
'Drttt...drtttt'
Telpon Dave berbunyi menandakan ada telpon masuk padanya, Dave lalu beranjak dari kasurnya mengambil ponsel nya di atas nakas.
"Halo." Kata Dave di telfon.
"Halo tuan, saya mempunyai kabar buruk." Kata orang itu dengan nada agak ragu dan takut.
"Ada apa?." Tanya Dave dengan nada datar.
"Tuan, sepertinya ada mata mata di markas kita yang membocorkan soal persenjataan pada polisi, sehingga senjata yang telah sampai di California terpaksa harus di sita oleh para polisi, tapi hanya sebagian." Jelas orang itu dengan nada yang gemetar.
"Apa dari kita ada yang tertangkap?." Tanya Dave dengan nada yang terdengar sedang menahan amarah.
"Tidak tuan, kami sudah mendeteksi kedatangan polisi saat mereka sudah ada lima kilometer dari pulau, sehingga kami bisa bersembunyi di bawah tanah, namun yang dapat kami bawa hanya sebagian, dan sebagian nya lagi sudah diamankan polisi." Jelas orang itu.
Dave menghela napas pelan, otaknya sedang berpikir tentang sikap Veno, dan tiba tiba ada masalah lain yang datang lagi padanya.
"Hentikan pembelian dan penjualan senjata selama seminggu, cari tau mata mata yang membocorkan rahasia kita, lalu siksa dia dan biarkan jasadnya di makan oleh buaya." Perintah Dave dengan nada yang menakutkan.
"Baik tuan." Kata orang itu, lalu Dave menutup telpon nya.
'Haruskah aku fokus pada pekerjaan ku lebih dulu, huhh...sangat melelahkan hidup seperti ini, hingga terkadang aku ingin segera berkumpul dengan keluarga ku tanpa memikirkan hal hal duniawi.' Ucap Dave dalam hatinya.
*/*/*/
"Kerja bagus Peter, kau sudah membuatku senang, akan kukirimkan bayaran yang besar untukmu." Kata seorang pria tampan pada telpon yang tersambung.
"Terima kasih atas pujian nya dan juga bayaran nya tuan, saya akan berusaha lebih baik lagi." Kata seseorang bernama Peter di sebrang telpon.
"Tentu, kau memang harus lebih berusaha untuk menghancurkan Dave sia*an itu." Kata pria tampan itu lalu tertawa dengan keras hingga membuat Peter merinding ketakutan.
Setelah mengatakan itu, Si pria memutus sambungan telpon nya, ia lalu beranjak dari sofa berwarna merah darahnya dan mengambil sebuah foto berisikan dirinya yang berumur 19 tahun dan adiknya berumur 16 tahun.
Mereka bukanlah saudara kandung, mereka hanya saudara angkat, namun si Pria bermarga Thompson itu menyukai adik angkatnya sendiri, mereka bahkan dulu sering berhubungan intim.
Hingga hari dimana adik angkatnya tertarik pada seorang baj*ngan bernama Dave Rockhelinds, dan meninggalkan dirinya, itu membuat pria itu marah dan berencana membalaskan dendamnya.
Dan dua tahun lalu ketika dirinya jatuh cinta pada seorang wanita yang cantik bernama Vania yang ternyata adalah wanita milik Dave, dan fakta itu yang membuat dirinya semakin ingin merebut semua milik Dave, termasuk Vania.
__ADS_1
*/*/*/
Sekarang adalah hari minggu yang artinya Vania dan Triplets akan pergi berbelanja bulanan bersama, sekaligus bermain di Timezone.
Ini adalah baju yang di pakai Vania untuk ke Mall.
Ini Style Triplets yang super kece badai
Setelah sampai di Mall, mereka berjalan beriringan, banyak orang yang mengira bahwa Vania adalah tantenya atau pun kakak nya, namun mereka menghiraukan semua nya.
"Mommy, kita jalan jalan dulu atau belanja?." Tanya Vano pada Vania.
"Emm, kalian maunya kita main dulu atau belanja nih?." Vania malah berbalik bertanya pada Triplets.
"Terserah Mommy." Kata Triplets serempak.
"Okay, kita main dulu aja terus makan, baru belanja ya?." Usul Vania pada Triplets.
Mereka akhirnya bermain hingga dua jam lamanya, setelah itu mereka pergi ke Mcd dan makan siang terlebih dahulu.
Pukul 14.00 PM
Sekarang adalah waktunya berbelanja, Vania mendorong Troli, sedangkan Triplets akan berjalan di depan Vania dan membantu mengambil barang yang akan Vania beli.
"Mom, Vano sama Vino mau pipis nih." Kata Vano sambil berlari di tempat.
"Yaudah ayo, belanjaan nya taro sini dulu aja." Kata Vania lalu mengantar Vano dan Vino, sedangkan Veno hanya mengekor di samping Vania.
Setelah Vano dan Vino selesai mereka berjalan keluar toilet, di luar toilet hanya ada Vania dan Triplets, suasana toilet sangat sepi.
Hingga tiba tiba datanglah Lima Pria berbadan besar membawa Triplets dan Vania.
Triplets di gendong oleh masing masing pria, sedangkan Vania di bawa oleh dua pria lain nya, mereka dibawa menggunakan mobil limousine menggunakan jalan belakang.
Didalam mobil Vania dan Triplets di bius agar tidak memberontak lalu diikat, dan mulut mereka di lakban.
__ADS_1
Mereka dibawa ke sebuah gubuk kosong di dalam hutan, ada sekitar Empat puluh orang yang berjaga disana.
*/*/*/
Dave saat ini sedang mengerjakan berkas berkas di ruangan nya, namun fikiran nya kacau, tidak bisa bekerja dengan benar.
Dave pun memutuskan untuk pergi ke Apartement Vania menemui wanita nya dan juga anak anaknya, setelah sampai Dave pun menekan bel, namun setelah berkali kali tidak ada yang membuka nya, Dave pun memutuskan untuk langsung masuk kedalam.
Dave lalu duduk di sofa ruang tamu, dia menelpon Vania untuk menanyakan dimana keberadaan nya, namun setelah belasan kali menelpon, Vania tidak mengangkatnya.
Dave akhirnya menyalakan GPS nya untuk mengetahui posisi Vania, dan sialnya ponsel Vania tidak aktif, Dave pun panik bukan kepalang, ia langsung menyuruh tujuh puluh lima anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Vania.
Dave juga mencari laptop di dalam kamar Vania untuk melacak keberadaan Vania lewat kalung yang beberapa hari lalu ia beli untuk Vania, dikalung itu terdapat sebuah kamera dan juga alat penyadap yang sengaja Dave taruh untuk memantau kegiatan Vania.
*/*/*/
Vania membuka matanya dan melihat ke sekeliling nya, matanya langsung terbuka sempurna ketika mengingat apa yang terjadi pada dirinya dan anak anak nya.
Triples diikat di sebuah tiang yang terpisah satu setengah meter dari Vania, Vania mencoba membuka ikatan tali yang mengikat tangan dan juga kakinya.
Vania lalu teringat dengan cincin yang dibelinya waktu itu, untung saja sekarang ia memakainya, di cincin itu terdapat laser yang bisa digunakan untuk memotong apapun sebanyak lima kali.
Cara mengaktifkan nya dengan menggesek gesekkan mata berlian itu ke tanah lima kali, setelah mencoba akhirnya Vania dapat melepaskan diri.
Dia langsung saja membuka ikatan tali pada kakinya dan membuka lakban pada mulutnya.
Setelah itu Vania berjalan dengan agak pincang karena tali yang mengikat kaki Vania tadi sangat kencang, yang membuat kaki Vania lecet.
Vania menepuk pipi anak anaknya berharap mereka terbangun, namun sepertinya obat bius nya masih bekerja pada Triplets, Vania akhirnya membuka ikatan tali pada Triplets dan melepaskan lakban nya.
Namun saat Vania melepaskan ikatan tersebut, pintu terbuka menampilkan satu orang pria dan wanita, Vania membelalak kan matanya melihat dua orang itu.
"Wow, ternyata ada yang sudah sadar." Kata sang wanita sambil tersenyum smirk.
"Fe-Feli, Re-Reyhan." Kata Vania dengan suara yang bergetar.
*/*/*/
Guys gantung nih cerita? baca part selanjutnya ya.
__ADS_1