
Filia dan Jeko sudah sampai di depan kelas bersama Yul yang ada di belakangnya. Ternyata dosen dikelas itu sudah datang, Jeko meminta ijinnya dengan sopan.
"Untung kalian berdua mahasiswa unggulan di Universitas ini. Jika tidak aku tidak akan mengijinkan Filia membantumu disini dan membiarkan poster kalian terpasang dimana-mana. Aku cukup terharu pasangan Fenomenal ini selain smart mereka juga terkenal betapa bangganya aku sebagai Dosen." Pak Tako mengungkapkan keharuannya dengan begitu lebay, sambil mengusap air mata di balik kaca mata lusuhnya.
"Ya sudah sana duduk! kamu boleh membantunya. Aku ingin membahas beberapa bahan untuk sidang kedua."
"Terimakasih, Pak." ucap Jeko sambil masuk ke dalam kelas diikuti Filia dan Yul.
Mereka bertiga duduk di ujung paling belakang, Jeko duduk di kursi tambahan dan duduk disamping Filia yang menduduki kursinya di sebelah Yul.
"Kalian berdua membuatku sangat iri. Kenapa disaat aku jomblo kalian malah semesra ini? Je, Kenapa kamu begitu curang! Wanita yang kamu dapatkan selalu di atas rata-rata." Yul memelas di mejanya sambil meletakkan kepalanya.
"Sebenarnya kamu tidak akan jomblo jika playboymu sudah sembuh. Lagian kamu putus gara-gara mentigakan wanita, siapa suruh? Ini akibatnya terus menghinaku setiap saat." jawab Jeko masih memperhatikan Filia menulis.
Filia tersenyum melihat mereka berdua.
"Fil, nggak usah ketawa! Seneng kan lihat nasibku begini! Kamu juga punya sahabat kok begitu bentuknya coba cantik sedikit. Aku pasti sudah menjadi pacarnya." Yul sedikit kesal sambil menghadap ke Jendela.
"Awas saja jika setelah ini kamu mengejarnya! Bagaimana jika kita taruhan?" Filia bernegoisiasi.
"Ku pastikan tidak akan mengejarnya. Aku pikir tadi aku merasa penasaran, sepertinya percuma. Paling jika dia berubah juga seleranya tetap terlihat buruk. Oke kita taruhan." Yul masih terus bersikap dingin dan menghina Sean.
"Kalau kamu mengejarnya, kamu harus sembuh dari playboy dan memberikan padaku mobil sport barumu. Tapi kalau nggak, aku rela memakai bikini untuk pemotretan di kampus. Bagaimana?" Filia memang wanita yang pemberani mengambil resiko tinggi karena yang mengiyakan memakai bikini di pemotretan kampus adalah wanita yang dianggap rendahan.
"Kamu jangan sembarangan bicara Fil! Kamu pacarku, masak kamu rela di rendahkan dikampus cuma demi Yul. Dia kalau nggak suka sama cewek biasanya benar-benar cuek. Dia akan benar-benar melakukannya." jelas Jeko yang tercengang dengan taruhan Filia.
"Sayangku, kamu juga belum mengenal sahabatku kan? Dan kamu juga belum mengenalku lebih dalam. Setiap kata-kata yang ku ucapkan sudah masuk pertimbanganku." Filia menjawab dengan begitu menggoda.
"Kamu benar-benar membuatku menurut." Yul menghela nafas.
Filia tersenyum memandang Jeko.
"Baiklah itu hal mudah. Aku juga berniat untuk sembuh dari playboy jangan harap aku aku mengejarnya. Aku terima taruhanmu Fil. Cukup menarik. Pacarmu memang Luar Biasa Jeko." Yul tersenyum sedikit nyinnyir
Yul hari ini benar-benar malas untuk mengikuti kuliah sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan. kelas.
"Je, aku ijin dari kelas." kata Yul beranjak dari kursinya menuju kehadapan dosen di depan lalu keluar.
"Dasar anak itu lagi-lagi bolos." Jeko menggelengkan kepalanya.
Filia tersenyum melihat Tingkah Yul.
Yul pergi ke kantin dan melihat wanita cantik duduk sendirian sambil menyantap makanan dihadapanya. Rambut ikalnya, bajunya bahkan sepatu boot yang melekat di kakinya terlihat sangat menggoda. Dia hanya mengenakan celana jins ketat dengan atasan sedikit terbuka berwarna pink. Yul terus memperhatikan wanita itu tanpa mendekatinya sama sekali.
Tiba-tiba kerumunan penggemar datang di luar kantin membawa poster. Berteriak-teriak sebuah nama YOURA.
Wanita itu berdiri dan memakai kacamatanya lalu berjalan keluar kantin. Yul penasaran siapa dia setelah wanita itu pergi, Yul mencari informasi lewat ibu kantin yang melayani wanita itu.
"Maaf bu, apakah anda mengenalnya? Kenapa penggemar di luar banyak sekali?" tanya Yul heran.
"Apa kamu belum tahu dia siapa?Dia Model papan atas itu lo Youra. Aku dengar dia mahasiswi disini juga tapi datangnya nggak bisa di prediksi. Mungkin Jalur e-learning kali ya. Maklum Model juga super sibuk." Jelas Ibu kantin.
'Menarik sekali. Aku suka mangsa bagus seperti ini dari pada si dekil Sean.' batin Yul tersenyum melihat wanita itu berjalan begitu anggun.
"Makasih bu." Jeko bergegas mengikuti wanita itu.
Setelah keluar wanita itu masuk ke dalam mobil diikuti banyak penggemar. Youra memang dikenal model yang sangat ramah, dia melayani foto sebentar lalu pergi. Saat masuk ke dalam Mobil. Tiba-tiba Yul menerobos penggemar dan membuka pintu samping Youra lalu masuk ke dalam mobilnya.
Youra hanya tertawa karena dia tahu di sebelahnya siapa. Youra tancap gas untuk pergi dari kerumunan penggemar.
Sepanjang perjalanan di dalam mobil. Yul terus memperhatikan Youra.
__ADS_1
'Aku seperti familiar dengan wajah ini. Tapi make up dan kulitnya benar-benar sangat sempurna. Mungkin karena memang seorang model jadi rasanya pernah lihat dimana gitu.' batin Yul disamping Youra.
"Sudah selesai mengamati Tuan Yul?" Youra masih terus menyetir.
"Apa kita saling mengenal? Kamu tahu namaku?" Yul Heran.
"Kamu masuk mobilku tanpa ijin haruskah aku laporkan ke polisi untuk tuduhan melanggar privasi orang lain?" Youra bersikap ketus sambil tersenyum licik.
"Kamu wanita yang menarik, laporkan saja aku ke polisi! Lagian aku akan dengan cepat untuk keluar karena mereka akan dengan mudah melepaskanku." jawab Yul yang terus memandang wanita cantik di sampingnya itu. Dia percaya diri karena dia anak konglomerar yang bisa membayar siapapun untuk menyuap mereka.
"Benarkah begitu? Nyalimu cukup bagus. Aku ada pemotretan di pinggir pantai, sepertinya kamu mau ikut denganku." Youra melirik Yul yang stay Cool di sampingnya.
"Dengan senang hati." Yul melirik Youra dengan tatapan menggoda.
Youra tancap gas dijalan yang benar-benar sepi itu.
'Aku harus bisa mendapatkan wanita ini!' Yul terus memandang wajah Youra.
Sampai di pantai. Youra langsung ke ruang rias untuk mempersiapkan pemotretan, kali ini busana yang di pakai adalah bikini pantai yang sangat seksi dan begitu menggoda. Yul mendapatkan kesempatan untuk melihat pemotretan model papan atas tersebut dari jarak yang begitu dekat.
"Benar-benar tipeku. Fil aku akan melihatmu menggunakan bikini besok." Yul terlihat begitu percaya diri.
Pemotretan selesai di sore hari. Yul mendekati Youra yang sedang meminum orange jus di sampingnya.
"Apakah hari ini kamu ada acara Youra?" tanya Yul yang tanpa bertanya langsung duduk di sebelah Youra.
Youra hanya tersenyum, memandang Pria tampan itu datang.
'Aku mendapatkanmu Yul, akan kubuat kamu bertekuk lutut di hadapanku.'
"Tidak, aku setelah ini kosong." jawab Youra.
"Baiklah hari ini, aku ingin mengajakmu pergi ke pesta dansa nanti malam di ulang tahun temanku. Apa kamu bisa datang?" ajak Yul.
"Baiklah. Pukul berapa aku harus datang?" tanya Youra dengan senyuman penuh dengan maksud.
"Pukul tujuh di Hotel J. Aku bisa menjemputmu jika kamu mau?" Yul menawarkan bantuan.
"Tidak, aku bisa berangkat sendiri! Tunggu saja aku di pesta itu." Youra beranjak dari tempat duduknya pergi meninggalkan Yul.
'Wanita ini sangat menarik, tubuhnya benar-benar membuatku tergoda. Huhh itu adalah wanita impian. Filia kamu kalah kali ini, karena hari ini aku akan buat dia jadi milikku.' Yul sangat terkesima memandang Youra
***
Malam hari Ulang tahun
Jeko dan Filia sudah datang ke pesta itu menggunakan pakaian bak seorang Putri dan Pangeran. Jeko mengenakan jas hitam bermerk dengan celana kain yang membuatnya tampak berkarisma kemudian Filia mengenakan Gaun Putih panjang dengan belahan samping yang cukup tinggi, atasnya tidak berlengan hanya terdapat dua tali yang melingkar di pundaknya.
Mereka berdua menghampiri Yul yang mengenakan Jaz berwarna coklat gelap, seperti seorang Tuan muda kerajaan dengan rambut yang benar-benar menggambarkan betapa berkuasanya seorang Yul. Filia cukup terkejut dengan penampilan Yul yang seperti itu.
"Kamu melihatku terus. Apakah sudah berpindah hati Fil?" Yul tertawa lalu menyerutup anggur di tangannya.
"Jangan terlalu percaya diri, aku sama sekali tidak tertarik denganmu. Jeko terlihat lebih baik darimu." Filia benar-benar membuat Yul sedikit patah arang karena dia sangat benci dibandingkan dengan Jeko.
"Aiss terserah! Aku benci jika sudah membahas tentang Jeko walaupun dia ini sahabatku tapi aku malas dibandingkan dengannya." Yul terlihat sangat kesal.
Lima menit kemudian Youra sampai di depan Hotel kemudian perlahan dia masuk ke ruang acara. Semua mata tertuju padanya bahkan ada yang terkejut.
"YOURA?" semua mata terbelalak memandang betapa cantiknya dia.
Filia terkejut mendengar nama Youra di panggil oleh banyak orang. Akhirnya Filia menoleh.
__ADS_1
'Astaga wanita ini, Tidak kusangka dia datang dengan penampilan itu.'
Youra melihat Filia, bersikap anggun mendatanginya dan memeluknya.
"Hei Fil, apa kabar?" Youra benar-benar membuat semua orang tercengang karena dia sangat ramah jika bertemu dengan orang yang di kenalnya.
"Hallo Youra, kamu membuatku terkejut dengan penampilan ini!" jawab Filia sambil setengah berbisik.
Filia mengenalkan Jeko kepada Youra.
Yul dengan percaya diri menggandeng tangan Youra lalu menariknya ke arah balkon. Yul merasa menang melihat Filia.
"Kamu lihat!Yul sudah punya pasangan lagi?Anak itu?" Jeko menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah menduganya, setelah ini akan ada kejutan yang menarik. Kamu akan melihatnya Je." komentar Filia memandang mereka berjalan bersama.
"Kamu benar-benar ingin menerima kekalahan untuk memakai bikini?" Jeko mengernyitkan dahinya.
"Lihat saja nanti siapa yang menang!" Filia begitu percaya diri.
Di Area balkon.
"Cantik sekali kamu hari ini." Yul melayangkan rayuannya.
"Sepertinya semua wanita akan kamu bilang cantik. Sampai kapan kamu akan menggenggam tanganku?" Youra tersenyum sama sekali tidak tersipu dengan rayuan Yul.
"Aku tidak ada niat untuk melepasnya, lagian sebentar lagi pesta dansa akan di mulai." Yul benar-benar lihai untuk merayu seorang wanita.
Akhirnya pesta dansa di mulai.
Musik sudah berkumandang banyak pasangan berdansa ketengah pesta seperti biasa Jeko selalu menjadi pusat perhatian karena dia memang lihai untuk berdansa di Tambh seorang Filia dia juga tidak kalah mahir untuk berdansa.
Di samping kanan Yul dan Youra berdansa, Yul meraih pinggang Youra dan Youra meletakan tangannya di pundak Yul. Mereka saling berpandangan cukup lama sampai Yul membuka pembicaraan.
"Apakah kamu sudah punya pacar?" tanya Yul langsung menjurus ke topik utama.
'Pria ini berani juga.'
"Belum." Youra menjawab dengan singkat dengan ekspresi menggoda memandang Yul.
'Tatapan matanya berbeda dengan wanita lain. Rasanya menghangat tapi wajah ini aku seperti pernah melihatnya dimana ya? Jawaban yang aku inginkan.' gumam Yul.
"Aku punya hadiah untukmu." Yul mengambil sesuatu di sakunya dan memperlihatkan langsung ke Youra.
'Kalung berlian, Ini barang limited. Gila! Pantas saja Yul bisa menjadi playboy, siapa yang menolak untuk dapat perhiasan ini?' gumam Youra.
"Kamu pasti tahu kalung apa ini?" tanya Yul.
"Yups. Itu kalung berlian limited." jawab Youra sambil tersenyum.
"Aku ingin memberikan ini padamu dengan syarat jadilah pacarku." Yul memang selalu melumpuhkan korbannya dengan harta yang dia miliki. Siapa sih wanita yang bisa menolak cowok tampan dan tajir ini?
"Bagaimana jika aku menolak jadi pacarmu?" Youra terlihat tegas mengatakan hal ini.
"Ya, mungkin kalung ini akan aku jual lagi. Dan kamu mencetak rekor karena jadi satu-satunya wanita yang menolak seorang pria sepertiku." jelas Yul sambil melihat kalungnya.
"Kalau begitu aku akan memberikan jawaban saat peragaan busana di kampus besok. Bagaimana?" Youra seperti memiliki rencana.
"Baiklah. Aku akan datang ke peragaan busana kampus besok karena aku juga akan melihat temanku naik ke atas panggung menggunakan bikini." Jeko menjawab dengan mantap.
'Siapa yang akan memakai bikini? Bukannya itu bakal jadi wanita rendahan di kampus?Kan besok peragaan busana adat. Lagian aku juga ingin memberi kejutan padanya.' batin Youra.
__ADS_1