
Dave sudah 3 hari berada di london, dan sekarang ia sudah 4 hari berada di Las Vegas. Dave berencana akan pulang besok saja karena tubuhnya sangat lelah karena dalam 1 minggu ini jam tidurnya jika disatukan hanya sekitar 21 jam saja.
Dave akan menggunakan hari terakhirnya untuk tidur di hotel seharian, untungnya semua pekerjaan sudah selesai.
*/*/*/
Kegiatan Triplets selama seminggu ini hanya sekolah lalu langsung pulang ke mansion, itu karena Vania yang sedikit takut akan bertemu penjahat itu.
Untungnya di dalam Mansion ada kolam renang dan juga lapangan basket mini. Sementara Vania hanya akan bekerja ketika triplets sekolah dan juga tidur, selebihnya ia akan menemani mereka bermain.
"Triplets, berenangnya udah yaa... kalian udah 3 jam loh di air, ayo sekarang mandi dulu, nanti mommy bakal buatin kalian cemilan yang enak." Bujuk Vania pada Triplets.
"Yes mom." Kata Triplets serempak. Lalu mereka segera keluar dari kolam renang dan berjalan masuk kedalam mansion untuk mandi.
*/*/*/
"Vania kapan balik ya?." Tanya seorang perempuan sambil menopang dagunya dengan tangan kanan nya.
"Gak tau gue, sebenernya gue agak kesel sih sama Vania, dia pergi udah lima tahun dan belum ngabarin kita sama sekali." Jawab perempuan lain nya.
Mereka adalah Erin, Ify, dan Fina. Mereka sedang berada di Cafe cabang milik Vania yang berada di Indonesia.
Mereka sekarang sudah menjadi pewaris dari perusahaan masing masing, Bagaimana dengan Mars, Felix, dan Marvel?
Kalian sudah tahu bukan, Marvel dan Erin telah menikah satu minggu yang lalu, sayang nya Dave hanya datang mengucapkan selamat, lalu mereka berfoto dan Dave langsung pulang setelah itu.
Yang Dave berikan untuk hadiah pernikahan Marvel dan Erin adalah tiket honeymoon ke maldives sekitar 1 minggu, itu pun sudah termasuk PP.
Sedangkan Mars dan Ify akan menikah 1 bulan lagi, dan yang terakhir Felix dan Fina akan menikah 2 bulan lagi.
'Back to topic'
Yang tadi berbicara pertama adalah Erin yang dibalas oleh Fina.
"Udahlah biarin aja, kalo menurut gue nih ya... Vania itu sekarang mungkin punya masalah yang gak bisa dia ceritain ke kita dulu, lagi pula kalo udah waktunya dia pasti balik kesini dan nyeritain semua yang dia alamin kok,gue yakin itu." Kata Ify menengahi.
"Yaa kalo aja emang bener dia lagi punya masalah, mending kita doain dia semoga cepet selesai deh, biar bisa balik dan bareng kita lagi." Kata Erin.
__ADS_1
"Oke, huh gue hampir aja mau benci sama Vania tanpa alasan yang jelas. Maafin gue ya Van dimana pun lo." Kata Fina dengan rasa bersalah yang mulai bersarang di hati.
"Ngomong² nih ya rin, gimana honeymoon lo sama Marvel, lancar dong pastinya." Kata Fina menggoda Erin.
Erin yang di goda pun hanya bisa menunduk kan kepala nya, wajahnya memerah, dan Erin tak bisa menahan senyum nya.
"Gue tau nih, pasti lancar kan yaaa, moga cepet jadi deh baby nya." Kata Ify.
"Ya, semoga cepet ada dedek bayinya, aduhh gak sabar gue." Kata Fina.
"Kalian doain ya." Kata Erin sambil tersenyum malu.
"Pasti, hahaha." Kata Fina dan Ify serempak, lalu tertawa bersama.
*/*/*/
Dave sedang bersiap siap untuk pulang ke Rusia, saat ia selesai check out keluar hotel Dave menabrak seorang perempuan hingga perempuan itu jatuh.
"Sorry miss." Kata Dave, lalu membantu perempuan itu berdiri dan ia segera pergi meninggalkan perempuan itu.
'Ganteng banget gila, bakal gue taklukin lo.' Kata perempuan itu dalam hati lalu mulai berjalan memasuki hotel.
Dave pulang ke Rusia menggunakan pesawat pribadi milik nya, Sesampainya di Rusia Dave lalu pergi ke perusahaan miliknya terlebih dahulu menggunakan mobil yang sudah diantar oleh orang suruhan nya.
Dave pun sampai disana, ia masuk ke ruangan miliknya dan duduk dikursi kebesarannya. Dave pun menelpon Tangan kanan nya.
"Apa kau sudah menemukan sekretaris baru untuk ku?." Tanya Dave.
"Sudah tuan, besok ia baru akan mulai bekerja." Kata Tangan kanan nya itu.
Dave pun menutup sambungan telpon nya, ia menaruh ponselnya di meja kerja nya, Dave mulai memijat hidungnya. Dave merasa kepalanya sangat pening karena terus mengurus pekerjaan.
*/*/*/
Vania saat ini sedang dilema karena bingung dengan keputusannya, haruskah ia menghubungi sahabat nya itu?.
Vania berjalan mondar mandir, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Ify saja.
__ADS_1
"Halo." Kata seorang perempuan dari sebrang sana.
"Halo fy ini gue Vania, apa kabar?." Tanya Vania, ia sampai menggigit bibirnya saking gugupnya.
Tak ada suara lagi, lalu tiba tiba Vania mendengar suara tangisan dari sebrang.
"Halo fy, lo masih disana kan?." Tanya Vania lagi.
"Iya gue masih disini, kenapa lo baru hubungi gue sih, Fina, gue sama Erin kangen banget sama lo, lo dimana?." Tanya Ify setelah selesai menenangkan dirinya usai menangis.
"Sorry ya udah bikin kalian panik karena tiba tiba gue ngilang gitu aja, gue lagi ada di Rusia kota Moskow." Kata Vania.
"Lo di Rusia? Yaudah gue, Fina, sama Erin ke sana sekarang ya?." Kata Ify.
"Jangan, gausah fy beberapa bulan lagi gue juga pulang kok, kalian sabar aja ya." Kata Vania.
"Bener ya lo pulang? soalnya gue sama Fina mau nikah nih." Kata Ify.
"Iya gue pulang, tapi lo sama Fina nikah sama siapa? terus kapan?." Tanya Vania.
"Gue sama Mars satu bulan lagi, kalo Fina dua bulan lagi." Kata Ify.
"Si Erin gimana? dia masih jomblo gak?." Kata Vania sambil tertawa pelan.
"Lo salah, dia bahkan udah nikah seminggu yang lalu, kalo lo gimana? udah punya belum?." Tanya Ify.
"Gue mah lagi fokus sama pekerjaan dan anak." Kata Vania, ia tidak sadar kalau dirinya membocorkan suatu rahasia.
"Wait! wait! wait! Anak? lo udah punya anak Van?." Tanya Ify kaget.
"Eh, iya gue udah punya anak, em udah dulu ya gue masih ada pekerjaan." Kata Vania langsung memutuskan sambungan telfon nya.
*/*/*/
Oke guys sampai disini dulu untuk part ini bye...
See you :*
__ADS_1