FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
CINTA YANG TERLIHAT 2


__ADS_3

"Apa sekarang kamu takut?" tanya Jeko intens memandang mata Filia.


"Tidak ada yang perlu aku takuti." Filia memalingkan wajahnya.


Tangan Jeko meraih dagu Filia lagi kemudian menariknya kembali untuk memandang wajahnya.


Jeko mengambil handphonenya dan menunjukkan rekaman CCTV dari kamarnya.


"Bisakah kamu menjelaskan hal ini Filia?" Jeko memperlihatkan kegiatan yang Filia lakukan saat Jeko sakit.


Mata Filia terbelalak.


'Kenapa aku tidak berfikir di kamar itu ada CCTV? Gawat! sepertinya aku ketahuan.' gumam Filia bingung harus berbuat apa?


"E-e aku, itu ... " Filia tidak mampu menjelaskan lebih lanjut lagi. Matanya mulai berkeliling dan kebingungan.


"Tatap mataku! Apa aku terlihat menakutkan bagimu? Apa salahku sampai kamu menamparku?Kamu satu-satunya wanita yang membuatku frustasi untuk jatuh cinta. Aku tidak berani berharap kamu datang disaat aku sakit. Tapi ternyata kamu datang?Berapa kali kamu khawatir, menggenggam tanganku lalu mencium keningku disaat aku sakit dan tidak sadar? Tapi ketika aku sudah sadar kamu menjauh. Aku selalu bertanya kenapa kamu melakukan hal itu padaku?" Jeko benar-benar menjelaskan semua rasa penasarannya dan segala kebingungannya.


Filia tak kuasa menahan air matanya, ketika Jeko seperti memaksa emosinya untuk keluar saat itu juga.


Air mata Filia sudah bercucuran. Jeko bingung melihat ekspresi Filia saat itu.


"Apa kamu tahu Je?Aku tersiksa dengan perasaanku sendiri, aku bukan wanita penggoda! Aku bukan wanita *******! dan aku tidak akan pernah mengganggu pasangan orang lain! Aku merasa harus secepatnya menghilang dan membunuh perasaanku sendiri ketika aku bertemu denganmu. Karena kamu punya pasangan. Aku merasa mencintai orang yang salah, aku disampingmu hanya sebagai penyembuh setelah kamu sembuh aku akan pergi. Hanya itu yang bisa aku lakukan! Aku merasakan khawatir ketika kamu sakit. Aku bingung apa yang harus aku lakukan?Aku merasa bersalah setelah menamparmu karena cuma dengan cara itu aku bisa menghindar." pecah sudah tangisan Filia.


Jeko meraih wajah Filia yang terus berpaling kearah lain dan mengusap air matanya. Filia masih belum berhenti menangis. Jeko mendekap Filia ke dalam pelukannya.


"Aku bukan milik siapapun lagi, aku sudah putus dengan Jeni di hari yang sama kamu putus dengan kekasihmu. Aku menyadari satu hal di dalam hidupku. Tidak ada yang kebetulan terjadi semua sudah di rencanakan oleh Tuhan kita bisa bertemu. Maaf jika kata-kataku waktu di Vila menyakiti hatimu, aku hanya ingin tahu perasaanmu ketika aku mencium Jeni. Tidak ada lagi perasaan untuknya. Aku menyadari itu ketika pertama kali kita bertemu. Jangan siksa hatimu lagi, kamu boleh mencintaiku dan biarkan aku menjagamu selama yang aku bisa!" Jeko membelai rambut Filia dengan penuh kasih sayang.


Filia sangat terkejut mendengar pernyataan Jeko. Akal sehatnya seakan belum percaya dengan apa yang baru saja Jeko ucapkan.


Filia melepaskan pelukannya.


"Apa kamu serius sudah putus dengan Jeni? Apa itu benar?" Filia memastikan sekali lagi.


"Kamu bisa bertanya pada Yul! Dia saksi mata di hari aku putus dengan Jeni karena Jeni diam-diam memiliki kekasih lain, kisah cintaku tak pernah semulus yang kamu bayangkan. Tidak ada yang bertahan lama dengan pria yang memiliki phobia aneh sepertiku, kamu satu-satunya wanita yang bisa membuat jantungku berdebar." Jelas Jeko masih memandang Filia.


Filia mengusap air matanya dan hatinya sangat lega mendengar hal itu.


Jeko meraih kedua tangan Filia


"Apa kamu mau jadi kekasihku Fil?" Jeko akhirnya mengutarakan keinginannya.


Filia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. 

__ADS_1


Jeko terlihat sangat bahagia, dia meraih belakang kepala Filia lalu mencium keningnya dan mendekap Filia ke dalam pelukannya sekali lagi.


"Kita akan saling mencintai dan saling menyembuhkan. Jangan salahkan aku jika dalam waktu dekat aku akan melamarmu! Mungkin setelah aku wisuda." jelas Jeko masih memeluk Filia.


"Apa itu tidak terlalu cepat Je?" tanya Filia.


"Tidak! Karena kamu, aku bisa mendapatkan semua yang tidak bisa kudapatkan dari wanita lain. Pelukan, ciuman, cinta, perhatian dan ketulusan. Kamu memiliki semua itu, aku janji akan membalas semua yang kamu lakukan terhadapku!" Jeko semakin erat memeluk Filia.


Dan hari itu mereka benar-benar di mabuk asmara.


***


Filia dan Jeko keluar dari ruangan itu, mata dan wajah mereka berbinar. Jeko menggandeng tangan Filia, menggenggamnya dengan erat.


Mereka tidak peduli dengan semua mata yang melihat mereka berdua. 


"Lihat mereka benar-benar bersama!" kata salah seorang mahasiswa yang berkumpul.


"Ini tidak mungkin!" salah seorang penggemar Jeko pingsan.


"Wah benar-benar seperti Raja dan Ratu mereka terlihat berkilau." kata salah seorang mahasiswa yang lain.


Yul yang bersandar di penyangga gedung sudah tidak heran jika hal ini terjadi.


"Kalian berdua memang terlihat saling mencintai." Yul tersenyum.


 


'Selamat ya Fil.akhirnya kalian bisa bersama!' gumam Sean melihat mereka melenggang dengan penuh kebahagiaan.


Hari yang begitu cerah membawa mereka pada kehidupan pasangan baru yang bisa melakukan banyak hal. Tapi mereka akan tetap melakukan tugas mereka sebagai seorang mahasiswa dan mahasiswi termasuk menyelesaikan tugas dan ujian.


Hari ini Jeko menjalani sidang pertamanya dan Filia menjalani ujian. Jeko juga dikenal sebagai mahasiswa teladan tidak hanya ganteng tapi kepandaiannya juga tidak bisa diragukan. Filia juga wanita yang cerdas karena setiap ujian dan tugas walaupun tidak mendapatkan peringkat pertama tapi selalu masuk peringkat lima besar. Mereka berdua sama-sama memiliki talenta yang membuat banyak orang iri, apalagi saat ini mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Banyak penggemar Jeko dan Filia yang menganggap hari ini adalah HARI PATAH HATI.


Berita tentang mereka cepat menyebar bahkan sampai di surat kabar dan media sosial. Tabloit kampus sudah terbit edisi terbaru yang membahas kemesraan mereka tapi kali ini tidak hanya penggemar Jeko yang bertindak tapi penggemar Filia juga. Ada yang membuat komunitas baru yang mendukung pasangan itu.


Sore itu setelah Jeko dan Filia selesai dari dunia kampus mereka. Seperti biasa mereka akan lanjut bekerja karena hari ini juga sutradara itu memanggil mereka berdua untuk ke lokasi syuting. Saat akan keluar gerbang wartawan sudah menghadang mereka berdua. Jeko dan Filia terpaksa meladeni para wartawan.


"Kami akan melakukan Jumpa Pers. Supaya kalian tidak banyak bertanya lagi tentang hubungan kami. Jadi biarkan kami pergi dulu! karena ada beberapa urusan yang harus di selesaikan."jelas Jeko membukakan pintu mobil untuk Filia.


"Baiklah, Jeko kami tunggu!" jawab salah satu wartawan.


Jeko hanya menganggukkan kepala lalu masuk ke dalam mobilnya. Mereka pun akhirnya pergi menuju lokasi syuting.

__ADS_1


Sesampainya di lokasi syuting ternyata tempat itu masih terlihat sepi. Jeko dan Filia pergi ke kantor Sutradara dan menemui sutradara itu.


"Halo Brother, kalian akhirnya datang!" Sutradara itu menjabat tangan Jeko dan memeluknya.


'Ternyata mereka sudah begitu akrab.' pikir Filia.


"Halo Fil, tahu nggak? semua kru aku suruh baca Novel ini. Biar mereka tahu apa yang mereka harus lakukan dan tahu responnya apa? Mereka ada yang tiba-tiba nangis ada yang tiba-tiba cengar-cengir. Novelmu sangat menarik Fil, benar-benar membuat pembaca berekspresi. Aku berharap aku bisa berhasil menjadi seorang sutradara untuk mengangkat Novelmu ini." puji sutradara itu terlihat sangat bersemangat.


"Terimakasih banyak Pak sutradara. Anda terlalu berlebihan memuji." ucap Filia.


Jeko terlihat sangat bangga melihat Filia.


"Okey hari ini aku akan mengenalkan kalian berdua dengan aktor dan Aktris yang akan memerankan tokoh dalam Novel ini. Nah itu dia mereka sudah datang!" Sutradara itu menoleh dan para pemeran mulai diperkenalkan satu persatu.


Jeko dan Filia sama-sama terkejut melihat siapa pemeran utamanya. 


"Sun-Ye?" Jeko memanggil wanita  yang di kenalnya di Sanghai.


"Ha-Joon?" Filia memanggil pria yang dikenalnya saat peluncuran novelnya di Paris.


"Kamu masih mengingatku?" tanya Sun-Ye menjabat tangan Jeko.


"Hai Fil. Akhirnya kita bisa bertemu lagi." senyum Ha-Joon membuat semua wanita meleleh sambil menjabat tangan Filia


Sun-Ye menatap Jeko dengan penuh arti, seperti ada keinginan tersembunyi disana. Begitu juga dengan Ha-Joon. Karena Filia dan Ha-Joon sempat akrap di Paris.


Jeko dan Filia saling menoleh kemudian mereka semua kembali duduk dan mendengarkan Sutradara itu berbicara


'Apa yang dipikirkan Filia. Kenapa dia juga kenal dengan Pria ganteng?' batin Jeko sedikit kesal.


'Awas saja jika kamu mulai genit dengan wanita lain! Aku akan membuatmu Jera Jeko!' gumam Filia sedikit menyembunyikan kesalnya dengan senyum.


"Bagus! ternyata kalian sudah saling mengenal. Hari ini syuting pertama kita. Jadi semangat! Kalian berdua harus dapetin Chemistry. Seperti Jeko dan Filia ya!" kata Sutradara itu mengedipkan satu mata.


Mereka berdua terkejut dengan ucapan itu dan terdiam seketika.


"Aku juga orang modern, aku tahu berita kalian hari ini dan itu tidak buruk. Kalian akan mengadakan Jumpa Pers kan hari ini. Aku akan menontonnya!" tambah sutradara itu sedikit menoleh ke arah Jeko dan Filia.


Wajah mereka berdua merah padam hampir tidak bisa menjawab apapun.


Sun-Ye dan Ha-Joon tidak menampakkan rasa cemburu mereka. Mereka tetap bertindak sebagai aktor dan aktris profesional. Mereka berdua berjalan duluan kemudian baru Jeko dan Filia mengikutinya.


'Tunggu waktunya merebut hati Jeko dari wanita dekil itu.' batin Sun-Ye sambil melenggang dengan dress mini dan juga blazer yang dia kenakan.

__ADS_1


'Filia, kamu tetap cantik. Sepertinya lebih mudah merebut hatimu dari Jeko sang direktur penerbit itu.' Ha-Joon tersenyum percaya diri sambil berjalan menuju lokasi.


Sun-Ye dan Ha-Joon sama-sama tidak tahu jika Jeko dan Filia memiliki phobia yang sama. 


__ADS_2