FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
AKU MENDAPATKANNYA


__ADS_3

Wajah Sean berjalan mendekat dan berhenti di bibir Yul yang terpaku dan terbelalak. Terus mengartikan apa yang sebenarnya terjadi sekarang. Yul mengedipkan mata berkali-kali seolah tidak percaya tapi bibirnya tidak berpindah kemanapun, Sean sudah memejamkan matanya.


'Aku juga mencintaimu Yul, kamu tidak perlu mengatakan hal itu lagi. Aku sudah tahu.'


Suara hati Sean.


Yul seperti mendapatkan jawaban, semakin lama Yul semakin menutup mata sedikit tersungging kecil senyuman di bibirnya dan perlahan ********** juga.


'Aku belum pernah merasakan ciuman seperti ini. Aku mengerti sekarang, jika adanya cinta membuat ciuman itu terasa nikmat seperti ini.' gumam Yul dalam hati.


Mereka melepas ciuman itu dan tersenyum saling berpandangan.


Tiba-tiba mereka bersin bersama 


"Hakzinnggg!" 


Mereka tersenyum


"Maaf Se sepertinya kita berdua jadi Flu?"kata Yul mengusap rambut Sean yang masih berbaring di tempat tidur.


"Nggak papa, setidaknya hari ini aku dengar semua yang kamu katakan." Sean tidur berbalik membelakangi Yul.


"Kamu dengar semuanya?" Yul tiba-tiba panik membuat Sean kembali menoleh ke arahnya lagi.


Yul sekali lagi mengecupnya. Lalu memandang wajahnya


"Aku mencintaimu Se" Yul tersenyum


Sean tersipu malu.


"Kalau begitu biarkan aku tidur di sampingmu ya Se?" Yul dengan tiba-tiba berdiri dan memutar arah untuk naik ke atas ranjang.


"Ah, tidak,tidak, tidak kamu tidak boleh sepeti ini! Kamu harus pulang ke penginapan Jeko. Aku juga ingin menemui Filia." Sean sedikit panik, Yul mencoba memeluk Sean dari belakang sambil berbaring tapi Sean mendorongnya.


Yul masih bertahan dan memeluk Sean sampai tidak bisa bergerak lagi.


"Iya kita kesana nanti. Aku ingin tidur sebentar lagi." tanpa hitungan menit Yul tertidur.


Sean sudah tidak mendengar suaranya, Sean


Menoleh kearah Yul yang masih erat memeluknya. Sean memeriksa suhu badanya


"Dia masih demam."


'Aku mencintaimu juga Yul' Sean menarik selimutnya agar Yul tidak kedinginan dan mendekapnya dalam tidur.


***


Jeko dan Filia berangkat ke lokasi syuting untuk iklan buku. Mereka benar-benar profesional. Dua orang itu terlihat sangat smart ketika menghafal naskah dan berbicara di depan kamera. Mereka terlihat bersinar. Sponsor acara bahkan yang memproduseri iklan mereka cukup puas, mereka sontak bertepuk tangan setelah syuting iklan selesai.


"Kalian sungguh luar biasa!" Puji salah satu sponsor.


Mereka berdua hanya tersenyum dan menganggukan kepala seperti memberi hormat.


"Je, kamu dan partnermu ini. Harus bersiap mendulang banyak kesuksesan dan pundi-pundi fantastis setelah ini. Karena setelah iklan ini diluncurkan kalian pasti akan di suruh tampil di sebuah reality show dan membawakan iklan buku yang lainnya lagi. Kamu bisa promosi perusahaanmu juga Je." kata produser iklan itu.


"Pak anda terlalu memuji, kami hanya melakukanya sesuai kontrak. Terimakasih atas kerjasamanya hari ini." jawab Jeko dengan penuh wibawa.


Jeko bersalaman dengan mereka karena syuting hari ini sudah selesai sedangkan Filia hanya menganggukkan kepala karena tidak membawa sarung tangan.

__ADS_1


"Sayang kegiatan hari ini tinggal bertemu sutradara." kata Jeko.


"Iya Je, ayo kita segera berangkat! Aku ingin menikmati kota Tokyo hari ini setelah urusan kita selesai." Pinta Filia menarik lengan Jeko.


"Iya sayang, baiklah." Jawab Jeko tersenyum melihat Filia sangat manja kepadanya.


Mereka segera menuju ke mobil lalu bergegas menuju lokasi syuting.


"Sayang jangan lupa sarung tangan itu di pakai!" Jeko mencoba mengingatkan.


"Iya sayang. Kamu juga di pakai sarung tangannya!" kata Filia sambil memakai sarung tangannya sendiri.


"Kalau kamu bersikap manis begini, aku seperti membayangkan kita sudah menikah." Jeko mulai berkhayal.


"Kamu ini ada-ada saja sayang." komentar Filia.


"Bisakah kamu menolongku?" Jeko menyodorkan tangannya meminta Filia memakaikan sarung tangan untuknya.


"Aku mengerti." Filia memakaikan sarung tangan itu bergantian karena tangan yang satunya sedang menyetir.


"Makasih sayang." Jeko sudah memakai sarung tangan dan kembali menyetir dengan benar.


*** 


Mereka berdua sampai di lokasi syuting.


Seperti biasa sutradara itu menyambutnya, Filia tidak berharap jika Sun-Ye menyambut Filia dengan tatapan sinis. Filia pura-pura tidak melihat Sun-Ye sedang lewat di depanya, sepertinya Filia mulai menganggapnya seperti hantu. 


Sutradara itu seperti biasa selalu mengobrol panjang mengenai adegan di lokasi syuting. Filia dan Jeko membantu memberi saran dan solusi jika ada masalah saat mereka berakting. Sampai akhirnya syuting berjalan lancar dan itu adalah hari terakhir mereka syuting di Jepang.


"Hari ini syuting di Jepang Selesai Je. Aku sangat berterimakasih dengan kalian berdua." kata pak Sutradara.


"Sama-sama pak. Kami juga hanya membantu semampu yang kami bisa." Filia tersenyum.


"Baiklah Je, Fil hati-hati dijalan sampai ketemu di Korea." ucap Sutradara itu mengakhiri pembicaraan hari ini.


Mereka berdua bergegas pergi dari tempat itu dan menikmati waktu yang tersisa di Jepang. Mereka turun di sebuah tempat perbelanjaan dimana brand-brand terkenal ada disana. Mereka menyusuri satu demi satu toko sambil melahap makanan khas Jepang. Jeko sebenarnya sudah menyiapkan banyak hadiah di dalam bagasi mobilnya yang sudah disiapkannya dari korea. Tapi karena Filia terlihat sangat senang berbelanja produk-produk asli kota tokyo, Jadi mau nggak mau Jeko pasti menurutinya.


"Je kalung ini bagus kan? Ada hurufnya kamu mau? Ini untuk couple." Filia minta pendapat.


"Boleh juga. Itu bagus." ucap Jeko.


"Baiklah aku beli satu pasang." Filia berbicara dengan pelayan toko dan membelinya.


"Pake kartu ini saja!" Jeko menyodorkan kartu debitnya.


"Aku ada Je. Ini hadiah untukmu biarkan aku yang membayarnya." Filia kembali bertransaksi.


Jeko memasukkan lagi kartunya ke dalam dompet.


'Filia, Filia ...' batin Jeko


Filia dan Jeko lumayan banyak berbelanja seperti sepatu branded, tas ransel, kemeja, jaz kemudian Filia membeli Ipad terbaru lagi untuk menunjang profesinya sebagai penulis novel.


"Oh iya apa kabar dengan Yul ya Fil?" Jeko tiba-tiba teringat sahabatnya itu.


"Iya ya, apa mereka sudah bertemu?" Filia kembali bertanya.


Akhirnya mereka.menghubungi sahabat mereka masing-masing tapi tidak ada jawaban.

__ADS_1


"Je, bagaimana jika kita ke tempat Sean? Aku sedikit khawatir." pinta Filia.


"Baiklah setelah ini kita kesana. Aku juga khawatir dengan Yul." jawab Jeko.


Mereka berdua kembali ke mobil dan membawa barang-barang belanjaan mereka


setelah membuka bagasi. Filia sangat terkejut karena di dalam banyak sekali hadiah.


"Hadiah ini semuanya untukmu." kata Jeko sambil menatap barang-barang belanjaan mereka.


"Apa hadiah ini tidak terlalu banyak? Kamu terlalu banyak membuang uang Je." komentar Filia


"Karena kamu wanita spesial, kali ini saja biarkan aku menyenangkan kekasihku." Jeko mencium kening Filia.


'Dia terlalu mengagumkan' gumam Filia.


"Baiklah. Terimakasih sayang" Filia mengucapkan dengan singkat.


Mereka berdua berangkat ke penginapan Sean.


***


Ketika sampai di penginapan mereka mengetuk pintu dengan sangat keras tapi tidak ada respon. Kemudian memencet bel juga tidak ada respon. Jeko tidak sengaja menggoyangkan gagang pintu ternyata tidak di kunci. Mereka masuk perlahan membawa beberapa makanan, terlihat mangkuk mie masih ada di depan ruang tamu.


"Je kalau ada dua mangkok, kemungkinan Yul ada disini." komentar Filia.


"Apa mereka sudah jadian ya?aku curiga jangan-jangan mereka sudah ... " dugaan Jeko membuat Filia memukul lengannya.


"Sahabatku bukan wanita seperti itu. Kamu ini." Filia terlihat kesal.


"Ini kan hanya dugaanku, kalau benar gimana? Kalau jatuh cinta manusia bisa berubah kan sayang." Jeko menjelaskan dengan logikanya.


"Semoga tidak terjadi apapun." ucap Filia 


Mereka mengendap-ngendap menuju ke ranjang Sean. Mereka melihat pemandangan yang membuat mereka berdua tecengang.


"Apa ku bilang sayang? Mereka benar-benar tidur di satu ranjang." Jeko seperti merasa menang.


"Tapi mereka berpakaian lengkap, Aku rasa tidak mungkin mereka melakukannya." komentar Filia lagi.


Jeko mendekat melihat mereka yang saling berpelukan. 


'Kenapa wajah mereka pucat sekali?' Jeko mulai merasa aneh.


"Fil coba kamu bangunkan Sean pelan-pelan. Aku juga akan membangunkan Yul, aku curiga mereka  sakit wajah mereka pucat sekali." Jeko mendekat ke samping Yul.


"Apa iya Je?" Filia mulai khawatir.


 Mereka berdua menggoyangkan tubuh Sean dan Yul tapi mereka hanya berbalik dengan lemas. Setelah mereka memeriksa suhu Yul dan Sean, mereka sangat terkejut 


"Mereka berdua demam." kata Filia dan Jeko serentak.


Mereka berdua sama sekali tidak membuka mata dan terus mengigau. Mereka berkeringat dan sangat panas.


Jeko dan Filia menjadi panik mereka pergi ke dapur dan menyiapkan air dan handuk untuk mengompres. Kemudian setelah selesai Jeko mencoba menghubungi dokter pribadinya tapi tidak ada jawaban.


"Fil menurut cuaca hari ini akan ada badai salju lebat disini sebelum itu aku akan ke apotik untuk membeli beberapa obat dan membeli beberapa makanan. Sepertinya hari ini kita akan menginap disini. Tolong kamu jaga mereka berdua aku akan segera kembali" jelas Jeko.


"Baiklah." jawab Filia.

__ADS_1


Jeko bergegas mengambil kunci mobilnya lalu pergi. Filia menjaga kedua orang itu dan menyeka keringat mereka berdua. Membetulkan selimut mereka karena mereka terlihat kedinginan.


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian berdua bisa sakit?" Filia bertanya-tanya.


__ADS_2