FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
MENJAUH


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Filia masih terus menangis. Dia telah melepaskan kehidupan percintaan yang jauh dari harapannya selama ini. Setelah sampai di depan rumah. Filia tidak jadi turun dari taksi, dia memutuskan untuk pergi kerumah sahabatnya yang ada di perumahan sebelah.


'Aku tidak bisa berada di rumah. Aku butuh teman curhat malam ini.' kata Filia yang melihat jam sudah hampir tengah malam.


THING THONG


Filia menekan Bel Rumah Sean


Dengan malas Sean membuka Pintu


Sean begitu terkejut ketika sahabatnya itu langsung memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.


"Ada apa denganmu Fil? Apa terjadi sesuatu? Ayuk masuk dulu diluar sangat dingin!"  Sean cukup khawathir.


Kebetulan Sean sedang ditinggal orang tuanya untuk dinas keluar kota. Jadi di dalam rumah itu hanyalah mereka berdua.


Sampai di kamar Sean yang lumayan besar.


"Kamu kenapa Fil? Kamu nggak diperkosa Jeko kan? Aku jadi takut melihatmu datang hampir tengah malam begini sambil menangis." ungkap Sean.


"Nggak kok Se. Aku putus dengan Exel." jawab Filia masih menangis.


"Apa gara-gara foto mesra yang beredar dengan Jeko itu ya?" pendapat Sean masih penasaran.


"Salah satunya itu. Aku dan Jeko sudah keluar dari resort saat itu karena kita berdua melarikan diri dari sana untuk menghindari wartawan. Kita tidak ada pilihan lain, rumah Jeko dan rumahku juga di kepung wartawan akhirnya kita memutuskan ke Villa Jeko untuk bersembunyi. Disana Jeko bersama kekasihnya dan sahabatnya sedangkan aku jadi ingin mengundang Exel. Walaupun sudah sejak lama aku ingin putus dengannya karena perasaanku sedang bingung. Tapi lagi-lagi aku duluan yang diputusin alasannya dengan Foto-foto itu, phobiaku dan ternyata dia sudah bersama dengan wanita lain. Aku yang ingin putus kenapa aku yang sakit? Melihat Jeko dengan kekasihnya kenapa aku juga merasakan sakit?" curhat Filia yang masih mengusap air matanya dengan tisu.


"Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Jeko Fil? Kampus sudah sangat kacau ketika foto kalian beredar. Kamu harus menceritakan semua padaku! Aku sangat bingung dan terkejut dengan kejadian ini." Ungkap Sean.


Filia bercerita panjang lebar mengenai apa yang terjadi dengan Jeko dan dirinya. Sean cukup terkejut mendengarkan cerita Filia. Tapi dia mencoba mengartikan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.


"Dari ceritamu, apakah mungkin kalian berjodoh? Tak ada yang kebetulan di dunia ini Fil. Semua sudah diatur oleh Tuhan. Entah kenapa aku punya firasat Jeko sebenarnya jatuh cinta padamu. Dia tidak akan mungkin marah ketika kamu berciuman dengan pria lain kalau dia tidak menyukaimu, walaupun dia masih memiliki kekasih. Kemungkinan besar dia juga meyakinkan dirinya sendiri siapa yang dia sukai. Jika kalian berdua tidak kambuh sekarang, kemungkinan memang kalian berdua ditakdirkan untuk saling menyembuhkan. Sepertinya jalan Tuhan kamu putus dengan Exel. Jujur Firasatku baik mendengar ceritamu ini." jelas Sean memberikan pendapatnya ke Filia.


"Tapi rasanya aku ingin pergi dari hidup Jeko. Aku nggak mau sakit lagi karena putus cinta dan aku juga bukan alat penyembuhnya, lagian aku sudah jomblo jadi aku juga tidak akan kambuh karena aku tidak akan berciuman dengan siapapun lagi."tambah Filia.


"Kamu yakin? Ingin menjauh dari Jeko?Dia termasuk ganteng lo di kampus dan hanya bersamanya kamu bisa sembuh. Lagian kamu beruntung bisa berciuman dengan pria idaman wanita seperti dia. Tapi coba kita lihat nanti. Aku tidak akan terkejut ketika nanti kalian berdua akhirnya berpacaran." Sean mulai menggoda Filia.


"Apaan sih Se? Tapi Makasih ya Se aku sudah cukup lega curhat denganmu malam ini. Kamu memang sahabatku yang paling baik.Selalu mau mendengarkan aku." Filia memeluk sahabatnya itu.


"Kamu memang selalu punya masalah yang rumit dalam percintaan. Ini kesekian kalinya kamu menangis karena putus cinta Fil. Tapi ini pertama kalinya kamu Jatuh Cinta dan kamu bingung sendiri." Sean masih memeluk Sahabatnya itu.


"Sepertinya aku ingin lari dan menganggapnya orang biasa yang tidak berarti. Aku takut cinta itu tumbuh semakin dalam, karena jika hal itu terjadi aku tidak akan mampu melupakan atau melepaskannya." ungkap Filia.


Mereka akhirnya berbaring dan menarik selimut karena sudah tengah malam juga dan mencoba untuk beristirahat.


***


Keesokan harinya sampai di kampus. Para penggemar Jeko sudah menghadang Filia dan melempari Filia dengan kue coklat dan jus. Belum sampai masuk kelas sudah basah kuyup dan seperti kue tart.


Filia masih diam saja sambil berjalan. Menerima perlakuan mereka, sampai diujung jalan menuju toilet, Jeko berdiri melihat Filia. Filia pintar berpura-pura bahkan melupakan kejadian kemarin.


"Fil!" panggil Jeko menggenggam lengan Filia yang masih terus berjalan melewatinya.


"Maaf Pak Jeko, ada yang bisa saya bantu? Tolong lepaskan tangan anda! Karena saya tidak ingin anda kotor karena semua makanan di baju ini."kata Filia yang melenggang begitu saja menuju ke toilet.


'Kenapa dia jadi begitu Formal? Apa dia serius dengan ucapannya untuk menjauh dariku?' Jeko hanya terpaku di tempat sambil menggerutu dalam hati.


Sean mencari baju ganti untuk Filia dan yang dia dapat hanya baju olahraga kampus. Filia terpaksa menerimanya walaupun baju itu terlihat kebesaran.

__ADS_1


" Fil, apa kamu baik-baik saja? Biasanya kamu marah jika ada orang yang mengganggumu? Tapi kali ini kamu terus diam." Sean sebenarnya khawatir melihat tingkah Filia.


"Aku hanya lelah dan tidak ingin menyulut masalah baru. Biarlah mereka berpendapat sesukanya, lagian gosip itu akan memudar dan hilang dengan sendirinya." jawab Filia sambil menekuk lengan baju olahraganya yang kepanjangan.


'Filia benar-benar aneh hari ini.' batin Sean menggaruk-nggaruk kepalanya.


Filia menuju ke perpustakaan dan Jeko diam-diam mengikutinya. Filia mencari bahan untuk tugas yang di berikan dosen dan rasanya begitu serius. Jeko terus memperhatikan Filia dari Jauh dan menutupi wajahnya dengan buku.


Filia mencoba serius membaca buku tapi sebenarnya dia sangat frustasi dengan perasaannya sendiri. Masih berdiri di salah satu lorong sepi dengan sebuah buku sastra, Jeko mengendap-endap sambil menutup wajahnya dengan buku sampai akhirnya mereka sejajar dan hanya berhadapan punggung.


Perasaan Jeko tiba-tiba kembali ke masa pertama mereka berciuman karena saat itu juga dalam situasi seperti ini. Tanpa sengaja ada orang menabrak Filia dan membuatnya hampir jatuh kebelakang. Sontak Jeko berbalik dan menangkap Tubuh Filia. Filia dan Jeko saling menoleh dan sama-sama menghela nafas. Posisi mereka masih sama, seperti ada angin yang berdesir di tatapan mata mereka berdua. Sampai akhirnya mereka berdua tersadar dan berjalan berlawanan. Tidak ada sepatah katapun terucap dari mulut mereka berdua hanya guncangan jantung yang sangat hebat yang berhasil mereka rasakan.


Filia berjalan kearah kanan membelakangi Jeko.


'Aku masih tidak bisa mengatur nafas. Kenapa harus ketemu dia lagi disaat seperti ini?' Filia menggerutu sambil terus berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


'Kenapa aku jadi gugup?tidak sesuai yang aku harapkan! tapi dadaku terasa sesak.' keluh Jeko Dalam hatinya. 


Jeko terus berjalan melawan arah dari Filia sambil berfikir apa yang harus di lakukan untuk berhasil mendekati Filia.


Filia berjalan ke lorong berikutnya untuk mengumpulkan buku yang dia perlukan. Sean melihat Filia terkejut ketika di perpustakaan duduk dengan begitu banyak buku. Sean memperhatikan Film sambil duduk di sebelah bangkunya.


'Anak ini benar-benar seperti orang frustasi. Ini adalah sikapnya yang terparah dari biasanya. Kenapa aku jadi sangat khawatir dengan keadaannya saat ini?' gumam Sean sambil berfikir kira-kira apa yang harus dia lakukan untuk membuat Filia kembali normal.


Beberapa jam kemudian Sean sudah ketiduran di sebelah Filia, tapi Filia belum juga beranjak dari tempat duduknya dan berhasil membaca lebih dari dua puluh buku. Sean terbangun dan mengusap ludah yang sudah kemana-mana.


Sean terkejut melihat Keadaan Filia.


" Ya Tuhan Fil. Sepertinya kamu sudah keterlaluan. Berhenti membaca! Matamu sudah merah." kata Sean mengambil buku yang ada di tangannya.


"Tidak! Sekarang aku akan mengajakmu shopping saja." Sean menarik tangan Filia dan membiarkan buku-buku itu berserakan di meja.


Jeko masih terus memperhatikan Filia dari Jauh.


'Kenapa dia membaca banyak sekali buku?' gumam Jeko perlahan mendekati tumpukan buku Filia tadi.


Jeko mengambil satu buku yang tergeletak di depan matanya tidak jadi satu tumpukan dengan buku lain. Ada secarik kertas dibawahnya.


'Sepertinya kerangka Novel terbarunya.' Jeko masih bergumam dalam hati.


Dia membaca kerangka Novel itu dan menemukan sebuah kalimat.


"Putus Cinta itu biasa. Tapi Jatuh Cinta dengan orang yang salah baru pertama kali aku rasakan. Aku ingin membuang perasaan itu sejauh yang aku bisa dan membuatku terbebas dari rasa sakit ini."


Jeko sepertinya mengerti dengan kata-kata yang dimaksud Filia. 


Jeko tiba-tiba tersenyum menyadari sesuatu dan melipat kerangka karangan itu lalu memasukan kedalam sakunya. Jeko pergi dari tempat itu lalu pergi ke kantornya.


***


"Se, sudah ku bilang aku tidak mau ke mall. Aku tidak ada selera untuk shopping!" Kata Filia yang sudah ada di dalam mobil Sean.


"Aku benar-benar khawatir melihatmu Frustasi. Lihat dan berkacalah! Bagaimana bentuk wajahmu hari ini!" jelas Sean masih menyetir mobilnya.


"Siapa yang Frustasi? Aku hanya membaca buku."ungkap Filia menampik sendiri yang dia rasakan sambil memalingkan wajahnya dan melihat ke luar jendela mobil.


"Masih mengelak, mana ada Filia betah duduk berjam-jam dan membaca buku sampai matanya merah, kalau kamu nulis sampai aku dicuekin sih udah biasa. Tapi kali ini kamu sudah membuatku khawatir!" ungkap Sean.

__ADS_1


Sean menambah kecepatan untuk segera sampai ke sebuah mall yang besar di kota itu. Sean berencana untuk membawa Filia ke sebuah wahana bermain setelah itu mengajaknya shopping. 


Sampai di Mall.


"Ayo turun!!" Sean membukakan pintu Filia yang masih bertahan di tempat duduknya.


Sean semakin geram lalu menarik tangan Filia. 


"Se, aku nggak mau!lLepas Se! "Filia masih menarik tangannya untuk mencoba bertahan.


Sepertinya kali ini Filia hanya bisa menurut karena Sean berhasil membawanya ke dalam mall. Filia terlihat murung, Sean mendorongnya untuk masuk ke salah satu wahana permainan dan membeli koin yang terbilang sangat banyak. Filia awalnya masih malas tapi akhirnya bisa hanyut dalam suasana dan mereka menikmati wahana permainan itu dengan bahagia.


Ketika hadiah di tangan mereka sudah hampir penuh. Mereka berhenti dan duduk di kursi Mall itu.


"Kenapa lelah itu membuat aku lega ya Se?"tanya Filia sambil memegang boneka besar di tangannya.


Sean yang duduk di sebelahnya menoleh. Dia bahagia akhirnya sahabatnya bisa senyum lagi.


"Syukurlah, tujuanku hanya ingin membuatmu tersenyum lagi Fil." kata Sean kelelahan juga.


Filia hanya bisa tersenyum dan menarik tangan Sean untuk mencari makanan dan minuman.


Mereka sampai di sebuah restauran Sean meletakkan hadiah yang cukup banyak itu dan Filia juga meletakkan boneka besar itu di sampingnya.


Tiba-tiba pelayan datang untuk menyodorkan menu dan kertas untuk mencatat pesanan.


"Kak mau pesan apa?" tanya pelayan itu yang sudah siap mencatat dengan bolpenya.


"Aku pesen tiga macam menu andalan disini dengan minumannya!" jawab Filia yang sebenarnya bingung mau makan apa.


"Aku bareng kamu aja ya Fil. Kalau kebanyakan entar nggak habis lagi." kata Sean.


"Oke." jawab Filia.


Pelayan itu selesai mencatat dan mengulangi pesanan mereka lalu pergi untuk memproses pesanan mereka.


Sambil menunggu makanan dan minuman yang mereka pesan. Mereka membuka handphone mereka masing-masing dan melihat pesan yang belum mereka baca. Sampai suatu ketika Jeko tiba-tiba telpon Filia.


'Astaga orang ini. Membuat moodku kembali suram.' batin Filia dan otomatis merejek telpon Jeko.


"Loh kok nggak diangkat Fil?dari siapa ?" tanya Sean penasaran.


"Ah telpon tidak penting kok." jawab Filia yang akhirnya membisukan telpon Jeko.


Jeko mengirimkan pesan 


"Fil, segera ke kantor! Aku butuh kamu untuk menyelesaikan kontrak ini! Kamu di minta direksi membuat Novel untuk sebuah drama!" 


Filia menghela  nafas panjang 


'Kenapa tidak ada hari untuk tidak berhubungan dengan Jeko?' batin Filia sedikit kesal.


"Se, setelah ini kita langsung ke kantor ya! Direksi bilang aku harus buat Novel untuk drama. Maaf Se sepertinya kita nggak bisa shopping setelah ini." ucap Filia.


"Baiklah. Masih banyak hari lain Fil, setidaknya kamu sudah bisa tersenyum itu sudah membuatku lega." Sean mengiyakan kemauan Filia.


Lima menit kemudian makanan dan minuman itu datang dan mereka berdua menikmati makanan dan minuman itu.

__ADS_1


__ADS_2