Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
26


__ADS_3

"Melvin! Adek kamu kenapa?!" tanya Mama Sonya lari tergesa-gesa.


"Gak tau mah lagi di dalam?" ucap Melvin lesu.


"Semoga dia gapapa ya Tuhan, Amin." ucap Papa yang berada di samping Mama.


"Kok bisa sampai masuk rumah sakit Vin?" tanya Mamanya Sonya.


"Gak tau ma, tadi Angga sama Melvin ketemu Sonya di gudang sekolah dalam keadaan pingsan." ucap Melvin menjelaskan.


Sesaat kemudian, seorang dokter pun keluar dari ruangan.


"Gimana dok keadaan adek saya?" tanya Melvin.


"Pasien tidak apa-apa hanya mengalami luka ringan dan ia pun masih trauma dengan kejadian tadi. Pasien sudah boleh dipindahkan ke ruang rawat inap." ucap dokter itu dengan tenang.


Kami pun menghela napas lalu pergi untuk melihat keadaan Sonya.


 


"Nya, bangun dong. Maaf gua gak bisa jagain lu" ucap Angga sedih melihat keadaan orang yang ia sayangi terbaring lemah di kasur rumah sakit .


Kata dokter Sonya hanya tertidur ia akan bangun beberapa saat lagi.

__ADS_1


Sekarang Papa Sonya yaitu Radit pun sedang menelpin asistennya itu untuk mengetahui dalang dibalik semua ini dan mengetahui kejadian apa yang dialami Sonya . Ia ingin tahu penyebab Sonya pingsan.


Saat Angga mengelus pipi kanan Sonya pelan, Sonya pun bangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya beradaptasi dengan sinar di dalam ruangannya .


"Minum" ucap Sonya dengan suara serak yang membuat Angga tersenyum kemudian memencet tombol untuk memanggil dokter. Ia senang Sonya telah bangun kemudian ia pun mengambilkan Sonya minum.


Beberapa saat kemudian seorang dokter masuk bersama dua orang suster. Ia mengecek keadaan Sonya lalu ia mengatakan bahwa Sonya keadaannya sudah stabil dan ia hanya membutuhkan istirahat yang cukup.


"Udah baikan?" tanya Angga kepada Sonya namun Sonya hanya mengangguk.


Lima menit kemudian pintu kamar Sonya terbuka dan menampilkan sahabat-sahabatnya yang memandanginya dengan wajah khawatir.


"Ih Sonya lu gapapa kan ?" tanya Retta.


"Gua gapapa," ucap Sonya lalu tersenyum.


"Bagus deh gapapa," ucap Bianca.


"Lu kok bisa sampe beginj sih Nya?" tanya Gina. Sekarang semua orang menatap Sonya dengan tatapan meminta penjelasan.


"Jadi gua itu..." terang Sonya kepada mereka semua.


"Gila apa! Jahat amat sih mereka! Besok gua tampar satu-satu," ucap Retta setelah mendengarkan cerita dari Sonya.

__ADS_1


"Gua bakal buka identitas gua besok. Gua capek dibully terus," ucap Sonya.


"Yaudah lu istirahat kita pulang dulu ya Nya," ucap mereka semua lalu mereka pun pulang.


Keesokan harinya, Sonya sudah diperbolehkan untuk pulang. Hari ini adalah hari dimana Sonya akan membuka identitas aslinya.


Ia bersiap-siap ke sekolah lalu berpamitan kepada orangtuanya.


Saat sampai di sekolah , Sonya didatangi oleh Retta, Bianca, Chell, dan Gina.


"Lu udah sembuh Nya?" tanya Chell


"Udah. Hari ini gua mau ngebongkar identitas gue , enak aja gua dibully kayak kemarin lagi" ucap Sonya.


 "Yaudah kita juga deh," ucap Bianca sambil melirik Gina.


"Sip!" ucap Sonya.


Saat sedang asik-asiknya ngobrol dengan teman-temannya , seorang pun mendatangi meja Sonya.


"Nya lu udah sembuh? Gua denger lu kemarin pingsan di gudang. Maaf kemarin gua gak sempet jenguk," ucap Devan .


"Iya udah sembuh. Gapapa kok Dev," ucap Sonya.

__ADS_1


__ADS_2