FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
ADA CINTA 1


__ADS_3

            Filia terkejut ketika


tangan Jeko menggenggam tangannya. Entah kemana Jeko akan membawa Filia Pergi.


            Tiga jam kemudian mereka


sampai di sebuah resort yang sangat indah di dekat sebuah laut biru. Filia


membawa kopernya dan Jeko juga membawa barangnya-barangnya turun dari mobil.


Mereka berdua masuk ke loby resort itu dan menuju ke kamar yang mereka pesan.


Kali ini yang di pesan adalah kamar yang sangat besar seperti sebuah


apartement.


            "Dimana kamar


tidurku?" tanya Filia sambil melihat-lihat dapur dan kolam renang.


            " Di sebelah


sana!" kata Jeko menunjukan kamarnya.


            Filia meletakkan isi koper


ke dalam lemari. Tiba-tiba Jeko masuk ke kamar itu juga dan berbaring di


ranjang.


            "Lalu kenapa kamu ada


di sini?" tanya Filia heran.


            "Resort yang kita


pesan hanya tersedia satu kamar besar ini. Jangan khawatir aku tidak akan


berbuat macam-macam." Jeko masih berbaring di ranjang itu.


            "Jeko nanti malam


kamu akan tidur di sofa kan?"kata Filia sedikit khawatir.


            "Yang membayar


liburan ini kan aku. Jadi lebih baik kamu yang tidur di sofa." Jeko


menjawab tanpa rasa berdosa.


            Pria yang satu ini sudah kuduga memang tidak punya


perasaan,Filia menggerutu.


            "Baiklah, aku tahu


kamu sangat suka menindasku." kata Filia masih terduduk di pinggir ranjang


sambil melipat bajunya.


            Entah apa yag terpikirkan


Jeko saat itu. Jeko menarik perut Filia dan membiarkan Filia berbaring di


pangkuanya. Jantung Filia semakin berlabuh dan berlari kencang.


            "Ada tiga hal yang


dokter bilang kepadaku kemaren untuk memulai terapi." kata Jeko.


            "Apa?" Filia


mulai penasaran.


            " Yang pertama saling


memijat kepala, yang kedua saling memegang wajah dan yang ketiga bersandar atau


berpelukan. Saat kita pulang nanti kita akan melakukan tes untuk mencium anak


kecil bagaimana reaksi yang terjadi dengan tubuh kita." jelas Jeko.


            "Begitu ya."


kata Filia.


            Kemudian Jeko mulai


memijat kepala Filia dengan begitu nyaman. Filia cukup dibuat heran hari ini.


Sikap Jeko bisa berbeda seratus delapan puluh derajat. Jadi sangat baik padahal


biasanya sikapnya selalu membuatnya marah.


            "Pijatanmu enak


juga." komentar Filia sambil memejamkan matanya.


            "Hafalkan gerakanya!


Setelah ini kamu harus memijat kepalaku." kata Jeko dengan sikap Juteknya.


            "Baiklah,"jawab


Filia.


            "Aku sudah selesai.


Cepat bangun!" Jeko sedikit membentak.


            "Ya Tuhan kamu ini


galak sekali." komentar Filia.


            Jeko bersandar di kaki


Filia dan tanpa sadar Jeko memandang matanya. Mereka saling menatap beberapa


saat. Kenapa dia terlihat begitu cantik?


Jantungku berdebar lagi.Tidak aku harus fokus! gumam Jeko dalam hati. Lalu


Jeko menutup matanya.


            "Jangan bengong ayo

__ADS_1


mulai!" Jeko membuyarkan pandangan Filia.


            Orang ini selalu bisa merubah suasana. Tapi Kenapa aku


sungguh menikmati hari ini?tangan Filia memijat kepala


Jeko.


            Jeko terdiam sangat


menikmati pijatan Filia. Sampai-sampai dia tertidur di pangkuan Filia. Filia


mencoba memindahkan kepalanya dan menyandarkan di sebuah bantal. Kemudian dia


mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya.


            Sejenak matanya tertuju


melihat wajah Jeko yang terlihat menawan disamping ranjang. Pantas saja kamu menjadi Idola di Kampus.


Wajahmu begitu tampa,. tanpa sadar jari telunjuknya menyentuh hidung Jeko.


            Tiba-tiba Jeko membuka


mata lalu meraih tangan kanan yang sedang menyentuh hidungnya itu. Filia


terkejut dia jadi salah tingkah. Bagaimana


ini? Dia bangun! gumam Filia tidak bisa berkutik


            Debaran jantung mereka


seperti beriringan sudah tidak bisa tertahan dan mereka saling menatap.


            "E-e ini, a-aku


..." Filia tidak begitu jelas mau bicara apa.


            Jeko menarik tangan itu


dan wajah Filia jadi semakin dekat. Dia


cantik, gumam Jeko.


            "Jika mau menciumku,


aku tidak akan keberatan. Itu bisa menjadi terapi ..." kata-kata Jeko


terhenti. Ketika Filia mencium pipinya dengan lembut. Dia benar-benar melakukannya! Nafasku, dadaku sesak. Jeko kembali


menggerutu dan masih melongo di tempat.


            Filia melepas ciumannya dan berdiri Meninggalkan Jeko. Dasar! Naluriku


sangat buruk, siapa yang bisa menolak untuk tidak menyentuhnya? gumam Filia


pergi ke arah dapur dan memasak beberapa makanan.


            Jeko terpaku di tempatnya,


jantungnya berdebar begitu cepat membuatnya sulit untuk mengatur nafas. Ini pertama kalinya aku di cium pipi oleh


seorang wanita. Setelah sekian tahun. Jeko bangun dari ranjangnya lalu


cukup gugup berada di samping Jeko terlebih apa yang baru saja dia lakukan


ketika mencium pipi Jeko, dia berusaha fokus dengan masakanya dan tidak


menghiarukan Jeko disisinya.


            Jeko memandangnya


sesekali. Melihatny cekatan untuk memasak makanan membuat senyumnya tersungging


di wajahnya. Filia tahu Jeko memperhatikan dia sambil mengupas bawang.


Tiba-tiba tangan Filia menyenggol panci yang panas.


            "Aww..." Filia


merintih dan terus memegangi tangannya yang sepertinya melepuh.


            Jeko terkejut dan


menggenggam tangan Filia lalu menariknya ke kamar mandi. Filia terpaku dengan


yang dilakukan Jeko.


            Jeko mengambil pasta gigi


dan mengoleskan ke tangan Filia.


            "Bisakah kamu


berhenti menatapku!" Jeko menyadarkan Filia.


            "Si-siapa yang


menatapmu?" Filia menampik sendiri yang dia lakukan.


            'Jantungku berdebar lagi.'


batin Filia.


            "Biar aku yang


menyelesaikan masakannya dan kamu bisa menunggu di meja makan!" Jeko pergi


meninggalkan Filia. Oh Tuhan, kenapa


jantungku semakin berdebar. Jangan bilang aku terpesona dengannya? Sepertinya


aku melupakan rasa sakit di tanganku, Filia segera menuju ke meja makan.


            Filia terkejut dengan


semua masakan yang disiapkan Jeko. Sepertinya


aku hanya memasak sup, kenapa ada daging dan kepiting asap disini?tangan


Filia tidak sabar untuk mengambil makanan-makanan lezat itu.


            Jeko menarik tangan Filia.


            "Jangan menyentuh

__ADS_1


satupun makanan di meja!Tanganmu sedang melepuh." kata Jeko sambil


mengambilkan satu piring untuk Filia.


            Filia terpaku ketika Jeko


menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk ke mulutnya.


            "Suasana hatiku


sedang baik, jangan banyak tanya. Ayo makan!" Jeko menyuapi Filia.


            Sepertinya dia salah makan, kenapa jadi super perhatian? Filia


masih terus memandang Jeko sambil ******* makanan di mulutnya. Setelah Filia


******* makanan di mulutnya. Dia sadar pria yang satu ini sangat pandai


memasak. Ternyata dibalik sifatnya yang menyebalkan dia punya keahlian lain.


            "Kenapa kamu masih


memperhatikan aku? Kamu baru sadar, aku aku seorang pria tampan?" tanya


Jeko dengan sifat sombongnya.


            "Rasanya aku ingin


muntah, ketika kamu terlalu percaya diri."Filia mengernyitkan dahinya.


            "Kalau sudah selesai,


berikan piringnya padaku, aku akan mencucinya!" Filia mencoba menawarkan


bantuan.


            "Kamu sudah Gila?


Tanganmu melepuh begitu mau cuci piring. Biar aku saja yang mencucinya. Ini


pekerjaan mudah untukku." jelas Jeko sambil mengemasi semua hidangan di


meja.


            Orang ini sangat aneh, tiba-tiba galak, tiba-tiba baik,


tiba-tiba lembut. Sebenarnya dia itu orang yang seperti apa? Tunggu! Kenapa aku


jadi penasaran?gumam Filia sambil melihat Jeko sibuk di dapur. Filia


menuju ke sofa depan tv sambil menunggu Jeko. Filia merebahkan badannya ke sofa


yang super empuk itu. Seraya melihat ke langit-langit. Membayangkan novel apa


yang akan di buatnya kali ini? Tak terasa Filia tertidur.


            Jeko selesai membereskan


dapur. Melihat Filia tertidur dengan sangat berantakan, bajunya tersingkap,


kakinya diatas badan sofa dan tangan kanannya menengadah melewati sofa.


            "Wanita seperti ini,


seorang penulis novel terkenal? Begitu ceroboh dan ..." Ucap  Jeko sambil membetulkan tangan Filia dan


menurunkan kakinya. Kata-katanya terhenti ketika baju itu tersingkap naik


sampai terlihat perut utuh Filia.


            Jeko menelan ludah,


memandang perut ramping yang putih di depan matanya Itu. Tangannya tidak bisa


diam begitu saja seraya ingin menyentuhnya. Perutnya


begitu mulus.Tidak!tidak! gumam Jeko menghentikan tanganya sendiri untuk


menyentuh lalu meraih baju Filia yang tersingkap dan menutup perut Filia dengan


kasar, lalu berbalik duduk dibawah menghadap ke Tv. Filia terbangun sambil


menyeka matanya, dia cukup terkejut ketika Jeko ada disampingnya sedang


menonton tv.


            "Sudah puas


tidurnya?" kata Jeko masih menahan gejolak di dadanya.


            "Maaf aku ketiduran,


sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Filia sambil menyusul Jeko


duduk dibawah.


            Tiba-tiba Jeko menoleh dan


memandang Filia dengan jarak yang begitu dekat. Kedua tangan Jeko meraih wajah


Filia yang begitu tirus.


            Desiran di tubuhnya tidak


bisa dijelaskan lagi. Detak jantungnya terpompa cukup keras. Hingga Filia dapat


mendengarnya sendiri. Apa yang akan dia


lakukan sekarang? Selalu bergerak spontan tanpa aba-aba, gumam Filia masih


memandang Jeko yang ada di hadapanya.


            Jantungku berdebar begitu cepat, berbeda saat aku Bersama


dengan Jeni. Fila, kenapa selalu menarik di mataku? Apa arti perasaan ini?gumam Jeko memperhatikan Filia.


            "Apa yang kamu


lakukan?" Filia membuyarkan pandangan Jeko.


            "A-aku mengikuti


saran dokter untuk memegang wajah" Jeko terbata-bata.


            Sial! Kenapa aku jadi gugup?

__ADS_1


__ADS_2