FIRST MEET YOU

FIRST MEET YOU
MENYADARI


__ADS_3

"Apa kamu sudah putus dengan Jeni?" tanya Yul penasaran.


"Belum." Jeko memapingkan wajahnya ke arah jendela.


"Lalu kenapa aku tidak boleh dengannya?" tanya Yul lagi penasaran.


"Jangan-jangan kamu selingkuh dengan dia ya Je ? " komentar Yul mulai membuat Jeko bingung.


"Kenapa kamu cerewet sekali? Ayo menyetir lebih cepat sedikit! sekarang kita kerumahku!" Kata Jeko berinisiatif.


"Tunggu!aku ikut kerumahmu?" tanya Filia.


"Memangnya kamu tidak berfikir. Apakah di luar rumahmu bebas dari wartawan?"Jeko sedikit menaikkan nada suaranya.


'Iya juga sih.' gerutu Filia dalam hati.


"Huh ... Ya sudah aku menurut." Filia melipat tangannya sedikit kesal.


Sampai di rumah Jeko.


"Oh my God, yang bener aja? Ini rumahku juga di kepung? Yul kita pergi ke Villa aja!" komentar Jeko sambil merunduk.


" Baiklah bos." Yul mengiyakan apa kata Jeki.


Jarak Villa dan rumah Jeko terletak cukup jauh sekitar dua jam dari sana.


"Jeko, aku lapar!" Filia mengeluh karena perutnya sudah berbunyi.


"Sabar sebentar ya Fil, kita hampir sampai kok!" 


Terpaksa Filia menahan lapar untuk sampai ke Villa.


'Kenapa rasanya seperti aku di culik sih?' gumam Filia.


Akhirnya mereka sampai di Villa Jeko. Villa itu cukup besar dan sangat indah suasananya sejuk dan banyak sekali pelayan. Mereka turun dari mobil dan sudah banyak pelayan berjajar.


'Seperti kerajaan saja! Kenapa pelayannya banyak sekali?'  Filia menggerutu sambil terus mengikuti kedua pria itu.


Tiba-tiba Yul merangkul Filia dan menatap wajah Filia. 


'Mau apa lagi dia? Yang satu sudah aneh dan sekarang tambah lagi? Ini bisa gawat kalau dia sampai menyentuhku.' gumam Filia sambil sedikit meringis.


Tiba-tiba Jeni datang dari dalam Villa mengenakan pakaian yang begitu seksi layaknya wanita penggoda sambil mebawa segelas anggur menemui Jeko yang sedang berjalan menuju ke sofa.


"Hai sayang!" sapa Jeni.


Jeko terkejut melihat Jeni sudah ada disana.


"Loh, kenapa kamu ada disini?" Jeko sudah terduduk di sofa dan menyalakan tv.


Jeni langsung duduk di sebelah Jeko seperti perangko. 


"Ah sayang, masak kamu lupa sih? Aku kan tahu alamat Villa ini dan lagi aku suntuk di rumah makanya aku kesini." Jeni membelai Jeko sambil menatap sinis Filia karena Jeni tahu pemberitaan di TV hari ini.


"Bisa tidak jangan terlalu dekat Jen! Kamu sudah tahu aku alergi!" Jeko terlihat emosi.


"Kamu kok jadi Galak sih? Gara-gara wanita ******* itu ya? Kamu jadi nggak ramah sama aku?" tiba-tiba Jeni berdiri dan menumpahkan anggurnya ke wajah Filia yang sudah duduk di sofa dan masih di rangkul Yul.

__ADS_1


"Ups Sori" kata Jeni seolah tidak sengaja.


Filia terkejut dan langsung berdiri.


'Wanita kurang ajar! Panggil aku ******* masih menyiramku juga!' Filia mendekati Jeni dengan sangat marah.


Kedua pria itu tidak menyangka jika suasana akan memanas dan mereka tidak menduga kalau Filia itu garang juga.


"Ehh Fil." Yul mencoba memanggilnya tapi tidak berhasil.


Terlanjur sudah Filia menampar Jeni dengan sekuat tenaga sampai membuatnya jatuh ke Sofa. Jeni belum bisa melawan ketika kaki Filia berhenti satu kaki diatas sofa dan kedua tangan Filia mencengkeram gaun Jeni di bagian dadanya.


"Dengar aku baik-baik! Aku bukan wanita *******! Seperti yang kamu katakan. Kamu sudah melemparku dengan air!" Filia melihat air putih Jeko Dimeja langsung di ambil dan di tumpahkan ke muka Jeni.


Kedua Pria itu tertegun.


' Ternyata Wanita itu memang menarik, jadi rumor di kantor memang benar kalau dia itu paling berani.' batin Jeko sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Wah aku suka Filia Je, dia berbeda sangat mempesona! Pemberani!" Yul berkata sambil melongo kagum.


"Tutup mulutmu!" Jeko melempar sapu tangannya ke muka Yul.


"Kamu selalu begitu." kata Yul menyingkirkan sapu tangan Jeko dari pandangan matanya.


Setelah Filia melemparkan air, dia langsung pergi ke kamar mandi di Villa itu untuk membersihkan air di wajahnya dan Jeni terlihat sangat marah.


"AWAS KAMU WANITA ******!!Aku tidak akan memaafkanmu!" Jeni beranjak pergi tapi di cegah Jeko.


"Mau kemana sayang?" tanya Jeko memegang tangan Jeni.


"Pulang!" Jeni masih sangat marah karena gaunnya jadi basah.


'Maaf Jen, perasaanku padamu sepertinya sudah lenyap tapi aku masih membutuhkanmu untuk percobaan berciuman dan membuat wanita itu jatuh cinta padaku.'


Yul mendengarkan Jeko langsung merasa mual dan terkejut dengan pernyataan Jeko.


'Dasar anak ini? Sejak kapan dia jadi Playboy. Sekali tepuk dapat dua wanita cantik. Dia kan nggak bisa mencium wanita? Apa gunanya Coba?' gerutu Yul.


"Tunggu! Kamu bilang tidak ada hubungan apa-apa dengan Filia? bukanya tadi?" kata-kata Yul terhenti melihat isyarat Jeko yang sedang memeluk Jeni.


"Sssttt." jari telunjuk Jeko berada di bibirnya 


'Dasar! Ada apa dengannya?' Yul semakin heran.


Jeko melihat dari kejauhan Filia keluar dari kamar mandi dengan liar dia melepas pelukan Jeni dan memberanikan diri untuk menciumnya. Mereka berdua berciuman sangat lama, Filia yang sedang berjalan ke sofa itu lagi tiba-tiba terkejut sekaligus terpaku di tempat.


'Sepertinya Jeko kesambet!' Yul juga terkejut melihat kejadian itu.


'Kok rasanya aku mau marah ya? Tapi kenapa dia mencium wanita ini, aku jadi geram? Apa wanita ini kekasihJeko? Tunggu bagaimana dengan phobianya? Kita sudah bersentuhan cukup lama di Resort.' Filia menampakkan ekspresi yang sulit di tebak. Dia tidak marah juga tidak cemburu tapi seperti menunggu sesuatu.


Jeko masih menikmati berciuman dengan Jeni tapi dia juga heran Filia malah menontonnya tanpa ekspresi yang bisa di tebak dan dia tidak merasakan panas ditubuhnya bahkan tidak ada yang melepuh.


Jeko melepaskan Ciuman itu.


'Dia tidak cemburu? Tidak marah?berarti yang ku lakukan tadi tidak berhasil. Yang berhasil, aku tidak kambuh.' Kata Jeko sambil melihat tangan dan memegang wajahnya.


"Sayang kamu nggak melepuh?!" Jeni terkejut melihat reaksi ditubuh Jeko dan sangat bahagia lalu memeluk Jeko.

__ADS_1


Yul terpaku melihat sahabatnya tidak berubah menjadi kepiting rebus saat berciuman.


Filia kembali duduk di sebelah Yul.


"Eh kamu, Siapa namamu?" tanya Filia membuyarkan lamunan Yul.


"Oh iya aku Yul. Loh kamu nggak cemburu? Kamu kan?" jawab Yul semakin heran.


"Jangan berfikir macam-macam. Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa, aku dan dia hanya hubungan direktur dan penulis. Lagian aku sudah punya pasangan. Apa wanita itu kekasihnya?" tanya Filia dengan santai.


"Iya itu kekasih Jeko. Kalian berdua membuatku bingung. Hebat! di dalam resort hanya berdua bisa-bisanya tidak memiliki hubungan? emangnya kalian nggak berbuat macam-macam?" Yul mengernyitkan dahi masih tidak percaya.


Filia terkejut dengan pertanyaan Yul.


"Ehmm itu cuma sebuah kebetulan. Iya kebetulan." Filia bingung harus menjawab apa.


"Hanya kebetulan? berarti kamu sudah berbuat macam-macam dengan Jeko ya?atau jangan-jangan kamu memang wanita yang bisa di pesan oleh banyak pria?Wah aku bisa menikmati juga berarti?" Yul mendekat ke Filia dan bertingkah kurang ajar.


 Dengan sigap Filia menampar Yul.


"Mulutmu memang perlu di buat diam dengan cara kasar ya Yul."  


Yul terkejut ketika ujung bibirnya berdarah.


"Apa salahku?" yul bertanya tanpa rasa berdosa.


"Aku sudah bilang jangan ganggu dia! Kamu masih juga tidak mendengarkanku! Sudah tahu kan rasanya di tampar wanita?" kata Jeko tersenyum melihat darah ada di ujung bibir yul.


"Tangannya seperti tangan pria." yul bergerak menjauh dari Filia.


"Sayang kenapa kamu membela wanita itu?" tanya Jeni manja di pelukan Jeko.


"Dia itu aset perusahaan dan dia juga asisten pribadiku. Mana mungkin aku bisa tertarik dengan wanita kasar seperti dia?" kata Jeko menjelaskan di depan Filia dan Jeni.


Membuat Filia sedikit geram


'Apa-apaan ini? Aset?asisten pribadi?tidak mungkin tertarik?sejak kapan? Dia bilang penasaran denganku? Setelah bertemu kekasihnya langsung berubah tiga ratus enam puluh derajat. Dasar Sialan! Kenapa aku kesal sekali? Aku jadi ingin menelpon Exel untuk kesini!" 


Ekspresi Filia kali ini membuat Jeko cukup senang. 


'Dia marah!' gumam Jeko dalam hati.


"Bi, tolong buatkan makanan untuk kita berempat! Dan siapkan empat kamar untuk kita!" kata Jeko menyuruh salah satu pelayannya.


Filia sadar terlalu kasar kepada Yul, Filia mengambil tisu di tasnya lalu mengusap darah dibibir Yul.


"Kamu sudah dengar! aku ini asisten pribadinya dan aku bukan wanita seperti yang kamu bilang. Maafkan aku telah menamparmu!" Filia berubah menjadi wanita yang lembut.


Yul terkejut.


'Wanita ini? Dia benar-benar menarik. Dia bisa sekasar itu dan bisa selembut ini.'


"Aww sakit! Iya aku maafkan! Maafkan aku juga!" Yul mengambil alih tisu yang ada ditangan Filia.


Filia mengirimkan pesan kepada kekasihnya excel untuk datang ke Vila itu dan menjelaskan segalanya. 


Filia heran sudah tiga jam berada di resort dan efek dari ciuman itu belum juga bereaksi di tubuh Jeko. 

__ADS_1


'Sepertinya kali ini aku akan bilang putus dengan Exel tapi sebelum itu aku akan menciumnya. Aku penasaran akan bertahan berapa lama aku tidak kambuh tapi aku nggak bisa bohong jika perasaan ini aneh ketika ada Jeko dan pasti merasa bersalah setiap exel di depanku. Aku harus tahu perasaanku sendiri. Dan dengan cara ini aku bisa mengetahuinya! Tapi Jeko nggak akan mungkin memutuskan kekasihnya kan?  Kenapa aku jadi memikirkan dia? Memang lebih baik aku jomblo untuk menenangkan diri. Aku tidak berencana berciuman lagi dengan Jeko. Jika efeknya lama dari sentuhan di resort tadi berarti ini saatnya aku pergi dan tidak mendekatinya. Karena dalam waktu lama dia juga tidak membutuhkan aku. Aku hanya alat penyembuh. Aku juga tidak akan kambuh karena aku tidak punya kekasih. Aku ingin sembuh tapi jika aku di dekatnya mungkin aku juga tidak akan kuat melihatnya berciuman lagi dengan kekasihnya.' pendapat Filia dalam hati.


__ADS_2