
rivaldi masuk ruangan sangat hati-hati perlahan dia mendekat mencari waktu yang tepat untuk membantu bisma, partnernya yang sudah babak belur membuatnya khwatir wajah tampannya penuh dengan luka.
"sebenarnya siapa kau"
Topeng yang dikenakan badut itu susah terlepas beberapa kali bisma mencoba membuka Identitas badut itu tapi dia selalu bisa melindungi dirinya dengan baik, tersadar akan kehadiran rivaldi bisma menyuruhnya untuk diam dan tidak usah ikut campur.
"apa yang dia lakukan" rivaldi semakin khawatir dengan sifat keras kepalanya bisma, dia akan marah jika rivaldi ikut campur dalam perkelahian nya tapi sebagai komandan dia tidak bisa diam saja melihat anggota nya terluka.
diluar Siska masih mengobati cazim luka di lehernya akan berdampak lebih buruk jika dia tidak segera diobati, Siska merobek sebagian bajunya dan memberikan pertolongan pertama untuk cazim hingga akhir nya dia bisa beristirahat.
Tim dua masih belum datang juga Siska begitu frustasi dengan keadaan saat ini terus menerus Siska menghubungi yuma dan jafar namun masih saja tidak ada jawaban, melihat cazim yang terbaring di sampingnya membuat Siska semakin khawatir pendaratan yang terus mengalir membuat nya cemas akan keselamatan cazim.
Tiba-tiba dari bawah terlihat sebuah cahaya terang yang menyoroti mereka cahaya itu semakin dekat Siska sedikit merasakan takut, jika itu bahaya prioritas utama adalah penyelamatan cazim itu yang terlihtas dipikirkan Siska.
"Siska"
Panggil seseorang dari arah cahaya itu yuma dan jafar datang menghampiri mereka berdua saat mengetahui itu betapa leganya perasaan Siska, tim dua datang bersama anggota kepolisian lain
para jagawana pun ikut bersama tim forensik.
mereka mulai bersiap dalam penyergapan Siska menjelaskan situasi saat ini pada yuma dan jafar, cazim semakin sekarat mereka harus segera membawanya ke rumah sakit dikarenakan sulit untuk memapang nya turun gunung tim jagawana meminta bantuan untuk mendatangkan helikopter.
tidak butuh waktu lama helikopter itu datang dengan segera cazim dibawa masuk menaikinya. "Siska kau ikutlah pergi bersama mereka" yuma menyuruh Siska pergi namun dia menolak
"hah..tidak kakaku rivaldi masih didalam"
"Siska saya tau kamu khawatir tapi jika kau tetap disini akan sangat bahaya jadi sebaiknya kamu ikut pergi bersama cazim, ayo Siska jangan membantah ini demi keselamatan mu dan komandan"
"Ya, Siska, apa sing diomongake yuma bener, luwih becik sampeyan lunga saka kene" jafar menambahkan dengan bahasa jawanya, akhirnya Siska menurut dia mau naik helikopter bersama cazim untuk pergi dari tempat itu.
"kak tolong jaga kakaku" ujar Siska pada yuma
__ADS_1
"pasti" yuma memberi keyakinan pada Siska, setelah mereka berdua naik helikopter itu pergi dan mereka kembali fokus pada penyelamatan orang yang masih didalam.
karena keributan yang terjadi diluar badut itu semakin mengganas dia sangat marah karena tempatnya sudah menjadi sorotan para detektif, karena takut akan tertangkap tanpa ragu-ragu badut itu mengerahkan semua kekuatan nya dia mengajar bisma hingga dia terpental
adanya kesempatan badut pergi melarikan diri rivaldi yang tau dia mencoba kabur dengan sigap menghadangnya, "aishh.. jangan ikut campur rivaldi" badut itu mengetahui rivaldi
rivaldi kebingungan tapi dia kembali fokus "aku tidak mau ikut campur disini aku hanya ingin menangkapmu saja"
"Sialan... "
badut itu memberikan pukulan pada rivaldi namun dia bisa menghindari dengan mudah perkelahian terjadi diantara mereka, karena badut itu sudah sangat kelelahan rivaldi bisa sangat mudah mengalahkan nya tapi dia begitu cerdik perbuatan curang dilakukan nya dia menusukan senjata miliknya kedapa rivaldi hingga kakinya teruka.
"AAAaaa... sial"
badut itu mencoba kabur bisma yang melihat itu langsung berdiri dan mengejar dengan sisa tenaga yang ada dia mengerahkan semua kekuatan untuk lari, rivaldi tidak hanya diam dia ikut lari dan mengejar mereka.
Situasi semakin tegang kejar kejaran terus terjadi badut itu terus menghindari mereka dia bersembunyi disuatu tempat, ruangan yang cukup gelap hingga membuat rivaldi dan bisma sulit untuk mengetahui keberadaan nya.
"bisma luka mu"
"ketemu" bisma menemukan badut itu karena ketahuan badut itu mendorong lemari hingga hampir mengenai mereka berdua, badut itu kembali kabur tapi dengan cepat rivaldi menghadangnya dia menghajar badut itu hingga terjatuh.
bisma yang sudah dipenuhi amarah memukul badut itu tanpa ampun hingga membuat topeng yang dipakainya retak dan pecah menjadi dua terlihat wajah badut itu tidak asing.
"cukup bisma"
"kenapa rivaldi kita harus menghajar dia agar dia tau bagaimana rasanya kesakitan" bisma yang sudah teramat kesal hingga kehilangan kontrol akan dirinya
"hentikan bisma, tenang kau itu petugas bukan seorang pembunuh"
rivaldi menarik bisma mencoba menenangkan nya "sudah hentikan ingat seorang polisi tidak akan melakukan penghakiman sendiri kita harus mengikuti aturan, dia pasti akan mendapatkan balasan nya jadi sekarang kamu tenang"
__ADS_1
setelah bisma cukup tenang rivaldi mencoba mendekati badut itu wajah nya yang sudah hancur babak belur membuat rivaldi sedikit kesal pada bisma karena kelakuan nya yang diluar batas, wajah badut itu terlihat tidak asing baginya tapi siapa? rivaldi terus mengingat sampai dia tau Identitas sebenarnya.
"RK.. apa kau kah itu" Ujar rivaldi
RK atau nama aslinya Ridkan mantan narapidana yang pernah dipenjara karena kasus pembulian di sekolah nya hingga memakan korban, dia sudah mendapatkan kasus disaat masih sekolah dasar karena usia yang masih dibawah umur RK hanya mendapat tahanan kedisiplinan tidak disangka waktu sudah lama berlalu rivaldi bisa ketemu kembali dengan nya namun dengan situasi yang tidak diharapkan.
"hem.. detektif kita ketemu lagi bagaimana keadaan mu apakah kamu masih menjadi so pahlawan seperti dulu"
"RK kenapa.. apa yang terjadi sehingga kau menjadi seperti ini"
"kenapa detektif bukan nya kau sendiri yang bilang waktu itu kalau aku harus mengikuti kata hati untuk menjalani hidup yang baik, dan inilah aku sekarang seseorang yang selalu mengikuti kata hati hidup tanpa penyesalan"
"tapi tidak seperti ini, kenapa kau menghancurkan hidup mu sendiri RK"
"Alah bacot, lagi pula aku hanya mengikuti arahan dari mu kau bilang aku harus mengikuti kata hati untuk menjadi baik aku lakukan, aku harus menolong orang yang ke sulitan aku selalu melakukan nya jadi apa salah ku kenapa kau menangkap ku"
"apa.. apa yang kau maksud RK, itu.. semua yang kau lakukan menculik orang membunuh nya apakah itu kebaikan yang kau maksud"
"kenapa detektif itu kebaikan aku meringankan beban mereka didunia dengan mengirim langsung ke surga, bukan kah itu hal yang mulia.. Aamiin"
ujar ridkan berdoa
"kau emang sudah gila, bagaimana kau mengatakan semua itu kebaikan dengan merenggut nyawa mereka. memang kau siapa Tuhan yang bisa membawa mereka ke surga" bisma memarahi RK dengan nada yang tinggi tapi tanpa peduli RK hanya tertawa "Tuhan.. hahah.. bagus itu bagus, Tuhan yah.. "
"memang kau ingin dihajar" bisma terbawa amarah lagi dia berusaha memukul RK namun rivaldi menahannya, bisma memuncak karena rk yang terus memprovokasi nya bahkan dia sampai mendorong rivaldi dari hadapannya.
"BISMA... jika kamu seperti itu aku gak akan segan mengeluarkan kamu dari tim, mundur..mundur aku bilang"
Bisma menghembuskan nafas untuk menenangkan pikiran nya dia kembali kebelakang mematuhi perintah, RK diaman kan rivaldi memborgol tangan nya lalu membawanya keluar terlihat yuma dan jafar datang mereka membantu rivaldi dan juga bisma.
"bisma kowe ora papa" ujar Ja'far menanyakan temannya yang babak belur dengan tampilan nya yang kusut tidak tau bentuk, bisma yang capek dia hanya mengayunkan tangannya di bahu jafar dan menyuruh nya memapah dia berjalan keluar
__ADS_1
sementara yuma mengamankan TKP dia menyuruh para anggota lain datang dan membereskan semuanya, rivaldi membawa RK keluar mereka dia menaiki helikopter dan pergi dari hutan dengan segera.
rivaldi menatap RK dengan rasa empati dia begitu menyesal tidak bisa menolong nya waktu itu andai waktu bisa terulang rivaldi sangat ingin membantu RK agar dia tidak menjadi orang gagal seperti ini, "jangan pernah kau tunjukkan pandangan seperti itu padaku detektif" ujar RK menatap rivaldi tajam.