
Vania dan Triplets pun akhirnya sampai di Indonesia pada pukul sepuluh lewat dua puluh lima menit.
Setelah sampai di bandara, mereka menunggu di kursi yang disediakan itu. Vania langsung menelfon Ify setelah sepuluh menit mereka sampai.
Vania dan Triplets tidak membawa apapun kecuali visa dan paspor yang palsu untuk perjalanan. Vania hanya membawa sling bag yang berisi Ponsel, uang, kartu debit, dan hand sanitizer, tak lupa juga masker wajah.
Setelah menunggu sekitar setengah jam kemudian akhirnya Ify datang, namun ia tak sendirian, Ify ke bandara bersama Fina dan Erin juga.
"Aaaa Vania gue kangen banget sama lo, peluk sini." Teriak Erin lalu memeluk tubuh Vania, untungnya bandara tidak terlalu ramai.
Vano dan Vino sudah menutup matanya, sementara Veno ia masih bisa membuka mata nya dan melihat siapa yang menghampiri mereka.
"Ih Van, ini anak lo semua? Triplets ya?." Tanya Fina sambil mengusap usap kepala Veno agar dia tertidur.
"Iya anak gue semua, ganteng dan juga lucu kan?." Tanya Vania dengan bangga.
"Iya, kalo emaknya mah kaya kaleng rombeng, untung aja anaknya kayak Prince Charming." Hujat Fina lalu tertawa agak keras hingga akhirnya membangun kan Triplets.
"Jahat lo sama gue, gue baru dateng bukan nya di peluk malah di hujat." Kata Vania dengan nada yang merajuk.
"Iya iya, sorry deh mbak Vania yang cantiknya ngalahin mimi peri, gitu kan?." Kata Fina dengan senyum lebar nya. Erin yang melihat itu tidak bisa menahan tawa nya lagi dan akhirnya tawa Erin keluar dengan keras.
"Ya gak gitu juga konsep nya Fin, ih lo mah gitu awas ya lo minta minta masakin sama gue, gak bakal mau gue." Kata Vania.
Senyum lebar Fina pun pudar, ia tidak mau kalau Erin dan Ify bisa menikmati makanan yang enak buatan Vania sedangkan dirinya tidak, akhirnya Fina meminta maaf dan juga membujuk Vania dengan tas keluaran baru dari LV.
"Oke gue mau, dua ya?." Kata Vania sambil menaik turunkan alisnya.
"Huh, iya deh." Kata Fina pasrah.
"Eh Van, lo habis nangis ya? mata lo sembab gitu ih." Kata Erin yang baru sadar dengan kondisi mata Vania.
__ADS_1
"Hah, oh iya tadi ada problem sedikit kok." Kata Vania.
"Gak mungkin ada problem dikit aja lo kabur sampe gak bawa apa apa Van." Kata Fina.
"Gue ceritain, tapi kita ke mobil dulu ya?." Kata Vania.
Mereka pun akhirnya memasuki mobil, Anak anak Vania di tempatkan di kursi paling belakang agar tidak terganggu dengan obrolan mereka.
Vania duduk bersama Ify di kursi tengah sedangkan Fina menyetir kemudi mobil bersama Erin, mereka mulai menjalankan mobil nya.
"Ceritain semuanya sekarang Van." Tagih Ify.
"Oke gue ceritain semuanya, tapi kalian jangan motong cerita gue ya?." Kata Vania.
Semuanya mengangguk setuju. Vania mulai menceritakan dari malam Prom night hingga kenapa ia langsung pulang ke Indonesia tanpa persiapan apa apa, namun Vania belum menceritakan siapa nama laki laki itu.
"Ya ampun Van, gue sampe nangis ngederin cerita lo, kok bisa sih lo setegar itu ngadepin semuanya?." Kata Erin lalu mulai menghapus air mata nya kembali.
"Gue cuma bisa nerima keadaan dan berharap semoga akhirnya gue dan anak anak gue bisa bahagia." Kata Vania.
"Gue harap semoga lo bisa bahagia ya Van, walau belum tau itu kapan tapi lo jangan pesimis dengan semua itu, gue tau lo kuat." Kata Erin sambil menyetir.
"Udah udah kok suasana nya jadi melow gini, udah nyampe tuh." Kata Fina lalu keluar dari mobil nya.
Mereka akhirnya sampai di Apartement mewah milik Vania, Vania memang sengaja tidak kembali ke Mansion keluarga Morgan atau pun Mansion lama nya agar tidak ada yang tahu, ia memang berniat menyembunyikan identitas diri nya.
Vania lalu membangunkan Triplets terlebih dahulu, Vania menunggu Triplets sampai benar benar bangun di luar bersama teman teman nya.
"Makasih ya udah jemput gue dan nganter gue sampe sini, gue ngerasa bersalah sebenernya udah ganggu jam istirahat kalian." Kata Vania.
"Apa sih lo Van, kaya sama siapa aja sih." Kata Fina lalu tersenyum.
__ADS_1
"Gak gue gak bercanda, makasih udah gak ngejauhin gue dan tulus temenan sama gue walaupun kalian tau kondisi gue yang lagi susah, dan kalian bisa ninggalin gue gitu aja." Kata Vania terharu.
"Iya, sama sama Van, yang nama nya sahabat sejati tuh gak ada yang nama nya cuma nemenin kalo lagi seneng doang, tapi juga kalo lagi susah. Gue kasih tau nih ya, kesetiaan seorang sahabat diuji ketika sahabat nya yang lain lagi susah, kalo bisa ngelewatin itu semua dengan sabar, dan ikhlas pasti akan berbuah manis." Kata Erin yang tumben bijak tidak seperti biasanya.
"Yang dibilang Erin tuh bener, kita itu sahabat yang sejati, bukan yang abal abal." Kata Fina.
"Emang yang abal abal tuh gimana?." Tanya Vania.
"Ya yang mau temenan kalo dia pinter, punya wajah yang bening, kaya, terkenal, dan yang pasti tujuan nya mau nikung doang." Kata Fina yang entah menyindir siapa.
"Emang nikung ada berapa macem sih?." Kini giliran Erin yang bertanya.
"Banyak, nikung pacar, nikung suami, nikung popularitas, nikung kaya, nikung pinter wuuh, banyak lagi deh, susah nyebutin nya." Jawab Fina.
"Udah Van, jangan banyak dengerin ocehan nya Fina, liat tuh Triplets udah keluar masang muka ngantuk nya, mending lo masuk sama anak anak lo yang ganteng terus tidur." Kata Ify yang sudah mulai bosan mendengarkan celotehan tidak berfaedah dari Fina.
"Oke, sekali lagi makasih ya bye..." Kata Vania lalu membawa Triplets masuk ke Apartement baru nya dan tidur.
Fina, Ify, dan Erin pun pulang menuju Mansion masing masing dengan Fina yang mengantarkan Erin terlebih dahulu barulah Ify.
*/*/*/
"Bagaimana? sudah ketemu siapa perempuan yang tidur dengan ku di hotel lima tahun yang lalu?." Tanya Dave sambil memperhatikan langit malam dari balkon.
"Belum tuan, mencari informasi ini akan di butuhkan waktu sekitar 1 bulan, apa tuan bisa menunggu?." Kata seseorang dari seberang telpon.
"Baiklah, aku bisa menunggu nya, tapi usahakan secepatnya jika tidak kau akan tau akibat nya." Ancam Dave pada orang itu.
"Si-siap tuan, akan saya usahakan secepat mu-mungkin." Kata orang tersebut, keringat sudah membasahi wajah pria itu dengan deras saking gugup nya mendengar ancaman tuan nya itu.
*/*/*/
__ADS_1
Oke guys, segini dulu ya cerita untuk part ini, dukung Author terus ya...
See you :*