
Hari-hari berikutnya, Angga semakin menempel sama Sonya. Tentu Indah merasa risih ia tidak rela kalo mantannya itu bersama si nerd yaitu Sonya. Jadi, ia merencanakan sesuatu untuk memisahkan mereka.
"Ga! Udah ngerjain PR?" tanya Sonya yang baru saja datang.
"Udah. Mau liat?" tanya Angga yang dibalas anggukan oleh Sonya. Sementara Sonya dengan menyalin PR, Angga menatap Sonya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Nya, kapan lu buka indentitas lu? Gua gak suka orang\-orang ngebully lu terus" ucap Angga.
"Hm gak tau liat nanti" ucap Sonya yang tatapannya yang masih fokus kepada buku catatannya.
"Yaudah deh" ucap Angga tersenyum.
Beberapa saat kemudian Bu Rina pun masuk untuk memulai pelajaran.
"Lu yakin Indah?" ucap Agatha memandang Indah dengan dahi dikerutkan .
"Ya gua yakin yaudah kuy laksanain," ucap Indah sambil tersenyum licik.
/ Di kelas/
"Lu pulang sama siapa Nya?" tanya Angga kepada Sonya.
"Sama Abang Melvin kayaknya , kenapa?" ucap Sonya.
"Gapapa yaudag gua eskul dulu ya bye," ucap Angga.
"Bye," ucap Sonya singkat sambil tersenyum.
Saat Sonya ingin menuju kelas abangnya seseorang menariknya ke suatu gudang yang sudah kotor .
"Lepasin!" ucap Sonya meronta-ronta namun tidak asa efeknya.
"Heh lu diam aja napa?! Berisik tau ! Denger ya lu mulai sekarang jauhin Angga ngerti gak?" ucap Indah dengan ketus.
__ADS_1
Setelah itu Indah dibantu teman-temannya memukul, menjambak, dan mendorong Sonya. Sonya yang diperlalukan seperti itu hanya bisa berdoa dan meringis kesakitan.
"Rasain kuy gaes!" ucap Indah kepada Agatha dkk. Mereka pun mengunci Sonya di dalam gudang yang gelap itu.
"T-Tolong!" teriak Sonya dengan suara bergetar. Ia ketakutan, ia phobia dengan kegelapan dan ruang sempit beberapa saat kemudian kepala Sonya pusing ia meringis pelan lalu semuanya menjadi gelap.
"Ga lu ada liat Sonya gak?" tanya Melvin kepada sahabatnya itu.
Sekarang sudah menunjukan pukul 17.30. Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 2 jam yang lalu namun ia masih tidak melihat bayangan adiknya sedikit itu membuat Melvin khawatir.
"Enggak tadi gua terakhir liat di kelas" ujar Angga.
"Gua gak liat dia dari tadi ditelpon gak angkat sama dia" ucap Melvin khawatir.
"Hah? Sumpah? Yaudah kita cari aja" ucap Angga lalu mereka pun mulai mencari Sonya.
"Nya!" teriak Melvin.
"Lu dimana Sonya!" teriak Angga.
__ADS_1
"Aduh nih anak kemana sih" ucap Melvin gelisah.
"Dimana ya? Coba kita liat di gudang" ucap Angga karena sejak tadi mereka tidak menemukan Sonya. Mereka sudah nyari ke kelas, perpus, lapangan , toilet, dll.
"yaudah kuy! Semoga aja dia disana '' ucap Melvin kemudian mereka bergegas ke arah gudang.
"Eh kok dikunci sih?!'' ucap Melvin mendesah.
"Gua dobrak ya minggir" ucap Angga.
*Brak*!
Pintu gudang pun terbuka lebar dan disana mereka menemukan Sonya yang sudah dalam keadaan tidak sadar.
"Astaga! Sonya lu kenapa! Bawa ke rumah sakit Vin!" ucap Angga menggendong Sonya ke mobilnya.
"Sus!" teriak Angga memanggil seorang suster untuk membawa Sonya.
Suster itu pun menoleh dan membawa Sonya ke UGD. Sedangkan Melvin dan Angga menatap ruangan itu dengan gelisah. Mereka mendoakan Sonya agar ia baik-baik saja.
"Melvin! Adek kamu kenapa?!" tanya Mama Sonya lari tergesa-gesa
__ADS_1