Fatrher'S Will

Fatrher'S Will
BAB 8 : Perjalanan


__ADS_3

Dua bulan berlalu kasus penculikan sedikit mereda tidak ada korban lagi yang terdengar di media berita, untuk mengantisipasi itu semua wilayah jaksel telah melakukan pengaman yang cukup ketat disetiap daerahnya.


Kerja keras Detektif masih belum berakhir mereka harus mencari pelaku tersebut yang telah kabur dan bersembunyi di suatu tempat, para korban yang belum ketemu masih menjadi pencarian dan kekhawatiran para keluarga.


rivaldi dan team terus berusaha sekuat tenaga dalam memecahkan kasus tersebut tidak ada petunjuk sedikit pun yang mereka lupakan, "jadi piye? " ujar Ja'far


"tidak ada salahnya kita kesana" ujar Bisma berjalan menuju meja rapat kemudian duduk di kursinya, menurut Bisma tidak ada salahnya jika mereka mencoba menelusuri petunjuk yang ada.


Selama Absen Bisma mengetahui semua problem yang sedang terjadi saat ini dia selalu update mengenai kasus yang ditangani tim satu, Cazim sebagai sahabat dekat nya selalu setia memberitahukan semua pada Bisma.


"lo kemana aja si bisma baru nongol" ujar yuma menjitak kepala Bisma cukup keras hingga ia teriak kesakitan.


"Sakit.. " mengusap kepalanya


Rivaldi masuk ke ruang rapat bersama cazim terlihat mereka membawa beberapa kertas surat di tangan, "masuk juga kamu Bisma" ujar rival bertanya pada Bisma.


cazim hanya tersenyum melihat Bisma yang ambigu menjawab pertanyaan rivaldi, rasa malu terlihat diwajahnya selama hampir satu bulan di absen dari kantor.


Sudah menjadi kebiasaan Bisma melakukan itu semua dan rivaldi sebagai komandan tidak mempermasalahkan semua itu selama dia bisa bekerja dengan baik ketika terjun kelapangan. cazim mempresentasikan rencana yang telah rivaldi dan dia diskusikan bersama Komisaris.


"Jadi kapan kita akan berangkat" tanya Bisma


"Sebelum membahas itu saya akan memperkenalkan seseorang yang akan ikut bersama kita untuk melakukan penyelidikan" rivaldi mempersilahkan seseorang masuk ke ruang rapat dia masuk dengan sopannya.


Siska menunjukkan rasa hormat kepada semua anggota telihat wajah asing yang baru dia lihat diruangan, "hallo" ujar nya. rivaldi mempersilahkan Siska duduk di kursi yang sudah dipersiapkan, semua anggota terlihat bingung dengan kedatangan Siska.

__ADS_1


Bisma melirik kearah Siska dia belum mengetahui mengenai dia, cazim tidak menceritakan semua tentang Siska pada bisma itu karena perintah rivaldi. "shutt.. dia siapa" bisma menyenggol Ja'far bertanya


"itu neng Siska, adhine komandan" Ja'far menjawab dengan bisik-bisik


rapat berjalan dengan lancar mereka telah menyepakati semua sesuai rencana, terlihat akan ada pembagian team dalam rencana tersebut yuma dan Ja'far akan datang sebagai kepolisian yang sedang bertugas dalam penyelidikan, sementara rivaldi, Siska, Bisma, dan cazim akan menyamar menjadi anak pendaki yang pura-pura tersesat.


"sebelum nya menurut beberapa informasi banyak orang yang datang untuk penelusuran dan uji coba kesana tapi jarang dari mereka kembali dengan selamat." cazim memberitahukan semuanya pada team agar mereka lebih berhati-hati dalam melakukan tugas.


***


Hari keberangkatan semua anggota datang diwaktu yang sama mereka bergaya dengan penampilan yang berbeda, cazim datang bersama Bisma mereka menyamar menjadi seorang turis asing.


"gimana gue keren" ujar Bisma


cazim hanya menghela nafas melihat tingkah temannya itu, Ja'far dan yuma juga terlihat sesuai rencana mereka akan datang sebagai detektif yang sedang melakukan tugas perjalanan.


Siska merengek disepanjang jalan menjadi pusat perhatian rivaldi yang bodoamat terus menyeret adiknya tanpa memperdulikan sorotan mata orang lain padanya, para anggota yang melihat itu hanya bisa gelang kepala melihat komandan ketika sudah bertindak tidak ada hal yang bisa dibantah.


Bisma yang melihat itu malah tertawa . "hey anak manis kamu mau apa ko menangis gitu, di paksa ikut yah sama kakak. hahaha.. " dia menggoda Siska dari kejauhan cazim yang melihat itu menyenggol tangannya bisma.


"Shuutt.. diem" ujar cazim Memelototi bisma dari samping, mendengar teriakan bisma membuat Siska kesal dan melirik Memelototi dirinya


"wahh gue dipelototi dua orang, uhh seram" bisma pergi meninggalkan cazim


Pesawat menuju yogyakarta siap landas semua anggota telah masuk kedalam mereka duduk dikursi dan ruangan yang berbeda, sampai sekarang semua masih sesuai rencana tidak ada masalah namun Siska masih menjadi problem tidak terduga.

__ADS_1


"ayolah Siska katanya kamu mau bantu kakak ko jadi ngambek gitu"


"lagian katanya besok kita berangkat nya masalah nya aku hari ini ada jadwal maraton, ahhh jadi kehambatkan. " Siska merengek


"ya kan bisa di tonton nanti, udah yah jangan ngambek lagi nanti kakak kasih satu permintaan buat kamu, apapun yang kamu mau kakak pasti lakukan"


"eumm" Siska hanya manyun rivaldi yang melihat adiknya itu tersenyum lucu dia membelai rambut Siska


hegg.. deg....


Tiba-tiba Siska melihat sesuatu dipenglihatan nya sebuah tragedi besar akan terjadi di gunung kidul dia berteriak ketika melihat itu semua


kabut menutupi jalan lalu sebuah rumah besar seseorang sedang menelpon dan tiba-tiba ada yang tertusuk ponsel yang dipegang pria itu jatuh tergeletak diatas lantai penuh dengan darah.


Rivaldi yang melihat adiknya mendapatkan petunjuk langsung memegang tubuhnya yang selalu kaku seperti orang kerasukan.


"Siska, sadar Siska.. SISKA"


heuggg.. ahh.. hah.. hahhh.. fyuuu...


Siska tersadar wajahnya penuh dengan keringat nafasnya terus terengah-engah seperti dia telah berlari ber mil jauhnya, rivaldi memberikan air putih pada Siska dengan wajah cemas dia mengusap kepala Siska dan merangkulnya dalam pelukan.


mendekap kakak nya dengan tubuh kecil itu Siska menyenderkan kepala di dada rivaldi sambil meneteskan air mata, "kamu kenapa" ujar rivaldi bertanya, dia terus mengelus Siska dan mengusap air matanya.


"kakak jangan pernah pergi apapun yang terjadi"

__ADS_1


"eh.. kenapa kamu bilang begitu" rivaldi penasaran dengan pertanyaan Siska yang di luar dugaannya, tanpa menjawab Siska hanya memeluk kakaknya itu erat hingga mereka berdua ketiduran dengan saling menyenderkan Kepala mereka.


__ADS_2