Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
Part 33


__ADS_3

Seorang laki laki tampan baru saja turun dari jet nya, Ia melangkah ke dalam mobil menuju ke mansion nya yang baru.


Ia adalah Dave...


Saat sampai disana, Dave lalu memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam mansion yang baru dibelinya itu.


Ini contoh Mansion nya guys....



Dave mulai menelusuri mansion barunya yang harganya itu sekitar 485 milliar jika di rupiah kan. Cukup bagus untuk kesan pertama nya ketika melihat lihat.


Setelah sekitar 1.5 jam melihat lihat, Dave lalu menelpon seseorang.


"Buatkan 2 landasan helikopter di mansion yang ada di Moskow." Kata Dave.


"Akan saya laksanakan tuan." Kata orang itu, lalu Dave mematikan sambungan telpon nya.


'tidak lama lagi.' Kata Dave dalam hati.


*/*/*/


Hari ini Vania akan mengajak Triplets ke taman yang ada di dekat mansion nya, mereka akan kesitu hanya dengan membawa ponsel milik Vania, dan juga bola basket kecil untuk bermain triplets, Vania juga memakai masker wajah.


Ketika disana mereka melihat banyak anak anak kecil yang sedang bermain bersama orang tua mereka.


Vania dan triplets berjalan ke arah lapangan basket yang diperuntukkan anak anak kecil dibawah umur 10 tahun. disamping lapangan basket yang diperuntukkan untuk anak anak, ada lapangan basket untuk remaja dan juga dewasa yang disatukan.


Vano, Vino, dan Veno bermain bola basket dengan antusias. Vano, dan Vino satu kelompok sedangkan Veno sendiri, namun Veno lah yang mendapatkan poin lebih banyak dibanding mereka.


"Triplet, Mommy akan beli air minum sebentar, kalian gak boleh kemana mana ya! kalo gak nanti mommy hukum oke?." Tanya Vania dengan tegas.


"Oke mom." Kata Triplets serempak.


Vania pun pergi meninggalkan triplets untuk membeli minuman. Disitu Vano, Vino, Veno pun mulai bermain basket kembali. Saat bermain basket ada seorang laki laki menghampiri mereka.


'Ceritanya mereka berbicara menggunakan bahasa Rusia ya'


"Hallo." Kata orang itu.


Vano dan Vino menjawab hallo kembali pada orang itu, namun tidak dengan Veno. Veno hanya diam menatap orang itu dengan datar.


"Kalian lagi main basket ya? Om boleh ikutan gak?." Tanya orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Dave.


Orang suruhan Dave ternyata membeli Mansion yang berada 100 meter tak jauh dari lapangan basket, Dave tadinya berniat berkeliling kawasan mansion, namun entah apa yang menarik langkahnya agar kemari.


"Gak." Kata Veno langsung menjawab.


Dave yang melihat Veno pun jadi teringat saat waktu dimana dirinya ketika kecil menatap orang asing seperti saat Veno menatapnya.

__ADS_1


"Okey kalo Om gak boleh ikut gak papa, kita kenalan dulu aja ya?." Kata Dave, Dave pun merasa aneh pada dirinya sendiri, tak biasanya dia berbicara dengan sangat lembut pada orang.


Vano, Vino, dan Veno mengangguk pelan, lalu Dave mengulurkan tangan nya kearah Vano terlebih dahulu.


"Dave, Nama Om adalah Dave." Kata Dave.


"Vano Om, Ravano." Kata Vano dengan senyuman nya.


"Aku Vino, Ravino." Kata Vino dengan nada yang ceria.


"Veno, Raveno." Kata Veno dengan singkat.


Saat mereka berkenalan, ada seorang perempuan yang menggunakan masker wajah mendekati mereka.


"Triplets, ini minum nya." Kata perempuan itu.


Perempuan itu sepertinya tak terlalu memperhatikan Dave. Lalu Dave memanggil wanita itu.


"Hei." Panggil Dave.


Perempuan itu menoleh dan matanya melotot, sepertinya ia sangat terkejut melihat Dave.


"Kau mengenalku?." Tanya Dave menunjuk dirinya sendiri.


"Em tidak, permisi tuan saya dan anak anak ini akan pergi." Kata perempuan tersebut lalu segera menarik Triplets pergi.


Dave agak bingung melihat reaksi perempuan itu, ia pun memutuskan untuk mengikuti Vania dan triplets diam diam.


Dave kemudian kembali ke mansion nya dengan berjalan kaki, Dave pun sampai lalu ia masuk dan segera membersihkan dirinya karena ia akan pergi untuk rapat, dan juga akan melakukan perjalanan bisnis sekitar 1 minggu ke London, dan juga Las Vegas.


*/*/*/


Setelah Vania membeli air untuk triplets ia pun kembali ke lapangan basket.


"Triplets, ini minum nya." Kata Vania.


"Hei." Panggil orang tersebut. Vania pun menoleh ke arahnya dan alangkah terkejutnya Vania melihat siapa yang memanggil nya.


"Kau mengenalku?." Tanya orang itu, Dia sepertinya merasa Vania mengenalinya, dan sepertinya Vania juga menunjuk kan wajah yang terlihat kaget walaupun hanya mata dan dahinya yang terlihat.


"Em tidak, permisi tuan saya dan anak anak ini akan pergi." Kata Vania lalu menarik ketiga anaknya meninggalkan lapangan basket tersebut dan jangan lupakan bola nya yang juga tertinggal.


Vania merasa sangat kaget bisa bertemu kembali dengan Dave, masalahnya Vania tidak tau bahwa orang yang mengincar nyawa nya dan juga anak anak nya sudah tewas terlebih dahulu.


Oleh karena itu Vania tidak mau memberi tahu bahwa wanita tadi adalah dirinya, dan juga ketiga anak tadi adalah anak nya dan juga Dave.


Sesampainya di mansion, Vania segera membawa anak anaknya ke kamar nya lalu Vania menyuruh anak anaknya untuk duduk di kasur.


Vania lalu berjalan ke laci yang di dalamnya terdapat sebuah buku yang berisi banyak foto Dave, dan juga keluarga Dave.

__ADS_1


"Vano, Vino, Veno...Mommy mau kasih tau kalian sebuah kebenaran, tapi kalian janji ya jangan kasih tau siapapun oke?." Kata Vania menanyakan pada triplets.


"Termasuk Oma, Opa, Om, dan Tante?." Tanya Vino polos.


"Iya, siapapun belum boleh tau untuk sekarang." Kata Vania.


Mereka pun mengangguk tanda mengiyakan, lalu Vania membuka buku itu.


"Ini adalah Daddy kalian." Kata Vania menunjukkan wajah di foto tersebut.


"Jadi Om tadi itu Daddy kita." Tanya Veno datar.


"Iya." Kata Vania.


"Terus kenapa Mommy tadi malah bawa kita pergi dari sana? kenapa gak nemuin aja kita sama Daddy." Tanya Vano heran.


"Karena ada orang jahat yang mau bunuh mommy sama kalian, maafin mommy baru ngasih tau semuanya sekarang." Kata Vania menundukkan wajahnya, ia merasa bersalah.


"Kenapa Daddy gak ngelindungin mommy dan kita? kenapa Daddy gak pernah nemuin kita?." Tanya Veno beruntun.


"Veno...Daddy bukan nya gak ngelindungin kita sayang, waktu itu mommy lagi marah sama Daddy, jadi mommy pergi ke sini, nah pas mommy mau balik ke Indonesia mommy dapet kabar kalo keluarga dari Daddy kecelakaan dan semuanya meninggal." Kata Vania, triplets mendengarkan dengan seksama.


"Disitu mommy juga dapet kabar dari orang orang mommy disana kalo yang menyebabkan mereka meninggal itu, karena ada penjahat yang mau bunuh semua orang orang yang Daddy kalian sayangin, karena itu mommy gak jadi balik dan mutusin buat disini dulu. Mommy juga baru tahu itu pas mommy lagi ngandung kalian." Sambung Vania lagi.


"Dan setau Mommy, Daddy kalian lagi berusaha buat nangkap penjahat itu. Dan Mommy belum tahu apakah udah ketangkep penjahatnya atau belum sampai sekarang, karena itu tadi kita harus pergi dulu, takutnya kalo penjahat itu masih belum ketangkep, nanti penjahat itu tau dimana keberadaan kita." Jelas Vania panjang lebar.


"Jadi Daddy gak tau kita itu ada sekarang?." Tanya Vano.


"Ya, tapi nanti Mommy yakin kalo kita bisa bersama lagi." Kata Vania lalu tersenyum lembut.


Mereka pun akhirnya hanya bercerita tentang Dave sampai malam, dan triplets pun tertidur bersama Vania. Triplets sebenarnya memang sudah mempunyai kamar masing masing, dan sudah tidur sendiri sendiri.


Ini visual triplets ya....


Ini Vano ⬇️



Ini Vino ⬇️



Dan ini Veno yang paling ganteng ⬇️



Memang gak terlalu mirip sih/ emang gak mirip sama sekali, tapi yang penting ganteng ganteng dehh...😂


*/*/*/

__ADS_1


Oke guys, untuk part ini Author buat memang lumayan panjang, semoga kalian suka....


See you :*


__ADS_2