FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
ROMANTIS


__ADS_3

Syuting di mulai mereka berdua memang cocok untuk memerankan peran utama. Filia mencoba memberitahu Sutradara jalan cerita dalam Novelnya itu sudah sesuai. 


Akhirnya syuting hari pertama selesai.


Ha-Joon membawakan secangkir Kopi untuk Filia dan duduk di sampingnya.


"Terimakasih."jawab Filia sambil menerima Kopi ditangannya.


"Bagaimana kabarmu? Hampir setahun kita tidak bertemu?" tanya Ha-Joon sambil menyerutup Kopi hangat ditangannya.


"Kabarku sangat baik, kamu masih sama selalu tampil sempurna untuk menjadi Aktor. Bagaimana kabarmu?" Tanya Filia sambil menyerutup kopi hangatnya juga.


"Aku sangat baik, ku kira kita tidak akan pernah bertemu lagi." ungkap Ha-Joon


Dari jauh Jeko melihat kedekatan mereka berdua. Rasanya ingin menarik tangan Filia dan mengajaknya pergi saat itu juga.


'Baru jadian tadi, kenapa dia tidak bisa menjaga sikap?' Jeko terlihat sedikit kesal.


Baru berjalan beberapa langkah. Sun-Ye mendekatinya.


"Je!" panggil Sun-Ye yang melihat Filia dan Ha-Joon ternyata akrap.


'Sepertinya semakin seru!' gumam Sun-Ye tersenyum nyinyir.


"Kita sudah lama tidak bertemu. Kita pergi mengambil Teh hangat dulu disana!" Sun-Ye menggandeng lengan Jeko dengan paksa.


"Tapi Sun-Ye?!" Jeko tidak bisa menolak dan mengikuti Sun-Ye walaupun kepalanya terus menoleh ke arah Filia dan terpaksa menghadap ke depan juga.


Mereka berdua berjalan ke arah lain seolah sangat mesra, Filia melihat hal itu dengan tidak sengaja.


'Dasar Pria ini. Belum ada sehari jadian sudah genit dengan wanita lain!' raut wajah Filia terlihat emosi tanpa sadar menghabiskan kopi panasnya dengan secepat kilat tanpa merasakan terbakar di lidahnya.


"Sori Joon, sepertinya aku harus pulang sekarang!" ucap Filia berjalan meninggalkan Ha-Joon.


"Tapi Fil?!" Ha-Joon tidak bisa berbuat apa-apa seakan ada sesuatu yang menghentikannya.


Filia berjalan sangat lembut mendekati mereka berdua yang asik bercengkrama dan saling berhadapan di samping taman.


"Hai Sun-Ye, maaf mengganggumu berbicara dengan Jeko." kata Filia sambil menggandeng lengan Jeko dengan nada sangat manja dan centil.


"Sayang, kamu nggak lupa kan hari ini kita ada jumpa pers?" Filia memandang mata jeko dengan nada menggoda.


Jeko heran dengan tingkah Filia yang bisa begitu manja.


'Sayang? Dia bisa genit juga?' gumam Jeko heran memandang Filia.


"Wanita ini, benar-benar membuatku kesal!' batin Sun-Ye.


Filia menarik Jeko dengan paksa. Setelah sampai di luar tempat syuting, Filia melepaskan pegangannya. 


"Kok dilepas! Sayang!" Jeko mencoba menggoda Filia.


"Sayang?aku sedikit geli mendengarmu bilang begitu. Aku hanya akting untuk beberapa saat, agar nenek sihir itu menyingkir dari kekasihku!" Filia berjalan duluan ke arah mobil.


"Tunggu! Yang benar saja, kamu cemburu?. Kita teruskan panggil sayang ya Fil?" Jeko mengejar Filia yang mulai berlari kecil.


"Jangan terlalu percaya diri, aku nggak cemburu! Aku masih geli kamu panggil sayang Je." Filia masih terus berjalan, wajahnya terlihat memerah.


"Ahh aku suka ekspresimu. Kan yang duluan bilang sayang kamu?"Jeko merangkul Filia sambil tersenyum menyindir.

__ADS_1


"Terserah kamu sajalah!" Filia sedikit kesal dan juga merasa malu.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan bergegas untuk datang ke Jumpa Pers. Hari itu mereka berdua dan wartawan janjian di sebuah hotel bintang lima di korea.


Para wartawan sudah berkumpul disana Jeko dan Filia sama-sama memiliki manager. Mereka sudah hadir di Jumpa Pers itu.


Filia dan Jeko duduk berdampingan dengan manager yang berada di kanan dan kiri mereka berdua.


"Apa yang sebenarnya terjadi antara kalian berdua?" tanya manager Jeko sambil berbisik ditelinga Jeko.


"Kami sepasang kekasih." ungkap Jeko dengan santainya.


"Astaga!Ternyata itu bukan gosip?" manager Jeko sedikit terkejut.


"Sebentar lagi aku akan mengakuinya." Jeko tersenyum dan bersiap untuk memberitahukan kepada Pers.


'Dia selalu tidak bisa di prediksi.' kata Manager Jeko.


"Fil kali ini benar atau tidak?" tanya manager Filia ikut penasaran sambil berbisik


"Itu bukan gosip, dia memang kekasihku." jawab Filia dengan tersenyum.


"Kamu tidak takut kehilangan banyak penggemarmu?" tanya manager Filia.


"Apakah kamu lebih memilih aku jadi perawan tua?" tanya Filia sambil tersenyum melihat wartawa yang sudah siap untuk wawancara.


"Baiklah terserah kamu saja."manager Filia menjawab dengan pasrah.


Jeko mulai menyapa wartawan.


"Selamat sore semuanya, hari ini kami sengaja membuat jumpa pers karena melihat banyak sekali desas-desus bahwa ada kedekatan antara kami berdua dan hari ini kami akan memberikan klarifikasi bahwa hal itu memang benar. Tepat di hari ini kami resmi berpacaran." jelas Jeko dengan begitu mantap.


"Pak Jeko, berarti kabar kemesraan saat di resort itu memang benar? Apakah kalian berdua berada disana?lalu apa yang kalian lakukan jika hanya kalian berdua?" tanya seorang wartawan membuat Jeko sedikit menelan ludah.


Filia jadi ikut bingung mendengar pertanyaan itu. Jeko menoleh ke Filia sambil diam-diam menggenggam tangan Filia karena dia tahu Filia panik.


"Waktu itu, kami berdua memang pergi ke resort tapi kami betul-betul membahas pekerjaan dan kami juga dalam satu ruangan besar tidak berada dalam satu kamar. Jika teman-teman menganggap itu foto kemesraan kami berdua. Ya mungkin memang begitulah adanya." Jeko terpaksa menyembunyikan yang terjadi di resort saat itu.


Filia tersenyum dan lega mendengar jawaban Jeko.


"Kalau begitu bolehkah kami meminta foto mesra kalian di sebelah sana untuk berita hari ini?karena kebetulan kalian berdua sama-sama terkenal dan benar-benar menjadi sorotan karena Pak Jeko juga ganteng dan Nona Filia juga penulis yang terkenal cantik dan anggun. Ini akan jadi berita paling menarik." puji salah satu wartawan.


Filia dan Jeko saling melihat seolah memberi isyarat bahwa mereka mau melakukannya.


Mereka berdiri sambil bergandengan tangan lalu benar-benar berfoto bak seorang model karena tubuh mereka juga yang ideal. Tangan Jeko sebelah kanan merangkul pinggang Filia dan Filia menyandarkan kepalanya  sedikit di bahu Edwin sambil menampilkan senyumannya. Semua kamera langsung mengabadikan moment itu dengan segera.


Kemudian tersebarlah foto itu menjadi sampul utama sebuah surat kabar dan jadi treading topic di internet.


Jumpa Pers itu akhirnya berakhir.


Jeko dan Filia masuk ke mobilnya.


"Akhirnya selesai sudah, tapi konsekuensinya sekarang kita nggak bisa pergi sembarangan karena kamera pasti akan membuntuti kita berdua sayang." kata Jeko sambil menyetir.


"Kenapa telingaku geli ya kalau kamu panggil aku sayang je? seperti ada yang menggelitik. Ya memang konsekuensi orang terkenal pasti begitu." komentar Filia.


"Baiklah sayang, aku tidak akan mengulangi kata s-a-y-a-ng itu lagi." Jeko sengaja menggoda Filia.


"Lalu kenapa kamu menyebutkan berulang kali?" Filia sedikit gemes dengan Jeko sambil memukul pundaknya.

__ADS_1


"Sudah!Sudah! Ampun Fil! Aku lagi nyetir berbahaya! Tapi pukulanmu sakit." kata Jeko kembali Fokus untuk menyetir dan sesekali merintih menyentuh pundaknya yang sedikit panas.


Filia kembali ketempat duduknya dengan tenang.


"Siapa suruh jahil!?" Filia masih gemes dengan Jeko.


Jeko tersenyum sambari menoleh sesekali untuk melihat wajah Filia yang seiring dengan waktu membuatnya semakin jatuh cinta.


Untuk merayakan Hari jadian mereka. Hari itu juga Jeko mengajak Filia makan malam di sebuah rumah makan mewah yang di desain seperti Rumah makan kerajaan. Tempatnya lumayan jauh dari perkotaan karena dari atas balkon restauran itu bisa melihat pemandangan pantai yang begitu luas.


Jeko memesan tempat disekitar balkon tanpa atap dan bisa melihat langsung pemandangan pantai dari atas. Tempat ini menjadi tempat favorit untuk pasangan kekasih, selain tempatnya yang sangat memukau hidangan makanan disini sangat enak. Cuma seperti biasa yang bisa makan di restauran ini hanya kalangan menengah keatas karena harganya cukup mencekik dompet.


"Fil sebelum kita masuk, bisakah kamu memakai ini!" Jeko menunjukkan sapu tangan hitam untuk menutup mata Filia.


"Kita kan mau makan kenapa harus pakai sapu tangan itu Je?Buat apa?" Filia sedikit penasaran.


"Apa yang sebenarnya Jeko pikirkan?" gumam Filia dalam hati.


"Namanya juga kejutan, kamu belum pernah kan datang kesini? Ini untuk menutup mata kamu Fil." tanya Jeko tanpa berfikir panjang langsung memasang sapu tangan itu untuk menutup mata Filia.


'Sudah pasti akan gelap berjalan' batin Filia seraya menghela nafas.


"Bagaimana aku berjalan jika kamu tutup mataku Je?" tanya Filia yang berdiri sambil menunggu Jeko mengunci mobilnya.


Diam-diam Jeko mengambil sebuah bingkisan yang sudah di pesan secara online saat mereka ada di lokasi syuting. Jeko benar-benar mempersiapkan semuanya dengan rapi. Jeko segera memasukkan bingkisan itu kedalam saku celananya.


"Tunggu sebentar jangan melangkah!aku yang akan jadi penunjuk jalan! Kamu cukup mengikuti instruksiku!" jawab Jeko mengambil tangan Filia lalu meletakkan di lengan kanannya.


'Dia memang pintar mengambil kesempatan.' batin Filia.


'Pertama kalinya aku bisa menyayangi seorang wanita lebih dari yang aku pikirkan setelah mamaku tiada. Aku berani membayangkan hal romantis hanya bersama Filia.' Jeko tersenyum sambil menggandeng Filia ke meja yang sudah di pesan.


'Pria ini sungguh membuatku penasaran.' Gumam Filia dalam hati masih terus berpegangan di lengan Jeko.


Mereka berdua sampai di meja makan dan Filia di antar ketempat duduknya. Filia yang hanya bisa menurut akhirnya duduk dan mencoba melepas ikatan di matanya.


"Tunggu!jangan melepasnya dulu! Ada pertanyaan yang ingin aku tanyakan?' Jeko merapikan cara duduknya mencoba untuk tidak tegang. Entah apa yang membuatnya gugup juga saat itu.


Filia mengurungkan niatnya untuk membuka sapu tangan yang tersemat dimatanya.


'Apa lagi yang Jeko inginkan kali ini?' Filia semakin penasaran.


"Fil, Apa kamu bisa berjanji untuk tidak meninggalkanku?Tidak menghianatiku juga?" tanya Jeko perlahan menata bahasanya untuk tidak menyinggung Filia.


'Sepertinya kali ini Jeko benar-benar serius?'Gerutu Filia dalam hati.


"Itu sebenarnya tergantung kamu, jika kamu setia aku juga akan setia. Jika kamu meninggalkan aku dengan senang hati aku juga akan meninggalkanmu." jawaban Filia begitu diplomatis.


'Dia memang wanita yang berbeda.' batin Jeko tersenyum.


"Karena aku tahu kamu cantik dan aku yakin banyak pria yang akan mendekatimu." tambah Jeko.


"Kamu kira hanya kamu yang khawatir. Jeko bercandanya sudah ya? Kamu tidak ingin membuatku mati penasaran kan? Aku buka ikatan ini!" Filia sudah tidak sabar.


"Jadi kamu khawatir juga denganku? Baiklah silahkan buka ikatannya!" jawab Jeko melihat Filia sambil tersenyum.


Perlahan tapi pasti ikatan itu terbuka. Filia membuka matanya perlahan yang terasa pekat, ketika sinar lampu mulai menyapa. Mata Filia berkeliling menyisir setiap tempat disekelilingnya. Itu membuatnya berdiri dan berjalan ke arah pagar balkon dan melihat pemandangan yang membuatnya begitu tercengang. Lampu yang terpasang bak di negeri dongeng dan melihat pemandangan laut yang benar-benar membuat Filia terdiam sejenak. Desain meja itu pun sangat tidak biasa.


Jeko memandang Filia dengan tersenyum, Jeko berdiri dan mendekatinya dari belakang. Tangannya melingkar di pinggang Filia dengan dagu yang sudah menempel di pundaknya.

__ADS_1


Hawa panas seperti perlahan menyapa Filia ada hal aneh yang terus mengerutu dan Menyapa kulitnya. Filia terkejut dengan pelukan Jeko yang seakan membuat jantungnya seperti telah berdetak melebihi dentuman waktu.


__ADS_2