
"Iya maaf ya , lain kali deh" ucap Sonya enggak enak hati.
"Oke" balas Devan singkat.
Pas saat itu, bel masuk pun berbunyi.
Kenapa gua harus bohong ? Karena gua merasa agak risih aja jujur deh.Lalu seorang menepuk pundak gua.
"Nya lu ada waktu gak?" tanya Angga.
"Kenapa?" tanya gua.
"Gua mau ajak lu pergi malem nanti jam tujuh bisa gak?" tanya Angga.
"Yaudah" setelah itu gua pun pergi meninggalkan kelas.
What? Kenapa gua setujuin ?
'Sial, jadi gua harus ke mansion gua yang satu lagi dong' batin Sonya.
Karena Sonya tidak ingin Angga curiga , ia akan bersiap\-siap di mansion miliknya, bukan rumahnya ya gais.
Sonya segera bersiap\-siap dan men\-share location masionnya ke Angga.
Sonya menunggu Angga dengan diam.Karena Sonya masih menyamar di depan Angga jadi Sonya pun masih memakai kacamatanya.
19.07
*from:Angga
Gua udah di depan \(read*\)
Saat gua keluar mansion, tampaklah sosok Angga yang sedang berdiri di depan mobil. Saat ia menyadari kehadiran gua ia pun tersenyum.
__ADS_1
" Lu cantik Nya" ucapnya pelan namun masih tetap kedengaran.
Lu cantik Nya.
Lu cantik Nya.
Suara Angga seperti terbayang terus di kepala. Kata yang sederhana namun memberikan efek yang parah buat jantung gua.
***\*\*\*\*\* nih jantung harus dibenerin kali yak***.
"Nya lu kenal ya sama Lea?" tanya Angga tiba\-tiba.
"H\-Hah? O\-Oh iya dia sepupu gua" ucap gua gugup.Gua gak nyangka Angga bakal nanya tentang itu.
"Lu punya rumah gede ya?"
"Hah masa sih?" tanya Sonya.
"Iya, ya udah yuk pergi" ajak Angga.
Dava POV
Setelah sampai di tujuan, Angga pun menoleh ke arah Sonya yang sedang tertidur.
__ADS_1
Cantik juga ya dia
"Nya bangun" ucap gua membangunkannya.
"Enghh... udah nyampe ya?" tanya Sonya yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Iya kuy!" ucap gua.
Tempatnya adalah sebuah restoran milik tante aku. Nama restorannya adalah 'Ell's Resto' lalu kami pun masuk ke dalam restorannya.
"Eh Angga!" ucap Tante Ellia yang melihat kehadiran gua.
"Hai Tante! Angga bawa temen" ucap gua lalu gua pun mengajak Sonya untuk duduk di pojok ruangan.
"Restoran tante lu ya?" tanyanya dengan muka yang menurut gua sangat menggemaskan.
"Iya" ucap gua lalu mencubit pipinya.
"Ih apaan sih Ga sakit tau" ucapnya memonyongkan bibirnya.
"Ih jangan monyong-monyong gitu nanti gua cium loh" ucap gua menggodanya.
Sehabis mendengarkan gua ngomong itu Sonya pun blushing.
"Elah gitu aja blushing apa lagi kalo ditembak ya" ucap gua terus menggodanya.
Mukanya Sonya pun memerah dua kali lipat.Sonya memalingkan wajahnya malu, kita pun memesan makanan dan memakannya dengan perasaan senang.
Setelah makan, gua pun mengantar Sonya pulang ke rumah. Sesampai rumahnya, Sonya tampak masih tertidur.
Dasar kebo.
Nya bangun" ucap gua berusaha membangunkannya.
Karena melihat Sonya yang tidak bereaksi gua pun menggendongnya menuju rumahnya.Gua pun mengetuk pintu.
"Tok...tok...tok..."
Saat pintu terbuka tampaklah sosok perempuan yang sepertinya adalah seorang pembantu di rumah Sonya.
"Non kenapa?" tanya perempuan itu melihat Sonya terlelap .
" Ketiduran , anterin saya ke kanarnya dong" ucap gua.
Lalu ia pun mengantar gua menuju kamarnya.
Sesampai dikamar , gua pun membaringkan tubuh Sonya dan mengecupnya pelan di kening.
__ADS_1
"Sweet dreams" ucap gua sebelum meninggalkan kamarnya.
Lalu gua pun meninggalkan rumah Sonya menuju rumah gua sendiri