
Brakk
Meja tempat risha dkk dan brayen dkk di pukul sangat keras, hingga membuat semua murid memperhatikan mereka. Siapa lagi kalau bukan nanda cs
" eh lo, jadi nerd sok kecantikan baget. Pake acara duduk sama pacar pacar kita lagi" ucap nanda, sambil bergelayut ditangan dika dkk seperti monyet
" sayang usir mereka dong, aku sama temen temen aku mau duduk " ucap nanda dengan nada manja kepada dika dkk, yang membuat semua orang yang mendengar merasa mau
muntah
" apaan sih lo, pergi sana. Gue bukan pacar loh yah. Sayang sayang pala lu peyang" kata dika yang membuat semua orang di kantin tertawa
"Cih dasar ga tau malu" gumam risha yang masih terdengar dengan semua orang termasuk nanda cs
"Apa lo bilang? gak tau malu? lo kali yang ga tau malu. Penampilan kaya orang kampung, pake acara sekolah disini lagi" ucap nanda meremehkan risha
" terus?" tanya risha dengan nada bicara yang terdengar santai sangat santai
"lu itu yah, orang kampung yang sekolah disini cuman karena beasiswa, atau jangan jangan lo bisa masuk disini karena bokap lo maling" ucap nanda yang di sambut tawa dengan teman temannya
Mendengar orangtuanya dihina risha naik, dia sangat marah sehingga mengeluarkan sifat angel yang kasar. Dika dan diki pun merasa marah, karena yang dihina itu juga orangtua dika dan diki
" Bang gimana nih?" tanya diki berbisik pada dika, diki sudah merasa was was. Takut takut jika angel merubah kantin menjadi lautan darah
__ADS_1
" Biarin aja, kita tunggu kalau udah kelewatan baru kita maju." kata dika
"lu bilang apa tadi? " tanya risha dengan tatapan dinginnya, yang membuat nanda cs menjadi takut melihatnya
" Bokap lo maling" ucap nanda, yang langsung membuat risha benar benar marah. Dan yang terjadi selanjutnya adalah
Bugh
Bugh
Bugh
Plak
Plak
Plak
" Gue paling ga suka, kalau bokap gue dihina sama orang. Dan dengan mulut kotor lu itu, lo bilang bokap gue maling. Lo mau mati apa" kata risha dengan nada dinginnya, dan melanjutkan pukulannya
Bugh
Bugh
__ADS_1
Bugh
Bugh
Teman teman nanda baru ingin membantu nanda, tapi langsung ditahan oleh risha. Mereka menatap takut pada risha. Aura yang risha keluarkan membuat mereka merunding karena ketakutan.
" Kalian maju, gue pastiin nasib kalian akan sama seperti dia" kata risha dengan tatapan tajamnya
"astaga bang ini bukan risha" ujar diki panik
" Diki mending lu sekarang pinjam pisau sama bu kantin, bawa kesini sekarang " kata dika lalu menuju ke risha, berusaha menghentikan adiknya itu
"Dek, dengerin abang. Sekarang berhenti oke" kata dika berbisik sambil memeluk risha yang membuat brayen dan yang lainnya terkejut. Karena setahu mereka, dika tak pernah bersikap seperti ini
"Gue harus habisin nih orang. Dia sudah menghina dady nya risha" kata risha dingin, tentu saja itu bukan risha. Namun angel, si kepribadian ganda risha yang sangat menyeramkan
" DIKA BAWA CEPET PISAU NYA KESINI SEKARANG" teriak dika, diki langsung memberikan pisaunya ke diki. Lalu
SRETT...
Ujung pisau itu berhasil membuat tangan risha berdarah dan langsung membuat risha pingsang, Untung saja dika langsung sigap menangkap tubuh risha
"Diki lo panggilin dokter. Biar gue yang bawa risha ke Uks" kata diki dan langsung menggendong risha ala brydal style
__ADS_1