Fosessive Brother

Fosessive Brother
4


__ADS_3

...Happy reading...


Silvia membereskan buku nya dengan cepat lalu memasukkannya ke dalam tas. Sungguh sekarang ini, dia sangat lapar. Cacing perutnya terus mendemo agar dia segera mengisi perut keroncongan itu dengan segera.


Namun, keinginan untuk segera menyantap makan siang itu harus musnah saat Kayla-- orang yang saat MPLS mengatakan akan menjadi temannya-- malah menhampiri orang lain.


"Yani, lo mau ke kantin kan ?" Tanyanya semangat.


Gadis bernama Yani itu mengangguk, lalu kembali membereskan buku nya.


"Kenapa emang nya ?"


"Ikutt, sekalian kita ngegosip lagi."


Tawa Yani pecah saat itu juga.


"Njirr, ayolah."


Dan mereka berdua pun segera pergi meninggalkan kelas tanpa menoleh sedikit pun pada Silvia.


"Silvi ? gak ke kantin ?"


Gadis itu menoleh dan mendapati teman seberang bangkunya sedang berdiri di samping nya. Dia menggoyangkan tanganya.


"Loh, kenapa ?"


Silvia menggeleng. Dia merasa sedikit bersyukur karena masih ada orang yang mau bertanya padanya.


"Mau ikut ? atau nitip sesuatu gak ?" Teman sekelasnya yang bername yag Indi itu menawarkan. Tapi, untuk kedua kalinya Silvia hanya menggeleng.


"Yaudah, kita duluan ya ?" Pamitnya.


Silvia bingung, apa yang harus dia lakukan ? memainkan ponsel ? bosan, tidak ada yang menarik. Ke kantin ? tidak ada teman. Lalu apa yang harus dia lakukan ?


Menemukan ide, Silvia memilih untuk membaca buku pelajaran saja dari pada hanya diam saja, itu hanya akan membuat nya terlihat semakin menyedihkan.


Ting


Silvia mengambil ponsel nya saat mendengar ada pesan masuk.


Kak Ran


Dek, kok kakak gak liat kamu le kantin ?


Shit. Silvia harus menjawab apa jika sudah seperti ini ? gadis berusia 15 tahun itu memutar otak nya untuk menemukan alasan yang masuk akal.

__ADS_1


Kak Ran


^^^ ^^^


^^^Nggak papa kak. Aku gak laper^^^


^^^ ^^^


Beneran gak laper?


atau mau kakak beliin aja ?


Gila. Sepertinya kakak pertamanya ini masih belum mengerti dengan kata "Aku gak mau ada murid yang tau kalo kita sodaraan".


Kak Ran


^^^Gak usah kak. Aku gak laper kok:)^^^


Padahal cacing di perut nya sudah sangat menantikan masuknya makanan.


Kak Ran


Yaudah, tapi kalo butuh sesuatu tinggal bilang aja ya


Aku butuh makanan


Kak Ran


^^^ ^^^


^^^ ^^^


^^^Read^^^


Baru saja Silvia akan melanjutkan membaca lagi jika ponselnya tidak kembali berbunyi. Dengan malas, dia mengambil benda pipih itu dan membuka pesan yang masuk ke ponsel nya.


Bang Nan


Dek ?


^^^Paan ?!^^^


^^^ ^^^


Buset, galak bener buk

__ADS_1


^^^ Basa basi ih. Mau apaan ?!^^^


^^^ ^^^


Maaf.


Abang gak liat kamu di kantin, padahal abang udah ada di sini sebelum istirahat


^^^ ^^^


^^^Hayolohh ketauan bolos_-aku aduin ke daddy nih,Cuma tinggal SS doang:)^^^


^^^ ^^^


Yahhh:(jangan dong dek_-


^^^ ^^^


^^^Bodo^^^


^^^ ^^^


Adek lucnut kamu ya marfuah


^^^ ^^^


^^^Bilang ke kak Jae juga seru kali ya^^^


^^^ ^^^


Jangan🙏


^^^ ^^^


^^^Dah lah males^^^


^^^ ^^^


Silvia matikan data selulernya. Setidaknya karena chating dengan Nan membuat rasa laparnya sedikit berkurang.


"Silvia ? gak ke kantin ?"


Lagi, acara membaca membaca harus terhenti karena ada yang bertanya padanya.


Silvia menggeleng. Sedangkan Kayla-- orang yang bertanya hanya beroh ria.

__ADS_1


Daddy, kau benar, dunia terlalu sulit di tebak. Rasanya sakit saat tidak ada yang benar benar ingin berteman denganku. Maafkan aku yang dengan keras kepalanya membantah ucapanmu. Namun setidaknya aku tidak akan mati penasaran. Jika suatu saat aku mati, setidaknya aku sudah merasakan bagaimana rasanya bergaul dan bersekolah.


...***...


__ADS_2