Fatrher'S Will

Fatrher'S Will
BAB 3 : Putus nya hubungan rivaldi dan shabira 2


__ADS_3

Shabira pulang kerumah dalam keadaan yang berantakan seharian dia menangis di rumah sakit hingga lupa makan, memasuki rumah yang ramai dengan para staff yang sedang mempersiapkan acara pernikahannya.


Terlihat ibu shabira menghampiri anaknya yang baru pulang dia terkejut dengan keadaan shabira yang berantakan, "kamu kenapa sayang" menanyakan namun shabira hanya diam dan terus berjalan tanpa memperdulikan ibunya.


"permisi"


terdengar seperti ada tamu yang datang kerumah mereka saat dilihat ternyata rivaldi datang bersama ibunya, "rivaldi" ujar ibu shabira


shabira yang tau kedatangan rivaldi segera pergi menuju kamarnya dengan wajah sedih penuh amarah, dia tidak perduli walaupun ibunya terus memanggilnya.


Mereka duduk diruang tamu seorang pembantu menyuguhkan minuman di atas meja lalu pergi kembali, ibu shabira menyambut rivaldi dan ibunya dengan baik.


Sebelum ke topik permasalahan mereka mengawalinya dengan saling menanyakan kabar dan bela sungkawa atas meninggalnya pak Edwin, kedua keluarga itu mengobrol dengan santai hingga rivaldi mulai bicara serius.


"tante maaf atas kedatangan saya dan ibu yang mendadak tapi ada hal yang harus kami bicara kan"


"ada apa rivaldi, sepertinya itu pembicaraan serius"


"sebenarnya saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada ibu dan juga ayah shabira, ini mengenai pernikahan kami"


"kenapa, apakah ada perubahan tema atau tempat, bentar shabira mana si.. " ibu memanggil shabira namun tidak ada respon, ibu menyurah bibi untuk memanggil nya tapi shabira mengunci pintu dari dalam.


"gak apa-apa tante, kemarin kita sudah bicara"


"oh.. lalu apa maksud kamu tentang pernikahannya"


rivaldi seakan ragu dia menatap ibunya yang duduk disampingnya, mata ibu memberikan isyarat kepercayaan diri padanya.

__ADS_1


Menarik nafas lalu bicara dengan baik-baik kepada ibu shabira "saya ingin membatalkan pernikahan ini" ujar rivaldi, dia menunduk meminta maaf kepada ibu shabira sulit baginya untuk melakukan itu tapi dia harus melakukan nya demi wasiat ayah.


"apa, kamu bicara apa rivaldi. kenapa harus batal apa kalian bertengkar, rivaldi tante tau kamu itu orang nya dewasa masa gara-gara pertengkaran kecil kalian mau membatalkan pernikahan ini"


ibu shabira marah dia menaikan nada bicara nya, dia menanyakan alasan yang rivaldi katakan pada bu wulan namun hanya permintaan maaf yang terdengar, bu wulan merasa tidak enak dengan ibu shabira.


"maksud kalian itu apa, kenapa meminta maaf saya ingin penjelasan nya bu wulan.. RIVALDI"


"sudah mah rivaldi sudah memutuskan" ujar shabira keluar dari kamarnya, terlihat dia sudah berganti pakaian


Shabira menjelaskan semua kepada ibunya mengenai wasiat yang diterima rivaldi dan keputusan nya, walau sulit shabira sudah menerima semuanya.


"tidak keputusan apa itu, dia tidak bisa semena mena pada kamu shabira"


ibu shabira sangat marah dia mengingat kan mereka tentang situasi dulu, hubungan rivaldi dan shabira tidak direstui orang tua shabira bahkan sang ayah sampai menentangnya tegas, tapi dengan tekad dan usaha rivaldi yang terus mengambil hati orang tua shabira hingga mereka menyetujuinya.


Craang... suara pas kaca terjatuh dan pecah, dari asal suara itu terlihat pak friyadi sudah pulang.


"papah" ujar shabira


"mas" ujar ibu shabira


pak friyadi berjalan cepat kearah rivaldi dan langsung mengarahkan pukulannya diwajah rivaldi, semua terkejut melihat tindakan pak friyadi sementara bu wulan berlari kearah anak nya yang terjatuh akibat pukulan itu


darah mengalir di hidungnya dia merasakan pusing di kepala, pak friyadi tidak berhenti disana dia menarik rivaldi dan terus menghajarnya dihadapan semua orang.


Semua berteriak meminta nya untuk berhenti bu wulan terus berteriak meminta pengampunan pada pak friyadi atas keputusan anaknya, dia mencoba menahan pak friyadi sampai dia terjatuh.

__ADS_1


"ibu" rivaldi menyuruh ibu nya diam dan berhenti ikut campur "aku tidak apa-apa bu" ujar nya


shabira merasa sakit dihati nya dia tidak tega melihat orang yang dia cintai terluka, walaupun dirinya telah dikecewakan. "mas sudah mas, nanti mati anak orang" ujar ibu shabira


melihat perkataan ibunya yang diabaikan shabira segera berlari kearah dapur dia mengambil senjata tajam dan mengancam mereka semua. "jika papah tidak berhenti aku akan memotong tangan ku sendiri"


Semua terkejut dengan pisau yang di pegang shabira, "jangan shabira" ujar rivaldi


"mas udah mas, jangan memukul nya lagi saya tau kamu kecewa tapi apa yang bisa kita lakukan kalau memang itu keputusan nya, kita yang salah telah mempercayakan anak kita padanya"


pak friyadi berbalik dan menjauh dari hadapan rivaldi, dia mengambil pisau yang ada ditangan shabira "Sekarang kalian pergi dari sini, jangan harap saya akan memafkan kalian terutama kamu rivaldi. Jika suatu saat saya ketemu lagi sama kamu, itu akan menjadi hari terakhir kamu untuk hidup"


"maaf om, saya minta maaf...."


"PERGI.. "


"sekali lagi saya meminta maaf atas keputusan anak saya" bu wulan bertekuk lutut dihadapan mereka, melihat itu shabira menyuruh nya bangun dan mengantarkan mereka menuju pintu


"terimakasih shabira"


"tidak apa-apa bu, walaupun hubungan ku dengan rivaldi tidak baik aku akan tetap selalu menghormati mu sebagai ibuku" shabira memeluk bu wulan penuh kasih sayang.


Tiba-tiba handphone rivaldi berbunyi terlihat cazim menelponnya, menatap shabira lalu pergi mengangkat panggilan itu " ya ada apa"


"pak ada kasus yang harus ditangani...


saya akan mengirim alamat nya"

__ADS_1


setelah mendengar perkataan cazim ditelpon rivaldi segera pergi menuju lokasi kejadian, dia memesankan taksi online untuk ibu nya sementara dia pergi dengan mobil milik nya, rivaldi menaruh sirine polisi diatas mobil dan melaju dengan kecepatan maksimal.


__ADS_2