
Hari ini daerah jakarta terus di guyur hujan dari kemarin malam hujan tidak kunjung berhenti aktivitas pun sedikit terhambat karena banyak nya daerah yang tergenang air, apalagi jakarta adalah daerah yang sudah langganan terkena banjir.
Dirumah sakit shabira terlihat sangat sibuk dia melakukan operasi dari pagi tubuh nya terasa sangat pegal karena harus berdiri beberapa jam, Ratih sahabat shabira datang dia membawa makan kesukaan nya.
Mereka berdua makan bersama di ruangan shabira, karena kelelahan shabira mencoba membaringkan tubuhnya di tempat tidur pribadi nya, "shabira lo beneran putus sama rivaldi" Ratih menanyakan penasaran
"udah lah jangan dibahas lagi, lagian yah gue itu berusaha untuk melupakan elo malah ingetin lagi gimana si"
"ya maksudnya tu gak sayang apa, padahal gue udah nantiin pernikahan kalian berdua disaat pernikahan gue kan akan jadi pager ayu dandan cantik terus nanti banyak pria yang naksir sama gue... "
"yee.. halu lagi, udah jangan banyak hayal kaya gitu, lagian kan selama ini udah ada Ja'far yang selalu setia menanti lo, hahaha.. "
"ihhh najis.. najis"
Mereka berdua melanjutkan obrolan hingga shabira kehilangan rasa kantuk nya, sementara di bandara Siska sedang menunggu taksi online yang di pesannya, hari ini dia pulang ke Jakarta karena permintaan sang kakak.
Di saat menaiki taksi tiba-tiba Siska mendapatkan suatu petunjuk dalam penglihatannya ada sebuah keributan di kantor polisi semua warga resah dengan masalah penculikan, mereka semua demo meminta pertanggungjawaban.
"pak kita ke kantor polisi Jaksel di jalan Hilir wangi yah" Siska mengubah arah tujuan menjadi kantor polisi, dia merasakan petunjuk itu bisa menjadi hal baik atau buruk baginya tapi dia tetap nekat untuk datang kesana.
Dikantor polisi terlihat beberapa warga berdemo diluar mereka meminta pertanggung jawaban atas kasus penculikan anak yang tidak kunjung usai, malah sekarang banyak korban yang berjatuhan.
beberapa jam yang lalu ada seorang petani yang baru mendatangi kebunnya disana dia mencium bau amis yang sangat menyengat, saat diperiksa ternyata sebuah mayat laki-laki tergeletak disana dengan ditutupi dedaunan.
rivaldi dan team mencoba menenangkan para warga yang demo mereka memanggil salah satu wakil pendemo untuk berbicara baik-baik, perwakilan itu terus menjelek jelekan anggota polisi team satu dia bahkan akan meminta ganti team untuk mengatasi masalah ini
"tidak bisa begitu bu, disini kami lah team penyelidik nya kalau ibu mau ganti maka ibu harus bicara sama irjen dan komandan dulu" ujar Yuma
__ADS_1
team satu meresa bingung dengan semua itu mereka belum menemukan titik cerah dari setiap bukti yang ada, dan disaat ada petunjuk mengenai liontin mereka harus kehilangan itu, beberapa hari yang lalu seorang preman datang memukul Ja'far dan mengambil barang bukti darinya.
rivaldi terus meminta kesempatan pada warga agar tetap tenang dan mempercayakan semua nya pada mereka, "sudah berapa lama penculik itu berkeliaran didaerah kita, tapi sampai saat ini belum ada kemajuan. jika kalian masih belum bertindak saya akan komplen pada atasan kalian agar kalian dipecat. " perwakilan demo itu keluar meninggalkan ruangan
Team satu merasa prustasi dengan kasus penculikan yang tidak biasa, " kalau ada pak Edwin pasti kita sudah bisa menyelesaikan semua ini" Yuma mengeluh dengan kondisi team mereka saat ini, cazim yang merasa tidak enak dengan rivaldi menyenggol tubuh yuma. "Shutt.. "
" apa yang harus kita lakoni saiki"
Sebuah telpon masuk ke handphone cazim aggota forensik memberi kabar bawah hasil dari otopsi mayat yang mereka temukan tadi pagi sudah ada, segera rivaldi dan team pergi menuju klinik di saat akan keluar terlihat wartawan berkumpul didepan kantor polisi
"komandan bagaimana ini sudah ada wartawan menunggu diluar"
"kita puter balik" mereka semua kembali ke ruangan resah dengan wartawan yang sudah ikut turun, "bisa gawat kalau berita ini sudah menyebar di media" ujar cazim
Suara ketukan pintu terdengar seseorang masuk dengan gaya tomboy nya sambil menyeret sebuah koper, "aduh ribet banget si" Siska masuk keruangan itu tanpa tau dari mana pintu nya.
"kamu sudah datang"
"komandan kenal siapa dia" ujar yuma
"dia Siska adik saya"
semua anggota terkejut selama ini mereka tidak mengetahui bahwa rivaldi mempunyai seorang adik perempuan, dia selalu terbuka mengenai kehidupannya namun dia belum pernah cerita mengenai adik nya.
Siska berkeliling melihat ruangan dia teringat waktu kecil yang selalu datang kesini untuk bertemu ayah, dan bermain bersama beberapa teman ayahnya.
"ruangan nya tidak berubah"
__ADS_1
"gak banyak yang berubah" ujar rivaldi
anggota yang lain tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, Ja'far mencoba memperkenalkan diri pada Siska "hallo jenenge is Ja'far" mengajak salaman.
"hemm.. aku dah tau"
"wehh, sampeyan wis tau"
" yo tau, apa aku ora tau. Jenengmu Ja'far saka Sumatra nanging sampeyan manggon ing Jawa lan medok Jawamu kenthel banget, iyo ta? "
"Wah, Akhire ana sing ngerti omongan ku. Siska jengeng mu Siska, seneng ketemu koe" memegang tangan Siska sambil tersenyum namun raut wajah Siska menunjukkan sebaliknya, dia hanya diam tanpa ekspresi.
Ja'far sangat girang saat ketemu Siska dia berbicara dengan lancar menggunakan dilalek Jawa nya, Anggota yang lain hanya bisa bengong melihat mereka berdua bisa akrab dalam beberapa detik.
Para anggota yang lain ikut memperkenalkan diri mereka, namun Siska menolak untuk bersalaman rivaldi yang melihat itu mencoba menjelaskan pada anggota nya. "dia tidak suka saat ada yang menyentuh nya"
Yuma dan Cazim sontak melirik Ja'far yang tadi memegang tangan Siska mereka melihat raut wajah Siska yang berubah dari sikap awalnya, Ja'far yang merasa tak enak mencoba meminta maaf namun Siska hanya menoleh nya dan pergi duduk.
"jadi kenapa kakak menyuruh ku pulang"
"emang nya salah kalau seorang kakak menghawatirkan adiknya, lagian kamu pergi gak bilang dulu sama kakak dan ibu" rivaldi duduk disamping Siska
Siska hanya diam tanpa memberi jawaban, rivaldi mencoba mengalihkan topik dia bicara mengenai liontin yang ditemukan Siska di Yogyakarta, menurut pencarian Siska liontin yang ditemukan nya berkaitan dengan barang bukti liontin kasus pembunuhan saat ini.
"jadi dimana liontin itu"
Menaruhnya diatas meja liontin yang bergambar mahkota itu memang hampir sama dengan liontin bergambar huruf S yang rivaldi temukan, Para anggota keterkejut dengan kemiripan pahatan liontin itu, namun bedanya terletak pada gambar.
__ADS_1
Rivaldi menyuruh cazim untuk mencari tau asal liontin itu dibuat, dia mengecek komputer dan mencoba mencari tau. selang beberapa menit hasil pencarian itu mengatakan bahwa pahatan dari liontin itu dibuat oleh seseorang bernama Jonson desain perhiasan asal Perancis.