anak anak mu yang tampan dan lucu itu akan segera menjadi seonggok daging.'


Kereta yang di naiki oleh Vania dan Triplets adalah kereta kelas Prioritas.


Ini contoh kereta api kelas Prioritas guys ⬇️



Setelah memakan waktu hampir delapan jam, akhirnya Vania dan Triplets pun sampai stasiun, kali ini untuk ke Apartement nya Vania tidak memanggil orang nya, ia dan Triplets memakai Taksi.


Sekitar lima belas menit kemudian Akhirnya mereka sampai di Apartement yang cukup mewah.


Ini contoh ruang tamu nya ya ⬇️



Ini contoh kamar tidur nya ya ⬇️


__ADS_1


Ini contoh kamar mandi nya ya ⬇️



dan ini contoh dapur nya ya ⬇️



Vania dan Triplets pun masuk kedalam Apartement itu. Vania akan pergi keluar lagi untuk membeli bahan makanan.


Vania mencari supermarket terdekat dan mulai berbelanja tanpa melihat harga nya, ia memilih berbagai macam makanan instant, sayuran, buah buahan, bumbu instant, dan juga garam, kaldu jamur, snack, telur ayam, daging sapi, daging ayam, salmon, roti tawar, lalu bahan untuk membuat kue dan juga bolu, tak lupa topping nya.


Vania menghabiskan uang sebanyak 1.725.000 rupiah, Vania memang sangat sangat boros jika sudah menyangkut belanja bulanan, bahkan pernah dua tahun lalu ia berbelanja yang katanya untuk sebulan saja, namun baru habis 3 bulan kemudian.


Vania sampai dibantu oleh karyawan supermarket itu untuk membawa nya ke taksi. bagaimana tidak, ada 4 kantung besar belanjaan nya dan itu semua hanya berisi makanan, tidak ada yang lain.


Saat sampai di Apartement, Vania pun akhirnya mulai memasak steak yang memakan waktu sekitar tiga puluh menit.


Setelah selesai memasak ia mengambil ponsel nya untuk menghubungi sahabatnya itu.


'Di grup chat....'


Vania : Guys, gue udah pindah ke jogja.


Erin : What!! kenapa lo pindah sih? baru juga kemaren kita ketemu.


Vania : Ya gak lah, bukan itu alasan gue buat pindah, gue pindah biar gak ketahuan si 'bastard' sama keluarga gue.


Ify : Emang dia bakal tau gitu? kan lo gak bilang mau kemana Van.


Vania : Emang gak bilang sih, tapi gue yakin dia bakal nyuruh orang buat nyari keberadaan gue, sementara itu jakarta pasti bakal jadi target pertama buat dia nyari gue.


Erin : Terus kenapa keluarga lo gak boleh tau?


Vania : Karena kalo keluarga gue tau gue ada dimana, udah dipastiin si 'bastard' bakalan tau posisi gue.


Fina : Seberkuasa itu kah dia Van?.


Vania : Sangat berkuasa.


Ify : Oke ganti topik, boleh gak kita main kesana 3 hari sebelum pernikahan gue sama Mars?


Fina : ^2


Erin : ^3


Vania : Oke gue tunggu kalian datang, nanti bakal gue siapin makanan sama cemilan yang banyak.

__ADS_1


Lalu percakapan grup pun berakhir, Vania tidak tahu bahwa nanti akan ada kejutan saat sahabat sahabat nya itu datang ke Apartement nya.


"Triplets ayo bangun, mommy udah buatin steak nih." Kata Vania mulai membangunkan anak anak nya.


Veno telah bangun lebih dahulu, berbeda dengan Vano dan Vino yang masih tertidur dengan sangat pulas. Setelah lima menit kemudian akhirnya Vania berhasil membangunkan Vano dan Vino, Veno telah duduk di meja makan saat Vania, Vano dan Vino sampai.


Mereka pun akhirnya makan dalam diam, setelah makan mereka menonton televisi bersama sama sambil memakan snack yang sudah dibeli Vania tadi.


*/*/*/


Dave sekarang ini sedang berada di ruangan nya, penampilan Dave saat ini bisa dikatakan sangat kacau, rambut yang berantakan, kantung mata yang menghitam, baju yang sudah kusut, dan raut wajah lelah.


Feli lalu datang dengan segelas kopi panas di tangan nya itu.


"Tuan, anda terlihat sangat lelah saat ini, karena itu saya bawakan kopi ini untuk anda." Kata Feli lalu menaruh segelas kopi tersebut di atas meja.


"Terima kasih Feli." Kata Dave lalu meminum kopi tersebut, Dave tidak tahu saja di dalam kopi itu sudah di campur dengan obat perangsang oleh Feli.


setelah meminum itu tubuh Dave terasa sangat panas, ia sangat gerah hingga membuka jasnya dan menggulung lengan kemeja berwarna putih.


Feli mulai mendekatkan dirinya pada Dave dan mengalungkan tangan nya pada leher Dave lalu menciumnya.


Dave yang sudah terpengaruh oleh obat itu mulai membalas ciuman Feli dengan sangat ganas, ia menjatuhkan tubuh Feli ke sofa yang ada disitu.


Ia membuka kemeja nya sendir dan langsung menghisap rakus leher Feli, Feli mendesah dengan sangat keras, Dave pun tersadar dengan tindakan nya itu.


Dave lalu bangun dari atas tubuh Feli dan memakai kemeja nya kembali, dengan raut wajah yang marah Dave langsung menyeret Feli ke lobi kantor, setelah sampai ia mendorong Feli kedepan hingga terjatuh.


"Pergi kau dari sini jal*ng, berani berani nya kau memasukan obat perangsang dan menggodaku." Kata Dave menunjuk Feli yang sudah terjatuh di depan kantor.


Para Staf dan karyawan yang bekerja disana hanya terdiam dan melihat kejadian itu.


Feli yang tidak terima dengan perlakuan Dave pun mengeluarkan pistol lalu menembak dada kiri Dave.


Dor...


Para karyawan kaget, mereka memanggil security dan menyuruhnya untuk mengaman kan Feli dulu.


Sang resepsionis langsung menelpon polisi dan juga ambulans. Setelah menunggu 10 menit kemudian akhirnya polisi dan ambulans pun datang.


Dave sudah tidak sadarkan diri dengan bajunya yang sudah berlumuran sangat banyak darah. Sementara Feli tertawa dengan sangat keras seperti orang tidak waras.


'Prang...'


*/*/*/


Oke guys segini dulu ceritanya untuk part ini, terus dukung Author ya biar semangat buat terus Update...

__ADS_1


See you :*


__ADS_2