
Setelah mereka semua sudah siap, mereka pun pergi ke acaranya. Perasaan Sonya gugup sekali karena ia akan diumumkan sebagai CEO baru pada malam hari itu.
Sedangkan di lain tempat, Angga sedang menunggu sosok seorang yang beberapa hari ini telah mengisi pikirannya.
"Eh Ga!" ujar Melvin kepada Angga.
"Hey! Btw Sonya mana?" tanya Angga tidak melihat Sonya di samping ataupun di dekat Melvin.
"Yee lu mah nanyanya Sonya mulu" ucap melvin memasang muka sok ngambeknya itu.
"Dia masih sama orangtua kayaknya" ucap Melvin.
"Attention semua!" ucap MC yang berada di atas panggung . Sontak semua orang pun menoleh dan memperhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Hari ini adalah acara yang diselenggarakan oleh perusahaan terkaya di dunia yakni perusahaan Wijaya . Hari ini mereka akan mengumumkan sesuatu yang sangat penting . Silahkan untuk Bapak Andi Wijaya untuk naik ke atas panggung" ucap MC itu panjang lebar.
"Ya terima kasih. Hari ini saya akan mengumunkan sesuatu hal yang penting. Hari ini saya akan memberikan jabatan saya ini kepada anak perempuan kita satu-satunya. Yaitu SONYA ANGELIA WIJAYA" ujar Radit selaku Papanya Sonya.
"Jadi, mulai hari ini Sonya lah yang akan menjadi CEO baru di perusahaan Wijaya . Silahkan Sonya" ucap Radit.
__ADS_1
Dengan gugup, Sonya pun naik ke atas panggung.
"Selamat malam semuanya. Hari ini saya sebagai CEO baru-" ucap Sonya panjang lebar. Sedari tadi sepasang mata memandang Sonya tanpa kedip.
Lah kok itu Lea ? Sonya mana ? Kok gua bingung? Batin Angga.
"Vin, jelasin!" ucap Angga dengan tatapan tajamnya itu. Melvin yang melihat tatapannya itu pun menjadi gugup setengah mati.
Emm jujur ga ya ? Nanti kalo gua nggak ngomong Angga marah. Kalo gua kasih tau adek gua marah batin Melvin. Karena sudah tak tahan dengan tatapan Angga ia pun mengatakan yang sebenarnya.
"Hah?! Jadi Sonya itu Lea?! " ucap Angga terkejut.
"Sip gua gak bakal kasih tau kok." ucap Angga lalu melangkah ke arah Sonya.
"Hai Nya!" sapa Angga. Namun bukannya menyambut kedatangan Angga , Sonya malah mengeluarkan keringat dingin tak bisa berkata-kata.
"Lu udah tau?" tanya Sonya gemetar.
"Iya" ucap Angga tersenyum. Angga lega karena ia tahu bahwa selama ini ia hanya suka sama satu orang yaitu Sonya .
"Hehe maaf gua nggak jujur" ucap Sonya sambil menunduk.
__ADS_1
"Gapapa, nari yuk lu kan udah janji sama gua" ucap Angga sambil menarik Sonya untuk menari dengannya.
Saat mereka berhadapan rasanya aneh. Keduanya merasakan hal yang sama yaitu jantung mereka yang berdetak begitu cepat.
"Lu cantik Nya" ucap Angga dan itu membuat Sonya menunduk malu .
"Hehe makasih lu juga" ucap Sonya.
"Hah? Gua cantik gitu?" tanya Angga.
"Ish au ah!" ucap Sonya memukul lengan Angga pelan.
"Hehe canda" ucap Angga.
"Di sekolah jangan kasih tau kalo gua keluarga Wijaya dulu ya . Gua bakal bongkar identitas gua sendiri" ucap Sonya.
"Sip!" ucap Angga.
Kemudian hari pun mulai larut. Mereka pun kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan gembira.
Hari-hari berikutnya, Angga semakin menempel sama Sonya. Tentu Indah merasa risih ia tidak rela kalo mantannya itu bersama si nerd yaitu Sonya. Jadi, ia merencanakan sesuatu untuk memisahkan mereka.
__ADS_1