Fatrher'S Will

Fatrher'S Will
BAB 7 : Penolakan Shabira


__ADS_3

Hari itu shabira pergi keluar bersama temannya shabira meminta izin ibu sebelum berangkat "mah aku pergi dulu yah" melihat sang ibu yang sedang senyum senyum melihat sebuah foto yang dipegang nya.


shabira duduk dideket sang ibu lalu bertanya"mah kenapa si senyum senyum kaya gitu, mamah gak sedang kesambet kan" shabira khawatir ibu nya menjadi stress gara-gara kegagalan anaknya dalam pernikahan.


Problem yang di alami keluarga shabira karena kegagalan pernikahan itu bukan hanya sekedar uang yang telah keluar untuk ketring dan dekorasi tapi malu yang harus di tanggung mereka karena undangan yang sudah menyebar.


Pak Friyadi sendiri sering menyumpahi rivaldi dengan perkataan yang tidak baik shabira sampai merasa kasihan kepada mantan kekasihnya itu, kesibukan yang dilakukan shabira setiap hari adalah satu-satunya obat untuk mengobati luka di hatinya.


"shabira kamu liat ini"


ibu menunjukkan beberapa foto pria kepada shabira perasaannya tidak enak apakah ibunya ingin menjodohkan dirinya, "mah apa maksudnya ini"


sang ibu tersenyum mendengar pertanyaan anak nya itu "mamah tau kamu pasti akan bertanya seperti itu, pilih lah ini beberapa calon yang ingin mamah kenalkan padamu"


"mah, apa maksudnya"


"mamah itu pengen kamu move on dari rivaldi dan mencari laki-laki lain yang lebih mengutamakan kamu dari apapun bahkan dari keluarga nya sendiri"


"Mah" shabira marah karena ucapan ibu nya "bagus dong kalau dia memilih keluar dari pada cinta itu artinya dia berbakti"

__ADS_1


"ya si, tapi gak harus sampai mengingkari janji dan membuang mu begitu saja"


"mah cukup yah aku tidak suka saat mamah membahas tentang rivaldi lagi, lagipula aku udah ikhlas menerima itu dan sekarang shabira hanya ingin fokus karir dulu"


Menentang lalu memarahi shabira didepan wajahnya "kamu itu sudah mau 30 tahun shabira sampai kapan harus menunda pernikahan lagi, mamah tidak ingin kamu menjadi Perawan tua sayang"


shabira tau bagaimana persaan ibunya tapi bagi dia untuk memulai hidup dengan cinta baru bukanlah hal mudah, bagi shabira rivaldi adalah sosok laki-laki yang tidak ada duanya kemanapun dia mencari rivaldi tetap lah rivaldi.


"udah ah mah shabira pergi dulu.. ummah bye" shabira pergi meninggalkan ibunya, menaiki mobil melajukan dengan kecepatan maksimal. "hallo, ya Ratih gue ke sana ko tenang bentar lagi juga nyampe, ya tungguin"


Shabira telah janjian untuk ketemu Ratih hari ini dia akan menghabiskan waktu dengan sahabat forever nya, di lain tempat rivaldi sedang jalan bersama Siska tanpa tahu ternyata mereka berada di tempat yang sama dengan shabira dan Ratih.


disela keasikan mereka masing-masing shabira terus berkeliling mall di sana mereka melihat beberapa barang-barang cantik dari sebuah toko, Ratih dan shabira masuk ke toko baju disana shabira memilih beberapa baju yang akan dia coba di ruang ganti


Didalam terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian yang serba hitam sedang menunggu dan masuk ke ruang ganti di samping shabira, mereka ganti di waktu yang sama namun ruangan berbeda.


shabira dengan bergaya dia terus melihat cermin mengagumi dirinya yang begitu cantik "cantik, kamu gak nyesel ninggalin aku rivaldi.. eh apaan si udah ah" keluar untuk menunjukkan pada sahabat nya


"Ratih liat cantik gak... "

__ADS_1


Perkataan shabira terhenti ketika melihat seseorang yang menunggu diluar ternyata bukan Ratih melainkan rivaldi, di waktu yang tipis itu Siska keluar dan menunjukkan baju yang kakaknya pilih untuk nya.


"Gimana, menurut gue kurang bagus deh ini terlalu feminim"


Shabira kebingungan siapa yang diajak bicara wanita itu pikiran nya tidak karuan dengan apa yang dia liat "kamu.. dia.. " shabira menunjuk mereka berdua, Siska yang tidak tau apa-apa malah membuat kompor itu semakin panas


"kenapa, aku pacar dia kamu siapa" ujar nya, mendengar itu shabira memahami sesuatu yang tidak benar adanya, hatinya kecewa dan kembali ke ruang ganti.


setelah ganti pakaian shabira langsung pergi meninggalkan rivaldi yang membujuknya dia ingin menjelaskan kesalah pahaman itu, Ratih yang melihat rivaldi menarik tangan shabira dia menengahi nya dan membawa sahabat nya pergi.


Sementara Siska tanpa berdosa dia hanya tersenyum kepada kakaknya itu "itu pacar lo kak" rivaldi yang mendengar pertanyaan adiknya menunjukkan sikap geram.


"ahh bener itu pacar lo yah, cantik tapi terlalu baperan"


"itu karena kamu yang buat dia salah paham, tapi sekarang dia bukan pacar kakak lagi"


"oh.. mantan yah, kenapa? dia selingkuh apa lo yang punya wanita simpan"


"ehh ngaco, gak lah.. lagian kenapa bicara mu seperti itu gue/elo siapa yang ngajarin hah"

__ADS_1


"hehe maaf soalnya keren pake lo gue, gaul gitu kitakan anak jaksel man" Siska tersenyum manis pada kakaknya itu, dengan gemas rivaldi membelai rambut Siska "eummm" mengacak-acak rambut adiknya hingga kusut


"ahh.. " Siska manyun


__ADS_2