Fatrher'S Will

Fatrher'S Will
BAB 1 : Kematian sang ayah


__ADS_3

Berlari ditengah ketakutan yang amat kuat wanita itu terus berlari di dalam hutan yang gelap, sesosok mahkluk hitam mengejarnya dari belakang dia terbang dan terus mengejar.


Suara teriakan minta tolong terlontar dari wanita itu dia terus berlari mencoba menjauh dari sosok hitam itu, ujung tebing dihadapinya wanita itu terjebak tidak ada jalan untuk nya berlari


terlihat dalamnya dasar jurang itu gelap pekat sosok hitam itu semakin dekat dan terus mendekat ke arahnya, wanita itu kebingungan apa yang harus dia lakukan.


Suara Trompet terdengar menggema disana seseorang muncul dan menyelamatkan wanita itu, "ayah" ujar wanita itu memanggil pria yang baru muncul, aura pria itu memancarkan kekuatan yang luar biasa hingga ketakutan dalam hati wanita itu mereda.


Sosok hitam itu terus mendekat dan menyerang mereka tapi dia terpental karena mantra yang dibaca pria itu, hingga datang orang misterius berjubah hitam dengan aura yang berbeda dia bukan makhluk kasat mata melainkan manusia.


"Siapa kamu" tanya ayah wanita itu


tanpa menjawab pertanyaan orang misterius itu langsung menyerang ayah dan mereka terlibat dalam perkelahian yang hebat, keduanya seimbang "Siapa kamu sebenarnya"


"Kamu tidak usah tau siapa saya" orang misterius itu melemparkan belatinya dan kemudian menyiram pria itu dengan air hitam


AAAAAA...


teriak ayah kesakitan serangan mendadak membuatnya kewalahan, orang berjubah tertawa meliat ayah wanita itu menderita dia memukul perutnya kuat hingga terpental jauh, wanita tadi langsung berlari kearah Ayah-nya.


"Ayahhh...... "


teriaknya memanggil manggil nama ayah dengan cepat orang misterius berdiri di belakang nya, tdia memukul wanita itu dengan sekuat tenaga hingga dia terbang menabrak tebing.


*AAAAAA....


AYAHhhhh*....hah.. hah.. tarikan nafas yang kuat Siska terbangun dari mimpi buruk nya


"Kamu tidak apa-apa Siska"


ujar rivaldi Nurdiansyah menenangkan adiknya yang berteriak ketakutan sambil memanggil nama ayah, rivaldi meminta Siska untuk berdoa agar dia merasa tenang.

__ADS_1


"kamu tidak apa-apa Siska, ini minum dulu"


Seorang wanita datang membawakan air putih untuk nya, dia memakai hijab cantik yang menutupi kepalanya.


"Terimakasih mah"


Rivaldi memberikan minuman itu pada Siska terlihat Siska mandi keringat semua badannya basah, ibu mencoba memijat pundak nya agar Siska lebih rileks.


ibu menanyakan apa yang dia mimpikan hingga berteriak seperti itu, Siska mencoba mengingat mimpi itu namun buram ia tiba-tiba lupa dengan mimpi yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu.


"sudah jangan dipaksakan jika kamu tidak ingat, lagian tidak baik juga mengingat kejadian buruk" ujar rivaldi


Suara lantunan ayat suci Al-Quran terdengar di ruang tengah, Siska menanyakan ada acara apa hingga keluarga nya melakukan pengajian dirumah, ibu memeluk Siska menyuruhnya untuk berganti baju lalu berkata agar Siska tenang.


Setelah berganti pakaian begitu terkejutnya Siska ketika melihat seseorang terbaring ditengah orang yang mengaji, dia tertutupi kain di tubuhnya sampai penutup itu dibukakan.


DEG.. deg.. deg..


"Ayah... hikss.. ayah, kenapa.. apa yang sudah terjadi, Ayah.. hiks.. hiks"


menggebik tubuhnya namun tidak ada respon sang ayah hanya diam dan terpejam, rivaldi menarik Siska yang terus membangunkan sang ayah. rasa sakit juga dirasakan rivaldi dia merasa terpukul ketika orang yang menjadi panutan nya harus pergi selamanya, ibu memeluk kedua anaknya yang menangis di pangkuannya.


Upacara pemakaman dilakukan mereka menguburkan jenazah di tempat pemakaman umum karena wasiat dari sang ayah, dia ingin dikuburkan bersama dengan masyarakat lain tanpa perlakuan khusus


walaupun dirinya seorang detektif hebat banyak orang yang menghormati nya tapi ayah selalu bersikap baik dan rendah hati terhadap semua, hingga tidak sedikit orang benci akan sikapnya yang selalu menjadi pujaan semua orang.


"Kak kamu belum memberi jawaban kenapa ayah bisa mati, seingat ku beberapa jam yang lalu ayah pergi untuk menemui seseorang"


Rivaldi hanya terdiam menatap adiknya penuh dengan pertanyaan, "dia mengalami serangan jantung hingga mobil yang dikedarai nya oleng lalu terjatuh ketepi jurang"


"jurang??? " Tiba-tiba kibasan hitam muncul Siska merasakan ingatan samar di kepalanya, dia menunduk kesakitan.

__ADS_1


"kamu kenapa"


"gak aku hanya merasa pusing aja kak"


"mungkin kamu masih syok, tidak usah banyak pikiran ayo kita pulang"


Mereka semua pulang kerumah dengan selamat.


***


Rivaldi melamun di meja kerja nya dia terus teringat dengan perkataan ayah di rumah sakit, dalam ingatan itu.


"rivaldi,.. mendekat lah.. A.. yah mau mengatakan.. se.. suatu, padamu... "


"iya ayah ada apa"


"riva.. ldi.. Kamu itu satu.. satunya.. anak laki-laki yang ayah punya.. ayah hanya ingin kamu bisa.. menjadi tulang punggung keluarga yang baik... yang bisa menjaga ibu dan adik perempuan nya.. kamu tau.. ayah mungkin tidak bisa selamat.. jadi ayah ingin kamu melakukan satu permintaan terakhir ayah.. kamu batalkan dulu rencana menikah mu dengan shabira... "


"ayah, apa maksud nya.. ayah pasti sembuh kenapa kamu bicara seperti itu"


"dengar rivaldi.. ayah tau luka ini tidak akan sembuh hanya dengan obat medis, hah.. hah.. uhuk.. uhuk.. "


"ayah.. "


"rivaldi, kamu harus janji sama ayah... kamu akan terus menjaga adikmu Siska dengan baik... jangan pernah meninggalkan nya... uhuk.. uhuk.. dengar rivaldi jangan pernah menikah sebelum adik mu dan ibu mu, ayah ingin ibumu mendapatkan orang yang diacintai saat ayah pergi... uhuk.. uhuk.. agar ada seseorang yang bisa menemani nya di masa tua nanti uhuk.. "


"ayah.. udah ayah jangan bicara lagi, nanti batuknya semakin parah"


"rivaldi.. jangan pernah mengatakan kejadian sebenarnya pada adikmu.. rasiakan semua, biarkan waktu yang mengembalikan ingatan nya.. uhuk.. uhuk.. uhuk.. ri.. valdi.. bimbing a.. yah"


rivaldi membimbing ayah mengucapkan kalimat syahadat dengan sangat berat dia terus mengucapkan ditelinga ayahnya, hingga ajal menjemput sang ayah dia meninggal dan menghembuskan nafas terakhir di pangkuannya.

__ADS_1


".. AYAH... "


__ADS_2