
"Iya udah sembuh. Gapapa kok Dev," ucap Sonya.
"Yaudah get well soon ya Nya" ucap Angga lalu meninggalkan mereka.
"Eh itu bukannya Angga?" tanya Gina.
"Iya" ucap Sonya lalu Gina hanya ber 'oh' ria.
*Kring...kring...kring*...
"*Mohon* *perhatian bagi siswa siswi SMA untuk berkumpul di aula . Mohon perhatian bagi siswa\-siswi SMA untuk berkumpul di aula*"
Suara broadcast pun membuat semua orang berbincang\-bincang.
"Eh ada apaan ya?" tanya salah satu murid.
"Gatau yaudah yuk! Penasaran ada apaan" ucap seorang siswi.
Sekarang aula sudah dipenuhi banyak sekali murid SMA. Keadaan di aula sangat berisik sampai pemilik sekolah yaitu Radit datang sambil membawa microfon . Semua orang pun terdiam menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
***Ish Papa ngapain ke sekolah***? batin Sonya
"Selamat pagi semua!" ucap Radit
__ADS_1
"Pagi!" ucap murid\-murid serentak.
"Hari ini saya datang ke sekolah untuk memeriksa keadaan sekolah, juga ingin mengatasi kasus pembullyan di sekolah ini" ucap Radit . Semua orang pun langsung berbisik\-bisik. Sonya melihat ke arah Agatha dkk, wajah mereka sudah pucat.
"Saya kecewa sama murid\-murid yang telah membully temannya yang lain.Bagi Agatha, Indah,.... dipersilahkan untuk maju ke depan." ucap Radit yang membuat semua mata tertuju kepada mereka.
"Apakah benar kalian telah membully Sonya!" tanya Radit.
Sonya yang namanya terpanggil membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"E\-Enggak pak itu f\-fitnah" ucap Agatha memberanikan diri untuk berbicara.
Lalu tiba\-tiba layar di dekat aula pun memutar sebuah rekaman CCTV. Disana tampaklah Agatha dkk yang sedang membully Sonya, semua murid pun kaget sama seperti Agatha dkk.
"Kejam amat mereka kasian Sonya" ucap beberapa murid lain.
"Itu pasti ada yang edit pak bukan kita kok" ucap Indah masih tidak mau disalahkan.
Karena Sonya susah tidak tahan lagi ia pun maju ke depan. Semua mata tertuju padanya.
"Fitnah? Terus kalo fitnah luka di tubuh gua siapa yang buat?" tanya Sonya sambil menunjukkan lukanya.
"E\-Eh" ucap Indah gugup. Lalu Radit pun menyuruh mereka untuk ke ruang BP untuk dipanggil orangtuanya.
"Sekian dari saya . Saya harap tidak ada lagi kasus seperti ini" ucap Radit lalu pergi karena Radit ada meeting penting di kantornya.
__ADS_1
Setelah keluar dari ruang BP, Agatha dkk langsung menghampiri Sonya yang sedang berada di kantin.
"Heh! Lu gak usah pake ngadu-ngadu segala dasar cupu!" ucap Agatha dengan marah. Saat Agatha hendak menampar Sonya, Sonya menepisnya.
"Lu berani sama gua?!" ucap Agatha meninggikan suaranya . Semua orang yang berada di kantin pun menoleh ke arah mereka untuk menonton adegan mereka itu.
"Kenapa nggak berani? Emang lu siapa?" tanya Sonya berani.
"Gua? Gua Agatha , keluarga terkaya ke sebelas di dunia.Lu apa-apaan? Keluarga lu yang miskin bisa gua buat lebih miskin lagi!" ucap Agatha.
"Oh ke sebelas. Gua ke pertama dong" ucap Sonya tersenyum penuh kemenangan.
"Mimpi kali lu!" ucap Indah menimpali. Lalu Sonya pun membuka kacamata yang ia pakai , membuka juga kepangan yang ia pakai. Indah pun memandang Sonya tidak percaya.
"L-lu?" tanya Agatha dengan takut.
"Iya gua SONYA ANGELIN WIJAYA! CEO PERUSAHAAN WIJAYA . ADIK DARI MELVIN YANG SELAMA INI LU PADA BULLY!" ucap Sonya meninggi suaranya.
"Lu Agatha. Udah bagus gua nggak keluarin lu dari sekolah ini . Lu dulu pernah ngambil pacar gua, dasar FAKE FRIEND! Dan lu udah ngutang bermilyar-milyar sama keluarga gua." ucap Sonya yang membuat Agatha menunduk.
"Oh iya satu lagi, gua gak suka sama *******!" ucap Sonya yang bikin Agatha makin pucat . Semua orang pun menatap Sonya tidak percaya. Sonya pun melempar foto-foto Agatha bersama cowok lain.
"Lu keterlaluan" ucap Agatha. Gina dan Bianca yang gak tahan sama kelakuan Agatha pun membuka semua samarannya. Semua orang di kantin pun menatap mereka tak percaya
__ADS_1