FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
KEHILANGAN BUKAN BERARTI BERHENTI


__ADS_3

Filia masih bisa bangun pagi. hari itu Filia mulai bisa berfikir jernih walaupun pengar masih menemani badannya saat ini. Filia menyeka air matanya dan berjalan masih sedikit terhuyung menuju ke kamar mandi. Memang bukan cara yang mudah untuk melupakan bahkan untuk menyelesaikan masalah tapi Filia mencoba untuk tidak melarikan diri, Filia bukanlah penulis yang lahir kemarin sore tapi dia penulis profesional. Mau karya itu menghilang seperti apa, Filia akan bisa membuatnya lagi. Badannya terguyur air hangat yang membuatnya sedikit bisa bernafas dengan segar hari ini.


'Aku tidak akan membiarkan orang lain menjatuhkanku, bukankah sudah ku bilang jangan pernah selingkuh! Hari ini kamu akan merasakan akibatnya Je, tulisan itu aku masih bisa membuatnya lagi. Tapi aku masih nggak paham siapa yang tega melakukan ini padaku?' Filia masih sedikit emosi tapi dia cukup tahu apa yang akan dia lakukan sekarang.


Setelah selesai berpakaian Filia segera meninggalkan hotel itu untuk segera pergi ke toko pakaian berbelanja sebentar kemudian berpenampilan anggun dan pergi ke kantor penerbit dengan percaya diri.


Disisi lain Jeko terus merasakan gelisah karena telponnya tidak pernah di terima oleh Filia. Jeko yang masih banyak pekerjaan akhirnya tetap tidak ada waktu untuk mencari Filia. Tiba-tiba  Zeti datang lagi ke ruangan itu dan sudah membawa materi Novelnya.


"Selamat pagi Je." Sapa Zeti dengan ramah sambil menyerahkan materi novelnya.


"Letakkan dimeja!" Jeko benar-benar sangat sibuk, dia menjawab dengan sangat ketus.


"Apakah kamu tidak ada waktu?" Tanya Zeti berharap bisa mendapatkan waktu spesial dengan Jeko.


"Tidak!Maaf Zeti jika tidak ada keperluan, kamu bisa meninggalkan ruangan ini!" Jeko masih sibuk membaca materi novel yang setumpuk di meja kerjanya dan membuat laporan bulanan.


"Baiklah aku akan menunggumu di sofa." Zeti langsung bergegas duduk di sofa dan membaca majalah.


Filia sudah sampai di kantor penerbit, perasaannya sudah terkontrol sekarang. Dia beranjak ke ruangan Jeko saat itu juga, hari ini penampilan Filia membuat terkejut seisi kantor karena dia terlihat sangat bersinar dengan rok mini, tas branded, jaket kulit dan sepatu boot. 


Filia masuk ke kantor Jeko tanpa mengetuk pintu.


"Bisakah mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan direktur?" Jeko belum menyadari jika itu Filia karena matanya masih tertuju pada data.


"Oh baiklah. haruskah aku ulangi sekali lagi Je?" Filia menjawab pertanyaan itu dengan ringan.


Mendengar suara itu sangar familiar Jeko mengangkat wajahnya.


"Sayang? Bagaimana keadaanmu?Maaf aku tidak bisa mencarimu karena aku sedang banyak kerjaan." jawab Jeko yang akhirnya beranjak dari tempat duduknya.


"Lalu, kenapa wanita ini masih ada diruanganmu?" tanya Filia begitu sinis melirik Zeti yang kesal juga dengan kedatangannya.


"Dia hanya menyerahkan materi novelnya dan menungguku selesai. Apa kamu masih salah paham?aku akan menjelaskan semuanya!" Jeko masih berdiri di hadapan Filia.


Filia berbisik kecil ke telinga Jeko tapi matanya melihat Zeti yang duduk di sofa.


"Kamu tahu kan resikonya jika berselingkuh?" Filia mecubit keras perut Jeko hingga membuatnya menjerit kesakitan.


"Aww, sakit Sayang! Maafkan aku! Tapi beneran aku nggak ada hubungan apa-apa dengannya. Dia mantan pacarku dan dia sedang ada masalah dengan tunangannya kemarin dia juga minta maaf karena memelukku. Itu cuma ekspresi yang spontan. Kamu kemana saja? Aku cemas tapi aku tidak bisa pergi karena banyak sekali kerjaan yang harus aku selesaikan. Bagaimana sebagai gantinya nanti malam kita Dinner?"Jeko mencoba menjelaskan dan menghibur Filia, akhirnya Filia melepaskan cubitannya juga.


"Baiklah, kita makan di restauran biasa. Aku benar-benar benci ke ruangan ini Je! Ada gulma yang membuatku ingin mencabutnya sampai akar." Filia terdengar sedikit geram melihat Zeti.


Zeti mulai jengkel dengan apa yang di katakan Filia. Dia bangkit berdiri dan mendatangi Filia.


"Apa yang kamu bilang barusan?" Zeti mulai sedikit liar, dia mendorong Filia hingga mundur.


"Wah, wanita ini! Benar-benar kurang ajar! Gulma, apa aku salah dengan hal itu?" Filia tetap santai menjawab dengan wajah sinisnya.

__ADS_1


"Kamu!!" Zeti marah dia meraih rambut Filia, menjambaknya dan menariknya cukup kuat.


Filia yang tidak terima ikut menjambak rambut Zeti dan terjadinya perkelahinan diantara kedua wanita itu.


Jeko yang melihatnya mencoba menghentikan mereka, kepala Jeko semakin pusing karena hal ini juga pekerjaannya tertunda.


Jeko menarik Zeti dan salah membentak karena yang dia bentak adalah Filia.


"Fil berhenti!" Jeko berteriak dan membentak di ruangannya.


"Apa kamu tidak salah membentakku?" Filia mulai kesal dengan keadaan ini.


Jeko sadar, dia salah menempatkan emosi.


"Oh, aku mengerti!" Tambah Filia yang melihat Jeko masih menggenggam tangan wanita itu.


Jeko sadar dan melepas genggamannya.


"Bukan begitu maksudku, maaf! Aku ..."


"Jadi kamu membentakku hanya demi wanita ini?Apa aku salah cemburu dengan kekasihku sendiri? Apa aku yang menyerangnya duluan? Aku hanya mengatakan dia gulma, apa aku juga salah?" Filia mulai berkaca-kaca dan matanya begitu marah.


"Tidak! Bukan begitu maksudku, aku sedang banyak kerjaan. Jadi ..." Jeko meraih tangan Filia tapi Filia menangkisnya dengan cukup keras.


Zeti tersenyum bahagia melihat pertengkaran itu.


Jeko meraih tangan Filia lagi dan berhasil menggenggamnya dengan cukup keras.


"Zeti tolong tinggalkan ruangan ini!" Jeko mencoba mengatur emosinya.


"Tapi Je ..." Zeti masih ingin bertahan.


"Sekarang juga!!" Tambah Jeko sedikit membentak.


Filia masih meronta, tangannya di genggam Jeko sangat erat. Zeti akhirnya keluar dari ruangan itu, melihat seisi kantor mulai menatap wajahnya, Zeti secepatnya pergi dari kantor itu. Jeko menutup pintu dan menguncinya, ruangan kaca itu telah di tutup kordenya secara otomatis.


Filia masih terus ingin melepas tangan Jeko untuk segera kabur dari tempat itu. Jeko memelukknya dengan cukup kuat, membelainya perlahan.


"Tenangkan dirimu, aku mengerti sayang. Maafkan aku!Aku sadar dengan kesalahanku, aku tidak bermaksud membentakmu. Aku sedang banyak kerjaan dan harus ku seleseikan hari ini juga, kamu harus percaya padaku Filia aku tidak pernah selingkuh! Dia tidak berarti bagiku. Maafkan aku disaat kamu ada masalah aku tidak ada di sana. Alu tahu kamu kehilangan materimu. Maaf ya sayang!" Jeko mulai menenangkannya dan membelai rambut Filia dengan penuh kasih sayang.


Filia berhenti meronta, dia menangis di pelukan Jeko. Kaki dan tangannya mulai lemas, pikirannya kembali kacau. Akhirnya pecah sudah apa yang di rasakan Filia.


"Kamu Jahat Jeko! Kamu orang yang sangat jahat!" Filia terus menangis dan memukul punggung Jeko.


"Kamu boleh marah sesuka hatimu, biarkan hatimu lega! Maaf aku membuatmu khawatir dan cemburu." Jeko melepaskan pelukkanya dan menatap mata Filia, tangannya yang besar dengan jari jemari yang lentik itu megusap pelan air mata Filia yang jatuh ke pipi Filia.


"Jangan menangis lagi! aku tidak akan pernah selingkuh. Hanya kamu wanita yang bisa aku sentuh, aku peluk dan aku sayangi, tidak ada wanita yang lain di hatiku." Jeko membelai wajah Filia dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan itu benar? Apa kamu benar-benar bisa di percaya?" Filia memperlihatkan wajah polosnya di hadapan Jeko.


Jeko memeluk Filia lagi.


"Jika kamu seperti ini, kamu terlihat sangat menggemaskan. Apakah aku orang yang tidak bisa di percaya?" Tanya Jeko masih membelai rambut Filia di dalam pelukannya.


"Aku percaya padamu Je." Filia menjawabnya singkat.


" Kita selesaikan masalah novelmu itu, aku akan mencari tahu ada apa dengan laptopnya tapi sebelum itu berikan aku waktu tiga jam saja untuk menyelesaikan pekerjaanku. Kamu bisa menungguku di sofa kan?" Jelas Jeko yang sudah berhasil menenangkan Filia.


"Baiklah aku akan menunggumu." Jawab Filia singkat lalu menunggu Jeko di Sofa.


Disisi lain Ha-Joon datang lagi ke hotel untuk menemui Filia tapi saat menanyakan di resepsionis ternyata Filia sudah Check out sejak pagi tadi.


'Mungkin dia sudah pulang.' Pikir Ha-Joon  yang masih membawa sup anti pengar di tangannya.


Ha-Joon akhirnya pergi dari hotel itu membawa kembali sup anti pengarnya.


Hati Filia mulai tenang, dia mencoba menulis kembali novelnya yang menghilang karena dia malas untuk mengurus hilangnya novel secara misterius itu. 


Tiga jam kemudian Jeko selesai mengerjakan seluruh pekerjaannya. Badannya sungguh lelah, sedikit merenggangkan ototnya dan mendekati Filia di sofa. Kaca yang tertutup korden itu membuat Jeko bebas untuk bermanja dengan Filia.


"Sayang." Panggil Jeko yang terlihat sangat lelah.


"Hmmm ..." Jawab Filia yang masih serius menulis novelnya.


Jeko meletakkan kepalanya lagi di pangkuan Filia, membuat Filia harus meletakkan Laptopnya dan duduk lebih tegak.


"Kenapa kamu selalu melakukannya Je?" Filia mulai membelai rambut Jeko.


"Aku sangat merindukanmu, aku tidak akan marah jika novelmu tidak jadi tepat waktu. Setidaknya kamu memperhatikanku sekarang!!Aku juga belum memeriksa laptopmu kan?" Jeko menatap wajah Filia.


Filia tersenyum melihat kekasihnya itu sangat manja.


"Biarkan saja karyaku menghilang, aku masih bisa membuatnya lagi." Filia mulai merelakan novelnya yang hilang itu.


"Kamu sudah tidak marah lagi kan?" Jeko kembali duduk tapi masih menghadap ke Filia sambil menggodanya.


"Masih." Filia menjawabnya singkat sedikit menggoda Jeko.


"Bohong!" Jeko meraih tengkuk Filia lalu mencium bibir kekasihnya itu.


Filia terkejut dan mengedipkan matanya berkali-kali.Jeko menikmatinya sejenak, mengikuti setiap ritme yang membuatnya berdebar. Filia mulai menutup matanya, dia selalu terhipnotis ketika Jeko mengambil sebagian nafasnya untuk berciuman.


'Aku mencintaimu Filia, sangat mencintaimu.' gumam Jeko dalam hati masih menikmati bibir yang terasa manis di matanya itu.


Sampai ada suara ketukan Pintu mereka berhenti dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2