
Dirumah sakit terlihat Shabira yang kelelahan setelah melakukan operasi hampir 4 jam dia duduk dilorong dengan badan lemas disana Ratih menemaninya, mereka telah melakukan pekerjaan besar hari ini berdiri berjam-jam untuk menyelamatkan nyawa seseorang pasien.
ketegangan akan selalu dirasakan setiap dokter ketika mereka melakukan operasi kesalahan kecil akan berakibat fatal untuk nyawa pasien, walaupun memang Tuhan lah yang menentukan hidup dan mati manusia tapi tanpa kerja keras dan ketelitian dokter semua takan berjalan baik.
"ahhh lapar gue Shabira makan yu" ajak Ratih pada sahabat nya, terlihat ada sebuah paket makan yang diberikan perawat pada mereka.
"dokter shabira ini ada paket atas nama mu"
"paket, dari siapa"
"disini tidak ditulis jelas tapi hanya ada kata detektif, dan alamat nya kantor kepolisian jalan Hilir wangi"
Mendengar kata detektif seketika mereka tau siapa yang mengirim paket itu, memeriksa paket terlihat dua kotak bekal nasi dengan berbagai lauk yang enak didalam nya, seperti sebuah kebetulan paket itu datang ketika mereka tengah kelaparan.
Ratih yang melihat kotak makan siang itu langsung mengambilnya dari tangan Shabira "ini kan ada dua jadi buat gue satu, thank you rivaldi lo memang perhatian sekali sama gue"
"apaan si dia ngasih itu untuk gue, kembaliin"
"pelit banget si kan ada dua, kongsilah dia juga udah menyesuaikan kali kalau Shabira itu tidak bisa makan banyak jadi gak mungkin dia ngasih dua kalau satunya bukan buat gue"
Mereka menikmati kotak makanan itu masakan yang dibuat rivaldi tidak pernah mengecewakan untuk Shabira dia tau bagaimana kesukaan dokter cantik itu, waktu pacaran Shabira sering sekali mendapatkan perhatian seperti ini bahkan hampir setiap hari dia selalu makan masakan rivaldi
Setelah putus ini kali pertama nya lagi Shabira merasakan masakan rivaldi betapa rindunya dia memakan makanan tersebut, "eumm.. eumm enak sekali ayam goreng ini, criuk.. criuk.. yam yam" Ratih mengekspresikan dengan sangat lebay sampai Shabira merasa sebal dengan tingkahnya
ditengah makan tiba-tiba ponsel milik Ratih berbunyi terlihat ibu feni menelpon dengan cepat dia menjawab panggilan tersebut, terdengar ibu feni yang sedang sedih dari sebrang telpon dia menanyakan tentang keberadaan anaknya Zoe Lusy
beberapa hari ini anaknya tidak pulang terakhir kali dia bilang akan menginap di apartemen miliknya untuk menenangkan diri karena dia baru saja putus dengan kekasihnya stefan, karena khawatir ibu feni menyuruh Ratih untuk datang mengecek keadaan Zoe
"apa ibu sudah menelpon stefan"
"sudah Ratih tapi tidak ada jawaban, bahkan ibu juga menelpon orang tua stefan tapi jawaban mereka tidak membuat ibu tenang"
"emang apa jawab mereka"
__ADS_1
"katanya Zoe balikan dengan stefan jadi mereka sedang menghabiskan waktu berdua tapi ibu tidak percaya karena waktu pergi Zoe terlihat sangat kesal sambil mengutuk stefan"
"oke Ratih paham tante kalau begitu nanti sepulang kerja Ratih pergi mengecek ke apartemen Zoe, untuk sekarang tante tenang dulu Ratih yakin Zoe baik-baik saja"
"iya Ratih tante berharap semoga tidak ada kejadian apapun menimpa Zoe, terimakasih Ratih atas bantuan nya maaf tante merepotkan kamu"
"iya tante tidak apa-apa Ratih tidak merasa direpotkan sama sekali, kalau begitu Ratih kembali kerja dulu tante nanti Ratih kabarin setelah ketemu Zoe"
"baik Ratih terimakasih"
telpon tersebut di tutup oleh ibu feni Shabira menanyakan apa yang terjadi Ratih pun menjelaskan nya singkat, setelah pulang dari rumah sakit dia akan pergi menemui Zoe terlebih dahulu Shabira mengajukan diri untuk ikut
"oke"
setelah pulang kerja Ratih dan Shabira pergi menuju daerah senayan terlihat apartemen besar tempat Zoe tinggal, mereka naik ke lantai tiga mencari kamar bernomor 052 sesampainya di depan pitu Ratih mencoba memanggil manggil nama Zoe namun tidak ada jawaban.
beberapa kali Ratih juga menelpon nomornya namun selalu tidak aktif dia mengetuk pintu sampai menekan bel beberapa kali masih tidak ada jawaban, sudah ada sekitar satu jam Ratih dan Shabira berdiri disana "kita ke petugas satpam aja yuk cari tahu mungkin mereka melihat Zoe keluar"
Shabira dan Ratih menuju pos satpam mereka menanyakan tentang penghuni kamar 052 tapi satpam itu bilang dia tidak melihat Zoe beberapa hari ini, "boleh gak kita cek CCTV-nya pak"
Ratih meminta mengecek CCTV namun pak satpam bingung karena dia tidak ada wewenang untuk mengijinkan mereka melakukan nya, setelah meminta ijin dari pemilik apartemen akhirnya mereka bertiga mengecek CCTV
"tolong cek kejadian tiga hari lalu tepatnya sekitar pukul 10 siang"
saat memeriksa tidak ada keanehan terjadi mereka melihat Zoe masuk apartemen dengan menarik kopernya, namun saat di jam 13.45 ada seorang pria datang dengan pakaian misterius berjaket kulit tebal dia mengetuk pintu Zoe beberapa kali.
Zoe sempat membuka pintu namun dia menahan pria itu untuk masuk terlihat pertengkaran yang terjadi didepan pintu kamar Zoe pria itu terus memaksa agar dia bisa kedalam hingga akhirnya menerobos dengan mendorong tubuh Zoe, melihat kejanggalan yang terjadi membuat shabira dan Ratih panik dengan segera mereka bertiga datang kekamar 052 dengan kunci cadangan.
Saat membuka pintu mereka telah disambut dengan bau busuk yang sangat menyengat terlihat banyak lalat hijau berterbangan disekitar kamar, berjalan perlahan memasuki ruangan pak satpam mencoba mencari tombol lampu.
ditengah ruangan Ratih merasakan sesuatu yang tidak enak bau busuk itu semakin kuat dan suara dengungan lalat semakin berisik, Shabira mencoba menyalakan senter ponsel dia mengarahkan kearah kakinya yang seakan menginjakkan sesuatu yang basah.
AAAAaaa......
__ADS_1
Shabira teriak kencang ketika melihat genangan darah dibawah kakinya tidak lama lampu ruangan menyala semua semakin panik saat melihat dua mayat tergeletak dibawah mereka, Ratih syok tubuhnya tidak kuat berdiri dia merasakan lemas sekujur tubuh sementara pak satpam dengan sigap menelpon polisi untuk datang.
"hallo pak polisi..... "
****
Dikantor polisi ketika rivaldi dan tim satu tengah sibuk sebuah panggilan masuk dilaporkan penemuan mayat di apartemen daerah senayan, tanpa lama tim satu bergegas pergi menuju tempat kejadian perkara bisma menyetir mobil dan melajukan dengan kecepatan maksimal.
sesampainya di TKP rivaldi melihat Shabira sedang duduk dekat Ratih dia menenangkan temannya yang masih syok dengan semua yang dia lihat, tanpa menghiraukan mereka rivaldi segera masuk kedalam kamar 052 bau busuk itu menyambut kedatangan nya terlihat dua mayat tergeletak disana
"auhh bau sekali, tunggu bukannya dia selebgram yang terkenal itu, siapa namanya Ja'far" tanya bisma
"ahhh tidak dia Zoe Lusy bidadari ku, dia istriku... eungg komandan" Ja'far menoleh ke arah rivaldi namun melihat komandan yang serius dia tertunduk menghentikan lelucon nya.
Bau busuk yang sangat menyengat itu membuat mereka tidak kuat berada disana bahkan Ja'far sampai muntah, rivaldi merlihat kondisi mayat itu terlihat ada bekas tembakan di dahi keduanya dan terdapat dua buah pistol di samping mayat, "apa mereka saling menghabisi komandan"
"tidak pistol nya berbeda, yuma cepat panggil tim porensik sekarang"
"baik komandan"
rivaldi menelusuri setiap ruangan disana dia menemukan beberapa obat dan juga potong foto, "sepertinya lelaki itu adalah pacarnya"
"dia anggota kepolisian juga komandan"
"kamu mengenalnya bisma"
"iya aku pernah melihat nya di akademi Kepolisian kalau tidak salah namanya stefan dia murid angkatan dua, dia juga sepupu dari komandan gurdiman"
Mendengar penjelasan bisma rivaldi khawatir akan keselamatan keluarga korban, seperti yang rivaldi tau bagaimana gurdiman dalam membereskan kasus dengan mulut dan sikap arogan nya.
tim porensik datang mereka mengamankan TKP dengan baik mayat Zoe dan stefan dibawa untuk di lakukan otopsi, rivaldi menyuruh yuma dan Ja'far berjaga melindungi TKP sebelum semua barang bukti di ambil.
tidak lupa rivaldi meminta rekaman CCTV kepada pemilik apartemen dan satpam memberikan sesuai perintah atasannya, untuk sekarang rivaldi dan tim satu akan melakukan penyelidikan beberapa hari sebelum benar-benar menyimpulkan motif dari kematian Zoe dan stefan.
__ADS_1