Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
Part 41


__ADS_3

Vania dan Ify pun sampai di sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu Triplets, saat sampai mereka melihat Triplets baru saja keluar dari kelasnya dan menuju mobil Vania.


Vania dan Ify memang keluar dari mobil untuk menyapa Triplets, Triplets melihat Vania dan Ify pun segera berlari kearah mereka.


"Mommy!!." Teriak Vino, sedangkan Vano dan Veno hanya mengekori dari belakang.


"Ayo masuk dulu, kita cari makanan yang enak ya, terus makan di Apart." Ajak Vania.


Mereka pun akhirnya masuk kedalam mobil, setelah itu pergi meninggalkan halaman sekolah Triplets.


"Oh ya sayang, mommy belum kenalin Tante yang disebelah mommy ya?." Tanya Vania pada Triplets.


"Belum." Kata Triplets serempak.


"Kenalin, dia itu temen mommy waktu masih sekolah." Kata Vania lalu tersenyum.


"Halo tante, nama aku Vano." Kata Vano sambil tersenyum lebar.


"Kenalin tante, nama aku Vino." Kata Vino yang juga tersenyum lebar.


"Veno tante." Kata Veno yang hanya menampilkan wajah yang datar.


Ify sangat senang melihat Vano dan Vino terlihat antusias mengenalnya, namun ketika Veno berbicara, nada bicara dan juga wajahnya sangat datar, mungkin Veno lah yang paling menuruni sifat Dave pikirnya.


"Kenalin nama tante Silfya, biasa dipanggil tante Ify, ngomong ngomong tante suka loh liat kalian senyum, wajahnya tambah ganteng." Puji Ify pada Triplets.


Vano dan Veno yang merasa di puji oleh Ify merasa sangat senang, mereka tersenyum manis dan juga pipinya memerah, berbeda dengan Veno yang hanya tersenyum tipis.


Mereka pun akhirnya berhenti di sebuah restoran, yang keluar untuk memesan adalah Vania sementara Ify menjaga Triplets agar tidak kemana mana.


Sekitar dua puluh menit kemudian Vania akhirnya keluar dari restoran itu membawa 3 paper bag berisikan makanan.


"Lo beli apa aja Van?." Tanya Ify.


"Gue beli Sushi tiga porsi, steak empat porsi, kentang goreng ukuran jumbo dua porsi, terus minuman nya gue beli es teh 7 porsi, udah." Kata Vania lalu mulai menjalankan kembali mobilnya menuju Apartemen.


"Buset lo, banyak amat tuh pesenan nya." Kata Ify sambil menggeleng geleng kan kepalanya.


"Elo mah gitu fy, sok sok an makan nya dikit, padahal kita semua makan pada banyak banget." Protes Vania.


"Hehehe, tapi gue kok baru tau ya ada sushi juga bisa di jual di satu tempat, kan biasa nya kita kalo mau beli sushi tuh tempatnya pasti cuma restoran yang nyediain sushi." Kata Ify yang menurut Vania sangat cerewet sekarang.

__ADS_1


"Yaudah lah, mungkin itu restoran mau untung gede, gue kan juga gak tau kenapa bisa gitu." Kata Vania dengan malas.


Mereka pun sampai di dalam Apartement Vania, disana mereka lalu makan bersama setelah mengenalkan diri masing masing pada Triplets.


Setelah makan Triplets akhirnya tidur atas paksaan Vania karena Vania ingin membicarakan semua rahasia yang ia miliki pada sahabatnya.


Setelah menceritakan itu semua, Sahabatnya langsung menatap Vania dengan tatapan kagum dan tidak percaya, bagaimana bisa Vania setegar itu.


*/*/*/


Hari ini adalah hari pernikahan Mars dan Ify, kemarin Vania dkk juga anak nya berangkat ke jakarta, Vania akan tinggal di Apartement nya sampai pernikahan Ify selesai diadakan.


Vania memakai dress berwarna hitam yang membuatnya terlihat sangat cantik dan juga menawan.


Triplets juga memakai setelan jas musim panas dengan model yang sama namun berbeda warna.


Ini Contoh dress yang Vania pakai ⬇️



Ini Contoh jas musim panas Triplets ⬇️



Tadinya Vania tidak ingin membawa anak anaknya karena takut keluarganya ada disana, sebenarnya tidak masalah jika keluarga nya ada disana, namun yang ia takutkan jika ada Dave disana maka ia akan kesulitan kabur dan jika keluarganya ada disana mereka pasti akan curiga dengan hubungan Dave dan Vania.


Vania akhirnya membawa anak anak nya atas paksaan teman teman nya, mereka mengatakan sepertinya tidak mungkin Dave akan datang karena ia kan masih belum pulih sepenuhnya.


Triplets terlihat sangat antusias atau lebih tepatnya hanya Vano dan Vino yang antusias sedangkan Veno hanya bersikap biasa saja, raut wajahnya tetaplah datar.


Vania dan Triplets berangkat ke gedung pernikahan Mars dan Ify menggunakan mobil Great Wall Hover Pi Limousine yang disediakan untuk menjemput orang terdekat dari pengantin.



Vania dan Triplets pun sampai disana, gedung yang sangat besar dan biasa saja sudah disulap menjadi gedung yang mewah dan juga elegan, mereka akhirnya masuk ke gedung tersebut dan pergi menyapa Ify dan juga Mars.


*/*/*/


Dave saat ini sedang berada di Mansion nya, ia merasa sangat bosan karena dirinya belum di perbolehkan untuk pergi kemana mana oleh teman teman nya dan juga dokter.


Namun persetan dengan semua itu, Dave akhirnya mengganti pakaian dengan jas berwarna hitam. Di dalam hatinya, Dave merasa harus pergi ke pernikahan Mars atau ia akan merasa menyesal.

__ADS_1


Ia menelpon tangan kanan nya untuk menanyakan apakah hadiah yang cocok untuk sahabatnya, dan tangan kanan nya itu menyarankan untk memberikan mereka Salah satu pulau pribadi untuk hadiah pernikahan Mars dan Ify, Dave pun menyetujui saran itu.


Dave berangkat menggunakan mobil bermerk Koenigsegg CCXR Trevita yang harga nya mencapai 67 miliar rupiah.



Saat di perjalanan Dave menerima telpon dari orang suruhan nya itu, ia pun terlebih dahulu memberhentikan mobilnya di tepi jalan dan mengangkatnya.


"Sudah ketemu?." Tanya Dave.


"Sudah tuan, semua profile tentangnya akan segera saya kirim." Kata Orang itu.


"Baiklah, kirim dalam waktu dua puluh menit lagi." Kata Dave lalu menutup telpon nya dan kembali menjalan kan mobilnya.


setelah memakan waktu sekitar 15 menit kemudian, Dave akhirnya sampai dan langsung saja masuk kedalam untuk mengucapkan selamat pada Ify dan juga Mars.


Setelah sampai di depan Mars, Dave segera memeluk sahabat nya itu, Mars pun membalasnya lalu melepaskan nya.


"Kok lo kesini Dave, kan gue sama yang lain udah bilang lo dirumah aja, lo tuh masih belum pulih sepenuhnya." Cerocos Mars yang tumben sekali tidak irit bicara.


"Gak papa gue cuma bosen aja, hadiah buat kalian gue kasih cuma PP (Pulau Pribadi) gue gak papa kan?." Tanya Dave santai.


"Gila lo Dave kalo ngasih hadiah, gak nanggung nanggung, btw thanks ya." Kata Mars lalu tersenyum.


"Iya sama sama, si Felix sama Marvel dimana?." Tanya Dave lalu memperhatikan sekitarnya.


"Oh mereka lagi ngambil makan tuh." Kata Mars menunjuk orang yang sedang dicari oleh Dave.


"Oke, gue kesana ya." Kata Dave sambil berlalu menuju Felix dan Marvel.


Namun saat ia ingin menghampiri mereka, Dave melihat sosok perempuan yang selalu ada di pikiran nya setiap saat.


Dave pun menghampiri perempuan itu lalu mwnepuk bahunya dan memanggil namanya.


"Vania..."


*/*/*/


Gantung Guys ceritanya, sorry ya Author baru update nya malem malem...


See you :*

__ADS_1


__ADS_2