Fake Nerd Girl

Fake Nerd Girl
Part 40


__ADS_3

Dave pun mulai membuka matanya pelan pelan, ia memperhatikan tempat dirinya berada sekarang, terdengar bunyi dari alat pasien monitor yang berbunyi.


Tidak ada siapa siapa diruangan tersebut, Dave mencoba mengingat ingat saat sebelum dirinya di rumah sakit.


Dave mulai mengingat ternyata dirinya ditembak oleh Feli di bagian dada kirinya itu. Dave pun mencoba untuk bangun dan duduk di ranjang, setelah beberapa saat akhirnya ia berhasil duduk.


Saat Dave berhasil duduk dada kirinya serasa berdenyut nyeri, rasanya agak sakit namun Dave mencoba untuk menghiraukan nya.


Ketika Dave sedang duduk di ranjangnya ada yang ingin masuk ke dalam ruangan nya, dan yang masuk kedalam ternyata adalah Felix, Mars, dan juga Marvel.


Saat mereka masuk dan melihat Dave yang sudah sadar serta sedang duduk di atas ranjang mereka pun terdiam selama beberapa detik hingga suara Dave memecahkan lamunan mereka.


"Kalian kenapa gak masuk?." Kata Dave menginterupsi mereka.


"Eh, iya Dave ini kita mau masuk." Kata Felix lalu masuk menghampiri Dave.


"Ada yang sakit gak Dave?." Tanya Mars pada Dave.


"Dada kiri gue agak sakit, tapi gak usah khawatir." Kata Dave saat melihat raut wajah mereka berubah ketika mendengar dada nya agak sakit.


"Gak, kita panggil dokter aja sekalian meriksa keadaan lo sama luka nya." Kata Marvel lalu menekan tombol disebelah ranjang Dave.


Tak lama dokter pun datang dan mulai memeriksa keadaan Dave.


"Keadaan pasien sudah mulai membaik pasca bangun dari koma nya, luka di dadanya juga sudah mulai kering." Kata Dokter itu setelah memeriksa keadaan Dave.


"Terima kasih dok." Kata Felix mewakili yang lain.


Lalu dokter itu pun pergi dari ruangan Dave, setelah benar benar pergi barulah Dave bertanya pada mereka.


"Gue beneran koma?." Tanya Dave tak yakin, pasalnya ia hanya merasa dirinya dalam keadaan tidak sadar itu sebentar.


"Iya lo beneran koma Dave, bahkan detak jantung lo sempet berhenti sekitar empat puluh detik, disitu kita takut banget lo bakal dead." Kata Marvel pada Dave.


Dave pun mengangguk pelan mendengar jawaban dari Marvel.


"Berapa lama gue koma?." Tanya Dave penasaran.


"Tiga minggu lebih dua hari Dave, tadinya kalau sampe lima hari lagi lo gak sadar Dave, gue mau ngundurin pernikahan gue sama Ify." Kata Mars pada Dave.


"Kenapa harus diundur? harusnya lo tetep adain lah, kan yang mau nikah lo Mars bukan gue." Kata Dave.


"Ya gak bisa gitu lah, masa gue lagi bahagia sedangkan sahabat gue lagi menderita, itu gak adil banget buat gue Dave." Kata Mars pada Dave.


"Thanks Mars, lo tetep nginget sahabat lo ini." Kata Dave sambil tersenyum kecil.


"Hiks....hiks....kalian buat gue bahagia sampe terharu gini." Kata Marvel sambil menangis lalu mengelap ingusnya ke bahu Felix.


Felix langsung menoyor kepala Marvel begitu sadar apa yang dilakukan oleh sahabat laknat nya itu.

__ADS_1


"Apaan sih lo, jijik gue." Kata Felix lalu menjauh dari Marvel.


Dave yang melihat itu hanya tersenyum, di dalam hatinya ia sangat bersyukur bisa bersahabat dengan mereka.


Dave pun akhirnya menjalani rawat inap selama dua hari berikut nya, dokter menyarankan agar perban nya setiap hati di ganti dan juga harus check up ke rumah sakit minimal seminggu satu kali selama tiga bulan.


*/*/*/


Vania saat ini sedang berada di Apartement nya sendirian karena anak anaknya sedang sekolah saat ini, besok teman teman nya akan datang ke Apartement nya, jadi Vania mencari resep resep makanan yang cocok untuk di sajikan nantinya.


Sampai lima belas menit kemudian bel pintu berbunyi, Vania langsung membuka pintunya tanpa berpikir panjang dan dia agak terkejut melihat siapa yang datang.


"Loh, kalian kok disini? bukan nya besok ya kalian baru kesini?." Tanya Vania bingung.


"Ya gak papa lah Van, kita emang tadinya mau besok aja tapi nanti cuman sebentar dong ketemu lo nya Van, kan kita pengen kumpul kumpul lagi sebelum pernikahan nya Ify." Jelas Erin.


"Oooh gitu, eh yaudah ayo masuk lupa gue." Kata Vania saat tersadar mereka sedang berbicara di pintu Apartement.


Mereka pun akhirnya masuk kedalam Apartement Vania dan berjalan ke sofa lalu duduk.


"Anak lo pada kemana? kok gak ada?." Tanya Fina pada Vania.


"Anak anak gue lagi pada sekolah, bentar lagi gue mau jemput mereka." Kata Vania.


"Gue ikut ya, sekalian mau liat liat kota jogja tuh kaya apa." Kata Ify.


"Cepet amat lo buat ni juice Van." Kata Fina setelah meminum juice nya.


"Gue gak bikin, itu kan Buavita." Kata Vania santai.


Tak ada percakapan lagi setelah nya, mereka sibuk menonton televisi yang sedang di nyalakan, hingga akhirnya Vania beranjak ke dalam kamar lalu mengganti baju nya dan juga membawa sling bag.


"Gue cabut dulu ya, mau jemput anak gue sekarang." Kata Vania lalu mengkode Ify untuk pergi keluar, sementara Fina melanjutkan nonton televisi nya dan Erin pergi ke dapur mengambil snack yang disimpan di lemari.


Teman teman Vania memang sudah terbiasa mengambil snack yang memang Vania taruh di lemari di samping kulkas nya dari dulu hingga sekarang waaupun berbeda rumah. mereka juga bahkan sering kali menghabiskan nya, Vania pun tidak masalah asalkan remahan nya tidak berceceran kemana mana.


Vania dan Ify pergi menggunakan mobil nya Vania menyusuri kota jogja sambil mengobrol ngobrol ringan.


"Gimana persiapan nya? udah siap belum?." Tanya Vania pada Ify.


"Udah semua dong persiapan nya sekitar 90% lah." Kata Ify sambil tersenyum manis.


"Oh ya fy, waktu itu gue nelpon lo, inget kan?." Tanya Vania.


"Ya, kenapa?." Tanya Ify menaik kan alisnya.


"Pas terakhir suara lo panik gitu, kenapa sih?." Tanya Vania lagi.


"Yaampun Van untung lo nanya ke gue, hampir aja gue lupa mau ngomong ini sama lo." Kata Ify yang semakin membuat Vania penasaran.

__ADS_1


"Emang ada apa sih?." Tanya Vania.


"Dave di tembak sama cewek." Kata Ify.


Vania langsung menghentikan mobilnya secara mendadak membuat mereka hampir saja terjembab oleh dashboard mobil, untungnya di belakang mereka pun tidak ada kendaraan.


"Maksud lo fy gimana?." Tanya Vania yang sepertinya agak bingung dengan perkataan Ify.


"Ya dia di tembak waktu di Rusia di dada kirinya, sampe koma." Jelas Ify pada Vania.


"Ditembak pake pistol?." Tanya Vania yang tumben jadi agak lemot.


"Ya iyalah, masa pake piso dapur." Kata Ify.


"Dia koma? sekarang udah sembuh belum?." Tanya Vania khawatir, ia merasa ada yang salah dengan otak nya sekarang.


"Iya, dia koma sekitar tiga mingguan gitu." Kata Ify.


Mata nya sudah berkaca kaca hingga Vania tidak dapat menahan nya lagi, air mata nya mulai meluncur dengan deras dari mata nya, Vania mulai menangis namun tidak mengeluarkan suara.


Ify yang melihat Vania menangis langsung panik, dan segera bertanya kenapa diri nya menangis, Vania tidak menjawab nya, ia berusaha menghentikan air matanya hingga akhirnya air matanya sudah berhenti.


"Lo kenapa?." Tanya Ify untuk kedua kalinya pada Vania.


"Lo masih inget kan gue bilang kalo cowok yang hamilin gue itu dateng ke Rusia, dia juga orang yang berkuasa." Kata Vania.


"Iya gue inget, emang hubungan nya apa lo nangis sekarang sama dia waktu itu?." Tanya Ify yang belum paham.


"Orang itu adalah sahabat calon suami lo yang habis ketembak fy." Kata Vania tanpa menyebutkan namanya, namun cukup untuk membuat Ify tau siapa orang nya.


Ify kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut Vania tentang sahabat calon suaminya itu.


"Jadi, ayah kandung Triplets itu..." Belum selesai Ify mengucapkan namanya Vania langsung menjawab iya.


Ify memeluk Vania dan mengucapkan maaf berkali kali karena baru memberitahu keadaan Dave sekarang.


"Fy,tapi jangan kasih tau dulu soal ini ke siapa pun untuk saat ini ya?." Kata Vania.


"Termasuk ke Fina sama Erin?."Tanya Ify.


"Mereka harus tau, tapi jangan sampe keluarga kita tau dulu oke?." Kata Vania.


"Iya Van." Kata Ify lalu tersenyum, mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan mereka untuk menjemput Triplets sambil mengobrol tentang semua rentetan kejadian yang dialami Vania.


*/*/*/


Guys, segini dulu ceritanya untuk part ini. Dukung Author terus ya biar semangat buat part part selanjutnya.


See you :*

__ADS_1


__ADS_2