Fatrher'S Will

Fatrher'S Will
BAB 27 : Hamil???


__ADS_3

Dalam flashdisk yang diberikan bu Djoko terdapat satu video pendek berdurasi 20 menit, isi video tersebut adalah sebuah percakapan pak djoko dan detektif Edwin.


Ternyata detektif Edwin telah menyelidiki latar belakang pak Bayu dan ibu aulia secara diam-diam, mereka adalah seorang pedagang yang terlilit dengan banyak hutang, kegiatan mereka berjualan di sebuah pasar dengan penghasilan yang cukup.


Sementara anak mereka mawar adalah seorang mahasiswi universitas negeri yang terkenal dia mendapatkan beasiswa untuk belajar disana, pak Edwin juga menyelidiki keseharian mawar, dan ternyata mawar dan dewa berada dalam satu kampus yang sama.


"apa mereka satu kampus" ujar pak djoko


"iya jendral, ternyata bukan hanya itu. banyak rumor berkata mereka berpacaran"


"Kamu yakin Edwin, lalu kecelakaan tersebut. jangan bilang anak saya berusaha membunuh pacarnya"


"saya tidak tau jendral, tapi menurut prediksi mereka bertengkar akibat hubungan yang sudah diluar batas, hingga akhirnya berdampak pada masa depan mereka"


"apa maksud mu Edwin" menatap tajam


"setelah di cek, dari pihak rumah sakit berkata bahwa mawar hamil, dan besar kemungkinan itu bayi dewa"


mendengar semua itu pak djoko marah dan dia tidak terima mendengar anaknya dituduh sebagai lelaki bejad yang merusak kehormatan wanita, "Edwin cukup, saya tidak perlu bantuan kamu sekarang kamu keluar. biar masalah ini saya yang akan menangani, dan kamu tidak berhak ikut campur dalam kasus ini"


"pak jendral, kedua orang tua mawar belum mengetahui hubungan mereka, jadi tolong jangan berbuat kesalahan, kita bisa cari jalan keluar dengan kekeluargaan" Ujar detektif Edwin


"KELUAR"


dengan nada tinggi pak djoko mengusir detektif Edwin, dia terduduk sedih mendengar semua kebenaran mengenai anaknya. Video tersebut berhenti sampai disana, terlihat itu rekaman cctv yang memang diambil dari kediaman pak djoko.


"masih jadi misteri siapa yang menangani kasus sebelum detektif Edwin, jelas-jelas pak djoko tidak memberi ijin detektif Edwin untuk kasus ini" ujar anggota


"cazim, siapa anggota tim satu sebelum kedatangan saya" ujar rivaldi


cazim menjelaskan bahwa semua anggota hampir sama, apalagi anggota utama namun yang berbeda adalah detektif gurdiman, dulu dia adalah wakil tim satu sebelum cazim namun semua itu berubah ketika detektif Edwin memecatnya keluar dari tim.


"alasan dia dipecat"


"kami tidak tau komandan, yang pasti waktu itu detektif Edwin marah besar ketika mengetahui tindakan detektif gurdiman" ujar cazim


Dengan wajah tergesa rivaldi dengan cepat menelpon Bisma dan menyuruh nya mengambil cctv rumah pak djoko, "kalau bisa kau ambil tanpa ketahuan" Ujar rivaldi


semua telah mendapat tugas mereka, "cazim ayo pergi, kita akan datang ke tempat dewa dan Mawar berkuliah" ujar rivaldi, dia pergi ditemani cazim. mengendarai mobil lalu melaju dengan cepat.


***


ditempat lain Siska yang merasa bosan pergi keluar untuk membeli makanan ringan, dia memasuki minimarket dan membeli beberapa barang. saat pulang tidak sengaja dirinya bertemu dengan shabira yang kebetulan lewat disana "Shabira, ngapain kamu disini.. eh kakak maksudnya" mengulang ucapan


"hehehe, santai aja panggil shabira juga gak apa"


"engak lah, kamu lebih tua dari aku. kalau kak rivaldi tau udah digetok palaku"


mereka jalan bersama sambil mengobrol, Siska juga sempat meminta maaf prihal kejadian di parkiran rumah sakit, "tiba-tiba Siska nampar tanpa izin, maaf yah" Siska menyesal, lagi pula kakaknya rivaldi selalu mengingat kan dia untuk meminta maaf pada shabira.


"pusing aku dengar ocehan nya itu" Siska mengeluh, shabira hanya tersenyum mendengarkan cerita dari adik mantan pacarnya ini.


Mungkin mereka belum terlalu akrab dan bisa dibilang Siska orang yang sulit dimengerti oleh shabira, karena kelebihan nya itu. Siska mempunyai dua kepribadian yang memusingkan, Terkadang dia akan bersikap ramah, welcome, dewasa, dan terkadang dia akan bersikap introvert, pemalu, manja, seperti anak kecil.


namun saat itu sikap nya sedang baik dia berprilaku normal, "Siska kamu kuliah jurusan apa" tanya shabira mencoba akrab.


"aku desainer grafis, namun tidak seru"


"tidak seru, kenapa"


"engak itu terlalu mudah buat Siska, padahal waktu itu kata orang mata kuliah itu tidak ada yang mudah apalagi jurusan grafis, tapi semua bohong liat aja dalam kurang lebih 7 tahun Siska bisa lulus dari tiga jurusan, MTK, Hukum, grafis"


mendengar penjelasan Siska shabira terkejut, emang ada orang yang bisa melakukan hal tersebut. sepintar apapun shabira tidak pernah tuh dia sampai loncat kelas apalagi lulus dengan tiga jurusan sekaligus.


Seketika shabira terkesan dengan Siska, ditengah obrolan tiba-tiba Siska menanyakan sesuatu hal diluar konteks, "kak dia siapa" menunjuk kearah samping kanan shabira yang notabene tidak ada siapapun.

__ADS_1


mendengar itu seketika shabira merinding, pasalnya dia tau mengenai Siska karena rivaldi sudah menceritakan semua padanya, " ada siapa Siska kaka gak liat siapapun " sambil bergetar dia memegang tangan Siska


"ada sesosok wanita cantik yang ngikutin kakak, kayanya dia suka sama kakak"


"apa.. ih Siska jangan gitu dong, kaka takut. usir aja usir. jangan ganggu tolong kamu siapapun" shabira berpindah posisi menjadi dibelakang Siska


Siska terus menatap makhluk tersebut, dia masih berdiri disana tidak ada pergerakan sepertinya makhluk itu takut akan Siska, karena waktu itu dia pernah diintimidasi olehnya. makhluk tersebut adalah wanita sama yang Siska liat di kantin rumah sakit, "kak, sepertinya dia sedang minta tolong deh"


Mencoba mendekati arwah wanita tersebut, Siska memberikan tangan padanya. dengan menatap pelan arwah itu memegang tangan Siska lalu dengan cepat telepati antara keduanya terjadi, Siska melihat bagaimana nasib dari arwah tersebut.


heeuggg... deg..


"Siska kamu kenapa" shabira panik, tubuh Siska tiba-tiba kejang dia teriak sambil memegang kepala, namun kedua matanya putih seperti orang meninggal.


dalam telepti siska diperlihatkan masa lalu arwah wanita itu, dan ternyata dia adalah mawar. sebenarnya sukma milik mawar selama ini selalu gentayangan meminta tolong, karena shabira yang selalu datang dan merawat dirinya untuk itu dia pikir shabira bisa membantu.


Namun sia-sia karena shabira tidak peka sama sekali, dan saat sukma mawar bertemu Siska pertama kali dia senang karena ada orang yang peka akan kehadirannya, namun saat itu dia takut karena Siska menunjukkan aura intimidasi padanya.


dalam tepati diperlihatkan bahwa yang menabrak mawar adalah dewa, kekasih nya sendiri. sebelum kejadian mereka sempat bertengkar masalah kehamilan mawar, dewa tidak ingin bertanggung jawab menurut nya masih sangat dini untuk keduanya menikah dan menjadi orang tua.


Beberapa kali dewa terus menyuruh mawar untuk menggugurkan kandungan, tapi dia menolak dan mengancam akan melaporkan semua pada orang tua dewa. kesal dengan sikap mawar akhirnya dewa memberhentikan mobil dan menyuruh nya keluar, mawar kecewa dengan sikap dewa dia keluar mobil dengan kondisi menangis.


Disaat mobil dewa akan pergi anehnya dia malah mundur dan terdiam sebentar, lalu dengan posisi mawar yang masih ditengah jalan dewa melajukan mobil dan langsung menghantam tubuh mawar hingga terpental jauh kesamping jalan, semua orang yang ada disana terkejut melihat sesuatu yang terbang ke pinggir jalan.


semua orang berkumpul bahkan beberapa kendaraan berhenti, karena ada seorang wanita tergeletak dengan kondisi tubuh yang hampir hancur, darah bercucuran membasahi jalanan.


heugg.. hahhh... hahh..


Siska tersadar, "ada disana" dalam telepatinya sebelum Siska benar-benar sadar dia diperlihatkan dengan sebuah bangunan tua dekat jalan tersebut, dan satu mobil hitam yang menjadi sorotan nya.


"Siska, kamu gak apa-apa"


"iya" ujar Siska, mengatur nafasnya


Shabira yang sempat ketakutan beberapa detik melihat tingkah Siska yang aneh menangis, air mata dia keluar seakan semua yang terjadi adalah kesalahan nya. karena beberapa menit sebelum nya Siska berkata ada arwah yang mengikuti shabira "aku pikir makhluk itu jahatin kamu, mencoba bawa kamu seperti di cerita horor"


"fyuuuhhh... syukur kalau emang kamu gak apa-apa, tapi tadi kamu kenapa"


"kak, apa kaka menangani pasien yang bernama Mawar, usianya sama seperti aku kira-kira 25-27 lah"


"kok kamu tau, iya kaka dokter yang merawat mawar" ujar shabira, dia cukup terkejut karena yang tau akan hal itu cuman dia, Ratih, dan rivaldi.


"makhluk yang ngikutin kakak itu adalah mawar, bukan semacam hantu tapi kaya inang kesadaran atau sukma lah"


"apa, tapi ngapain dia ngikutin kakak"


Siska menjelaskan semuanya sedetail mungkin, sampai dia pun meminta diantar menuju kantor rivaldi karena ada hal yang harus dia sampaikan.


Sesampainya di kantor polisi terlihat semua anggota tim satu sedang sibuk namun dia tidak melihat kehadiran kakaknya, "komandan sedang ke Universitas Negeri jaya" ujar anggota disana


tidak mau pulang tanpa hasil akhirnya Siska memutuskan untuk menunggu, "kak kalau kamu mau pulang silahkan" ujar Siska, namun shabira menolak dan memilih menemani Siska disana.


Cukup lama bagi mereka menunggu, mungkin hampir 4jam mereka nunggu akhirnya rivaldi dan cazim kembali terlihat Yuma juga baru sampai. melihat kehadiran Siska dan shabira membuat rivaldi cukup bingung "ngapain kalian disini"


"aku hanya nganterin Siska, katanya dia ingin ketemu sama kamu" ujar shabira


"oh, tapi ko kalian bisa bareng"


"tadi kita ketemu di minimarket, udalah kak itu gak penting ada hal lain yang harus kakak tau, ayo kita bicara berdua" ujar Siska, rivaldi mengajak Siska untuk bicara di ruanganya saja.


"ada apa" ujar rivaldi


Dengan nada pelan siska menjelaskan mengenai prihal yang dia lihat dalam mata batinnya, dia cerita mengenai dewa yang ingin mawar menggugurkan kandungan, lalu mereka bertengkar hebat dan mawar keluar mobil, dan karena marah dewa sengaja menabrak tubuh mawar sampai terpental.


"jadi dia sengaja melakukan itu, semua atas dasar amarah bukan karena kelalaian berkendara" ujar rivaldi, dia paham akan semua kronologi ini tapi tetap dia masih perlu bukti.

__ADS_1


"kak, sebenarnya mawar sempat bertanya sama Siska apakah kalian akan melanjutkan kasus kecelakaan nya"


"kenapa, kakak juga tidak yakin. karena pak Bayu sangat ingin menahan dewa, tapi masalah nya dia sekarang sedang sekarat dirumah sakit Singapura," rivaldi menunjukkan foto kondisi dewa yang memang penuh dengan impusan di tubuhnya,


"tadinya kaka juga tidak yakin dia sakit tapi waktu kakak meminta bantuan teman yang ada di Singapura, inilah kebenaran nya" ujar rivaldi


"kak, eumm mawar bilang dia sudah ikhlas, dia tidak butuh keadilan lagi dari dewa" Siska menyampaikan pesan yang ingin mawar katakan pada semua orang, terlihat mawar memang sudah ingin pergi dari dunia ini.


"dia ada disini" ujar rivaldi


Siska mengangguk, mawar berdiri tepat dibelakang rivaldi dia begitu tersiksa dengan semuanya, sebenarnya mawar marah akan dewa tapi dia juga tidak ingin melihat orang tuanya terus terluka, lagi pula dia juga harus segera pergi dia tidak mau terus ditahan didunia ini, anak nya sedang menunggu kedatangan ibunya di alam lain.


Setelah melakukan perbincangan dengan mawar melalui Siska rivaldi akhirnya memutuskan untuk datang kerumah sakit dan mengajak kedua orang tua mawar berdiskusi, "dek kamu juga ikut, siapa tau mawar butuh kamu. tidak apa-apa kan" ujar rivaldi


"eumm... oke"


Akhirnya rivaldi, Siska, shabira, dan cazim pun pergi kerumah sakit "Yuma nanti tolong kamu telpon Bisma dan katakan untuk datang kerumah sakit" ujar rivaldi


"baik komandan"


mereka berempat pergi kerumah sakit, terlihat disana ada mawar yang sedang terbaring dengan alat medis. arwah mawar sendiri pun hadir disana, dia menangis melihat dirinya sendiri.


Siska yang peka terhadap mawar dia mencoba menenangkan dengan mengelus tangannya, "sakit yah, sabar aku yakin semua akan baik-baik saja sebentar lagi" ujar Siska, dia berbicara pada tubuh mawar yang terbaring.


pak Bayu dan ibu aulia ternyata tidak ada di kamar Mawar, kata suster mereka pergi beberapa jam yang lalu dan sampai mau magrib pun belum juga kembali. sambil menunggu mereka datang semua orang pergi untuk melakukan sholat, saat itu Siska sedang berhalangan dia tetap diam menjaga mawar.


"Siska, terimakasih yah mau menolong ku. sebenarnya aku takut sama kamu, karena waktu pertama ketemu kamu sangat seram, malah lebih seram dari hantu disini" ujar arwah mawar


"hahaha.. jadi kamu bilang aku lebih menakutkan dari hantu yang tidak ada matanya kaya dia, terus tidak ada kaki kaya dia, tidak ada perut kaya dia" Ujar Siska, dia menunjuk setiap hantu yang sedang berkumpul di ruangan mawar mereka menatap Siska.


"lah, ko ada mereka si, ihh Siska seram.. ahh siapa mereka"


"hantu takut hantu.. hahaha, mereka penghuni rumah sakit ini, bisa dibilang mereka mati saat oprasi atau emang tidak ketolong aja, tapi arwah nya emang suka ada disini. Mereka hantu penasaran" ujar Siska menjelaskan


"heh Siska apa aku juga akan seperti mereka, hantu penasaran" ujar arwah mawar, dia takut akan dirinya. namun Siska menjelaskan kalau dia ikhlas akan kematian yang terjadi padanya itu semua tidak akan terjadi, tapi jika mawar masih tetap dengan rasa dendam atau penasaran akan dunia ini maka mawar akan seperti itu.


"jadi kamu ikhlas atau engga"


"ikhlas lah, kan mati, jodoh dan rezeki Tuhan yang ngatur. kalau aku harus mati dengan cara itu yaudah aku ikhlas toh disana kan ada anak ku yang sedang menunggu" arwah mawar penuh pengertian


"padahal anak itu hasil zina, hahaha tapi Tuhan emang maha pengampun sepertinya dia memaafkan mu, kamu tampak bahagia. dasar mawar pengen cepet-cepet ketemu anakmu yah"


Mereka berdua mengobrol tanpa disadari orang tua mawar sudah datang, mereka yang melihat Siska berbicara sendiri menganggap nya gila tapi mereka diam ketika Siska menyebutkan nama mawar.


"kamu siapa, ngapain duduk dikamar anak saya" ujar pak bayu


"hallo pak, ibu, saya Siska adiknya detektif rivaldi"


mendengar nama rivaldi kedua orang tua mawar marah, mereka menyeret Siska keluar sampai mendorongnya jatuh ke bawah lantai. "pergi kamu ngapain kesini, mau nyakitin anak saya yah. emang yah gak kakak gak adek sama aja kalian hanya melihat orang tinggi dari pada orang lemah seperti kami"


Pak bayu marah dia memaki-maki Siska sampai melemparkan barang miliknya kewajah, mendengar keributan seorang suster datang untuk melerai begitu pun dengan yang lain. saat itu Siska dan orang tua mawar menjadi tontonan orang rumah sakit, rivaldi dan cazim yang telah selesai sholat bingung dengan keributan di dekat ruangan mawar, bergegas menghampiri.


"Siska" ujar rivaldi, dia memeluk adiknya yang tengah ketakutan sambil menutup kupingnya, semua orang masih bergerumbul sampai akhir nya shabira datang dengan satpam dan membubarkan semua.


Kedua orang tua mawar dibawa ke kantin rumah sakit rivaldi, cazim dan shabira mereka duduk berhadapan dengan pak bayu dan ibu aulia, sementara Siska duduk di meja lain sebelah nya.


Shabira menjelaskan semua pada orang tua mawar namun pak bayu tetap tidak percaya, "dokter, kamu tau sendiri bagaimana kita berusaha merawat mawar agar dia sembuh kembali, dan pelakunya tertangkap tapi kalian malah bilang Mawar tersiksa apa-apan ini"


Pak bayu terus berceramah dia seakan tertindas dengan perlakuan rivaldi dan teman-temannya, ibu aulia hanya menangis menambah drama tersebut. rivaldi terus berusaha memberikan penjelasan, dengan nada pelan dan sabar terus dia lakukan.


"TIDAK, DETEKTIF KALO KALIAN SEPERTI INI KAMI AKAN TUNTUT KALIAN, KARENA TELAH MENGGANGGU KETENANGAN KAMI"


pak bayu semakin marah dia berteriak hingga semua orang di ruangan itu menatap kearah mereka, "aahh engak" Siska ketakutan sambil menutup kuping, tubuh nya gemetar dengan air mata membasahi pipinya.


"Siska tenang kakak disini" rivaldi berpindah posisi dia duduk di meja Siska dan terus menenangkan nya, Siska tidak bisa dibentak dia seperti punya trauma, tubunya akan gemetar dan pikiran nya seakan kacau.

__ADS_1


Shabira memberikan minum dan membantu menenangkan "pak tolong bisa kita bicara pelan, lagi pula ini rumah sakit bukan kantor BAP" ujar cazim.


__ADS_2