
Dave dan Vania sampai di sekolahan Triplets mereka menunggu di dalam mobil untuk sementara karena Triplets baru akan keluar sekitar dua puluh menit lagi.
Di dalam mobil, Dave dan Vania sedang memakan burger dan juga kentang, mereka tadi membeli banyak untuk diri mereka dan juga Triplets.
'Kringggg '
Bel pulang akhirnya berbunyi, Vania dan Dave keluar dari mobil agar Triplets tau dimana orang tuanya menjemputnya.
Terlihat banyak anak anak mulai keluar dari kelas masing masing, Triplets berlari setelah melihat keberadaan Vania, namun saat akan sampai langkah mereka terhenti.
"Mom, kenapa dia disini?." Tanya Veno datar.
"Sayang, Daddy kan kesini karena kangen sama kalian." Kata Dave lalu menghampiri Triplets untuk memeluknya.
Vano dan Vino yang semula enggan mendekat ke arah Dave akhirnya pun memeluk Dave, tapi tidak dengan Veno, ia malah mundur untuk menjauh.
"Mom, dia orang yang bikin mommy nangis kan waktu itu?." Tanya Veno sambil menatap Dave tak suka.
"Sayang, Veno kamu gak boleh kaya gitu, dia itu ayah kamu loh." Kata Vania mencoba menasihati Veno.
"Veno tau itu, tapi kenapa baru sekarang dia kesini? Veno lebih suka om Reyhan yang kesini." Kata Veno dengan pedas.
Dave mengepalkan tangan nya pertanda dirinya sedang emosi begitu mendengar nama Reyhan disebut, tentu ia tau siapa Reyhan, Dave sudah mencari tahu semua apapun tentang Vania, termasuk orang yang dekat dengan nya.
"Veno, dia daddy kita loh, mommy kan udah pernah bilang ke kita kalo kita gak boleh sampe benci sama daddy." Kata Vano yang sejak tadi diam akhirnya ikut angkat bicara.
Veno hanya diam mendengar Vano dan Vania membela Dave, ia sebenarnya sangat ingin memeluk Dave dan menanyakan banyak hal pada Dave, namun ia lebih memilih diam dan masuk ke dalam mobil tanpa berkata apapun.
Vania melirik Dave yang sedang menatap kosong kearah jalan,Vania lalu menyuruh Vano dan Vino agar masuk kedalam mobil, sementara ia mendekati Dave dan mengusap bahunya pelan.
"Dave, maafin sikap Veno yang kasar ya, aku tau dia sebenarnya pengen meluk kamu, cuma hatinya masih tertutup sama kemarahan karena sedari kecil kamu gak bareng sama kita." Kata Vania yang mampu menohok hati Dave.
"Van, aku yang seharusnya minta maaf sama kalian karena gak bersama kalian." Kata Dave lalu memindahkan tangan Vania yang berada di bahunya ke tangan nya dan mengelusnya pelan.
__ADS_1
"Yaudah yuk masuk, kita pulang." Ajak Vania agar Dave tidak terlalu larut dalam kssedihan nya.
Suasana di dalam mobil masih terasa canggung karena pertikaian antara Dave dan juga Veno tadi.
Setelah sampai Veno langsung keluar mobil yang diikuti oleh Vano dan Vino ke dalam Apartement, Vania dan Dave pun turun.
"Makasih ya Dave udah mau nemenin aku jemput Triplets, dan juga maaf sekali lagi karena sikap Veno tadi." Kata Vania yang benar benar merasa bersalah.
"Gak papa. Aku pulang ya, jaga kesehatan kamu dan juga Triplets, aku akan cari cara buat deket sama Veno, jadi kamu gak usah khawatir." Kata Dave sambil tersenyum.
Vania hanya tersenyum kecil, Dave pun menarik kepala Vania dan mendekatkan kening Vania ke bibirnya, Vania hanya memejamkan matanya dan berkata dalam hati bahwa ia akan mencoba untuk mempersatukan keluarga kecilnya itu.
Dave lalu masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan Vania yang masih di sana meratapi kepergian nya dengan tatapan yang sulit diartikan.
*/*/*/
Sambil berkendara Dave mengetik sebuah nomor lalu menekan nya dan menempelkan ponsel itu di telinga nya.
"Oke, jan lupa bonus buat gue ya?." Kata Marvel.
"Hm." Dave hanya berdehem mengiyakan permintaan Marvel lalu memutuskan sambungan nya.
Setelahnya Dave juga menelpon seseorang lagi, itu adalah orang suruhan nya.
"Beri peringatan untuk seseorang bernama Reyhan Galiandra Thompson, aku mau dia jera agar tidak berani mendekati milik ku lagi." Kata Dave dengan nada mencekam.
"Baik tuan." Kata orang itu, lalu sambungan telfon nya di matikan oleh Dave.
*/*/*/
"Dave, kau akan merasakan penderitaan yang teramat sangat karena telah menjebloskan adik ku ke penjara." Kata seorang laki laki di sebuah ruangan yang gelap.
"Kau membuang adik ku, kau menolak adik ku, kau juga menghancurkan impian nya, akan kubalas Dave dimulai dengan orang orang tersayang mu itu." Kata orang itu lagi, berbicara sendiri disebuah ruangan yang hanya ada dirinya sendiri.
__ADS_1
Lalu orang itu menelpon seseorang yang telah menjadi mata matanya itu.
"Kau hubungi polisi dan beritahu mereka untuk menyergap senjata senjata ilegal yang di beli oleh Dave ke pulau pribadi nya yang berada di California." Kata Orang itu sambil menampakkan senyuman nya yang terlihat sangat cocok di wajah tampan nya itu.
"Dan jangan lupakan untuk menutup semua informasi tentang ku, jangan sampai Dave ataupun polisi itu tau keberadaan ku, mengerti?." Tanya orang itu.
"Baik bos, akan saya laksanakan segera." Kata mata mata nya itu, lalu orang itu mematikan sambungan telpon nya.
*/*/*/
"Veno." Kata Vania sambil menghampiri anak nya yang sedang duduk di balkon sendirian dan menatap bintang, Vano dan Vino sedang menonton televisi di kamar.
Veno kemudian menoleh dan melihat wajah ibunya yang sangat ia sayangi. Vania lalu duduk di samping Veno dan ikut melihat bintang bersama.
"Mom, maafin sikap Veno yang tadi ya mom, Veno ngaku salah." Kata Veno dengan kepala tertunduk.
"Veno, mommy gak nyalahin kamu kok, tapi perkataan kamu buat daddy sakit hati loh." Kata Vania sambil menatap Veno.
"Mom, apa setelah ini daddy bakal benci Veno?." Tanya Veno sambil menatap Vania dengan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.
"Daddy sayang sama semuanya, sama Bang Vano, Bang Vino, dan Veno. Mommy yakin kok kalau daddy gak akan benci Veno, karena daddy tau dia juga salah dalam hal ini." Kata Vania mencoba menjelaskan pada Veno.
"Mom, in my heart I really love dad." Kata Veno lalu memeluk Vania dan menangis menyesali sikapnya tadi, seharusnya ia memeluk daddy nya itu, bukan malah menanyakan hal hal yang tidak pantas untuk dipertanyakan.
"Mommy knows that, dear." Kata Vania lalu mengecup kepala Veno dan mengelus punggungnya agar Veno berhenti menangis dan tidur.
Masih memeluk Veno, Vania membayangkan andaikan saja ketika di Rusia dirinya tidak langsung pergi dan langsung memberitahu semuanya pada Dave, maka Veno tidak akan berbuat seperti ini, Vania tahu ini juga salahnya.
*/*/*/
Guys, konfliknya nambah mulu ya? apa udah ada yang bosen sama alur cerita ini? kalau iya Author mau minta maaf karena tidak bisa memuaskan kalian para readers.
See you :*
__ADS_1