
Setelah memakan waktu hampir dua jam, Dave akhirnya sampai di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, tiga jam sebelum berangkat, Dave sudah mempersiapkan tempat tinggalnya untuk sementara.
Tidak, Dave tidak membeli mansion ataupun Apartement, Dave lebih memilih menginap di hotel bintang lima selama jangka waktu yang belum ditentukan.
Seusai Dave check in ke hotel itu, ia dengan segera pergi ke kamar mandi dan mulai menyegarkan tubuhnya yang sejak tadi sudah gerah di karenakan sejak pagi Dave belum mandi.
Tadinya Dave berfikir ia akan menemui Vania sekarang, namun Dave yakin setelah dirinya memberi kabar pada Mars bahwa ia akan ke jogja, pasti Ify sudah memberitahu Vania tentang kedatangan nya ke sini, oleh karena itu ia tidak terburu buru, takutnya nanti akan menyebabkan Vania yang justru semakin tidak ingin bertemu dirinya.
Untuk itu Dave akan memberi kan waktu selama seminggu untuk Vania bebas dari nya, tapi tetap ia akan mengawasi terus Vania, takut takut ada laki laki yang mendekati Vania.
*/*/*/
Selama seminggu ini Vania sudah tidak terlalu waspada tentang kedatangan Dave, ia pikir mungkin saja Dave kesini memang karena ada pekerjaan dan tidak mengetahui dirinya tinggal disini, jadi Vania sudah memastikan dirinya tidak perlu khawatir tentang semua itu.
Vania baru saja mengantarkan Triplets untuk pergi kesekolah nya, Triplets memang sudah mulai berangkat kesekolah lima hari yang lalu.
Setelah mengantar Triplets bersekolah Vania pergi kesebuah toko yang menjual jajanan jalanan beku yang bisa di masak sendiri, Vania saja baru tau ada toko yang menjual jajanan beku, ia baru mengetahui dua minggu yang lalu saat sedang jalan jalan bersama teman teman nya.
Setelah itu Vania pulang ke Apartement nya, ia tidak pergi ke kamar, melainkan ke dapur untuk memasak jajanan beku itu.
Seusai memasak Vania berencana akan menonton drakor sambil menyemil di kamarnya, namun saat sampai ia mendengar gemercik air di kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.
Vania dengan takut takut mulai berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa sapu jika saja yang berada dikamar mandi adalah perampok, maling, ataupun semacam itu.
Pintu kemudian terbuka menampilkan sosok laki laki yang tidak asing di mata Vania, mata Vania melotot kaget melihat seseorang di hadapan nya dengan wajah yang menyeringai yang masih menggunakan jubah mandinya.
"D-Dave." Kata Vania dengan suara yang bergetar.
"Hello baby, we meet again, right?." Tanya Dave sambil menyeringai lalu maju untuk mendekati Vania, sedangkan Vania mundur perlahan lahan.
Vania mundur terus hingga tubuhnya menabrak dinding dibelakangnya.
'aduh ni tembok kenapa ada disini sih, gue kan jadi gak bisa kabur.' Kata Vania dalam hati, ia sangat gugup hingga tak sadar Dave sudah di depan nya dan mengurung tubuh mungil Vania dengan kedua tangan nya yang menempel ke tembok.
__ADS_1
Mereka begitu dekat hingga bisa merasakan hembusan nafas masing masing, Vania menutup matanya saat wajah Dave mendekat. Dave menyelipkan rambut Vania yang menutupi sedikit wajahnya ke telinga, lalu berbisik tepat ditelinga Vania.
"I told you baby, you won't be able to run away from me." Bisik Dave lalu menjauhkan wajahnya dari telinga Vania dan menyeringai ketika melihat ekspresi Vania yang begitu tegang.
Vania lalu tersadar jika tubuh mereka begitu dekat. Tidak, lebih tepatnya menempel. Vania langsung mendorong dada Dave hingga memberi jarak diantara kedua nya.
"Pergi Dave, aku gak mau lihat kamu lagi." Kata Vania dengan mata yang sudah berkaca kaca, hingga akhirnya air matanya pun jatuh karena tidak bisa menahan terlalu lama.
Dave yang melihat Vania menangis langsung mendekap Vania dengan erat, Vania berusaha melepaskan dekapan Dave, namun apalah daya tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan Dave.
"No baby, I will not go and release you again." Kata Dave dengan pelan, namun suaranya terdengar bergitu jelas karena suasana dikamar itu begitu hening.
"Kenapa? kenapa kamu gak pergi aja dari hidup aku." Tanya Vania sambil menangis dalam dekapan Dave, Dave diam mendengar pertanyaan Vania, hingga akhirnya ia mengungkapkan perasaannya.
"because i love you baby." Kata Dave lalu mencium kening Vania dengan lama.
Vania tidak bertanya lagi, dirinya hanya bisa meresapi sentuhan bibir Dave dikening nya, Tangis Vania bukan nya memelan malah semakin keras.
Hingga akhirnya Dave melepaskan ciuman nya dikening Vania lalu juga melepaskan dekapan nya.
Dave pun mulai menghapus air mata Vania, sementara Vania hanya diam membiarkan Dave menghapus air matanya.
"Kau tau? aku berusaha mencarimu kemanapun, dan aku baru saja mengetahui kalau kau ternyata adalah wanita yang bersama ku malam itu, maafkan aku karena perkataan ku yang menyakiti hatimu itu." Kata Dave setelah menghapus air mata Vania sambil memandang sendu Vania.
Perasaan Vania setelah mendengar ucapan Dave adalah sedih, marah, kecewa, dan sedikit senang. Semuanya campur aduk hingga Vania tidak tau perasaan apa yang mendominasi dirinya.
Vania lalu merentangkan kembali tangan nya dan memeluk Dave dengan erat, Vania kembali menangis di pelukan Dave.
"I don't know what to do Dave, but what you should know is that I love you too." Kata Vania dengan suara yang teredam oleh dada bidang Dave.
Walaupun suara Vania teredam oleh dadanya, Dave tetap bisa mendengar perkataan Vania dengan sangat jelas, Dave tersenyum lebar mendengar pernyataan Vania lalu menumpukan dagunya diatas kepala Vania dan memeluk Vania balik.
'beberapa jam setelah menangis'
__ADS_1
Vania saat ini sedang duduk di pangkuan Dave sambil menonton televisi, Tangan kiri Dave merangkul pinggang Vania, sedangkan tangan kanan nya mengelus rambut Vania pelan.
Kedua tangan Vania mengalung dileher Dave, posisi mereka terbilang sangat intim, namun mau bagaimana lagi, Vania maupun Dave sangat nyaman dengan posisi ini.
Beberapa jam setelah acara saling mengungkapkan rasa, mereka memutuskan untuk bersama lagi, Dave sangat senang karena Vania juga mencintai nya, itu artinya cinta Dave tidak bertepuk sebelah tangan.
"Dave, aku mau kasih tau kamu sesuatu." Kata Vania sambil mendongak menatap wajah Dave, matanya bergerak gelisah masih merasa takut dengan apa yang akan dirinya katakan.
"Hm?." Dave hanya berdehem pelan lalu menunggu dengan apa yang dikatakan selanjutnya oleh Vania.
"Dave, kamu tau kan aku punya anak kembar cowok." Tanya Vania, kali ini matanya tidak lagi menatap Dave, tangan nya juga tidak mengalung lagi di leher Dave.
"Iya, kenapa?." Tanya Dave santai.
"Mereka...." Belum sempat Vania menyelesaikan ucapan nya Dave sudah memotongnya.
"My child, I already know everything baby, no need to explain it again." Kata Dave lalu memegang dagu Vania agar Vania menatap matanya.
"Baby, I ask one more time, will you forgive me for all the mistakes I made?." Tanya Dave sambil memandang wajah cantik Vania.
Vania terdiam selama beberapa detik hingga akhirnya dia mengangguk pelan, lalu Vania bertanya pada Dave.
"Kamu kok bisa masuk ke Apartement aku sih?." Tanya Vania penasaran.
"Kamu gak perlu tau baby, yang sekarang harus kamu tau adalah aku mencintaimu untuk 24/7." Kata Dave sambil tersenyum manis.
"24/7? apa artinya? ." Tanya Vania sambil mengerutkan dahinya tanda tak mengerti.
Dave tidak menjawab, ia hanya tersenyum lalu memeluk kembali Vania dengan dada yang berdegup kencang, Vania yang mendengar degupan jantung Dave yang sangat cepat membuat wajahnya memerah karena tersipu malu.
Dave sudah mengganti bajunya begitu pun Vania, mereka akan pergi menjemput Triplets pulang sekolah sekaligus makan siang bersama.
*/*/*/
__ADS_1
Horee akhirnya Vania dan Dave bisa ketemu dan saling ngungkapin perasaan nya masing masing, Sorry juga bagi para readers yang harapan nya tidak sesuai ekspetasi karena Dave udah tau duluan kalo Triplets adalah anak kandungnya.
See you :*