
Kondisi didalam kantin semakin kacau, pak bayu terus menyudutkan rivaldi dan tim dia semakin membesar-besarkan masalah dengan melibatkan warga rumah sakit.
Semua orang yang hadir disana mendapatkan kesalahpahaman, pak bayu dan ibu aulia melakukan drama seakan dirinya ditindas dengan hukum yang cacat.
"pak detektif kenapa kalian seperti ini pada rakyat miskin seperti kita, semua orang dengar apakah saya salah menuntut pelaku yang telah menabrak anak saya, apakah saya salah meminta pertanggung jawabannya" ujar pak bayu
"tidak.... " ujar semua orang
Warga yang tidak tau apapun sekarang mulai menghakimi, mereka nyerang rivaldi dan tim dengan terus menjelekkan nama baik, membawa jabatan dan karir, membawa keadilan diatas kebodohan.
"ahhh stop, stop... " ujar Siska, yang terus meronta kesakitan, dia tidak tahan dengan suara warga yang menggema di ruangan itu.
"komandan, bagaimana ini kenapa jadi serumit ini, dan ada apa dengan pak bayu, aku pikir dia orang berjiwa sabar dan tenang. tapi apa dramnya itu, komandan kita harus bagaimana" ujar Cazim
Rivaldi terus berusaha tenang, mencoba mencari cara untuk keluar dari kericuhan warga yang salah paham. "Siska, sorry" ujar rivaldi, melihat adiknya terus gemetar ketakutan, kondisi yang terpojok rivaldi dan tim tidak bisa keluar dari kerumunan tersebut.
"DIAM"
Terdengar suara teriakan lantang menggema diruangan menghentikan kericuhan seketika, Bisma datang berjalan dari luar kantin, raut wajah sangar ditunjukkan nya.
"akhirnya dia datang" ujar cazim
"ada apa ini, kalian tidak malu walaupun ini kantin tapi tetap lingkungan rumah sakit, apa kalian tau suara kalian mengganggu orang-orang yang tengah kesakitan diluar sana, bodoh" ujar Bisma
kedatangan Bisma menghentikan kericuhan, namun tidak bertahan lama warga kembali tersulut api kesalah pahaman dari pak bayu. " oh jadi seperti itu cara main mu oke, Hey liat ini" ujar Bisma, melemparkan setumpukan foto ke udara.
"apa ini,... apa.. "
Melihat keatas sebuah foto-foto berterbangan menghujani. "Pak bayu" semua orang bingung apa maksud semua itu, terlihat banyak foto pak bayu dan ibu aulia yang tengah belanja di toko dan tempat yang mahal.
"lihatlah mereka yang tengah menghamburkan uang, berpura-pura menjadi korban untuk mendapatkan kesenangan. Dan ada lagi komandan, ini kalian harus liat" Bisma menaruh cek dan nota belanja diatas meja, dan semua saldo yang tertulis dikertas itu tidak kecil.
"Pak bayu, kau menipu keluarga dewa. kau mencoba memanfaatkan kebaikan pak Djoko" ujar cazim
"Gak, detektif sumpah itu bukan kami sebenarnya... "
"Cukup, pak bayu pikir terlebih dahulu sebelum bicara sumpah. mungkin sekarang kau aman tapi jika kau bohong akibatnya akan lebih besar, paham" ujar rivaldi
Beberapa jam yang lalu disaat Bisma mengantarkan bu Djoko pulang ada sebuah pesan masuk dari Ja'far, dia memberikan semua informasi yang diketahui dari kenalannya yang bertetangga dengan pak bayu dan bu aulia.
Mereka memang keluarga miskin tapi hati mereka baik dan sayang akan anaknya, meski terus ditagih rentenir karena hutang itu tidak membuang semangat mereka untuk bertahan hidup. semua yang terlihat baik dan normal seketika berubah tanpa sadar, Mawar kecelakaan pak bayu dan ibu aulia sedih dan putus asa.
setelah berusaha mencari keadilan untuk anaknya, akhirnya ada titik terang namun semua menjadi keserakahan, pak bayu dan Ibu aulia seakan tergiur dengan sejumlah uang yang jarang mereka bisa dapatkan tapi dalam sekejap mata hanya menekankan nomor mereka bisa kaya.
awalnya masih baik tapi karena mencoba sekali akhirnya ketagihan, mereka melakukan korupsi terhadap donasi anaknya sendiri. Memeras pak Djoko dengan alasan anak, mereka seakan menjual kondisi mawar untuk mendapatkan simpati semua orang.
"selama ini mereka selalu meminta uang lebih dari biaya pengobatan yang sebenarnya" ujar bisma
"lalu brosur ini, apa maksudnya kenapa ada tulisan mohon bantuan Mawar"
__ADS_1
"itu, karena mereka mencari donasi untuk pengobatan Mawar, dan berhasil menipu pengusaha tinggi dengan sejumlah uang 1.6 triliun"
Seketika semua terdiam jadi sebenarnya siapa yang salah, apakah pak Djoko karena lari dari tanggung jawab atau pak bayu yang memanfaatkan kesakitan mawar untuk uang jajan.
"cazim bawa mereka kekantor kita selesaikan semua di ruang BAP" ujar rivaldi
"tunggu apa maksud nya detektif, warga, pak bu tolong liat apa yang sedang dilakukan aparat bodoh ini, lepasin kita.. detektif"
Pak bayu dan ibu aulia dibawa, mereka akan melakukan interogasi untuk dimintai penjelasan.
***
"jadi apa alibi mu sekarang pak bayu" ujar rivaldi membuka pembicaraan dengan Sopan.
Pak bayu dan ibu aulia tidak menjawab mereka terus berontak meminta keadilan, terus mencoba pergi dari borgol yang di pasangkan. "detektif apa kau bekerjasama dengan jendral sombong itu, kau hanya membelanya. Detektif apakah ini tugasmu, kau.. biadap"
"pak bayu, kau keterlaluan berani sekali berbicara seperti itu pada atasan saya" ujar cazim
Rivaldi hanya diam dia menenangkan cazim dan mengisyaratkan semua baik-baik saja, tanpa basa basi Bisma masuk lalu dia memutar sebuah rekaman audio dari recorder nya.
"hallo pak djoko"
"iya, pak bayu silahkan kan duduk ada apa yah"
Sebuah percakapan antara pak djoko dan pak bayu, mereka membahas mengenai pengobatan mawar. terdengar pak Djoko membujuk pak bayu agar berhenti meminta uang untuk alasan yang tidak penting, mereka sudah tau bahwa hal yang selalu pak bayu katakan dengan alasan mawar semua adalah kebohongan.
"saya tau kau seorang jendral, kehormatan mu tinggi dari jabatan mu sendiri. pak saya disini biacara baik, tapi jika kau sudah mengancam seperti itu saya juga harus melakukan hal yang sama betul." ujar pak bayu
" apa maksud mu*"
Disini pak bayu mengancam dengan sebuah fakta mengenai anaknya, dia berkata akan menyebarkan aib dewa ke sosial media agar semua orang tau bahwa kehebatan pak djoko martabat nya, kehormatan nya itu tidak ada artinya karena anaknya sendiri seorang sampah masyarakat.
"pak bayu, kau bisa menghipnotis semua orang dengan kata manis mu, tapi apakah kau juga akan melakukan alibi untuk ini" ujar Bisma
Pak bayu dan ibu aulia sudah tidak bisa mengelak, tapi mereka terus berkata tinggi dan semakin jadi. "kami akan menuntut kalian semua, saya tidak akan kalah detektif" ujar pak bayu.
"komandan, apakah ini benar pak bayu yang sama, ko beda"
Sementara diluar siska masih terbujur lemas diatas sopa ditemani shabira, dia merawat Siska yang sakit. "ahh mawar, kenapa" ujar Siska, dia melihat kehadiran arwah mawar yang tengah berdiri didepan pintu dengan tatapan marah penuh kesedihan
"kenapa, kau ingin memasuki tubuhku, kau ingin bicara dengan orang tua mu. ahh.. masuklah aku ijinkan tapi kau hanya punya waktu 15 menit, tubuhku tidak fit akan susah bagiku bertahan" ujar Siska menjelaskan, tanpa pikir lama arwah mawar masuk ketubuh siska.
heugg.. deg..
"ahhh.. Aaaaaa" siska teriak, tubuhnya tidak kuat menahan gejolak emosi mawar, tatapan matanya berubah.
"Siska" ujar shabira, terkejut mendengar siska teriak. Siska yang sudah tidak sadar hanya melirik kehadiran shabira lalu pergi keluar mencari keberadaan orang tua mawar.
"ini persis seperti waktu itu, Siska tunggu kamu mau kemana" shabira mengejar, mereka berdua pergi menuju ruang BAP. "Siska sadar, kamu kenapa si, Siska jangan"
__ADS_1
Blugggg Gedebuk....
Pintu di dobrak nya, membuat semua orang didalam terkejut. "Siska" ujar rivaldi, melihat kehadiran adiknya yang tiba-tiba, rivaldi bingung dan dia melihat mata siska yang tatapannya berubah "siapa kamu, kenapa kau memasuki tubuh adik saya"
Rivaldi sudah mengetahui bahwa itu bukan adiknya, ada sebuah mahluk lain mengendalikan jiwa Siska. "komandan, Siska kenapa" ujar cazim, dia cukup takut melihat Siska matanya melotot kuat hingga bola matanya merah dengan urat.
semua orang terkejut termasuk pak bayu dia memeluk istrinya, ibu aulia berjerit ketika Siska menatap kearah mereka dan berjalan menghampiri. "detektif, kenapa dengan anak itu... dia, dia mau apa.. pergi kenapa kau melihat kita seperti itu, ahh pahhh" ujar ibu aulia
"Siska sadar, Sis.. " rivaldi terdiam ketika adiknya melirik dan menggelengkan kepala, shabira menghampiri rivaldi dan menceritakan bahwa kemungkinan yang ada dalam tubuh Siska sekarang adalah mawar.
Siska terus mendekat berjalan kearah pak bayu dan ibu aulia, dia membanting semua barang dan meja menjauh, "detektif tolong ni anak kenapa, hey detektif... pak.. pak" ujar pak bayu, sekarang Siska tepat berada dihadapan mereka dia berdiri sambil menatap tajam.
"mau apa kamu, siapa kamu" ujar pak bayu
Siska hanya menatap sambil meneteskan air mata, membuat semua orang bingung. rivaldi mencoba menjelaskan bahwa itu kemungkinan mawar, dia juga cerita mengenai adiknya yang peka akan mahklu lain.
Namun pak bayu tidak percaya mereka mengatakan bahwa detektif rivaldi gila, ibu aulia menambahkan dengan ucapan nya yang pedes. "dasar detektif gila, tahayul.. jaman sekarang masih percaya kaya gitu"
"Mah.. pah... " panggilnya, seketika semua terkejut apalagi pak pak bayu dan ibu aulia mereka seakan pamiliyar dengan suara tersebut, "mah.. pah.. aku mawar.. "
Pak bayu tidak mengerti dengan ucapan Siska, kenapa dirinya mengaku sebagai mawar dan kenapa suaranya persis seperti dia. "mah.. pah.. maafkan mawar, tolong hentikan.. biarkan mawar pergi"
"apa, apa maksud nya itu. detektif kenapa dia bercanda seperti itu"
"pah.. mawar ingin pergi tolong jangan tahan mawar, jangan berbuat keserakahan"
Mereka masih belum bisa mencerna, tapi disana arwah mawar terus meminta orang tuanya berhenti melakukan kesalahan, dia menangis meninta dilepaskan dari dunia ini.
dirinya ingin pergi tidak mau terus terkekang, dia tidak ingin menjadi pelantara untuk kejahatan orang tuanya. "mah.. pah, lepaskan mawar cabut semua alat dari tubuh ku, mawar kesakitan.. mawar tidak kuat.. "
Tubuh Siska masih mematung dengan kendali mawar, dia menangis meneteskan air mata merintih kesakitan, tidak tahan dengan semua penderitaan. "Mawar, anak mamah.. nak, apakah selama ini kamu menderita apakah selama ini kami menyakiti mu nak, mamah tidak tau.. ma..mah hanya ingin kamu kembali sehat, mamah ingin melihat mu beraktivitas seperti biasa lagi"
Hati ibu emang luar biasa bu aulia merasakan kehadiran mawar dan juga rasa sakitnya, dia meminta maaf atas keegoisan dia akan anaknya. mereka terlalu memaksakan mawar untuk bertahan hidup, padahal mereka juga sudah mengetahui tidak mungkin mawar kembali karena sel saraf nya benar-benar pecah, mereka terus mengoperasikan otaknya untuk tetap hidup dengan sebuah alat.
Sesaat suasana api emosi berubah menjadi air mata, kehadiran mawar membalikkan hati pak bayu dan ibu aulia. disana pak bayu masih terdiam tidak percaya, namun bu aulia menjelaskan dirinya percaya itu mawar karena hati seorang ibu tidak pernah salah untuk anaknya.
Dengan penuh pertimbangan akhirnya mereka mengakui dan memohon pengampunan, "mawar mamah janji, akan mengakhiri ini semua. mamah dan papah tidak akan mengekang mu lagi, kau bisa pergi.. kami akan ikhlas melepaskan kepergian mu" ujar bu aulia
"*terima kasih mah, pah.. mawar senang"
euuggg... hahhh.. hahh*..
Mawar pergi meninggalkan tubuh Siska, dia kembali namun tidak sadarkan diri. tubunya lemas dan hampir terjatuh, "Siska, kamu tidak apa-apa" tanya rivaldi, dia menahan tubuhnya lalu mendudukkan nya diatas kursi.
"pak kami salah, saya meminta maaf dan akan bertanggung jawab. tapi tolong jangan libatkan istri saya biarkan saya saja yang ditahan" ujar pak bayu
"Semua akan baik ketika kita membicarakan dengan jelas, besok kita akan memanggil keluar dewa dan kita akan berusaha membantu permasalahan kalian dan semoga pak djoko bisa memaafkan tanpa harus ke jalur hukum" ujar rivaldi
Pak bayu dan ibu aulia senang, tapi dari malam itu keduanya harus tinggal di penjara sampai semua nya benar-benar terungkap.
__ADS_1