Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
Part 43


__ADS_3

Pukul 06.25


Pagi harinya Vania dan anak anak nya telah siap untuk kembali ke jogja, pesan yang dikirimkan oleh Vania untuk Ify juga masih belum dibalas bahkan dibaca pun belum, mungkin mereka masih lelah.


Saat Vania membuka pintunya untuk keluar ternyata sudah ada orang yang menunggu nya, seorang laki laki tampan.


(Anggap pake bahasa Rusia guys)


"Loh Reyhan, kok kamu ada disini?." Tanya Vania bingung, pasalnya Reyhan seharusnya berada Di Rusia.


"Ya Van, kemarin malam aku lagi ngehadirin pesta pernikahan kolega papa aku, harusnya sih dia yang kesini, tapi gara gara mama gak mau ditinggal jadinya aku yang gantiin." Jelas Reyhan.


Reyhan Galiandra Thompson, pewaris satu satunya dari keluarga Thompson yang menguasai bisnis bidang tekstil, keluarga nya termasuk kedalam jejeran keluarga terkaya ke 12 di dunia.


Reyhan merupakan sosok laki laki tampan, mapan, pekerja keras, dan ramah. Dirinya bahkan banyak di gandrungi oleh wanita dari banyak negara, tapi tentu Dave masih yang paling tampan menurut Vania.


Reyhan adalah laki laki yang menjadi tempat Vania berkeluh kesah tentang apapun, Reyhan bahkan tau bahwa Vania adalah anak dari keluarga Morgan dan sekaligus memiliki perusahaan terkaya yang menempati posisi ke tiga.


Vania bertemu Reyhan pada saat dirinya sedang berusaha kabur dari kejaran tujuh penjahat yang ingin menodai dirinya dua tahun yang lalu.


Reyhan sebenarnya sudah jatuh cinta pada Vania, melihatnya yang bersikap sangat lembut dan keibuan pada Triplets membuatnya luluh akan dari sikap Vania.


Sayangnya Vania justru menganggap Reyhan tak lebih sebagai kakak laki lakinya saja, kenapa Reyhan tau? itu karena dirinya pernah menyatakan perasaan nya pada Vania, namun Vania hanya menjawab bahwa Reyhan dianggapnya tak lebih dari kakak laki laki nya.


'back to topic'


"Kamu mau kemana Van? kok udah rapih sih, padahal tadinya aku mau ajak kamu jalan jalan." Kata Reyhan dengan nada sedih.


"Sorry Reyhan, aku harus pergi ke Jogja sekarang." Kata Vania dengan nada bersalah.


"Jogja! bagaimana jika aku ikut? Aku ingin mengetahui kota itu namun tidak ada yang mau menemaniku." Kata Reyhan sambil tersenyum manis.


"Bukan nya kau harus kembali ke Rusia Rey?." Tanya Vania heran.


"Tidak Van, aku akan menetap disini untuk jangka waktu yang belum ditentukan, aku disuruh oleh papa ku untuk mengontrol perusahaan yang berada di Indonesia." Kata Reyhan.


Vania lalu mengangguk pelan, Triplets sudah berada di luar sedang menunggu Vania dan Reyhan berbicara, mereka memang mengenal Reyhan, namun entah kenapa Triplets tidak bisa untuk dekat dengan Reyhan.


Jika Reyhan bertamu ke mansion mereka, Triplets hanya akan menyapanya lalu menghiraukan Reyhan seolah olah dirinya tak berada disana.

__ADS_1


"Em, terserah kau saja Reyhan, kau boleh menyusulku tapi aku harus pergi sekarang karena aku sedang buru buru." Kata Vania lalu pergi meninggalkan Reyhan sendiri.


Vania memang mulai menjauhi Reyhan pelan pelan sejak Reyhan mengungkapkan perasaan padanya, ia menjadi tidak nyaman bila terus berdekatan dengan Reyhan.


Vania lalu segera pergi bersama anak anaknya menuju stasiun untuk kembali ke jogja demi menghindari Dave.


Mereka kembali menaiki kereta yang sama seperti beberapa bulan yang lalu, Vania juga membelikan anak anaknya roti yang dibeli di supermarket dekat stasiun seperti waktu itu.


*/*/*/


Cahaya matahari mulai masuk menyinari sebuah kamar hingga sang pemilik pun membuka mata nya namun masih enggan untuk beranjak dari kasur.


Dave lalu kembali membuka mata nya dan melirik kearah jam digital yang berada di atas nakas dan melihat sudah pukul 06.15 , dirinya langsung membuka matanya lebar lebar dan segera bangun lalu menuju kamar mandi untuk mandi.


'Tiga menit kemudian'


Dave keluar dari kamar mandi lalu segera memakai sweter berwarna hitam dan juga jeans panjang, setelahnya ia mengambil kunci motor lalu berlari keluar dari mansion.


Dave pun sampai ke Apartement milik Vania, ia langsung bergegas naik ke Apartement Vania yang terletak di lantai enam.


Saat sampai di depan pintu bernomor 75 Dave langsung memencet bel berulang ulang hingga ada seorang wanita paruh baya lewat, Dave pun bertanya pada wanita itu.


"Ooh aden teh nyari neng Vania ya?." Kata Ibu itu dengan bahasa Indonesia campur sunda.


"Ya saya nyari Vania, dia kemana ya?." Tanya Dave.


"Si eneng mah udah pergi tadi, katanya mah mau ke jogja sama anak anak nya." Kata si ibu dengan logat sunda nya.


"Kira kira udah berapa lama pergi nya bu?." Tanya Dave dengan nada panik.


"Udah sekitar sepuluh menit yang lalu den, ke stasiun xxxxxxx." Kata Ibu itu.


"Yaudah bu, makasih ya saya pamit dulu." Kata Dave lalu segera berlari ke bawah untuk pergi ke stasiun itu.


"Heh si aden mah, tapi ngeliatnya teh jadi keinget masa muda waktu sama si bapak." Kata Ibu itu lalu tertawa pelan mengenang jaman mudanya bersama suaminya itu.


Setelah berkendara dengan kecepatan 110 km/jam Dave akhirnya sampai ke stasiun, ia langsung bertanya pada kondektris yang berada disana.


"Permisi, kereta menuju jogja kapan ya berangkat nya?." Tanya Dave dengan panik.

__ADS_1


"Kereta menuju jogja baru saja berangkat lima menit yang lalu." Kata Sang kondektris sambil tersenyum.


Bahu Dave langsung melemas, ia mengusap wajahnya kasar ,terlambat...ia terlambat menemui Vania, Dave akhirnya langsung menelfon tangan kanan nya.


"Segera siapkan pesawat penerbangan ke jogja, saya tunggu tiga jam lagi." Kata Dave lalu memutuskan sambungan nya tanpa mau mendengar balasan dari sang tangan kanan nya itu.


Dave lalu menaiki motornya dan melaju kembali ke mansion nya untuk menyiapkan keberangkatan nya ke jogja.


Setelah menunggu selama tiga jam akhirnya pesawat pribadi nya pun siap, Dave lalu naik ke dalam pesawat dan segera pesawat itu berangkat menuju jogja.


*/*/*/


Vania sampai pada pukul dua sore, ia dan anak anaknya menaiki taksi untuk pergi ke Apartement nya, setelah sampai Vania dan Triplets langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur yang empuk.


'Drttt...drttt...drttt (bunyi telfon masuk guys)


"Halo Fy." Kata Vania setelah melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Halo Van, sorry ya baru nelfon sekarang, soalnya gue baru bangun nih hehehe." Kata Ify lalu terkekeh pelan.


"Iya gak papa gue ngerti kok, ada apa nelpon gue?." Tanya Vania.


"Lo beneran balik ke jogja Van?." Tanya Ify memastikan.


"Iya, ini gue udah nyampe di jogja, sekali lagi sorry ya Fy gak bisa hadirin acara lo sampe tuntas." Kata Vania dengan nada bersalah nya.


"Iya gak papa, gue nelfon lo cuma mastiin doang Van, soalnya tadi si Mars dapet telfon kalo Dave mau ke jogja sekarang, nah gue langsung nelpon elo pas tau." Kata Ify memberitahu pada Vania.


"Hah!! beneran lo?." Tanya Vania kaget hingga dirinya langsung bangun dari posisi rebahan nya.


"Iya beneran Van, eh udah ya gue tutup dulu, bye...." Kata Ify lalu memutuskan sambungan telpon nya.


'Tuttt... tuttt'


Vania melirik Triplets yang sudah terlelap karena kelelahan. Vania jadi panik sendiri, dirinya takut jika alasan Dave ke jogja adalah untuk mencari Vania dan juga anak anak nya.


*/*/*/


Guys segini dulu yeeee, Author udah nulis lebih dari 1100 kata loh ini, harap maklumi kalo kurang panjang ceritanya.

__ADS_1


See you :*


__ADS_2