
"Bagaimana? Sangat terkejut?." Tanya Feli dengan wajah yang menyeringai.
Feli dan Reyhan berjalan mendekat ke arah Vania dan Triplets, Vania sudah sangat ketakutan, perasaan nya mulai tidak enak ketika Feli dan Reyhan mendekatinya.
Feli dan Reyhan akhirnya sampai di hadapan Vania, dan dengan tenaga penuh Feli menendang Vania lalu menjambak rambutnya hingga kepala Vania mendongak ke atas.
Tangan Vania mencoba melepaskan tangan Feli dari rambutnya hingga akhirnya Vania bisa melepaskan rambutnya dari cengkraman tangan Vania. Feli tidak tinggal diam, ia menampar pipi Vania bergantian masing masing dua kali hingga sudut bibir Vania berdarah.
"Itu hukuman buat lo karena nyoba buat ngelawan gue." Kata Feli dengan suara yang menggelegar ke seluruh penjuru ruangan.
Reyhan disana hanya menatap Vania dengan tersenyum miring, ia lalu ikut mendekat ke Vania lalu mencengkram dagu Vania dan menancapkan kuku kukunya hingga dagu Vania berdarah.
"Le-lepas Rey, sa-sakit." Kata Vania dengan suara yang tergagap, karena lehernya di cekik oleh tangan Rey yang lain nya.
Feli lalu berjalan mendekati Triplets dan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya, Vania yang melihat itu langsung berteriak.
"Feli ja-jangan lu-lukain anak gue, bi-biar gue aja, please." Kata Vania dengan air mata yang sudah meluncur ke pipinya, lehernya pun masih dicekik oleh Rey.
Reyhan pun melepaskan cekikan nya dengan melempar tubuh Vania, setelah lepas dari cekikan Rey, Vania berusaha menghirup udara sebanyak banyaknya.
Rey mendekat pada Feli, Vania lalu berdiri dan berusaha mendekati Feli dan Rey yang sedang berusaha menyakiti anak anak nya.
"Please jangan sakitin mereka, gue siap kalo kalian mau bunuh gue, tapi jangan sampe kalian lukain anak gue." Kata Vania sambil menangis.
"Ow ow ow, Vania yang malang, sayangnya gue maunya anak lo yang 'mati' biar lo dan Dave menderita." Kata Feli lalu tertawa terbahak bahak.
*/*/*/
Setelah berkutat pada laptop Vania, akhirnya Dave menemukan lokasi Vania berada, alisnya mengerut saat tau tempat yang sedang di singgahi Vania adalah di dalam hutan.
'Drttt...Drttt...'
__ADS_1
Dave langsung mengangkat telpon nya begitu tau yang menelpon adalah anak buahnya yang di perintahkan olehnya untuk mencari Vania.
"Tuan, kami sudah berhasil mendekati keberadaan nona Vania, namun di tempat itu ada sekitar empat puluh orang yang berjaga, dan baru saja bertambah lima puluh orang." Lapor sang anak buah.
"Oke, sekarang kau telpon enam puluh lima pasukan elit untuk mengepung mereka, dan jangan lupa telpon polisi dan suruh mereka membawa tiga puluh orang secepatnya, aku akan segera kesana, pantau terus pergerakan mereka." Titah Dave dengan tegas.
Setelah itu Dave segera bersiap, ia mengambil sebuah pistol yang didalamnya terdapat 25 peluru berukuran kuku bayi yang baru lahir.
Dave segera berangkat menggunakan mobil dengan kecepatan 125 KM/JAM, di dalam hatinya ia berharap semoga saja dirinya tidak terlambat.
*/*/*/
Disisi lain kondisi Vania sangatlah mengenaskan, tubuhnya telah dicambuk sebanyak tiga puluh kali dan Vania sudah kembali terikat.
Sedangkan anak anaknya pun juga luka, namun tidak separah Vania, tangan dan kaki mereka telah luka karena di gores menggunakan pisau lipat.
Triplets telah terbangun dan mereka menangis, Vano dan Vino sudah menangis dengan kencang, sementara Veno hanya menangis tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Vania merasa hatinya tercabik cabik melihat kondisi anak anaknya yang begitu kacau, namun dirinya tak bisa berbuat apapun.
Reyhan pun ikut tertawa, Feli adalah adik angkatnya, dan Vania adalah wanita yang ia cintai, namun Vania justru lebih memilih Dave dari pada dirinya, oleh karena itu ia memutuskan jika dia tidak bisa memiliki Vania, maka Dave pun juga.
Feli lalu memanggil anak buahnya untuk mengambil dirijen berisi bensin, dirinya dan Rey keluar dari gubuk itu, lalu mereka menyiram gubuk itu menggunakan bensin.
Saat Feli telah menyalakan korek api, tangan nya di tendang oleh seseorang, itu adalah Dave.
Para penjaga Feli langsung berniat melepaskan peluru, namun yang terjadi adalah diri mereka sudah jatuh tak bernyawa.
Setelah menendang Feli, Dave segera menembak Feli dua kali, Dave tadinya tidak menyadari jika api sudah jatuh ketanah dan mengenai gubuk itu, membuat api berkobar semakin besar.
"Tolong, siapapun disana!!." Teriak seorang wanita dari dalam gubuk.
__ADS_1
Dave lalu menoleh dan segera berlari masuk ke dalam tanpa memperdulikan tubuhnya yang terkena percikan api yang semakin membara.
Polisi sudah menelpon pemadam kebakaran, para anak buah Dave berusaha mencari air untuk memadamkan api yang semakin besar.
Dave terlebih dahulu mengeluarkan Triplets yang jaraknya dekat dengan pintu, setelah keluar dari sana, Dave segera memberikan Triplets yang sekarang pingsan karena kehilangan darah mereka.
Dave lalu masuk kembali dan mencari Vania, pemadam kebakaran pun akhirnya datang, mereka langsung berusaha memadamkan api yang sudah melahap hampir sebagian gubuk.
"D-Dave, aku disini." Vania sudah mencoba berteriak, namun dirinya masih sangat lemah.
Dave mendengar panggilan Vania, ia lalu menghampiri Vania dengan tergesa gesa, ia lalu segera melepaskan ikatan tali, setelah berhasil Dave menggendong Vania ala bridal style keluar dari gubuk.
Namun saat hampir sampai ada kayu yang jatuh mengenai punggung Dave, Dave berusaha menahan sakit ketika kayu itu mengenai nya, hingga akhirnya Dave dan Vania berhasil keluar dari gubuk itu.
Dave lalu menaruh Vania di tanah, namun setelah Dave menaruh tubuh Vania, dirinya tertembak oleh sebuah peluru, pelakunya adalah Rey.
"Akhh." Teriak Dave dengan keras, semua mengalihkan pandangan nya pada Dave, Dave lalu terjatuh disamping Vania dengan baju yang sudah berdarah darah.
Vania yang mendengar suara tembakan serta teriakan Dave, membuka kembali matanya.
"Van, ka-kalo aku ga-gak ada di-disamping ka-kamu lagi, tolong jangan na-nangis ya, jadi wanita ya-yang kuat, ja-jaga anak kita, I Love You." Kata Dave dengan terbata bata, lalu menutup matanya.
"Dave, please jangan tinggalin aku, kamu bilang kamu cinta aku kan?." Kata Vania lalu menangis tersedu sedu.
Api akhirnya padam, polisi segera menghubungi ambulance untuk segera ke dalam hutan membawa Vania, Triplets dan juga Dave ke rumah sakit.
Tidak menunggu waktu yang lama, Ambulance akhirnya datang dan segera membawa mereka ke rumah sakit.
Anak buah Dave yang tidak terluka pun membantu anak buah Dave yang terluka dan juga mati agar segera di tangani oleh pihak rumah sakit.
*/*/*/
__ADS_1
Guys segini dulu ceritanya ya, ayo dukung Author terus nih biar semangat lanjutin sampe end, Btw beberapa part lagi bakal tamat.
See you :*