
Hari ini Siska pergi menuju daerah kebayoran lama cuaca pagi begitu sangat segar hingga menambah semangat aktivitas, disana Siska datang ke sebuah pabrik yang cukup besar terlihat para karyawan yang sedang bekerja.
Siska hanya melihat bangunan itu dari luar apa yang orang lihat berbeda dengan apa yang Siska lihat mengenai pabrik tersebut, disana dia bisa merasakan aura negatif yang begitu kuat akibat itu Siska merasakan sakit yang luar biasa dengan pernapasan nya.
uhuk.. uhuck.. uhuk..
Dulu sebelum menjadi sebuah pabrik tempat itu adalah sebuah rumah besar milik keluarga harmonis dan dermawan namun semua berubah ketika mereka kehilangan satu anggota keluarga dan mendapatkan pristiwa tragis, semua anggota keluarga meninggal hanya menyisakan satu anak laki-laki usia 10 tahun.
anak laki-laki itu sekarang sudah tumbuh menjadi seorang detektif yang luar biasa bahkan dia beberapa kali menjadi pengabdi teladan, anak itu adalah cazim aditama wakil dari tim satu yang di ketuai oleh Rivaldi Nurdiansyah.
disekitar pabrik tersebut ada sebuah kebun singkong milik warga sekitar bukan hanya singkong tapi ada beberapa tanaman besar lain yang paling menarik perhatian Siska ialah pohon pisang, kumpulan pohon pisang itu memiliki aura yang kuat seperti mitosnya pohon pisang adalah tempat diamana para makhluk tak kasat mata hidup.
Siska mencoba mendekati pohon tersebut dia masuk kelahan kebun orang tanpa ijin, tangan Siska menyentuh batang pohon itu namun tidak ada reaksi apapun dia tidak mendapatkan petunjuk apapun.
"aneh aku yakin aura negatif itu berasal dari sini tapi kenapa tidak ada apapun yang terjadi"
Siska berbalik berniat pergi namun begitu terkejutnya dia ketika ada sesosok bayangan menghampiri nya dan mendorong tubuhnya, "Aaaa... " Siska terjatuh badannya kesakitan dia mencoba berdiri membersihkan bajunya yang kotor.
"aihh.. kenapa dia muncul tiba-tiba kaya gitu pake dorong segala lagi"
pruk.. pruk..
Membersihkan baju yang kotor terkena tanah disaat membersihkan Siska merasakan ada yang aneh dengan sekitarnya, melihat sekeliling ada perubahan dengan tempatnya bahkan bangunan yang berdiri disamping kebun itu tidak terlihat
sadar akan keanehan itu Siska bergegas pergi dari sana dan ternyata benar disaat Siska kembali ke titik awal pabrik itu tidak ada dia hanya melihat rumah mewah dan megah, "APA INI.. " Siska teriak sambil memegang kepalanya
"tunggu aku dimana apa ini dimensi lain, benarkah biasanya ini tidak pernah terjadi"
terlihat kepanikan dalam hati Siska ini adalah pertama kali baginya memasuki ruang dimensi, namun dia belum mengerti sama sekali dengan apa yang terjadi sebenarnya kenapa Siska bisa tiba-tiba masuk kedalam dimensi ini.
dia mencoba mendekati rumah mewah itu semua terlihat nyata apa yang Siska pegang dan lihat bisa dia rasakan bukan seperti bayangan, "wahh apa ini aku bisa merasakan semuanya" dengan napas yang berat Siska mencoba bertahan dan menenangkan dirinya.
memasuki halaman rumah itu Siska mengendap mencoba membuka pintu dia tidak merasakan adanya orang disana, perlahan menjelajahi ruangan disana semua yang ada seperti nyata dari semua barang dan artikel rumah.
bahkan Siska bisa menyentuh barang tersebut disaat mengelilingi ruangan terdengar seperti adanya intekrasi yang terjadi Siska mencoba melihat dia bersembunyi di balik dinding, ada seorang anak laki-laki kurang lebih 10 tahun dan satu anak perempuan yang sedang bermain bola bersama.
"ini.. sepertinya aku pernah melihat hal ini,.. "
Siska melihat kedua anak itu yang sangat senang
keduanya tertawa dan bermain bersama situasi yang penuh kehangatan, ketika keduanya bermain Siska baru tersadar bahwa dia memasuki dimensi masa lalu nya cazim "iya ini dari masa lalu tapi bagaimana bisa aku masuk ke dimensi ini"
tink tong.. tink tong..
"suara bel" Siska panik dengan suara itu karena dia tahu persis bagaimana kejadian akan terjadi setelah ini.
"Aa coba lihat diluar ada siapa, mamah lagi masak tolong bukain sebentar" ujar wanita dewasa dari arah dapur terlihat sepertinya dia tengah memasak makanan untuk anaknya.
"iya mah"
"hah.. tidak jangan pergi" Siska mencoba menahan anak lelaki itu namun dia tidak bisa bergerak seakan tubuhnya kaku dan mematung
anak lelaki itu pergi meninggalkan adiknya yang asik bermain bola sendiri, Siska dengan penuh kepanikan berusaha untuk bergerak dari sana namun tubuhnya seakan dilem kakinya tidak mau bergerak sama sekali.
"Aahhh.. kenapa tidak mau bergerak si, ayo dong kenapa bisa gini.. tunggu" Siska melihat kearah anak perempuan itu dia masih disana asik bermain bola untuk sementara Siska masih lega namun dia harus menemani anak itu agar dia tidak keluar, tapi pintu kearah kolam tertutup rapat.
disaat berusaha tiba-tiba terlihat ada sebuah bayangan hitam melintas dari luar rumah "siapa itu" ujar Siska mencoba melihat kearah luar namun tubuhnya masih kaku dia belum bisa bergerak sama sekali
Trekk..
suara pintu dibuka Siska melihat bayangan hitam dibalik pintu kaca itu namun dia tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang nya, Siska terus menatap kearah pintu tersebut terlihat perlahan pintu nya terbuka "apa pintu nya, tu.. tunggu jangan.. jangan pergi"
__ADS_1
Siska semakin cemas dia terus berusaha sekuat tenaga untuk pergi dari sana namun tetap tidak bisa anak perempuan itu melihat kearah luar dia tertawa seperti ada seseorang yang mengajaknya bermain, anak itu mulai merangkak dan dia pergi kearah sana Siska yang melihat itu terus berusaha dia berteriak meminta anak itu berhenti
"Tante.. cazim kalian dimana tolongin sista dia keluar menuju kolam, tante dia akan mati.. cazim tolong selamatkan adik mu... hiks.. hiks.. tante anak mu tante dia..ak-an mati.. hiks.. "
Siska menangis berteriak meminta tolong namun tidak ada siapapun yang mendengar teriakannya, anak perempuan itu sudah berada di pinggir kolam renang dia begitu senang melihat air dihadapan nya namun anehnya anak itu diam dia tidak bergerak lagi.
"dia hanya duduk diam" fyuhh... Siska bernafas lega namun saat diperhatikan tiba-tiba ada sebuah bola ber gelinding dan jatuh kedalam kolam itu "tidak.. dari mana asal bola itu, tidak jangan sista jangan pergi.. sista"
Byuurrr....
anak perempuan itu terjatuh dia bergerak ketakutan suara rengekan tangisnya terdengar di kuping Siska, air masuk kehidung dan mulutnya sehingga dia kesulitan anak perempuan itu terus bergerak didalam kolam. Siska yang melihat itu berusaha untuk lari tapi apa daya tubuhnya masih membeku tidak bergerak, "tidak.. TIDAK... " air mata mengalir di pipinya
kejadian itu seperti sangat nyata terjadi dihadapan nya Siska merasa buruk karena diam saja melihat semua itu terjadi, Siska menangis tidak kuasa melihat nya tidak butuh waktu lama anak perempuan itu telah kehilangan nyawanya tubuhnya mengambang diatas air.
cazim datang dan mencari keberadaan adiknya begitu terkejut nya dia saat melihat apa yang sudah terjadi dia berteriak memanggil ibunya untuk datang, sang ibu menghampiri cazim dia ikut berteriak ketika melihat anak perempuan nya mengambang tidak bernyawa di kolam renang.
cazim menangis begitupun ibunya dia membawa anak perempuan nya keatas dan berusaha menyadarkan tapi ibunya terlambat anaknya sudah tiada, Siska menunduk menangis melihat kejadian itu dia tidak kuasa mengahadapi semua nya.
"aku mau keluar dari sini...hiks... hiks.. "
Brukk..
terdengar suara barang terjatuh Siska berbalik dia melihat ada seseorang disana "siapa itu" dengan cepat Siska pergi tubuhnya sudah tidak kaku dia bisa bergerak kembali, namun saat mengecek dari asal suara Siska tidak melihat siapapun disana "kemana dia pergi, tunggu aku dimana perasaan tadi aku di dekat rumah cazim tapi ini berubah"
saat melihat sekitar Siska sudah berdiri disebrang jauh dari rumah cazim terdengar ledakan besar berasal dari rumah itu
BOOMMM...
"HAh.. apa yang terjadi kenapa rumah itu tiba-tiba meledak, apakah ini kejadian satu tahun setelah sista meninggal"
rumah besar itu terbakar api begitu cepat merambat kepermukaan angin bertiup hingga memperbesar kobaran api, dari arah rumah itu terlihat seseorang berlari menjauh dari api "cazim" seorang anak laki-laki selamat dari kebakaran itu terlihat tubuhnya terluka dia menangis memanggil nama ayah dan ibunya.
para warga datang berkumpul mereka menelpon pemadam kebakaran terlihat cazim ditolong oleh salah satu warga semua merasa empati dengan apa yang menimpa keluarga itu, para warga berusaha memadamkan api mereka saling gotong royong melakukannya.
seseorang datang disamping Siska dia berdiri sejajar dengan nya "siapa dia" dalam hati Siska terkejut dengan kedatangan nya namun dia berusaha tenang "apa dia bisa melihat ku"
Siska mencoba melambaikan tangan menarik perhatian nya tapi tidak ada respon sama sekali karena penasaran Siska mencoba mendekat dan menyentuh nya namun seseorang menahannya dia memegang tangan Siska sosok itu adalah anak kecil tubuhnya begitu dingin dan wajahnya putih seperti mayat.
Gluupp..
Siska menelan ludahnya dia ketakutan saat anak kecil itu memegang tangannya "ha..ai ade siapa" anak itu tidak menjawab sama sekali namun perhatian Siska teralihkan karena pria yang berdiri disamping nya itu pergi, pria itu berjalan menuju kebun disebelah rumah Siska mencoba mengikuti dari belakang.
terlihat dia mengendap-endap dia berjalan dan berhenti tepat di dekat pohon pisang tempat dimana Siska tiba-tiba masuk ke dimensi ini, pria itu mencoba menggali lubang lalu memasukan sebuah kompan kedalam nya setelah selesai dia menutup kembali lubang itu dan menambahkan dedaunan di atasnya agar tidak ada orang yang curiga.
melihat semua yang terjadi Siska begitu terkejut apa yang dia rasakan ternyata benar adanya kejadian kebakaran itu bukan semata-mata akibat gas yang bocor tapi ada yang sengaja melakukannya, "aku paham sekarang. ada orang yang ingin mencelakai keluarga kak cazim dari kecelakaan sista dan kebakaran semua sudah direncanakan"
Aahhhh...
kepala Siska tiba-tiba sakit dia menjerit kesakitan penglihatan nya kabur kepalanya terasa sangat berat, "ahhh.. apa yang terjadi padaku", hegg.. huuu.. fyuuuhh..
Siska kembali sadar tubuhnya terbaring diatas tanah seorang warga berada disamping nya dia menayangkan keadaan Siska "aku kenapa yah pak" ujarnya menanyakan
"harusnya saya yang tanya neng ngapain disini tadi bapak liat kamu terbaring dibawah, kamu baik-baik saja tidak ada yang sakit"
Siska merasa aneh dengan penjelasan itu yang jelas dia ingat saat itu dia jatuh kemudian masuk ke dimensi masalalu cazim, melihat sekitar semua kembali ke masa sekarang terlihat pabrik besar di sampingnya "pak tadi bapak melihat sesuatu disekitar sini seorang pria tua berpakaian mewah tubuhnya kecil namun gemuk, apa bapak melihat nya"
"tidak saya tidak melihat siapapun disekitar sini, bapak hanya melihat eneng yang tergeletak disini. neng dirampok bukan? "
"A.. engak cuman, lupakan mungkin saya halu sinasi pak terimakasih yah sudah menolong saya" Siska berdiri berterimakasih kepada bapak tua itu ditengah percakapan tiba-tiba seseorang datang memanggil namanya
terlihat rivaldi datang bersama yuma dan bisma mereka berlari mendekat kearah Siska "oh itu tadi bapak lihat ponsel neng bunyi jadi bapak angkat ternyata itu kakaknya jadi bapak menyuruh dia datang takut neng kenapa napa"
__ADS_1
"A.. ah" Siska paham
"Siska kamu tidak Apa-apa tadi kakak dengar kamu pingsan di kebun apa yang sebenarnya terjadi" rivaldi membalikkan tubuh Siska melihat lihat takutnya ada sebuah luka ditubuh nya.
"aku gak Apa-apa kak tenang aja gak usah panik kaya gitu"
"bagaimana gak panik kenapa kamu bisa ada disini, kamu tahu tidak kakak itu khawatir kata mamah kamu pergi pagi sekali tanpa pamit. terus tiba-tiba kamu ada di daerah kebayoran lama dalam keadaan pingsan di hutan, gimana gak cemas kakak Buru buru datang ke sini"
"iya dia sampai hampir nabrak mobil orang gara-gara khawatir sama lo tau gak, lagian ngapain coba kesini mau nyuri pisang gak usah jauh-jauh ke kebayoran di belakang rumah gue juga banyak" ujar bisma
"ihh.. siapa juga yang mau nyuri pisang"
"lagian ngapain lo ada di kebun orang tanpa ijin terus pingsan dipinggir pohon pisang kalau bukan mau nyuri, emang terlihat enak itu pisang tapi gak usah nyuri juga"
"Gue bilang siapa yang mau nyuri pisang sialan lo" Siska geram dengan bisma dia mencoba memukulnya namun bisma menghindar.
"sudah kakak bertanya serius Siska"
"ya Siska juga serius kak, Siska gak ada niat buat nyuri pisang, masa kakak gak percaya"
"hahahaha... " bisma tertawa meliat Siska merengek di depan kakaknya
"apa ketawa, nyebelin banget si lo"
"sudah sudah, bisma diam. pak terimakasih ya sebelum nya sudah menolong adik saya"
"iya aden tidak Apa-apa kalau gitu bapak pamit yah, harus ke kebun soalnya"
"oh.. iya Pak silahkan sekali lagi terimakasih"
bapak itu pamit meninggalkan mereka berempat disana "terimakasih pak" ujar Siska, sekarang rivaldi kembali ke pertanyaan awal kenapa Siska ada disini dia menatap adik nya tajam
Siska bingung apa yang harus dia jelaskan namun saat itu dia teringat dengan kompan yang terkubur dibawah kakinya dengan segera dia mencari sesuatu untuk menggali tanah, "apa yang kamu cari" rivaldi menanyakan apa yang sedang dilakukan adiknya itu yuma dan bisma pun ikut bingung.
"kak cari itu dong, alat untuk menggali tanah"
"gali tanah, untuk apa"
"cari dulu nanti Siska jelaskan, please"
bisma tanpa berkata dia pergi begitu saja tidak menghiraukan kepergiannya mereka terus mencari alat, terlihat ada sebuah batang ranting cukup keras Siska mencoba menggali menggunakan itu "ehh.. dimana yah, disini" menggali
"biar kakak saja, dimana yang harus digali"
"disana, yah disitu"
rivaldi menggali tanah itu sesuai intruksi Siska cukup susah karena batang kayu itu cepat patah "minggir kalau mau menggali itu harus pakai ini" bisma datang membawa cangkul di pundaknya
"dari mana lo dapet itu" ujar yuma
"hahha.. lo gak inget tadi kan bapak itu pergi bawa cangkul jadi gue pinjam sebentar cangkul nya" bisma menggali dengan semangat, cukup lama mereka menggali namun masih belum menemukan sesuatu yang aneh hanya ada sampah yang menumpuk
"aku yakin barang itu ada disini, bisma lebih cepat galinya"
"sabar dong cape nih, emang mau seberapa dalam lagi tanah ini di gali"
"jangan banyak tanya gali aja terus"
"Siska emang apa yang sedang kamu cari sebenarnya" tanya rivaldi
"kompan bensin"
__ADS_1
"hah kompan" mereka semua bingung dengan apa yang Siska katakan kenapa dia mencari kompan dibawah tanah, setelah beberapa lama menggali akhirnya bisma menemukan barang yang Siska cari sebuah kompan.
terlihat sedikit penyok dan kotor namun kompan itu masih utuh "sama memang benar sama dengan apa yang aku lihat" Siska terlihat sedih saat melihat kompan itu, kebenaran yang tidak pernah orang tau tentang musibah kebakaran yang menimpa keluarga cazim beberapa tahun lalu.