
Malam sebelum penangkapan
Pak satpam yang bekerja di apartemen itu berlari dia seperti dikejar oleh sesuatu yang membuat nya ketakutan terlihat dia terus berlari walaupun harus menabrak setiap benda yang ada dihadapan nya, sampai di perempatan dia bingung dengan jalan yang harus di lalui tanpa pikir panjang satpam itu beralari kearah kiri menuju sebuah stasiun.
dia mencoba bersembunyi dengan berbaur di atas kerumunan
"aduh.. "
satpam itu menabrak seorang wanita muda dia memakai earphone ditelinga nya, pak satpam memegang tangan wanita tersebut tanpa meminta maaf dia beranjak pergi namun tangannya ditarik, satpam itu merasakan ketakutan kerena wanita tersebut menatapnya dengan mata yang tajam.
Deg.. heug..
wanita itu adalah siska sebuah telepati masuk dalam mata batinnya tragedi masa lalu pak satpam bisa dia lihat bahkan siska bisa mengetahui siapa yang sedang mengejar satpam tersebut.
"lepas, hey neng lepaskan tangan saya"
"KAU AKAN MATI"
Suara siska terdengar sangat berat dan menyeramkan pak satpam yang mendengar itu langsung mendorong siska dan pergi terbirit-birit.
heug... ahhh
siska memegang kepalanya yang kesakitan tubuhnya seakan lemas "kasian sekali bapak itu" ujar siska bergumam sendiri, sepertinya dia melihat sedikit masa depan yang akan menimpa satpam tersebut.
****
Setelah pulang joging bisma dan rivaldi kembali ke kantor terlihat ada sebuah bayangan di ruangan rivaldi curiga seorang penyusup dengan segera mereka masuk kedalam ruangan, begitu lega ternyata cazim yang ada disana hari ini dia mulai kembali masuk kerja komandan dan sahabat nya menyambut kedatangan cazim.
Cazim sempat memarahi mereka karena kegilaan nya dalam bekerja, "bukannya komandan menyuruh semua istirahat tapi kau sendiri malah bekerja lembur".
" iya memang aneh itu komandan "
"kau juga sama"
cazim bingung dengan sifat kedua temannya itu yang keras kepala saking keras nya susah untuk dinasehati, rivaldi dan bisma bergegas mempersiapkan diri sebelum semua anggota yang lain datang.
tepat pukul 08.00 semua anggota telah berkumpul di ruang rapat terlihat mereka membawa banyak data hasil dari kerja keras, dalam rapat itu rivaldi menjelaskan mengenai hasil otopsi yang telah keluar serta beberapa statemen yang telah mereka temukan.
Yuma dan Ja'far ikut memberikan keterangan dari hasil yang mereka temukan selama pencarian, Yuma menjelaskan bahwa memang terlihat beberapa kali mobil Rolls-Royce itu mengikuti zoe ke beberapa tempat, terlihat juga satpam yang bekerja di sana seperti mengenal pemilik mobil mewah tersebut.
"bisa dilihat dari rekaman cctv satpam tersebut masuk kedalam mobil mewah itu"
"apa dia mengenal seseorang didalam mobil tersebut"
"menurut beberapa temannya mengatakan bahwa memang terlihat bukan hanya sekali satpam itu masuk kedalam mobil mewah itu, besar kemungkinan dia mengenal nya"
"namun apa motif dia mengikuti zoe"
"saya belum bisa mendapatkan jawaban untuk itu tapi kedekatan zoe dan pak satpam juga tidak biasa, beberapa kali zoe selalu memberikan satpam itu uang"
"Yuma kamu tau siapa pemilik mobil Rolls-Royce itu"
"itu pertanyaan yang paling saya takutkan dari komandan"
__ADS_1
"kenapa, kau belum mengetahui pemilik mobil itu"
"bukan tapi, saya akan memaparkan saja di monitor data pemilik mobil tersebut"
Terlihat di layar data dari pemilik mobil tersebut sebuah kejutan bagi semua orang disana saat mengetahui nama yang tertulis dimonitor, "Gurdiman Wicaksono" Bisma menoleh kearah rivaldi seakan tau apa yang sedang dipikirkan oleh komandan nya tersebut.
"WAH.. komandan apa ini, sebuah lelucon mu jadi kenyataan, si gurdiman itu bersangkutan dengan kasus pembunuhan ini"
"shutt.. Bisma yang sopan, komandan gurdiman" ujar Ja'far menegur temannya itu yang berteriak begitu keras di dalam ruangan.
Rivaldi mungkin saja tidak menyukai gurdiman tapi untuk mencurigai dirinya sebagai tersangka itu tidak lah benar, perkataan nya tempo hari hanya sebuah lelucon untuk menghibur anggota nya.
"itu baru asumsi belum bisa dikatakan pasti, tapi tetap saja kita tidak boleh mengabaikan hal ini. Yuma kau cari tau identitas serta keberadaan satpam itu kita akan mengetahui kebenaran nya setelah dia diinterogasi"
"baik komandan"
Pembicaraan beralih ke fakta berikut nya disini Ja'far menjelaskan mengenai informasi yang telah dia dapatkan dari ponsel milik korban, ternyata selama beberapa hari sebelum kejadian Zoe dan stefan sempat bertengkar hebat di telpon stefan sebagai pacar tidak terima jika hubungan mereka harus putus begitu saja tanpa ada alasan yang pasti.
bahkan stefan beberapa kali sempat mengumpat dan mengatakan bahwa dia akan membunuh zoe jika mereka putus tapi semua ancam tersebut diabaikan zoe, malam sebelum kejadian zoe kembali menghubungi stefan meminta nya untuk datang ke apartemen dalam percakapan itu zoe mengatakan bahwa dia akan memaafkan stefan dan menerima cintanya kembali jika dia bisa melakukan semua persyaratan yang zoe minta.
"dia tidak menyebutkan persyaratan itu apa saja zoe mengatakan bahwa stefan akan tau setelah dia sampai di apartemen, kalau menurut asumsi ku komandan sepertinya zoe berniat meracuni stefan tapi karena hal itu ketahuan jadi zoe menembak stefan dengan pistol yang dibawanya"
"bisa saja namun kenapa stefan harus membawa pistol jika hanya bertemu zoe"
"mungkin saja untuk acaman soalnya dia pernah bilang akan membunuh zoe jika mereka putus, karena takut itu dianggap gertakan jadi stefan membawa pistol untuk menakuti zoe" ujar Bisma menambahkan asumsi
"mereka sempat bertengkar dan ketika ada kesempatan zoe mengambil pistol dan menembak nya"
Ja'far menunjukkan sebuah rekaman cctv di monitor dia berkata bahwa itu adalah rekaman asli sebelum ada yang merekayasa nya, terlihat stefan berjalan di lorong menuju kamar zoe disana dia menyambut kedatangan nya dan mempersilahkan stefan masuk.
di jam 13.02 terlihat stefan keluar dari kamar Zoe dengan ketakutan tubuhnya sempoyongan seperti orang mabuk, Zoe datang dari belakang dan menyeret tubuh stefan yang sudah lemas itu kembali ke kamarnya.
Zoe kembali keluar di jam 13.20 terlihat dia begitu panik Zoe mengawasi sekitar lalu terlihat dia turun menuju kantor satpam, mereka berdua datang kemar Zoe tidak tau apa yang dibicarakan tapi terlihat satpam itu begitu panik dia pergi ke ruang cctv dan mencoba menutupi kamera yang yang ada diruangan tersebut.
"kemungkinan besar satpam itu lah yang telah merekayasa rekaman dia menghilangkan barang bukti dan membantu Zoe"
"tapi kalau dia membantu Zoe kenapa dia tidak langsung membuang mayat tersebut dari sana, dia tidak terlihat datang kembali ke kamar zoe yang ada seorang pria misterius berjaket kulit yang kita anggap itu stefan"
Ja'far juga menjelaskan bahwa di jam 12.00 mobil Rolls-Royce itu sudah ada di sebrang gedung apartemen, "cazim siapkan surat perintah penangkapan kita akan pergi menjemput tersangka utama, Yuma kau sudah mengetahui keberadaan satpam tersebut"
"sudah komandan sekarang dia berada di apartemen tempat kejadian"
"hari ini kita harus mengetahui siapa pemilik mobil Rolls-Royce itu yang sebenarnya" ujar rivaldi
apakah memang komandan gurdiman berkaitan dengan kasus kematian Zoe dan stefan sepupunya, tim satu dengan cepat beraksi sampai di apartemen terlihat satpam itu seperti sedang menerima telpon saat berbalik begitu terkejutnya dia melihat kedatangan rivaldi dan anggota.
satpam itu berlari terbirit-birit dia terus menghidar dengan berlari kejalanan kecil sehingga para polisi itu tidak bisa mengejar menggunakan mobil, saat merasa aman dia berhenti didekat rumah besar namun tidak berpenghuni
saat hendak masuk kedalam untuk bersembunyi satpam itu mendengar suara suara aneh yang membuat bulu kuduk nya berdiri, mencoba bersikap tenang "ini siang masa ada hantu" suara itu semakin kencang aura panas dirasakan sekujur tubuhnya
bahkan terdengar suara memanggil namanya dia meminta tolong pada satpam tersebut, merasa tidak nyaman satpam itu berencana pergi namun begitu terkejut nya dia saat melihat penampakan seorang wanita dengan banyak darah di wajahnya, dahi wanita itu berlubang seperti terkena tembak.
warga yang mendengar teriakan diarah rumah kosong tersebut mencoba mengeceknya dan menemukan satpam itu terbaring pingsan di tanah, melihat kerumunan warga rivaldi dan tim mencari tahu saat masuk kedalam ternyata orang yang mereka kejar sedang terkapar disana.
__ADS_1
pada akhirnya satpam itu diamankan rivaldi dan tim mereka berterimakasih kepala para warga yang telah membantu nya dalam penangkapan tersangka, "akhirnya kita menangkap dia tapi tadi kenapa dia lari, apakah dia sudah tau bahwa kita akan akan menangkapnya"
"kita hanya menjadikan dia tersangka jika memang tidak bersalah kenapa harus kabur, aku yakin pasti dia telah melakukan sesuatu yang membuat nya ketakutan seperti itu" ujar Yuma
"apa kalian ingat saat kita ketemu dia sedang berbicara dengan seseorang menggunakan ponselnya" Ja'far mencoba mencari ponsel yang tadi dipegang satpam tersebut, saat dilihat ponsel itu rusak semua layarnya retak sepertinya dia sengaja merusaknya.
"bodoh setelah merusak nya dia malah mengambil kembali ponsel itu, Ja'far kau pergi ke tim IT dan cari tau siapa yang berbicara dengannya. sepertinya ada yang memberitahu kedatangan kita"
"baik komandan"
Akhirnya mereka sampai di kantor terlihat satpam itu terbaring di ruang interogasi tangannya terborgol dan infus di tangan satunya, dokter memeriksa ternyata dia kekurangan cairan sehingga mereka harus menginfusnya.
saat tersadar satpam itu begitu terkejut melihat ruangan yang gelap dan tangannya yang terborgol mencoba berteriak meminta tolong namun tidak siapapun yang mendengar nya, terlihat rivaldi masuk kedalam dia menanyakan keadaan satpam tersebut tanpa basa basi rivaldi duduk dan langsung menjelaskan kenapa satpam itu harus di bawa ke kantor.
"detektif kau menuduh saya sebagai pelakunya"
"tidak saya hanya bilang saat ini bapak menjadi tersangka pertama, karena bukti yang saat ini kita temukan menyudut pada pak tohir. sekarang saya hanya ingin meminta kejujuran dari pak tohir sendiri, jika terlihat bapak menipu saya maka akan ada hukuman untuk hal itu, bisa dimengerti pak tohir"
wajah satpam itu menunjukkan kecemasan dia memalingkan pandangan dari rivaldi, cazim masuk keruangan interogasi dia mengambil beberapa bukti dan menunjukkannya. semua bukti jelas mengarah pada satpam itu sehingga dia tidak bisa mengelak kembali, "jadi apa kau akan mengatakan semua, pak tohir"
pada akhirnya dia mengakui bahwa memang saat itu zoe memintanya untuk membantu dia membuang jasat stefan dan menghapus semua bukti, "nona zoe meracuni pacarnya sendiri hingga tewas" disaat pak tohir sedang bercerita mengenai kronologi yang terjadi tiba-tiba ponsel rivaldi berbunyi terlihat dokter Wahyu menelponnya.
"tunggu, saya akan kembali"
Rivaldi pergi untuk menjawab panggilan tersebut terdengar kepanikan dari dokter wahyu, "detektif sepertinya saya menemukan sesuatu yang aneh dari kedua mayat itu, setelah diteliti kembali ternyata luka tembak yang ada di dahi stefan itu bukan yang mengakibatkan kematian nya, tetapi racun yang masuk ke tubuhnya. "
"Jadi,.. "
dokter wahyu menjelaskan bahwa kemudian luka tembak di dahi stefan didapatkan setelah dia meninggal seseorang sengaja menembak dahinya untuk menghilangkan kecurigaan, rivaldi mengingat kembali perkataan pak tohir berarti apa yang dia katakan benar zoe meracuni stefan
"baik terimakasih dokter atas informasinya"
"tunggu detektif ada satu hal lagi yang harus saya katakan"
Wajah rivaldi menunjukkan kemarahan sepertinya apa yang dokter wahyu katakan membuat nya seperti itu, saat percakapan itu selesai rivaldi segera memasuki ruangan interogasi "TUAN TOHIR" memukul meja dengan keras terlihat urat wajahnya yang keluar.
"kau mengenali pria ini"
menunjukkan foto seorang pria dengan seragam polisi rivaldi menanyakan hubungan pak tohir dengan pria itu, "kau mengenalinya" rivaldi terus berteriak memintanya menjawab namun pak tohir terus mengelak dan mengaku tidak pernah mengenalnya.
rivaldi kesal dia seakan ingin menampar satpam itu tapi cazim menahannya dia menenangkan dan menyuruhnya untuk keluar, bisma yang melihat dari tempat lain pun ikut geram dia keluar untuk menghampiri rivaldi.
"komandan ada apa dengan mu kenapa sepertinya kau sangat marah sekali" ujar yuma menanyakan
fyuuuuhhhh....
rivaldi mencoba menenangkan amarahnya dengan mengatur nafas dia pergi dari sana meninggal semua anggota nya yang masih kebingungan, cazim keluar dia meminta yuma untuk membawa pak tohir ke sel untuk sementara interogasi berhenti sampai disana.
"cazim sebenarnya foto apa yang ditunjukkan komandan pada satpam itu"
"e.. foto, komandan Gurdiman"
Mendengar hal itu sontak membuat semua terkejut kenapa rivaldi menunjukkan foto komandan Gurdiman pada pak tohir bukan kah dia sendiri yang bilang untuk tidak mencurigai Gurdiman sebelum ada bukti kuat, tapi apa yang membuat nya berubah pikiran.
__ADS_1