Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
Part 36


__ADS_3

"Aku gak tau." Jawab Vania pelan.


Dave pun hanya bisa menghela napasnya pelan karena mendengar jawaban Vania yang menurut nya sangat membingungkan.


"Oke gini aja aku punya ide, kita jalanin dulu sama sama ya, nanti baru kamu bisa kasih keputusan nya." Tawar Dave pada Vania.


Vania nampak berfikir pelan, sampai akhirnya ia mengangguk dan tersenyum manis. Dave yang melihat nya ikut tersenyum lalu memeluk Vania dengan erat.


Tiba tiba ada suara seorang wanita yang menginterupsi mereka.


"Tuan Dave, bisa kita kembali ke perusahaan, ada kolega bisnis anda yang berasal dari Dubai ingin segera datang menemui anda, mereka sudah menunggu sekitar dua puluh menit yang lalu." Kata perempuan itu yang ternyata adalah Feli.


Vania membulatkan mata nya melihat perempuan yang mengganggu mereka. Ia jadi teringat dengan kabar yang beredar sekitar 1 tahun lalu mengenai seorang pychopath perempuan yang telah merenggut lebih dari 300 nyawa, dan wajah wanita itu delapan puluh persen mirip.


Perempuan itu sepertinya sadar sedang di perhatikan oleh Vania, ia sepertinya dapat menilai ekspresi dari wajah Vania, ia hanya menunjuk kan seringai nya pada Vania.


Di dalam kepala Vania, ia memikirkan bagaimana bisa mereka tidak menyadari ada wajah yang begitu mirip dengan wajah psycho yang beredar di internet sekitar satu tahun lalu.


Vania pun mengenyahkan pikiran buruk nya itu, masalahnya adalah ketika ia melihat ekspresi menyeringai dari Feli itu, Vania merasa agak takut.


"Kau pergilah dulu ke perusahaan Feli, kau tidak lihat aku sedang apa." Kata Dave, ia merasa agak kesal dengan sikap Feli yang menurut nya sangat tidak sopan.


"Baik tuan, saya akan pergi sekarang tapi tuan akan segera datang ke perusahaan bukan?." Tanya Feli sambil tersenyum.


Dave hanya mengangguk, Feli yang melihat itu pun pergi, tapi ketika Feli melewati Vania, jari tangan kanan nya seperti mengeluarkan sesuatu dari balik saku rok nya lalu ia selipkan di tangan Vania.


Vania yang merasa Feli menyelipkan sesuatu yang ternyata secarik kertas di tangan nya pun langsung memasukkan kertas itu ke saku celana nya.

__ADS_1


Setelah Feli pergi Dave mengajak Vania ke mansion nya, mereka pun sampai dan lalu masuk. Mansion Dave lebih luas 2 kali lipat dari Mansion Vania.


Mereka lalu duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut, Triplets dibiarkan bermain bola di lapangan bola basket pribadi milik dari Dave, sementara Vania dan Dave mengobrol.


"Aku mau ngomong sama kamu Dave tentang kenapa waktu itu aku tiba tiba pergi ke Rusia." Kata Vania sambil menunduk kan kepala nya, mereka duduk bersebrangan.


"Harus, kamu emang harus jelasin itu semua ke aku ." Kata Dave menatap Vania.


"Jadi waktu Prom night kamu lagi ada dimana?." Tanya Vania.


"Kenapa kamu tanya tentang hal itu." Tanya Dave mengernyitkan alisnya.


"Kamu inget gak apa yang terjadi malam itu?." Tanya Vania dengan bibir yang bergetar ketika mengingat pasca malam itu.


"Gak, aku gak inget apa apa, aku cuma agak kaget bangun bangun udah telanjang, terus di kasur ada bercak darah, aku cuma mikir pasti udah ada yang terjadi malam itu." Kata Dave sambil berusaha mengingat kejadian malam itu.


"Kamu gak inget siapa perempuan yang udah kamu hamilin?." Tanya Vania, kali ini ia menatap mata Dave dengan mata yang berkaca kaca.


"Iya, dan kamu tau itu siapa?." Tanya Vania, air matanya sudah mulai tidak bisa di tahan lagi.


"Gak, aku gak tau itu siapa tapi yang jelas aku yakin kalo perempuan itu pasti udah gugurin dan dia ngelakuin itu biar gak malu." Kata Dave seolah tidak ada apa apa.


Vania yang mendengar itu terkejut mendengar pernyataan Vania, ia menatap Dave dengan kecewa.


"Oh, aku pikir kamu tau dan mau tanggung jawab... yaudah aku pergi, soal pertanyaan kamu waktu direstoran itu aku tolak, dan jangan temuin aku lagi." Kata Vania, lalu ia bangun dan menuju lapangan basket lalu membawa Triplets pergi dari mansion itu.


Dave yang mendengar kata kata Vania hanya bisa menahan emosinya, lalu ia menutup mata nya dan mulai meredakan amarah nya itu.

__ADS_1


Lalu Dave menelpon seseorang dan menyuruh orang itu untuk menelusuri siapa wanita yang bersama nya di hotel itu ketika Prom night.


*/*/*/


Vania kembali ke Mansion bersama Triplets lalu mengambil paspor dan visa dengan identitas lain, itu digunakan untuk kabur jika ada seseorang yang mengincar kita.


Lalu Vania membawa anak anak nya ke bandara, di tempat tunggu bandara ia menelpon seorang perempuan.


Triplets sebenarnya penasaran melihat mommy mereka menangis, mereka ingin bertanya namun memilih untuk diam dan menuruti Vania tanpa bantahan.


"Halo Fy." Kata Vania dengan suara yang serak saat telepon sudah tersambung.


"Halo Van, loh suara lo kok serak? lo habis nangis? kenapa?." Tanya Ify.


"Gak papa, Fy gue mau minta tolong ke lo bisa gak?." Tanya Vania pada Ify.


"Bisa kok, lo mau minta tolong apa ke gue?." Tanya Ify.


"Tolong jemput gue di bandara, gue nyampe di Indonesia nanti malem jam 10 sama anak anak gue, bisa?." Tanya Vania, ia masih meneteskan air mata nya walau sedikit.


"Oke gue jemput lo, tapi nanti lo janji ya ceritain semuanya." Kata Ify.


"Ya, pasti gue ceritain semua, makasih nanti gue telfon lagi, ini udah mau berangkat pesawat nya, bye." Kata Vania, lalu mematikan sambungan telfon nya.


Lalu Vania dan Triplets segera menaiki pesawat itu. 5 menit kemudian Mereka pun akhirnya berangkat menuju Indonesia.


*/*/*/

__ADS_1


Oke guys untuk part ini segini dulu ya, bye....


See you :*


__ADS_2