FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
PULANG


__ADS_3

Jeko hanya memberikan kecupan Selamat tidur di kening Filia kemudian dia tidur begitu saja sepertinya Jeko begitu lelah. Filia masih menutup matanya setelah beberapa menit tidak ada yang di lakukan Jeko, Filia baru membuka matanya dan melihat Jeko sudah tertidur pulas disamping Filia. 


'Dasar! Kamu itu pria yang nakal. Tapi kamu juga mampu menahan keinginanmu sendiri, aku tahu kamu selalu bisa menjagaku.' gumam Filia tersenyum memandang Jeko di depan matanya.


Filia diam-diam juga mengecup Keningnya lalu ikut tertidur.


***


Sean dan Yul melepaskan ciumannya.


"Terimakasih kamu mau jadi kekasih seorang playboy sepertiku." Yul membetulkan cara duduknya.


"Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu menghianatiku setelah ini. Aku tidak jauh berbeda dari Filia, aku pun bisa melemparmu jauh jika hal itu terjadi." Sean mulai mengancam Yul.


"Kamu memang terlihat kejam, tapi aku menyukaimu. Jadi itu tidak masalah, lagian siapa yang berani menyaingi kecantikan seorang top model seperti Youra, mereka dengan mudah mundur teratur ketika melihatmu disampingku." jelas Yul sambil meletakkan kepalanya di paha Sean.


"Astaga! Aku baru tahu kamu bisa semanja ini dengan wanita." Sean sedikit heran.


"Aku tidak pernah melakukan hal seperti ini dengan wanita, aku juga jarang dimanjakan wanita. Karena aku lebih memanjakan mereka dengan uangku, aku cukup lelah. Aku selalu merasa tidak puas dengan satu wanita karena kebanyakan dari mereka wanita clup malam yang bisa berpindah hati ke pria manapun. Aku juga takut untuk ditinggalkan." Yul mulai curhat.


"Apakah ini sebuah pengakuan seorang playboy? Berapa banyak wanita yang kamu tiduri? Aku tidak percaya jika kamu belum pernah melakukannya." tanya Sean dengan spontan.


"Astaga Se! Pertanyaanmu se-fulgar itu. Hanya tiga wanita saja, itu aja aku sedang mabuk jadi tanpa kesadaran." jelas Yul.


"Oh, jadi kalau kamu tidak sadar kamu bisa meniduri banyak wanita itu maksudmu? Kamu kira tiga itu tidak banyak? Awas saja jika kamu mabuk sembarangan!" Sean sebenarnya sedikit cemas karena dia harus menyembuhkan playboynya Yul.


"Tidak, tidak, tidak aku berhenti ke club malam karena Jeko juga melarangku ke sana. Aku berjanji padamu tidak akan mabuk sembarangan dan meniduri wanita lain. Jika playboyku kambuh bukan kamu saja yang bisa melemparku tapi Filia bisa membunuhku." Yul sedikit ketakutan karena dalam hatinya memang ingin sembuh dari playboy.


"Baiklah, pegang kata-katamu. Jika kepadaku apa kamu juga akan berbuat lebih?" Sean cukup jujur dan tanpa canggung menanyakan hal itu.


Yul tiba-tiba terdiam dan berfikir.


"Jika kamu mau, aku bisa melakukannya." jawab Yul sambil tersenyum.


PLAK!! 


Sean memukul jidat Yul sampai Yul menahan rasa sakit.


"Jika kamu melakukannya aku akan minta putus setelahnya." kata Sean cukup tegas.


Yul tidak menjawab dia terus mengerang dan memegang jidatnya.


"Apa itu sangat sakit Yul?" Sean tiba-tiba cemas.


'Dia memang sangat perhatian, aku suka. Aku tetap pria kuat tapi di sampingnya aku bisa selemah ini.' gumam Yul masih memegangi jidatnya.


Sean membuka tangan Yul dan melihat jidatnya tapi ekspresinya tiba-tiba berubah  dan Yul meraih tengkuk Sean kemudian mengecup bibirnya.


"Aku akan menjagamu sampai hari pernikahan kita." Yul tiba-tiba berubah menjadi seorang pria sejati.


Sean mematung dan wajahnya langsung memerah mendengar hal itu.


'Kamu ini, masih sempat mengerjaiku juga!' Sean sangat tersipu.


"Wajahmu memerah? Apa kamu demam tinggi lagi Se? Aku sudah turun karena obat dari Filia tadi lo." Yul kembali duduk lalu memeriksa suhu badan Sean.


"Ahh kamu ini." Sean menyingkirkan tangan Yul lalu bersembunyi di dalam selimut.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan kamu malu?" Yul ikut tertidur di samping Sean dan membetulkan selimutnya, dirinya sedikit geli melihat Sean begitu.


"Diam Yul!!" jawab Sean dari dalam selimut.


"Baiklah, aku akan tidur saja. Jika kamu ingin memelukku, lakukan saja!" kata Yul yang langsung menutup matanya.


Sean tidak menjawab sama sekali. 


'Pria ini memang susah di prediksi.' batin Sean yang akhirnya ikut tertidur.


*** 


Keesokan harinya adalah hari terakhir mereka berempat berada di Jepang. Sean tinggal menyelesaikan satu pemotretan di pagi itu kemudian siang bisa terbang kembali ke korea sedangkan Filia dan Jeko akan segera berkemas untuk kembali ke korea.


Yul seperti biasa akan mendampingi pujaan hatinya pergi.


Pagi yang sangat cerah itu menyapa Sean dan Yul yang akhirnya dalam posisi berpelukan saat tertidur. Mereka sedikit menyeka matanya kemudian saling melihat.


"Aku sudah menduganya kita akan saling berpelukan. Semalam aku sudah bilang, aku tidak keberatan." Yul semakin memeluk Sean yang ada di pelukannya.


"Kamu ini." Sean memeriksa suhu badan Yul 


"Kamu sudah tidak demam, hari ini kamu bisa mengantarku ke lokasi pemotretan kan? setelah itu kita akan kembali ke Korea." tanya Sean sambil memandang Yul.


Yul gantian memeriksa Suhu tubuh Sean.


"Kamu juga sudah tidak demam, baiklah sayang. Aku akan mendampingimu kemanapun kamu pergi." jawab Yul sambil mengecup kening Sean.


Wajah Sean berubah merah lagi.


'Dia kebiasaan membuatku tersipu.' gumam Sean dalam hati.


"Kamu serius mengajakku mandi?Apa boleh begitu?" Yul tiba-tiba merasa ada isyarat disini.


"Jangan banyak berkhayal, apa tamparan di jidatmu semalam masih kurang?" Sean mengambil baju ganti dan segera masuk ke kamar mandi.


"Semakin galak, kamu semakin cantik Sayang." Yul terus memandang Sean.


"Kamu memang sudah Gila Yul." Sean masuk ke kamar mandi.


"Aku memang sudah tergila-gila padamu Se" Yul tersenyum sambil merebahkan tubuhnya ke ranjang lagi.


Disisi lain Jeko terbangun dari tidurnya lalu mengecup kening Filia agar kekasihnya itu bangun.


"Selamat pagi sayang." 


Filia perlahan membuka matanya dan meregangkan ototnya untuk bangun.


"Pagi juga sayang." Filia menjawabnya sambil menyeka kedua matanya yang sulit terbuka.


"Sekarang kita harus bangun, kita akan berkemas untuk pulang ke Korea!" jelas Jeko sambil melipat selimutnya.


Filia beranjak dari tidurnya


"Baiklah aku akan menyiapkan sarapan untuk kalian semua." kata Filia sambil mengikat rambutnya seperti ekor kuda.


Beberapa menit kemudian Sean dan Yul sudah selesai bersiap dan Filia juga selesai menyiapkan sarapan di meja. Mereka berempat makan dengan lahap sambil bercengkrama tentang hubungan mereka masing- masing.

__ADS_1


"Kemungkinan besar kita akan terbang ke Korea lebih dulu Yul." Jelas Jeko sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Baiklah, Aku akan pulang dengan pujaan hatiku. Benar kan sayang?" Yul bertanya dengan lirikan manja kepada Sean.


Sean hanya tersenyum kaku, melihat kekasihnya ini sedikit lebay.


"Se, akhirnya kamu tahklukan juga Playboy cap nyamuk ini." komentar Filia.


Sean hanya tersenyum sambil menyantap sarapan paginya.


"Aku dengar yang kamu ucapkan Fil. Playboy cap nyamuk, apa seburuk itu?" Yul mencacah makanan di meja karena kesal.


"Itu memang cocok denganmu yang dulu Yul. sudah jangan kesal! Terima saja." kata Jeko sambil menghibur sahabatnya itu.


"Ahh, kalian berdua memang sekomplotan. Kalian memang Jahat padaku. Aku sudah berusaha jadi pria setia lo." Yul mulai membela diri.


Mereka semua tertawa melihat tingkah Yul.


"Iya, aku percaya. Sudah habiskan makananmu!" kata Jeko mengacak-acak rambut Yul.


"Jangan mengacak-acak rambutku seperti anak kecil Je, Aku sudah menatanya biar terlihat ganteng." Yul kembali menata rambutnya.


Mereka semua kembali tertawa dan bergegas menghabiskan sarapan mereka.


***


Filia dan Jeko kembali ke Korea pagi itu juga. Jeko ternyata ada pertemuan dengan dosen pembimbing. 


"Je, nanti aku langsung pulang nggak papa ya? Aku juga harus menyelesaikan Novel yang tertunda." jelas Filia masih duduk di dalam pesawat.


"Iya sayang, aku akan menyelesaikan urusan kuliah secepatnya juga. Rasanya ingin cepat selesai lalu melamarmu dan kita segera menikah." jelas Jeko memandang kekasihnya itu di sampingnya.


Filia hanya tersenyum mendengar keinginan kekasihnya itu.


Beberapa menit kemudian Jeko dan Filia tiba di bandara Korea. Mereka berpisah disana karena arah tujuan mereka berdua berlawanan.


Mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka masing-masing.


Filia menyapa kedua orang tuanya.


"Ma, pah Filia pulang." Filia berjalan masuk membawa koper besarnya.


"Sayang, apakah semuanya lancar?" tanya mama Filia


"Semuanya lancar ma, Puji Tuhan. Aku harus menyelesaikan Novelku hari ini. Aku ke atas dulu ya ma. Oh ya ini ada bingkisan dari Jepang, aku membelikan ini untuk mama dan papa semoga kalian suka." Filia mengambil bingkisan yang berisi baju hangat dari bahan rajut untuk kedua orang tuanya.


Mama Filia tidak sabar dan langsung membukanya 


"Makasih banyak sayang, pah ini buat kamu!" kata mama Filia memberikan baju hangat itu untuk suaminya.


Mereka berdua tampak sangat bahagia dengan bingkisan yang dibawa Filia. 


Filia tersenyum melihat mereka berdua bahagia karena dirinya cukup lelah akhirnya pergi ke kamar untuk segera beristirahat baru setelah itu meneruskan Novelnya.


Filia tertidur sekitar dua jam lalu setelah itu seperti biasa khayalan dan jarinya bermain membuat karya yang tertunda itu. Jeko juga sangat sibuk di hari itu karena mempersiapkan sidang terakhirnya untuk bulan depan.


Filia dan Jeko sama-sama begadang di rumah mereka masing-masing. Mereka adalah dua orang yang selalu serius dengan karir dan pendidikan mereka. Alhasil yang mereka dapatkan pasti mendekati sempurna

__ADS_1


Malam yang sangat dingin itu tetap membuat mereka terjaga sampai pagi dini hari. Kemudian tepat pukul tiga pagi mereka menyelesaikan tugasnya masing-masing. Mereka berdua sama-sama meregangkan otot dan beranjak dari meja belajar menuju ke tempat tidur tanpa hitungan menit mereka berdua terlelap.


Ke esokan harinya ....


__ADS_2