
"Ih ***** lu boong kira-kira napa? Adek gua udah bilang sendiri kalo dia GAK PUNYA PACAR!" ucap Melvin menekankan tiga kata terakhir.
Hah? Udah putus gituh? Cepet amat batin Angga.
Saat gua sedang tiduran di kamar ponsel gua bergetar.Saat gua melihat siapa yang mengirim gua pesan itu gua kaget.
Dava?!
Isi pesan:
Nya bisa ngomong bentar di taman deket rumah lu gak?
Setelah membacanya Sonya pun langsung mengganti bajunya lalu memakai kacamatanya setelah merasa siap ia pun pergi menuju taman yang Angga maksud.
"Ga!" teriak Sonya saat ia melihat Angga . Angga sedang duduk di kursi taman itu.
"Hai Nya" ucapnya lalu mendekati gua.
"Maaf gua salah paham kemarin. Gua kira lu udah punya pacar jadi gua gak deketin lu lagi" ucap Angga.
"Gua denger lu terima mantan lu itu di rooftop sekolah maaf ya Nya" ucap Angga sambil memasang puppy facenya.
"Ish gua kira lu marah sama gua karena apa ternyata itu doang wkwk" tawa Sonya pun pecah.
"Lu cemburu emang?" tanya Sonya pertanyaan Sonya pun begitu menusuk bagi Angga.
"E-Enggak k-kok si-iapa yang c-cemburu ?" ucap Angga yang mukanya sudah memerah.
" Haha gua baru tau Angga bisa blushing juga" ucap Sonya.
"Hehe lu maafin gua kan?" tanya Angga.
"Ya" ucap Sonya lalu Angga pun memeluknya erat. Sonya yang kaget pun hanya terdiam tidak membalas ataupun melepaskan.
__ADS_1
1
2
3
4
5
Angga melepaskan pelukannya lalu ia mengantar Sonya pulang.
"Nya Lea kemana?" tanya Angga.
Gimana nih? Astaga batin Sonya.
"E-Eh dia lagi hangout k-kayaknya ngapain nyariin d-dia?" ucap gua gugup.
"Oh hehe"
"Oh yaudah byee gua pulang ya" ucap Angga lalu meninggalkan Sonya yang senyam-senyum sendiri.
Malam hari
"Hah?! Sonya jadi CEO perusahaan WIJAYA?!" kata Sonya yang kaget.
"Iya dek, abang kamu sudah memiliki perusahaannya sendiri jadi kamu yang harus meneruskan usaha Papa" jelas Papa Sonya dengan tenang.
"Ah! Sonya kan masih SMA masa udah jadi CEO?" kata Sonya tidak terima.
"Gapapa kok banyak temen papa juga anaknya udah jadi CEO, minggu depan jadi kamu siap-siap ya sayang. Tampil cantik nanti" ucap Papanya Sonya.
"Engh... yaudah deh Pa" ucap Sonya pasrah.
__ADS_1
"Good girl" ucap Papanya Sonya sambil mengelus puncak kepala anaknya.
"Hai gaes" ucap Retta yang baru datang ke sekolah.
"Hai" ucap Sonya.
"Gua mau curhat!!!" ucap Sonya lagi.Retta hanya memandang sahabatnya itu aneh.
"Napa lo Nya?" ucap Retta.
"Gua ma\-" ucapan Sonya terpotong karena teriakan Michelle yang kayak toa gitu.
"HAI GAES GUA PUNYA KABAR GEMBIRA!" ucapnya seraya menuju tempat duduk Sonya dan Retta.
"Ish berisik amat lu Chel!" ucap Sonya kesal.
"Sans mbak wkwk btw gua punya good news loh gaes" ucap Chel tersenyum.
"Apaan? Gua adanya bad news" ucap Sonya cemberut.
"Hah? Bad news apaan?" ucap Michelle yang kepo.
"Ih masa gua bakal jadi CEO nya Perusahaan Papa gua!" ucap Sonya membisikkannya kepada kedua sahabatnya itu.
"*****!" ucap mereka berdua bersamaan yang membuat banyak murid menoleh kepada kita.
"Woi! Berisik lu pada!" ucap Sonya yang masih cemberut.
"Yaudah lah Nya nasib" ucap Retta
__ADS_1