
Pada keesokan harinya, Dave pun berangkat ke perusahaan nya, ia lalu memasuki ruang kerjanya dan duduk dikursi kebesarannya.
'Tok...tok...'
Terdengar suara pintu diketuk serta suara seorang perempuan yang meminta ijin untuk masuk.
"Permisi tuan, boleh saya masuk?" Tanya perempuan itu.
Dave yang masih fokus pada pekerjaan nya pun hanya berdehem pelan. Lalu perempuan itu pun masuk dan duduk di kursi depan meja Dave.
"Nama saya Felisya Stuart, saya adalah sekretaris baru tuan." Kata perempuan itu sambil menatap Dave terpesona, ternyata Feli adalah perempuan yang kemarin ditabrak oleh Dave saat Check out dari hotel.
Dave pun mengalihkan pandangan nya dari layar laptop, ia menatap perempuan itu dengan datar.
"Yasudah silahkan bekerja miss Feli, saya nanti akan ada rapat jadi tolong diatur." Kata Dave.
"Baik pak, ada lagi?." Tanya perempuan itu dengan pandangan yang masih menggoda.
"Tidak, silahkan pergi." Kata Dave lalu ia mengalihkan pandangan nya kembali pada layar laptop.
Karena sudah di titah oleh Dave untuk pergi, Feli akhirnya meninggalkan ruangan Dave, sebenarnya Dave tau jika Feli tertarik pada nya, namun sayangnya Dave hanya tertarik dan mencintai Vania saja, tidak ada yang lain.
Dave berpikir jika sekretaris yang baru nya ini malah menggoda Dave seperti yang sudah sudah, ia tak segan untuk memecat perempuan itu dengan cara yang tidak hormat.
*/*/*/
Vania saat ini tengah bersama anak anaknya di Mall milik Vania yang di resmikan 1 tahun setelah triplets di lahirkan, nama dari Mall ini ialah 'Triple V Mall'.
Mall ini juga cukup sukses, di Mall ini ada sekitar 1700 Karyawan yang bekerja. Target pemasaran Mall ini adalah untuk kalangan menengah ke atas, tapi meskipun begitu Mall ini tetap banyak pengunjung.
"Triplets kita cari makan dulu yuk." Ajak Vania.
"Oke mom." Kata Triplets serempak.
__ADS_1
Mereka pun mencari restoran Sushi yang paling enak, di restoran tersebut menyediakan 2 lantai untuk digunakan pengunjung dan 1 lantai pribadi untuk pemilik restoran Sushi tersebut.
Lantai satu diperuntukkan untuk para pengunjung biasa, dan untuk lantai dua diperuntukkan untuk para pengunjung yang memilih private room, biasanya untuk rapat dan keluarga kaya saja.
Jika di lantai satu para pengunjung tidak perlu membayar sewa, maka lain lagi di lantai dua, di lantai dua disediakan 5 Private room yang semua ukuran nya sama. Sewa untuk satu jam di lantai dua sekitar 2 juta rupiah.
Vania dan triplets memilih makan di Private room agar tidak mengganggu Privacy mereka.
Vania tidak tahu saja ruangan di sebelah Vania terdapat Dave dan kolega bisnisnya sedang melakukan rapat sudah sekitar satu jam yang lalu.
Pesanan Vania dan triplets
1.Norimaki ⬇️
2.Nigiri ⬇️
Vania, Vano, dan Vino sangat menyukai Norimaki dan juga Futomaki, berbeda dengan Veno yang lebih menyukai Nigiri.
Mereka makan dengan santai, Vania memang jarang membelikan anak anaknya koleksi barang yang tidak terlalu penting, tetapi jika sudah menyangkut makanan, Vania tidak tanggung tanggung membelikan Triplets makanan yang super mahal.
Total yang harus di bayar oleh Vania untuk tiga jenis makanan mencapai Rp. 8.000.000, sangat sangat mahal bukan?.
Setelah selesai mereka pun keluar dari ruangan itu menuju lantai bawah, tak Vania sangka mereka bertemu Dave yang kebetulan juga baru keluar ruangan tersebut.
Dave melihat Vania, begitupun sebaliknya. Vania lalu memalingkan wajahnya dan segera membawa Triplets, Dave langsung berlari mengejar Vania dengan cepat.
Sayangnya langkah kaki Vania tidak cukup cepat untuk berlari dari kejaran Dave, ditambah lagi Vania membawa Triplets yang langkah kakinya sangat kecil, sudah di pastikan bahwa Dave dapat menyusul Vania.
__ADS_1
Dave pun akhirnya bisa mencapai tangan Vania dan langsung mencekal tangan nya, dan memeluk Vania erat.
"Van, kamu kenapa lari dari aku? Aku kangen banget sama kamu." Kata Dave.
Vania hanya bisa diam mematung, sampai akhirnya Vania membalas pelukan Dave pelan pelan. Sementara Triplets hanya diam menyaksikan kedua orang tua mereka berpelukan.
"Kamu kenapa pergi dari aku?." Tanya Dave, matanya sudah berkaca kaca, setelah sekian lama air matanya turun kembali dengan sangat deras.
"Maafin aku." Kata Vania.
"Kamu kenapa gak hubungin aku lagi?." Tanya Dave lagi, dan Vania hanya bisa mengatakan maaf berulang kali.
Dave pun melepaskan pelukan nya, ia lalu menoleh pada Triplets, lalu kembali menatap Vania.
"Mereka siapa kamu?." Tanya Dave.
Vania masih belum menjawab, ia hanya bisa tersenyum pedih, lalu ia hanya mengatakan.
"Mereka anak aku." Kata Vania
Jawaban Vania membuat Dave seolah olah tersambar petir.
"Kamu udah nikah?." Tanya Dave.
Vania menunduk sebentar lalu mengangkat kembali kepala nya dan menggeleng pelan.
"Aku gak peduli mau mereka anak siapa, tapi kalau kamu mau aku akan nikahin kamu, kita urus ketiga anak ini sama sama, kamu mau?." Tanya Dave.
"Aku..."
*/*/*/
Oke guys, gantung ya ceritanya untuk part ini? segini dulu deh yaa...
__ADS_1
See you :*